Haleluya, puji Tuhan Yesus Kristus yang menyatakan kemurahannya dan yang memimpin hidup kita sampai pada saat ini dan level ini. Kita telