Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Rencana Tuhan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Rencana Tuhan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Pelajaran 18 : Logika Allah

Dasar Pembelajaran : Yohanes 14 :1-31 


Haleluya, Puji Tuhan..
Tuhan Yesus Kristus sangat baik dan teramat baik untuk hidup kita semua. Kita telah belajar sedikit demi sedikit, bagaimana kita harus hidup dalam kehendak dan rencana Allah yang luar biasa. Dimana kita sebagai pelayan Tuhan mempunyai garis yang tegas dan nyata untuk ikut Tuhan Yesus Kristus secara menyeluruh tanpa bersandar dengan logika manusia (Yohanes 13: 34-35) .  

Bahkan dalam Yohanes 12 kita telah begitu banyak belajar tentang bagaimana kita yang mengikuti kehendak Tuhan sudah mempunyai karakter yang berbeda dengan dunia dan menyatakan sebagai perbedaan yang mendasar sehingga orang di dunia pun dapat melihat bahwa anak anak Allah berbeda dengan orang dunia. 

Tetapi menyambung dalam Yohanes 13: 37-38 menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi kita bagaimana kita setelah mendapatkan visi dan misi dari Tuhan Yesus Kristus terkadang masih menggunakan logika manusia yang ada dalam hidup kita untuk melayani Tuhan Yesus Kristus. Ini yang menjadi teguran kita dan kita akan belajar apa yang Tuhan sediakan bagi orang yang berjalan bersama dengan Tuhan Yesus Kristus. 

Kepercayaan Allah dan logika manusia 

Maka kita akan buka kitab Yohanes 14: 1- 3, apa yang dikatakan ? Ayat ini menggunakan sebuah kata yang tegas bahwa “Jangan gelisah hatimu,.. “ mengacu pada Yohanes 13: 37 - 38. Dimana sering kali pelayan Tuhan Yesus Kristus dengan sadar maupun tidak sadar berusaha dengan kekuatan sendiri bahkan logika manusia untuk berjalan dalam “Pelayanan” yang Tuhan Yesus Kristus percayakan kepada hambanya.  

Ini menjadi sebuah teguran yang kuat bagi kita semua, ketika kita melayani Tuhan Yesus Kristus, Maka kita sudah bukan berpikir sebagaimana orang dunia berpikir. Tetapi perhatikan ayat selanjutnya, “ Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku “, Maka seorang pelayan Allah harus menggunakan logika Allah sepenuhnya dan pengenalan yang penuh juga kepada Tuhan Yesus Kristus. 

Dari perjalanan pembelajaran kita sudah berapa panjang kita membahas, bagaimana kita mengenal Tuhan Yesus Kristus ( H-1) dan segala logika Allah (H-2) menjadi dasar atas petualangan kita bersama dengan Tuhan Yesus Kristus (H-3). Tetapi ketika kita dipercayakan untuk melihat segala visi dan misi Allah dan jiwa jiwa ( H-5), seringkali manusia ini akan mencoba menggunakan pendekatan keilmuannya untuk menjalankan apa yang menjadi kehendak Tuhan ( ingat Yohanes 12: 20 ? ).  

Logika Allah terbukti benar 

Maka perhatikan dalam Yohanes 14: 2 dikatakan apa ? Sering kali ayat ini dipakai dalam ibadah penghiburan dan tidak masalah, dan memang di Surga Tuhan telah sediakan tempat bagi orang orang yang setia dan taat kepada-NYA.  

Tetapi jika kita membaca secara menyeluruh, dalam ayat ini menjelaskan dengan sangat detail bahwa apa yang Tuhan Yesus Kristus katakan adalah sebuah kebenaran yang tidak pernah terbantahkan. Bahwa jika kita melihat kembali dalam Yohanes 2: 16, kata “Rumah Bapa-Ku” melambangan sebuah tempat yang suci dan kudus dimana kita bersekutu dengan Allah. Sehingga ada kuasa dan otoritas Allah yang sangat besar dalam Tuhan Yesus Kristus untuk menyatakan kedaulatan Allah dalam hidup orang yang telah dipercayainya, sehingga tidak ada pendekatan ilmu atau apapun yang tidak sesuai dengan kehendak Allah masuk dalam pekerjaan Allah

Perhatikan juga kata selanjutnya,”Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu”, jika kita bandingkan dengan Yohanes 16: 4b-5, kita mendapatkan sebuah penjelasan bahwa Tuhan Yesus Kristus sendiri yang akan menyatakan pelayanannya yang sejati dalam mengerjakan Rencana Allah yang kudus dan suci ( penebusan )   

Maka dalam Yohanes 14: 3, apa yang dikatakan ? ketika Tuhan Yesus Kristus berbicara “ Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali “. Dalam kalimat ini, sering kali langsung dibawa kepada nilai keniscayaan (kepastian) dan itu merupakan nubuatan (hal yang akan datang) yang menjadi klimaks / akhir dari cerita ini. 

Tetapi ketika kita tarik kembali dalam pembacaan menyeluruh, hal ini menggambarkan tentang bagaimana perjalanan orang yang telah mengenal Tuhan Yesus Kristus dan memiliki logika Allah. Dimana setelah Yesus menyelesaikan segala Rencana Allah yang kudus dan suci, Dia menyediakan tempat atau kesempatan bagi orang percaya untuk berjalan bersama dengan Tuhan Yesus Kristus dalam Rencana Allah yang kudus (H-7). Maka genaplah Yohanes 12: 26, bahwa ketika orang yang mendapatkan kepercayaan Allah maka haruslah dia bersama dengan Tuhan Yesus Kristus dalam setiap keputusan maupun tindakan yang dijalankannya. Sehingga dalam Yohanes 14: 4 dengan satu kalimat menegaskan kita tahu jalan apa yang akan Tuhan Yesus Kristus ambil dan memahami apa yang terjadi dengan jelas. Sehingga kamu pun ikut dalam rencana Allah dan segala ketetapannya. 

Logika manusia tidak memahami Allah 

Maka kita lanjut dalam Yohanes 14: 5, apa yang dikatakan oleh Tomas ? inilah yang paling ditakutkan oleh orang orang yang dipercayakan Allah untuk mengajar jiwa jiwa. Kenapa ? ternyata banyak orang yang mencampur adukan apa yang mereka punya ( yaitu logika manusia) dan logika Allah ( pengenalan Firman ). Karena kedua jalan ini tidak dapat disatukan atau diambil jalan tengahnya, maka genaplah apa yang dikatakan oleh Yakobus 4: 4-8 dimana dengan jelas kalo kita bersahabat dengan dunia maka kita menjadi musuh Allah. 

Maka perhatikan dalam Yohanes 14: 6-7, apa yang dikatakan ? Sehingga ketika kita harus memilih, jika mau berjalan dengan Tuhan Yesus Kristus , jalanlah dengan pengenalan penuh dan logika Allah yang harus dimiliki. Karena kebenaran yang seutuhnya hanya ada dalam Tuhan Yesus Kristus dan tidak ada yang lain. Dan jika kita mengenal Tuhan Yesus Kristus kita akan melihat segala Rencana Allah yang indah dan yang berkenan kepada Allah. 

Sehingga dengan jelas logika Allah tidak akan bisa kita dapatkan dengan logika dunia dan belajar segala ilmu dunia, Maka hal ini mematahkan argumen atau pendapat orang yang tidak begitu mengenal Tuhan Yesus Kristus yang mengatakan bahwa kita beriman tetapi harus berhikmat atau harus pintar dalam ilmu dunia. Hati hati dengan perkataan demikian, Tuhan Yesus Kristus tolong kita semua. 

Mencoba kebenaran dalam logika manusia 
Mari kita lanjut dalam Yohanes 14: 8, apa yang dikatakan oleh Filipus? Masih ingat dengan kasih Marta dan Maria dalam Yohanes 11? Apa yang membedakan Marta ( ayat 21) dan Maria (ayat 32) ? ternyata banyak murid murid Tuhan dalam tingkatan ini ( h-5) masih menggunakan logika manusia untuk memahami segala hal yang dilakukan Tuhan Yesus Kristus. Makanya tidak heran dan tidak usah bingung banyak teori dan pengembangan dalam dunia teologi terutama ketika berbicara otoritas dan kedaulatan Allah. 

Ini yang terjadi sama dengan marta begitu pula dengan Filipus, mereka orang yang dekat dan sudah berapa lama ikut Tuhan Yesus Kristus, tetapi tidak benar benar mengenal dan ajaran yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus selama ini. Makanya Perhatikan dalam Yohanes 14: 9-11, Tuhan Yesus Kristus sendiri dengan tegas menegur filipus dan bahkan kita. Sejauh perjalanan kita dengan Tuhan Yesus Kristus, bagaimana kita tidak melihat Rencana Allah dan perbuatan yang luar biasa dalam hidup kita ? bahkan banyak orang yang hanya kenal yang seharusnya mengenal Tuhan Yesus Kristus, minta “tunjukan Bapa.” 
  
Secara sadar maupun tidak sadar, mereka mau melakukan komunikasi langsung dengan Bapa bahkan menganggap Yesus sendiri sebagai orang suci yang menjadi pengantara dengan Bapa yang Kudus ( teologi ini yang nantinya menjadi dasar pengajaran yang berbeda bahkan cenderung salah). Karena mencoba mencari kebenaran dalam logika manusia, dengan hal hal yang secara duniawi mereka ketahui. 

Karena dalam 1 Yohanes 2:1-2, menjelaskan Yesus Kristus adalah anak Allah yang menjadi pengantara kepada Bapa atau Imam agung yang menebus kita dan penuntun kita kepada pendamaian akan dosa kita dan membawa kita kepada Rencana Allah yang Kudus (H-7). bahkan dalam Ibrani 9: 11-12 dikatakan dengan jelas bahwa Tuhan Yesus Kristus masuk dengan dengan membawa darah-Nya sendiri untuk menebus dosa kita Sehingga dengan jelas bahwa Yesus Kristus adalah Allah seratus persen yang mau bersama dengan kita dan Tuhan Yesus Kristus bukan hamba Allah atau orang suci.  

Maka perhatikan dalam Yohanes 14: 10-11, dengan jelas Allah yang hidup adalah satu kesatuan dalam nama Tuhan Yesus Kristus ( Alfa dan Omega yang menciptakan langit dan bumi), Nanti kita akan belajar tentang Allah yang Tritunggal Tuhan Yesus Kristus ( Yohanes 17: 1-5). Sehingga kita tahu dan kita mengenal bahwa apa yang dikatakan Tuhan Yesus Kristus adalah kebenaran dan karena Dia sendiri adalah Allah ( ingat Yohanes 1:1) dan itu dibuktikan dengan segala pekerjaan dan Rencana Allah yang berlaku dalam Tuhan Yesus Kristus . 

Maka itu kita selalu menyebut nama Tuhan Yesus Kristus secara lengkap dalam setiap pengenalan kita dan pelajaran kita, sehingga tidak membagi Oknum Allah yang kudus dan suci dengan kebenaran secara logika manusia. 

Pekerjaan Allah dengan Logika Allah 

Maka sekarang perhatikan dalam Yohanes 14: 12-14, apa yang Tuhan Yesus Kristus katakan ? “ Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.” Maka jelaslah apa yang dikatakan Tuhan Yesus Kristus , bahwa barang siapa yang mengenal Tuhan dan memiliki logika Allah, maka orang yang mendapat kepercayaan ini akan melakukan hal hal yang besar seperti apa yang Tuhan Yesus Kristus pernah lakukan dalam dunia ini. Bahkan kata “lebih besar lagi dari pada itu”, mengacu pada 1 korintus 12: 5 - 7 dimana perbuatan itu adalah karunia Roh Kudus yang akan melengkapi orang orang kudus ( Sahabat Allah - nanti kita bahas di Yohanes 15). 

Maka kata selanjutnya menjadi sangat penting, Tuhan Yesus Kristus menegaskan bahwa “Sebab Aku pergi kepada Bapa” hal ini menyatakan bahwa hanya Tuhan Yesus Kristus yang mengerti segala Rencana Allah. Dan apa kata selanjutnya dalam Yohanes 14: 13-14, Haleluya, inilah sukacita kita karena Tuhan Yesus Kristus selalu bersama kita, sehingga kita tinggal ngomong dan bilang sama Tuhan Yesus Kristus. Dan Tuhan Yesus Kristus akan lakukan bahkan penuhi keinginan dan kebutuhan kita seturut Rencana dan Kehendak Allah yang mutlak dan absolut dalam hidup kita.

Logika Allah dan Pertolongan Roh 

Maka kita sambung lagi dalam Yohanes 14: 15 , apa yang dikatakan ? untuk ayat ini dibuka dengan sebuah syarat yaitu “ Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku ”. Ini adalah sebuah klausul, atau ketentuan khusus dalam suatu perjanjian, yang sangat kuat . 

Dimana dari awal kita belajar mengenal Tuhan Yesus Kristus dengan benar dan masuk dalam perjanjian baru (Hukum Kasih Karunia) yang mengharuskan kita memiliki buah roh yang pertama yaitu kasih. Maka dalam Matius 22:37, mengajarkan kita untuk mengasihi Tuhan Yesus Kristus dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 

Maka ketika saat ini posisi kita yang mendapatan visi dan misi harus memiliki kasih yang tegas dengan cara memiliki logika Allah dan terus bertumbuh dalam Rencana Allah, Maka perhatikan Yohanes 14: 16 -17 bahwa Tuhan Yesus Kristus akan memberikan penolong yang lain yang menyertai orang percaya yaitu Roh Kebenaran atau Roh Kudus 

Daam Yohanes 14: 25- 26 Tuhan Yesus Kristus menjelaskan dengan detail bahwa Roh Kudus yang akan kita terima dengan kasih karunia dalam Tuhan Yesus Kristus, akan mengajarkan segala sesuatunya dan akan mengingatkan segala apa yang Tuhan Yesus Kristus ajarkan. ( nanti kita akan belajar lagi di Yohanes 16) 

Pasti ada pertanyaan bukankah orang yang mau bertumbuh sudah diberikan Roh Kudus ? 

Benar, ketika Tuhan Yesus Kristus menyampaikan hal ini kapasitas dari Roh Kudus dalam orang yang mendapatkan kepercayan adalah penuh. Sehingga diperhatikan dalam Yohanes 14:17 dikatakan bahwa dunia tidak dapat menerima Dia, hal ini menunjukkan bagaimana kapasitas Roh Kudus dinyatakan bersama sama dengan pekerjaan Allah atau bahasa teologi adalah manifestasi Roh Kudus. 

Hal ini bisa dilihat nanti dalam pelajaran Kisah para rasul 2 : 1-13, tetapi kapasitas Roh Kudus yang penuh ini akan dilihat oleh orang dunia sebagai sebuah hal yang aneh. Tetapi ketika kita mengenal Tuhan Yesus Kristus dan memiliki Logika Allah serta otoritas Roh Kudus yang penuh dalam hidup kita, maka kita akan mengenal Dia dan akan menyertai kita bahkan diam dalam kita untuk menolong memberikan kekuatan, memimpin dan masih banyak lagi. 

Melihat Allah dengan Roh Kudus dan Logika Allah    

Maka Yohanes 14: 18 - 21, perhatikan ayat 19a apa yang akan terjadi? Kondisinya bahwa secara lahiriyah pada 2000 tahun yang lalu, Tuhan Yesus Kristus dapat dilihat oleh semua orang dengan mata jasmani atau indra penglihatan manusia. 

Tetapi perhatikan ayat 18 bahwa dengan kondisi kehilangan Tuhan Yesus Kristus dalam dunia, maka semuanya sudah selesai ? tentu tidak, perhatian dalam bagian 18 B, apa yang Tuhan Yesus Kristus katakan “ Aku datang kembali kepada mu “ dan ayat 19 B, dikatakan “ kamu melihat Aku , sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup”. 

Maka bandingkan dengan Bilangan 21: 9 dan Yohanes 3: 14, Maka kita melihat orang yang sudah mengenal Tuhan Yesus Kristus, memiliki logika Allah dan kepenuhan Roh Kudus akan mendapatkan hidup yang sesungguhnya dan pada hari yang terakhir ( H-7 ), kita akan benar benar melihat kebenaran yang benar dan tidak dapat dibantah lagi ( Wahyu 21: 22) 

Maka Yohanes 14: 21, dengan tegas bahwa hanya orang yang mengenal Allah, memiliki logika Allah, penuh dengan Roh Kudus dan berjalan bersama dengan Tuhan Yesus Kristus akan diakui oleh Allah (Wahyu 21: 7). Haleluya kiranya Tuhan Yesus Kristus, tolong kita semua ya.  

Dunia tidak menerima Logika Allah 

Maka kita lanjut dalam Yohanes 14 : 22, apa yang dikatakan oleh Yudas, yang bukan iskariot itu ? Dia bertanya “apa sebabnya“ Tuhan mau menyatakan diri kepada orang percaya dan kenapa tidak kepada dunia ? siapa tahu jawabnya ? 

Perhatikan dalam Yohanes 14: 23- 24, dikatakan bahwa orang yang mau mengenal Tuhan Yesus Kristus sudah tahu siapa Tuhan Yesus Kristus, dan logika Allah, dan pastinya mau berjalan bersama dengan Tuhan Yesus Kristus. Ketika berjalan dengan Tuhan Yesus Kristus, maka Rencana Allah akan menjadi bagian hidupnya sehingga pada akhirnya Tuhan Yesus Kristus akan menyempurnakan dan mengakui dia. 

Hal ini akan berbanding terbalik dengan dunia, orang yang tidak mengenal Tuhan Yesus Kristus hanya tahu dan kenal saja, tidak akan mau berjalan bersama dengan Tuhan. Karena mereka menganggap bahwa apa yang Tuhan Yesus Kristus suruh adalah hal yang gak masuk akal atau logika mereka dan gak enak. Sehingga logika manusia mereka menolak mereka untuk berjalan bersama dengan Tuhan Yesus Kristus. 

Bukti Kasih Karunia Allah = 1 talenta 

Mari kita sambung lagi dalam Yohanes 14: 27-28, masih ingat buat Roh ke 2 dan 3 apa ? ketika kita mengenal Tuhan Yesus Kristus dan memiliki Logika Allah , maka ada beberapa buah Roh yang kita hasilkan dari perjalan kita dengan Tuhan Yesus Kristus. Ingat 3 buah pertama ? kasih, sukacita dan damai sejahtera. Kita telah bahas kasih dan saat ini kita membahas 2 buah Roh lagi yaitu sukacita dan damai sejahtera yang Tuhan Yesus berikan.  

Dimana Damai sejahtera yang diberikan Tuhan Yesus Kristus itu berbeda dengan dunia ini. Sukacita dan damai sejahtera yang diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus adalah kesenangan dan keamanan karena kita bersama dengan Tuhan Yesus Kristus dan keberanian untuk terus melangkah bersama dengan Dia. 

Ketika kita bicara “sukacita” yang diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus kepada kita adalah sukacita yang besar. Karena Rencana Allah yang luar biasa akan dinyatakan akan hidup kita semua. Seperti halnya dalam 1 Korintus 2: 9 bahwa Allah akan memberikan Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.

Maka perhatikan dalam Yohanes 14:29 - 31, hal ini diberikan kepada kita menjadi sebuah bukti atas perjanjian Kasih Karunia Allah atas hidup orang percaya dan sebuah nubuatan serta keniscayaan yang akan terbukti. Dan hal ini tidak usah kita bicarakan dan Tuhan Yesus Kristus mau supaya orang yang mengenal Dia dan memiliki logika Allah serta berjalan bersama Dia membuktikannya. Dan mungkin banyak dari musuh yang akan berusaha untuk melakukan hal yang tidak baik atau konspirasi tetapi hal itu tidak akan bisa kalau bukan atas kehendak dan Rencana Allah. 

Hal ini juga sebagai pembuktian kepada orang yang hanya kenal dan tahu Tuhan bahwa segala hal yang terjadi adalah kehendak Allah yaitu Tuhan Yesus Kristus dan sekarang saatnya kita terus berjalan jangan mundur. Kiranya Tuhan Yesus Kristus tolong kita semua dan mengerti akan rencana Allah yang luar biasa ini. 

Amin 



Renungan Harian Remaja GPdI

Pelajaran 14 : Yesus, Sahabat yang Sejati- SMP 2

Dasar Pembelajaran : Yohanes 11: 1- 57

Haleluya, Puji Tuhan  
Terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus Allah yang luar biasa, karena kita masih diberi kesempatan kepada kita untuk belajar Firman Tuhan yang luar biasa. Kita telah belajar banyak hal tentang Firman Allah, kita telah belajar bagaimana Allah telah menyatakan diri kepada semua orang yang mau mengenal Tuhan Yesus Kristus dan pada kesempatan yang lalu ada pembuktian diri yang Tuhan tanyakan kepada anak anak Tuhan, dengan sebuah pertanyaan " Menurut kamu siapa Aku ? " dan  kita telah belajar dalam Yohanes 9 pun kita telah dituntut untuk membuktikan pengenalan kita kepada orang yang hanya kenal dan tahu Tuhan Yesus Kristus saja. 

Pelajaran 22 : apa itu kebenaran

Dasar pelajaran : Yohanes 18: 1- 40 

Haleluya, Puji Tuhan
Berterima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus, karena kasih-NYA luar biasa yang bisa kita rasakan sampai hari ini. Hal ini karena Tuhan Yesus Kristus masih memberikan kita kesempatan yang baru untuk kembali belajar kembali segala kebenaran Firman Tuhan yang luar biasa dalam hidup kita, Sehingga kita boleh berjalan lurus dan tidak keluar dari rencana Tuhan Yesus Kristus.  

Mengenal Dia dan Segala FirmanNYA ( Gilgal ke Yordan)


2 Raja Raja 2: 1-14, Gilgal ke Yordan adalah Sebuah perjalan Elisa bersama dengan Elia dimana tujuan dari perjalannya Elia akan angkat ke sorga dan Elisa akan menggantikannya. 

Perjalan ini adalah sebuah gambaran dalam perjalanan hidup manusia untuk mengenal dan memahami seluruh kehendak dan pikiran Allah dalam hidup manusia. Hal ini diperlihatkan bagaimana Tuhan ingin mengangkat Elia dalam angin badai, Maka Tuhan pun menyediakan hamba yang lain untuk mengenal Dia dan menjalan apa yang kehendak dan rencana Tuhan. 

Ketika Tuhan pilih seseorang untuk mengantikan salah satu hambaNYA, semuanya harus sesuai dengan keputusan dan ketetapan Tuhan. Hal ini dibuktikan bagimana Elisa melewati jalan  hidup untuk mengenal Allah sepenuhnya dan sepenuh hati. Bahkan jika kita mengikuti terus hingga akhirnya, kita mengetahui bahwa Elisa diberikan apa yang dia perlukan untuk melayani Tuhan atau menjadi alat Tuhan. 

Perhatikan ayat 1 dalam 2 raja raja 2 dikatakan demikian :Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan  Elia ke sorga dalam angin badai,  Elia dan Elisa  sedang berjalan dari Gilgal

Gilgal

Gilgal adalah sebuah kota di batas timur Yeriko dimana di atas tanah itu berdiri 12 batu yang diambil dari sungai Yordan oleh Yosua. Jika kita melihat dalam Yosua 4 :1 sampai ayat 24, dijelaskan dengan terperinci bagaimana proses batu itu diambil oleh orang Israel terpilih yang mewakili sukunya dan ditegakkan oleh yosua di sana. 



Dan dalam ayat ke 20-24 dikatakan : "Kedua belas batu yang diambil dari sungai Yordan itu ditegakkan oleh Yosua di Gilgal.  Dan berkatalah ia kepada orang Israel, demikian: "Apabila di kemudian hari anak-anakmu bertanya kepada ayahnya: Apakah arti batu-batu ini?

maka haruslah kamu beritahukan kepada anak-anakmu, begini: Israel telah menyeberangi sungai Yordan ini di tanah yang kering! -- sebab TUHAN, Allahmu, telah mengeringkan di depan kamu air sungai Yordan, sampai kamu dapat menyeberang seperti yang telah dilakukan TUHAN, Allahmu, dengan Laut Teberau, yang telah dikeringkan-Nya di depan kita, sampai kita dapat menyeberang,  supaya semua bangsa di bumi tahu, bahwa kuat tangan TUHAN, dan supaya mereka selalu takut kepada TUHAN, Allahmu." 

 Dari ayat diatas kita melihat bagaimana Gilgal adalah dasar pengenalan Allah bagi orang Israel generasi yang baru bahwa Allah yang mereka kenal adalah Allah yang kuat dan dapat melakukan Hal yang ajaib. 

Dan pada pasal ke 5 kita melihat bahwa di Gilgal pun Tuhan menyatakan perjanjiannya kepada semua anaknya dengan sunat yang dilakukan oleh Yosua. Hal ini dilakukan oleh Yosua sebagai pembaharuan akan janji setia mereka kepada Allah ( hukum Tuhan dalam kitab Keluaran). Dan jika kita baca terus pada Yosua 5:9-10 dikatakan demikian " Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu." Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal sampai sekarang. Sementara berkemah di Gilgal, orang Israel itu merayakan Paskah pada hari yang keempat belas bulan itu, pada waktu petang, di dataran Yerikho.

Dengan adanya pembaharuan ini umat Tuhan yang telah memiliki kasih karunia untuk masuk Kanaan akan mengingat bagaimana Allah berkuasa menolong dan menghapus dosa / kecacatan manusia ( identitas baru sebagai anak Allah) . Dari Gilgal awal proses umat Tuhan pengenalan Allah yang berkuasa dan penyelamat. 

Dimana jika kita melihat dalam ayat ke 11 dan 12 dikatakan demikian : "  Lalu pada hari sesudah Paskah mereka makan hasil negeri itu, yakni roti yang tidak beragi dan bertih gandum, pada hari itu juga. Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan."

Pada saat disanalah manna yang Tuhan berikan tidak dilanjutkan ( Keluaran 16: 35), ketika mereka menerima janji Tuhan. Mereka makan apa yang Tuhan janjikan yaitu Roti tidak beragi dan bertih gandum. 

Jika kita merujuk pada Yohanes 6: 48-51, Maka dikatakan bahwa Yesuslah Roti hidup itu dialah roti yang tidak beragi yang diberikan Allah atas janjinya kepada orang yang percaya. Dialah dasar atas pengenalan kita akan Allah yang sesungguhnya dan kuasaNYA dalam hidup kita. Dialah yang membawa hidup kekal kepada orang percaya melalui kematianNYA di atas kayu salib. 

Dan ketika kita melihat kata bertih gandum, menurut kamus kbbi adalah beras / gandum  yang disangrai di kuali sampai kulitnya pecah meletup dan jika kita mengacu pada Wahyu 6:6 dan Matius 13: 24- 30, Maka gandum berbicara orang percaya atau umat Tuhan dan bertih gandum menandakan  lahirnya orang percaya yang sungguh kepada Allah. Dimana dari kelahiran, kematian, dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus melahirkan orang percaya yang sungguh dan berkenan kepada Allah 

Inilah Gilgal  yang merupakan janji Allah dan menjadi dasar bagi orang yang percaya (identitas) . Dimana manna adalah ketetapan Tuhan yang diberikan kepada manusia tetapi manusia itu sendiri tidak mampu untuk melakukannya. Sehingga perjanjian dalam Kristus Yesus yang menopang dan membantu kita untuk dapat berjalan dalam ketetapan dan kehendak Allah. 

Dari Gilgal kita akan melihat bagaimana rencana Tuhan menunjukan sikap seorang anak Tuhan yang setia dan taat sebagai seorang hamba.  Seorang hamba yang ingin selalu dekat dengan tuannya. Ketika kita melihat dalam ayat ke 2 bagaimana Elia menanyakan dan menyaran Elisa untuk tinggal di Gilgal saja, karena Tuhan menyuruh Elia ke Betel. Elisa dengan sigap tidak mau berpisah dengan tuannya sedikit pun. Sehingga mereka pun sampai di Betel. 

Betel


 

Betel adalah sebuah kota dalam kejadian 28:11-19 dikatakan bagaimana tempat bertemu yakub dengan Tuhan. Dimana yakub melihat pintu sorga terbuka dan Tuhan Yesus Kristus berbicara kepadanya. Inilah pertemuan yakub dan mengenal Allah yang luar biasa yang mengatur Hidupnya. 

Bahkan jika kita melihat dalam ayat ke 20-22 dikatakan bahwa " Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,  sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

Bahwa di Betel, Yakub menaruh keyakinan dan segala perkara di dalam tangan Tuhan. Dia mau meyakinkan dirinya dengan mengikatkan hidupnya kepada Tuhan. Sehingga apa yang yakub punya Dia berikan kepada Allah ( termasuk kehormatan yang dia miliki untuk Allah). Hal ini pun yang seharusnya terjadi kepada orang percaya, setia dan ketaatan adalah dasar sebuah  pengenalan. Dari sana kita harus mengikatkan hidup kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Dimana setia dan taat dalam segala perkara, bahkan berpaut terus kepada Tuhan Yesus Kristus dalam segala perkara. 

Hal ini pun kita lihat dalam 2 Raja Raja 2:3-4 dikatakan demikian" Pada waktu itu keluarlah rombongan nabi yang ada di Betel mendapatkan Elisa, lalu berkatalah mereka kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"  Berkatalah Elia kepadanya: "Hai Elisa, baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Yerikho." Tetapi jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu sampailah mereka di Yerikho."

Elisa tetap bertahan dengan tidak bimbang sedikit pun untuk ikut walaupun hal yang susah akan datang dan menanti didepan dia. Orang percaya yang sungguh pasti Tuhan tunjuk apa yang akan terjadi dan apa yang harus kita kerjakan. Ketika kita setia dan taat, Maka selanjutnya kita akan mengandalkan Tuhan Yesus Kristus seumur hidup kita. 

Maka dalam Keluaran 33:13-17 dikatakan demikian "  Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu."  Lalu Ia berfirman: "Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu."  Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?"  Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau."

Tuhan Yesus Kristus pasti memberikan yang sangat baik buat orang percaya. Tetapi tahap pertama setia dan taat kepada Tuhan Yesus Kristus, semakin hari semakin kokoh dalam Tuhan Yesus Kristus bahkan mengikatkan diri untuk selalu hidup bersama Tuhan Yesus Kristus. Walaupun tidak mudah Dan akan banyak kejadian didepan. 

Hal ini terbukti dengan Elisa tidak terseret untuk ikut apa kata nabi di Betel. Tetapi fokus untuk tetap ikut Elia ke mana Dia akan pergi. Bahkan Elia pun menanyakan Hal yang sama seperti di Gilgal, tetapi jawaban Elisa tetap sama Dan terus ikut Elia kemana dia pergi. 

Yerikho

 


Ketika sampai di Yerikho, dalam 2 Raja Raja 2: 5 kembali dikatakan oleh rombongan nabi di Yeriko pertanyaan yang sama  dengan yang ada di Betel. Jawaban Elisa pun tetap sama. Tetapi perhatikan ayat ke 7 dan 8 dikatakan demikian" Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan.

Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering."

Kota Yerikho sendiri mengambarkan sebuah kepercayaan yang kokoh untuk melangkah dan mengikuti pola Tuhan dapat mengalahkan kekuatan duniawi. Hal ini bisa dilihat dalam Yosua 5:13 - 6:27, kita bisa melihat bagaimana Yerikho sebagai kota yang kuat tetapi ingat kesetiaan dan ketaatan kita ( Gilgal ) membawa kita kepada Betel ( pengikatan diri ) kepada Tuhan. Dari Betel kita dibawa kepada Yerikho ( kepercayaan yang penuh kepada Allah ). 

Kita melihat dalam Yosua 5: 13 bagaimana yosua yang  mengikat diri kepada Tuhan, selalu Tuhan Yesus Kristus peringatkan jika ada hal yang tidak berkenan kepada Allah.  Tetapi ketika kita taat , setia, mengikatkan hidup kita Sehingga memiliki kepercayaan penuh ,  Tuhan pun memberikan peringat kepada orang percaya Dan ketika kita diperingatkan dan memohon ampun. Maka kasih setia Tuhan, kuasa , kemurahan , Dan kemenangan pun Tuhan Yesus Kristus berlakukan atas hidup orang percaya. 

Bukan dengan dengan hal yang biasa tetapi dengan caranya Tuhan. Dalam Yosua pasal 6 dikatakan dengan jelas bahwa Yosua menang melawan bangsa Yerikho, hanya dengan nyanyian sorakan suara mereka, mereka dapat merobohkan tembok Yerikho yang begitu kuat dan kokoh. Mereka menyerahkan hal yang mustahil dalam kehendak Tuhan Yesus Kristus

Lalu perhatikan apa yang dilakukan oleh Lima puluh rombongan nabi di Yerikho ? Mereka berdiri memandang dari jauh ketika mereka ada di tepi sungai Yordan. Hal ini yang sering kali manusia lakukan, mereka tidak mau ikut maunya Tuhan dan hanya berhenti pada posisi tertentu. Mereka akan hanya melihat bagaimana Tuhan mau menyatakan mujizat-Nya dan berperan dalam hidup mereka.

Bahkan perhatikan ketika Elisa kembali ke Yeriko dan bertemu dengan rombongan nabi  yang hanya memandang mereka dari jauh. dalam 2 raja raja 2: 15-18 dikatakan mereka tahu bahwa Elisa sudah menerima apa yang Tuhan janjikan, lalu mereka meminta Elisa untuk mengizinkan mereka mencari Elia sekiranya Elia di hempaskan oleh Tuhan dimana. Hal ini mengajarkan kita bahwa orang yang tidak mengenal rencana Tuhan hanya berpikir secara logika manusia dan cenderung tidak taat akan rencana Tuhan dalam hidupnya.

Tetapi jika kita melihat dari seluruh Firman Tuhan bahwa Yerikho berbicara kepercayaan yang penuh kepada Allah, akan mampu mengalahkan segalanya. Tetapi sungai Yordan berbicara tentang perintah dan peraturan Tuhan yang penuh atas hidup orang percaya. 

Hal ini memang tidak enak, tetapi inilah yang Tuhan Yesus Kristus mau dalam hidup manusia. Yaitu manusia yang sesuai dan serupa dengan Allah. Dimana manusia memiliki seluruh kehendak dan isi hati Allah dalam Hidupnya. Hal ini di pertegas dalam Filipi 2:4-5 dikatakan demikian : " dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus," 

Dimana jika kita baca ayat seterusnya dalam Filipi 2 :1 - 18  dikatakan bahwa manusia memiliki pemikiran dan hidup bukan buat dunia ini, tetapi bekerja kepada Allah sepenuhnya. Bukan dengan cara duniawi tetapi cara Allah yang selalu membangkitkan semangat dan menguatkan manusia untuk bertahan dalam kehidupan yang benar dan Kudus. 

Sungai Yordan



Jika kita melihat lebih dalam tentang sungai Yordan ini , Maka dalam Yosua 3; 11-13 dikatakan demikian : " sesungguhnya, tabut perjanjian Tuhan semesta bumi berjalan menyeberang di depan kamu, masuk ke sungai Yordan.Maka sekarang, pilihlah dua belas orang dari suku-suku Israel, seorang dari tiap-tiap suku. Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan."

Sungai bagi perjalan manusia khususnya orang Israel  berbicara tentang batasan atau limit manusia. Dimana seringkali manusia menaruh limit untuk tidak terus berjalan bersama dengan Tuhan. Coba bandingkan dalam keluaran 14: 1 - 14 diceritakan bagaimana takutnya manusia ( orang Israel ) melihat orang Mesir mengejar mereka dan mau membinasahkan mereka.  Inilah pikiran dan kapasitas manusia dalam berpikir logika dan emosional ( kedagingan). Mereka anggap bahwa apa yang Tuhan kerjakan hanya sebatas pemikiran mereka saja.  Tetapi dalam ayat 15 -29 , Tuhan Yesus Kristus menyatakan kuasa dan keberadaanya dalam manusia yang percaya sepenuhnya kepada Allah. 

sehingga ketika kita kembali kepada 2 Raja raja 2: 8 dikatakan " Elia mengambil jubahnya,  digulungnya, dipukulkannya  ke atas air itu, maka terbagilah  air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering. " Puji Tuhan .. inilah yang terjadi jika orang percaya kepada Allah dengan sepenuhnya, seberapapun limit manusia yang kita punya Tuhan bisa hancurkan. Karena ada Kuasa Allah (Roh Kudus) yang menolong dan memberikan kekuatan untuk kita mampu mengenal Tuhan dan segala FirmanNYA sampai menjadi manusia yang sesuai dengan kehendak Allah.  

Awal Perjalan Hidup 

dari perjalanan kita Gilgal ( Pengakuan yang sungguh kita kepada Tuhan Yesus Kristus / Identitas anak Tuhan Yesus Kritus ) membawa kita kepada Betel ( pengikatan diri ) kepada Tuhan. Dari Betel kita dibawa kepada Yerikho ( kepercayaan yang penuh kepada Allah ). Dari Yeriko dibawa ke Sungai Yordan ( Pengharapan apa yang tidak dilihat).  Maka tiba saatnya Elisa mendapat apa yang dia mau dalam hidupnya. 

Maka apa yang diminta Elisa dari Elia dalam ayat ke 9 dan 10 dikatakan demikian :" Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua l  bagian dari rohmu ." Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."

kata "Dua bagian dari rohmu" bukan berati dua kali ganda / memiliki kekuatan yang hebat dari hamba Tuhan sebelumnya. Tetapi kata " Dua bagian dari rohmu " mengacu pada Skematologi dalam kejadian 1 : 1- 8  dimana Elisa ingin mengenal Allah sesungguhnya dan segala FirmanNYA. 

Hal ini dipertegas dalam Yohanes 8: 55- 56  bagaimana Yesus Kristus pun menyatakan apa yang harus menjadi  dasar dalam hidup manusia yaitu mengenal Allah sesungguhnya dan segala FirmanNYA (Skematologi 1 dan Skematologi  2), Maka kita harus tunjukan identitas kita sebagai pengikut Tuhan yang dilanjutkan dengan mengikatkan hidup kita selamanya kepada Tuhan ( mau di atur oleh Tuhan ),  percaya kepada Tuhan atas segal hal , dan selalu berharap kepada Tuhan  sepenuhnya. 

Tetapi  dalam Amos 5:4-6 dikatakan bahwa : " Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba,  sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap." Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup, supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api, yang memakannya habis dengan tidak ada yang memadamkan bagi Betel." 

Hal ini menegaskan agar kita tidak mencari - cari perkara seolah oleh kita mengikat diri dengan Tuhan ( pengingkar kuasa Tuhan - 2 Timotius 3:5)  dan pergi ke tempat yang seolah olah kuasa Tuhan Yesus ada dimana ( krisis identitas - Matius 24:23 ) . Tetapi Fokus cari Tuhan ( pertahankan identitas dengan setia dan taat kepada Firman Tuhan - Markus 12:30 ). Supaya kita hidup / berkenan kepada Allah dan tidak menghukum manusia kepada kemunafikan manusia dalam rupa sosial budaya yang seolah oleh berkenan kepada Tuhan. 

Maka sekarang Pertahankan Identitas kita dan maju terus pandang kepada Tuhan Yesus Kristus saja . maka kita akan melihat bagaimana hidup kita terus berjalan dalam berkenan kepada Allah bahkan menjadi hamba Tuhan Yesus Kristus yang sesungguhnya.  Maka hamba tersebut pastinya akan memiliki pengalaman untuk bertumbuh dengan Tuhan ( hari ke 3 ) , menjadi Terang ( hari ke 4 )  , menjadi makanan bagi orang lain dan mengenal Misi Tuhan ( hari ke 5) , menjadi manusia tahan uji dan manusia yang berkenan kepada Allah ( hari ke 6), dan pada akhirnya Tuhan dapat mengakui bahwa kita adalah hamba yang setia ( Hari ke 7 ) . 

Kiranya Tuhan Yesus Kristus tolong dan berikan pengertian kepada kita semua. 

 
Renungan Harian Remaja GPdI

Pelajaran 33: Penganiaya menjadi pengabar Injil

Dasar Pembelajaran : Kis 9: 1-31 

Haleluya , Puji Tuhan . Kembali lagi kita belajar Firman Tuhan yang sangat luar biasa buat hidup kita dulu , sekarang dan selama lamanya.  Kemarin kita melihat bagaimana Apologetik Stefanus menjawab segala hal termasuk tentang sunat lahiria menjadi sunat hati dan telinga. Dan kita telah melihat bahwa dari 7 diaken yang telah dipercaya Tuhan Yesus Kristus ( Kis 6:5), sekarang tinggal 6 diaken dan mereka melanjutkan perjalanannya dalam pemberitaan Firman Tuhan. 

Dalam minggu lalu kita telah belajar bagiamana dalam Kis 8:5-40 tentang salah satu diakonia yang bernama Filipus. kita tahu dari ayat itu Filipus pergi ke Samaria. Di sana kita melihat bagaimana Filipus memiliki otoritas Allah yang sama dengan Stefanus. Sehingga dengan jelas dalam Kis 8:8 bahwa sangat  sukacitalah kota itu. Haleluya, Inilah menjadi buah dasar dari sebuah pelayanan kita, Ketika kita melayani Tuhan Yesus Kristus , Maka kita harus memiliki kasih, sukacita, dan damai sejahtera ( ingat talenta / dinar yang Tuhan berikan - Pelajaran 15B ) ( ingat talenta / dinar yang Tuhan berikan - Pelajaran 15B ) . 

Pelajara 43 :Perjalanan dalam Rencana Allah dan Tawanan Roh

Dasar Pembelajaran Kis 20 


Haleluya, suatu anugerah yang besar bagi kita semua masih mau belajar kebenaran Firman Tuhan. Minggu lalu kita telah belajar bagaimana seorang yang disebut sahabat Allah memiliki “derajat” bukan untuk dihormati, melainkan untuk dapat bekerja dengan tangannya sendiri untuk dapat menghidupi dirinya, bahkan menolong orang-orang yang dipercayakan kepadanya.    


Dengan kemurahan yang Tuhan Yesus Kristus berikan, mereka dapat terus bertekun dalam kebenaran Allah dan rencana Allah dalam hidup mereka. Sehingga apa yang terjadi menjadi sebuah keputusan Tuhan Yesus Kristus dan tidak mencampurkan dengan maksud pribadi dalam hidupnya. Karena dalam Kisah Para Rasul 20 ini, kita akan melihat bagaimana Paulus menguatkan hidup anak-anak Tuhan. Karena dia tahu, setelah dia pergi dan tidak akan kembali, akan muncul masalah baru dalam dunia “keKristenan”. 

Pelajaran 21 : Kristus, Sebagai pengantara - Pelnap Ketapang

Dasar Pembelajaran: Yohanes  17 : 1- 26 

Haleluya, Puji Tuhan 
Terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus yang memberikan kita kesempatan kepada kita semua untuk kembali belajar akan kebenaran Firman Tuhan. Pada beberapa minggu lalu kita telah belajar dalam Yohanes 16 dan dengan jelas kita belajar tentang kesetiaan kita kepada Tuhan Yesus kristus, walaupun keadaan dunia yang sering bertolak belakang bahkan membenci Tuhan Yesus Kristus. Bahkan dalam Yohanes 16 : 3 di jelaskan bahwa mereka melakukan hal itu karena tidak mengenal Allah ( Ingat pejaran awal kita - Pelajara ke 6 ). Mereka hanya tahu dan kenal Allah dan mengunakan hukum yang diberian sebagai landasan mereka menyakiti hidup orang lain atau memenuhi kebutuhan daging mereka saja. 

Pelajar 16: hakikat Firman Allah - 2 SMP

Dasar Pembelajaran : Yohanes 12: 12- 50 

Haleluya Puji Tuhan, Hari ini kita belajar lagi Firman Tuhan yang sangat berkuasa atas hidup kita semua. Kita melihat minggu lalu bagaimana kita memiliki sebuah tingkatan yang harus kita lalui dan kita capai sesuai dengan kehendak dan ketetapan Tuhan Yesus Kristus untuk domba - dombanya. 

Dimana domba seharusnya sudah memiliki 1 Mina atau 1 talenta yang harus dia kembangkan dalam hidupnya yaitu kasih Tuhan Yesus Kristus. Mereka harus menunjukan kasih itu kepada semua orang. Ketika kita baru menjadi anak Allah dan naik menjadi murid Tuhan Yesus Kristus selanjutnya menjadi domba Allah, membutuhkan sebuah proses untuk selalu berjalan dengan Tuhan Yesus Kristus dan pimpinan serta pertolongan Roh Kudus atas hidup murid Tuhan Yesus Kristus. Sehingga murid Tuhan Yesus Kristus memperlihatkan perbedaan yang benar benar signifikan dengan orang dunia.  

Doa Bapa Kami : Doa yang benar

M
atius 6;9-13

Puji Tuhan, Hari ini kita akan melihat sedikit dari satu bagian penting dalam hidup orang percaya. Apa menurut kamu bagian terpenting itu ? Ya, benar bagian terpenting dari orang percaya adalah Doa.


Sering sekali kita mendengar ya ? Bahwa Doa adalah nafas hidup orang percaya, kenapa seperti itu ? Karena di dalam doa mengandung banyak sekali hal yang terpenting dalam hidup orang percaya.


Kita baca dalam Matius 6: 5 - 6 , Apa yang kamu mengerti ? Ada hal yang harus kamu perhatikan sebelum berdoa, jangan berdoa seperti orang munafik.


Orang munafik apa ? Lukas 18:10-14 jadi apa yang kamu mengerti ? Orang munafik adalah orang yang suka atau mau memperlihatkan diri bahwa aku itu hebat, aku kuat, dan sebagainya. Mereka melakukan yang tampak sangat hebat mempunyai kerohanian yang luar biasa, tetapi mereka tidak benar benar mengenal Tuhan Yesus Kristus dan tidak ingin bertemu Tuhan Yesus Kristus.


Dalam Matius 23:5 -7 ,12,28 dengan jelas dikatakan bahwa orang seperti itu bukan benar benar mau berdoa dan mau menyerahkan hidupnya kepada Tuhan Yesus Kristus. 


Pelajaran 45 : Fakta, Teologi Manusia, dan Kristen barat

Dasar Pembelajaran : Kisas Para Rasul 22 dan 23 


Haleluya, Puji Tuhan.

Karena karya Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa atas hidup kita. Di dalam kekacuan dunia yang terjadi , kita melihat dengan jelas bagaimana Allah dalam Kristus Yesus selalu campur tangan dan mengambil peran untuk menjaga serta melindungi anak-anak Tuhan.  


Setelah kita melihat Kisah Para Rasul 21 dengan nubuatan dan kehendak Tuhan atas kehidupan Paulus, kita melihat dengan jelas apa yang menjadi awal mula terjadinya kehendak Allah yang menelanjangi kebenaran semu manusia yang sangat rapuh.  Sehingga di pasal ini,  kita akan melihat dengan jelas apa yang Tuhan Yesus Kristus kerjakan. Di mana rencana konspirasi dunia diubah menjadi rencana besar Allah bagi dunia Barat untuk “Kristen Barat” khusus Amerika dan Eropa.  


Otoritas Allah dan Fakta akan kebenaran 

Mari kita tidak berlama-lama lagi dalam Kis 21: 40–22:2, dengan kasih Kristus yang terpampang nyata dalam kehidupan Paulus. Maka Paulus mendapatkan kesempatan dengan izin kepala pasukan dan mulai berbicara kepada orang banyak.  Maka, dalam Kis 22: 1, dengan jelas, ketika Paulus menyatakan pembelaan dirinya dalam bahasa Ibrani, maka tenanglah mereka. Tentunya, hal ini menjadi perhatian kita semua. 


Kita melihat bagaimana atas kehendak Allah dan otoritas Allah yang berlaku dalam kehidupan anak-anak Allah tertampang jelas, bagaimana Tuhan Yesus Kristus dapat mengendalikan situasi  yang kacau sekalipun menjadi tenang dengan satu yang sepertinya biasa, yaitu bahasa Ibrani. Maka nantinya kita akan melihat dengan tegas pula bagaimana Allah ingin memperlihatkan apa yang benar absolut dan fakta sesungguhnya atas sejarah hidup seseorang  kepada semua orang dengan tegas. 


Maka kita sambung dengan pembelaan paulus yang kita bagi menjadi beberapa bagian: 

Pelajaran 20 : Identitas Sahabat Allah

Dasar Pembelajaran Yohanes 16: 1 - 33


Haleluya, Puji Tuhan, karena kasih-Nya kita masih boleh hidup dan masih  boleh belajar sampai saat ini segala kebenaran Firman Allah dan masih diperkenankan untuk melihat segala hal yang tersembunyi di dalam-Nya.



Beberapa Minggu lalu kita telh beajar pada Yohanes 14, kita telah melihat dengan detail bagaimana Allah menunjukan otoritasnya dalam hidup orang percaya. Bahkan kita melihat dengan detail bahwa Allah dalam Tuhan Yesus Kristus menunjukan bagaimana kondisi yang harus dipenuhi ketika kita mulai menjadi orang orang yang dipercayakan untuk mendapatkan keinginan Tuhan Yesus Kristus dan kepercayaan akan jiwa jiwa. 



Sehingga kita melihat dalam Yohanes 14 dan 15, hanya orang yang dengan kondisi Roh Kudus yang penuh akan membawa kita kepada pengenalan akan Allah, Logika Allah, Petumbuhan atau berjalan dengan Tuhan, terang Tuhan dan Kepercayaan penuh yang Tuhan Yesus Kristus berikan untuk menjaga domba domba-Nya. 



Hal ini sangat tidak mudah, bahkan dalam Yohanes 15 kit melihat dengan detail bagaimana menjadi Sahabat Allah berarti kita menjadi musuh bagi dunia, Itu karena kita sudah memiliki warna yang jauh berbeda dengan dunia ini. Maka dalam Yohanes 16 ini dibuka 1 bagian peringatan akan apa yang terjadi dengan Sahabat Allah 

Pelajaran 17 : Kristus , Teladan Kita ( Pelayan yang benar dan sungguh ) - SMP 2

Dasar Pembelajaran: Yohanes 13: 1- 38 

Puji Tuhan, Kita memasuk tahap selanjutanya dalam masa hidup kita, kita tahu semua, bahwa ini adalah karunia yang besar dan kasih  Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa buat hidup kita. Beberapa minggu lalu , kita telah belajar sedikit dari  seorang bernama Maria yang memberikan minyak Narwastu yang baru kepada Tuhan Yesus Kristus. Setelah itu kita telah melihat juga  bagaimana seharusnya anak anak Allah itu memiliki minyak Narwastu seperti maria yang di bawa kepada Yesus.

bahkan dalam beberapa kesempatan kita telah belajar bagaimana Allah menyatakan pimpinnnya kepada orang yang mau mengenal dia dan tetap dalam pengajaran Tuhan Yesus Kristus. Dimana mereka akan tumbuh seperti pohon hidup  di pinggir air kehidupan / Logika Allah / perintah dan ketetapan Allah. Sehingga pada akhirnya, kuasa Roh Kudus memenuhi hidup kita dan kita dapat penuh dengan kuasa Roh dan memiliki buah Roh sampai pada tahapan yang terakhir ( kelemah lembutan dan penguasaan diri). 

memang tidak mudah, hal ini terbukti dengan bagimana kita dapat dipercaya oleh Tuhan Yesus Kristus untuk dapat berjalan bersama dengan-NYA. salah satunya dengan mina dan talenta yang Tuhan Yesus berikan berikan orang percaya. Dan kita melihat bahwa setiap orang yang menerima ada yang mengerjakan atau yang tidak , ada yang hasilnya penuh ada yang tidak.  Saat ini kita akan belajar lebih mendalam lagi tentang hal tersebut. 

Yesus , Sahabatku


Haleluya Puji Tuhan, hari ini kita melihat kembali Firman Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa dalam kehidupan kita. 

Kita buka dalam Lukas 5:31-32 dikatakan demikian " Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.""

Puji Tuhan, Natal adalah sebuah kata yang luar biasa bagi semua orang, tetapi makna natal belum tentu mendapatkan tempat di hati semua orang. Sehingga sering kali Natal kita rayakan hanya sebagai sebuah kebudayaan dengan germilap terangnya pohon natal dan lampu Natal. 

Sebenarnya untuk Apa Yesus datang ke Dunia ? Kita sering menjawab untuk menebus dosa manusia, untuk menyelamatkan kita, untuk membawa kita ke sorga. Semuanya benar, tetapi tahukan kamu bahwa Yesus datang ke dunia untuk menjadi Tuhan dan sahabatmu di sepanjang waktu. 

Sebelum kita melihat lebih jauh, kita lihat dulu dalam kejadian 1: 1-2 dan kejadian 3. Apa yang terjadi disana? ada bumi belum berbentuk dan kosong sepertinya manusia yang jatuh dalam dosa  (rusak dan tidak memiliki arti)  karena ada sebuah kata "pemberontakan" kepada Tuhan Yesus Kristus. Di lain kesempatan kita akan belajar tentang hat itu. 

Tetapi saat ini kita melihat bagaimana dosa yang terjadi pada seluruh umat manusia, merusak hubungan Allah dan manusia. Kita melihat bagaimana Adam Dan Hawa di usir dari taman Eden. Tetapi kita baca dalam 1 Kor 15: 21-22, haleluya Natal membawa sukacita dalam Tuhan Yesus Kristus. 

Karena Natal kita yang berdosa, karena pelanggaran hidup yang dilakukan oleh Adam, boleh mendapatkan kasih Karunia untuk dapat hidup melalui mengenal Allah dalam Tuhan Yesus Kristus ( Kelahiran, kematian, dan kebangkitan-Nya). 

Lalu apa kita mengenal Allah sudah selesai ? Tentu tidak, karena dalam kisah para rasul 19:15 ..dijelaskan dengan sangat jelas. Bahwa si jahat pun kenal Tuhan Yesus Kristus. Maka dalam kejadian 1:3 dan Yohanes 8: 12 dijelaskan bahwa Allah memberikan terang kepada manusia dan kita manusia harus mengikuti Dia.  *Pelajaran Skematologi 

Maka jelas apa yang Paulus katakan dalam 1 Timotius 1:15-16, bahwa hanya karena kemurahan Tuhan dia dapat percaya ( mengikuti-NYa ) dan mendapatkan janji Allah 

Ketika kita mengikuti Dia, ada janji Tuhan Yesus Kristus atas hidup kita. Dimana janji Tuhan yang pertama bagi hidup kita adalah penghapusan dosa (yosua 5:9-10, keluaran 12:1-3, 1 Yoh 1:9, )  dan rencana Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa dalam hidup orang percaya ( wahyu 7:17). Inilah perjanjian baru yang Tuhan Yesus berikan atas hidup kita semua ( 1 kor 11:24-25)  *Pelajaran mengenal Tuhan Dan segala FirmanNYA .  Maka genaplah apa yang dikatakan dalam 2 Korintus 1: 22, Perjanjian baru yang diberikan Tuhan Yesus dinyatakan dengan memeteraikan kamu dengan Roh Kudus yang ada di dalam kita.

Dari perjanjian baru inilah kita yang tadinya tidak berbentuk dan kosong, dijadikan Allah untuk terus mengenal pribadi Tuhan secara menyeluruh. Maka kita lanjut ke 1 korintus 15:10 dan 2 korintus 8:9 , apa yang Tuhan Yesus Kristus berikan (hidupNya) tidak akan kita sia siakan. Dia  datang dengan tangan terbuka untuk menolong dan memimpin hidup dari yang berdosa kepada rencana Allah yang disediakan Tuhan Yesus Kristus buat kamu dan setiap orang percaya). 

Maka langkah pertama apa yang kamu ambil setelah Tuhan Yesus Kristus membuka tangannya kepada kamu, Mari kita baca dalam Yohanes 8:1-11. Dan perhatikan apa yang dikatakan dalam ayat 11 yaitu Tuhan tidak menghukum kita dan jangan berbuat dosa lagi. Maka kita lihat juga Yesaya 25:8. 

Haleluya.. inilah Tuhan Yesus Kristus kita yang hidup, Dia memberikan kita perjanjian baru ,Dia menanggung dosa kita dan memikirkan rencana yang luar biasa untuk semua orang percaya. 

Langkah ke Dua , Mari baca Lukas 7:1-10 dan Matius 8:5-13. Perhatikan Lukas 7: 6-9 apa yang kita temui yaitu ketika kita tidak berbuat dosa lagi, kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sepenuhnya dan merendahkan diri sepenuhnya dihadapan Tuhan. 

Jika kita bandingkan dengan Keluaran 33:13-17, bagaimana Musa pun percaya kepada Tuhan dan memohon kepada Tuhan agar berkenan untuk membimbingnya dalam perjalan.  *Pelajaran mengenal Tuhan Dan segala FirmanNYA 

Dari sedikit hal diatas kita melihat bahwa ketika kita percaya kepada Tuhan, kita menyadari bahwa hidup manusia itu lemah dan tidak berdaya. Kita butuh Tuhan Yesus Kristus untuk memegang tangan kita setiap hari dengan cara tunduk dan taat akan perintah Tuhan. 

Ketika kita tunduk atas segala perintah Tuhan, seperti seorang perwira bilang, kita ini bawahan dan dibawah dia ada prajurit (dia menganggap diri tidak layak) . Dia percaya apa yang Tuhan Yesus Kristus katakan dan perintahkan pasti jadi. 

Inilah yang Tuhan Yesus Kristus mau, kita telah yang telah berdosa Tuhan Yesus selamatkan dan percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus berkuasa sepenuhnya atas hidup kita. Sehingga apa yang Tuhan Yesus katakan dalam Matius 8:13 "Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya. " 

Kita mohon dan menyerahkan hidup kita ( mengikatkan diri ) kepada Tuhan Yesus Kristus. Memohon kemurahan untuk dapat mengenal Dia dan melakukannya perintahNYA. Maka perhatikan Yohanes 15:13-14, siapa yang mau jadi Sahabat Tuhan ? Dialah orang yang melakukan Firman Tuhan. Haleluya 

Selanjutnya coba kita lihat Lukas 7:11-17 disini kita melihat bahwa sebagai sahabat , Tuhan Yesus sangat mengenal kondisi kita, ketika kita mengikut dia dan belajar untuk taat perintah Tuhan. Dia mengenal kondisi hidup bahkan dia dapat mengubah kondisi hidup kita. 

Hal ini kita bisa lihat juga dalam Lukas 19: 1-10 bagaimana karakter Zakheus Tuhan rubah ketika Yesus datang ke rumahnya. Kondisi hidup sering kali membentuk  karakter hidup kita menjadi karakter yang tidak Tuhan Yesus Kristus sukai, karena kondisi dan keadaan kita kita mentoleransi kehilangan karakter Allah yang seharusnya ada dalam hidup manusia. 

Ketika Yesus hadir menjadi sahabat yang menolong dan pengarah hidup kita, kondisi hidup kita tidak bisa kita kendalikan, dapat Tuhan Yesus Kristus rubah menjadi  kondisi yang baik dan memperbaiki karakter orang percaya. Haleluya

Langkah ketiga, kita baca dalam Lukas 7:36-50. Apa yang dapat kita pahami ? Tahukan kamu sering kali kita tidak mengenal diri kita sendiri. Ketika kita ikut Tuhan Yesus Kristus, kita hanya merayakan Natal dan sebagainya sebagai budaya dan perayaan saja. 

Tetapi setelah kita belajar diatas bagaimana Tuhan Yesus Kristus menolong kita, menyelamatkan hidup kita, merencanakan yang baik untuk hidup kita dan mengubah kondisi hidup kita. Hal tersebut bukan hal mudah dan sangat mustahil bagi manusia. 

Tetapi Tuhan Yesus Kristus mau jadi penyelamatmu, sahabat yang menolong kamu, menjadi guru atas hidupmu, menjadi Tuhan atas setiap kondisimu. Apakah kita memikirkan semuanya itu? 

Perhatikan perumpamaan dalam ayat 40-43, sering kali kita seperti Simon (bukan Petrus). Coba perhatikan ayat 44 - 46, inilah orang orang yang harus dipertanyakan sikapnya. Bagaimana Dia menghormati Yesus Tuhan sebagai bagian terpenting dalam hidupnya ? Bagaimana dia bisa dikatakan sebagai sahabat Allah ?

Karena kita sering kali menganggap semuanya itu hanya rutinitas, hanya ikut, hanya sebagai sebuah status, sebagai budaya, dan sebagainya. Tanpa melihat bahwa kita harus berlutut dan berterima kasih karena apa yang Tuhan Yesus Kristus berikan kepada kita

Yang menjadi renungan kita, bagaimana kita menjadi sahabat Allah yang selalu memegang tangan Tuhan Yesus Kristus dalam melakukan segala perkara ?

Kita baca  ayat ke 37 dan 38, wanita yang dikatakan berdosa ini mengenal Tuhan Yesus Kristus, dia mengikuti Tuhan, dia taat akan perintah Tuhan, dan bagian terpenting dia menunjukkan sikap yang benar dalam menghargai Tuhan Yesus Kristus.( Merendahkan hati ) 

Dia memberikan apa yang berharga, dia memberikan hormat kepada Tuhan, dia berikan kasihnya,  Dia memberikan ucapan syukur atas keselamatan yang berikan. 

Maka genaplah perintah Ulangan 6:5 dan Markus 12:30, dikatakan demikian" Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan( dengan segenap akal budimu) dengan segenap kekuatanmu.

Sehingga Lukas 7:50 berkata "Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!".. haleluya

Tuhan Yesus Kristus mau menjadi sahabat kita, dia menyelamatkan hidup kita, dia tahu semua kondisi kita, setiap perintahNYA adalah ya dan Amin. Maka maukah kita menghargai setiap apa yang Tuhan Yesus Kristus kerjakan atas hidupmu ? 

Maka ayat terakhir amasl 17:17 Dikatakan demikian "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. ". Yesus ada bersama kamu asal hidup seturut kehendakNYA, jangan keluar dan tergiur oleh kondisi dunia. Jika kita bertahan bersama Dia, Dia mampu mengubah kondisimu dan menjadikan karaktermu lebih baik lagi menuju tahap selanjutanya dalam proses Tuhan ( menjadi matahari ) *Pelajaran Skematologi 

Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua. Amin 











Renungan Harian Remaja GPdI

Pelajaran 47 : Saat Kebenaran Absolut Berhadapan dengan Politik Dunia

Dasar Pembelajaran : Kis 26 dan 27 


Haleluya, Puji Tuhan. Karena Anugerah Tuhan Yesus  Kristus  yang luar biasa. Maka hari ini kita berkesempatan untuk kembali belajar dengan detail apa yang terjadi atas kehidupan orang yang mendapatkan kepercayaan Tuhan Yesus Kristus.  Menjadi orang kepercayaan bukan hal yang mudah, tetapi menjadi orang yang paling depan untuk  menyatakan apa yang benar dan sesuai dengan kehendak dan rencana Allah dalam hidupnya. 


Minggu  lalu kita telah belajar bagaimana Politik yang adalah kebenaran semu mencari dan mencoba menyatakan diri sebagai kebenaran yang absolut. Tetapi yang terjadi, bahwa apa yang dinyatakan oleh Firman Tuhan bahwa hanya kebenaran Tuhan Yesus Kristus yang absolute dan tidak ada yang lain. Sehingga yang terjadi bagi mereka adalah konspirasi politik yang bertujuan menghilangkan kebenaran yang absolut dan berusaha menggantinya dengan kebenaran yang semu setara dengan kebenaran absolut. Apakah bisa ? tentu saja tidak. Tetapi semuanya ini harus ada dan nyata atas rencana dan kehendak Allah atas hidup orang percaya.

Setia sampai dipanggil pulang - kelas 2 SMP

Kisah para Rasul 21 : 1-14 

Inilah perjalan penginjilan paulus yang merupakan perjalan terakhir Paulus yang ketiga sebelum dia ditangkap di Yerusalem. 


Ketika kita belajar hal ini, maka kita tidak bisa lepas dari perjalan Paulus dari kota Antiokhia. Tetapi kita akan melihat setengah perjalan Paulus dari kota Efesus dimana terdapat banyak hal yang terjadi dan bagaimana sikap dari Paulus menghadapi segala hal dalam pimpinan Roh Kudus. 

Ketika kita berbicara di kota Efesus pada kisah para rasul 20, maka kita tidak akan lepas dari suratan Paulus kepada jemaat Efesus yang begitu lengkap dan meneguhkan. Dimana jemaat Efesus harus bertahan dari segala macam pengajaran dan bahkan penyusup yang mengajarkan hal yang dari Allah. 

Bahkan setelah perjalan yang jauh  dari Efesus - Makedonia - Filipi - Troas - Miletus, Paulus kembali memanggil penatua di Efesus untuk datang ke Miletus untuk membicarakan sebuah pesan penting. 

Jika kita baca dalam kis 20:17-38 dan terutama untuk ayat 22-24 dan 27-31, dikatakan bagimana Paulus sendiri menggambarkan dirinya sebagai tawanan Roh.

Dimana sebagai tawanan Roh, Paulus hanya mengikuti segala keputusan Tuhan. Paulus menyerah hidupnya kepada Tuhan dan menyerah kepada kehidupan. Dimana dia rela melakukan perintah Tuhan walaupun ada sengsara, penjara bahkan nyawa sebagai taruhannya. Yang terpenting bagi Paulus bagaimana dia hidupnya bisa menyelesaikan tugas yang Tuhan Yesus Kristus berikan kepada dia dan bertahan sampai garis akhir. 

Bahkan dalam ayat 27-31 menyatakan bagaimana anak anak Tuhan harus hidup  yaitu :
- tidak melalaikan memberitakan  maksud Tuhan 
- menjaga diri dan seluruh kawanan domba Allah ( anak anak Tuhan ) 
- saling menjaga dalam pengajaran yang benar telah diajarkan 
- saling menasihati dan berdoa untuk hidup anak Tuhan 

Bahkan Paulus sendiri tidak mau menjadi batu sandungan bagi orang lain dengan bekerja untuk kebutuhan diri sendiri dan dapat membantu pekerjaan Tuhan dengan apa yang dia kerjakan. 

Hal ini dikatakan paulus sebagai nasehat kepada kita, agar kita selalu berkenan kepada Tuhan Yesus Kristus. Walaupun Paulus sendiri tahu saat kematiannya  akan tiba

Dari perjalanan dari miletus - Kos - Patara - Fenisia - Tirus, kita melihat bagaimana   Tuhan Yesus Kristus nyatakan apa yang terjadi dalam hidupnya. Dimana orang orang di Tirus mengetahui bahwa Paulus akan menghadapi tantangan yang terbesar yaitu kematiannya. Hal ini dilihat dlan kisah para Rasul 21: 4, dimana murid di Tirus mendapatkan bisikan Roh dan menasihatkan mencoba menasehatkan Paulus untuk tidak pergi ke Yerusalem

Bahkan dalam perjalanan ke kaisarea, Paulus menumpang si rumah Filipus ( salah satu orang yang dipilih untuk untuk melayani jemaat dan memberitakan injil Allah - Kis 6:5 dan kis 8:5 ).  Bahkan Agabus yang merupakan nabi yang Tuhan pakai ( dalam kis 11:28) menyatakan bagaimana Paulus harus di tangkap dan menjalankan misi terakhir dalam hidupnya. 

Tetapi apakah paulus menghindar ? Perlu diingat di kota Efesus,  Paulus tahu apa rencana Tuhan yang akan terjadi dan dia rela ikut rencana Tuhan dengan  mengambarkan dirinya sendiri karena sebagai tawanan Roh, dia ikut maunya Tuhan Yesus Kristus walaupun nyawa taruhannya. Dia kenal siapa Tuhannya dan dia tahu apa yang menjadi bagiannya. 

Bahkan dalam kisah para Rasul 13 dengan tegas bahwa dia berani menerima apa yang Tuhan berikan kepada dia walaupun itu harus mati. Maka jemaat pun menyerah hidup Paulus kepada Tuhan. 

Hal ini sama seperti dalam doa Tuhan Yesus Kristus di taman Getsemani dalam Matius 26:39 dikatakan 

Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

dan Matius 16 : 21- 28 , khususnya ayat 21-24 dikatakan demikian

Sejak itu, Yesus mula berkata dengan terus-terang kepada pengikut-pengikut-Nya, “Aku harus pergi ke Yerusalem dan mengalami banyak penderitaan yang disebabkan oleh para pemimpin masyarakat, ketua imam, dan guru Taurat. Aku akan dibunuh, tetapi pada hari ketiga Aku akan dibangkitkan semula!” Petrus menarik Yesus ke tepi dan mula menegur Dia, “Ya Tuhan, semoga Allah menjauhkan perkara itu daripada Tuhan! Perkara itu tidak boleh berlaku kepada Tuhan!” Yesus berpaling lalu berkata kepada Petrus, “Pergilah dari sini, hai Iblis! Engkau penghalang jalan-Ku. Fikiranmu itu fikiran manusia, bukan fikiran Allah!” Kemudian Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, “Jika seseorang hendak mengikut Aku, dia mesti melupakan kepentingan sendiri, memikul salib, dan mengikut Aku. 

Bahkan jika kita belajar lebih dalam lagi pada ayat 15-40 , kita melihat bahwa bagaimana Paulus dinyatakan sebagai nazir Allah dan menerima apa yang telah Tuhan tetapkan dengan hati yang teguh, tanpa ragu.

Karena setiap kehidupan manusia Tuhan Yesus Kristus tahu, bahkan bagi orang percaya Tuhan Yesus Kristus beritahukan apa yang akan terjadi dalam hidupmu dan mempersiapkan kehidupan kamu untuk menghadapi ketetapan Tuhan. 

Karena dalam injil Lukas 21:7-18 apa yang Yesus katakan adalah sebuah janji yang tegas dan hal ini menjadi bagian kita juga untuk menyatakan apa yang benar dihadapan Allah.

Dan inilah prinsip yang harus kita pegang dalam Filipi 1:20-21 dikatakan  

Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. 

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. 

Karena Roma 8:28 berkata bahwa 

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Jadi Tetap berjalan bersama Tuhan, kenali Tuhan Yesus Kristus, dan terima apa yang Tuhan berikan bagi kita yang penting nama Tuhan Yesus Kristus yang dimuliakan dalam hidup kita semua

Haleluya 


Renungan Harian Remaja GPdI

Pelajaran 25 dan 26 : Kristus, Tuhan dan Guru kita (1)

Dasar pembelajaran :   
Yohanes 20 :19-31 dan Yohenas 21 

Haleluya , Puji Tuhan. 
Kembali kita belajar kembali tentang kebenaran Firman Tuhan, dimana kita belajar bahwa Yesus telah menjalankan segala Rencana Allah dan Pekerjaan Allah hingga mati di atas kayu salib dan  akhirnya menyatakan Diri-NYA sebagai Allah yang hidup dan sudah menang atas segala sesuatunya( Yohanes 20: 9) . Sehingga kita kita melihat dalam  Yohanes 20: 19  dengan  jelas kita melihat bagaimana Yesus memberikan sebuah salam kepada murid murid-NYA dengan kata "Damai Sejahtera bagi kamu" kepada orang yang mengasihi Tuhan ( buah Roh ke 3) .

Hal ini mempertegas kita yang telah mengenal Tuhan Yesus  Kristus , kita memperoleh kasih-Nya dan sukacita di dalam  mengenal Tuhan dan menjalankan segala perintah ( Logika Allah) . Maka setelah itu tahap selanjutnya kita  mendapatkan damai sejahtera karena Yesus sudah menang atas segalanya dan Dia akan memberikan kemenangan itu kepada sahabat-NYA seperti dalam 1 Korintus 16: 57 , Wahyu 6: 1-2 dan Wahyu 21:7. 

Inilah sebuah rahasia besar yang didapat oleh orang yang menjadi sahabat Tuhan Yesus Kristus. ketika kita menjadi sahabat Tuhan Yesus Kristus, Kita akan bertumbuh dan berbuah sesuai dengan kehendak dan rencana Allah dalam perjalanan hidup kita . 

Pelajaran 10 : Kristus, Anak Allah - SMP 2

Dasar Pelajaran : Yohanes 8: 1- 51 

Haleluya, Puji Tuhan ... Kita kembali lagi dalam pelajaran FIrman Tuhan. Banyak hal telah kita lewati dan kita telah melewati beberapa pelajaran dasar dan telah sampai mencapai titik tertentu yang mengharuskan kita menyelidiki hati kita apakah kita hanya tahu, kenal atau benar benar mengenal Tuhan Yesus Kristus ? Sehingga  beberapa minggu lalu kita menutup pelajaran kita dengan pertanyaan Tuhan Yesus Kristus  kepada murid muridnya dan pertanyaan itu untuk kita " Siapakah Aku ( Tuhan Yesus Kristus) menurut kamu ?" 

Pertanyaan ini bukan main-main tetapi penegasan bahwa siapa Tuhan Yesus Kristus dan apa yang akan kamu berikan untuk Dia. Hal ini membawa kita kepada tingkatan atau level selanjutnya dalam kita berjalan bersama Tuhan Yesus Kristus. 

Pada Yohanes 7 kita telah belajar tentang pengajaran Tuhan Yesus Kristus yang menarik garis tegas tentang perbedaan antara murid Tuhan dan orang yang hanya kenal dan tahu saja. Di sini kita melihat bahwa menjadi seorang murid Tuhan Yesus Kristus bukan hanya berbicara kuasa tetapi tentang pengajaran yang benar.  Kenapa Demikian ? Seperti Hosea 4:6 , Mengenal Tuhan Yesus Kristus bukan hanya sekedar kenal Tuhan Yesus Kristus.  Tetapi tahu detail apa perintah Tuhan seperti halnya dalam kejadian 3 bagaiman Hawa disesatkan oleh ular. karena tidak memahami secara detail apa maunya Allah. Maka dalam 2 timotius 3 :12-13 dengan jelaskan, Bahwa jika kita mengikut Tuhan Yesus Kristus memang tidak enak tetapi lihat apa yang terjadi di sekeliling kita? yang jahat bertambah jahan dan mereka menyesatkan dan disesatkan. Inilah yang menjadi perhatian dalam hidup kita mengenal Tuhan Yesus Kristus. 

Pelajaran 44: Nubutan dan Asumsi Manusia

Dasar Pembelajaran Kis 21 

Haleluya, Puji Tuhan. Karena kasih karunia Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa, kita masih boleh melihat segala kebenaran Allah yang luar biasa. Sehingga kita bukan hanya menjadi penonton maupun orang yang selalu mendengar kata orang, tetapi sebagai pelaku Fiman Tuhan yang berjalan dalam kebenaran dan terang Tuhan yang selalu baru dan nampak kepada semua orang.  


Dari pelajaran sebelumnya kita telah belajar bagaimana Allah menyatakan kebenarannya dalam dili Paulus, sehingga paulus sendiri berkata bahwa dia adalah tawanan Roh yang akan ikut rencana Allah dan segala kehendak Allah dalam hidupnya. Karena Paulus sendiri tahu bahwa ketika dia bersama dengan Tuhan Yesus Kristus dan hidup dalam Logika Allah, maka belas kasihan Tuhan Yesus Kristus tetap berlaku dalam hidupnya yang menguatkan orang di sekitarnya serta memampukan dia untuk menempuh segala rencana Allah.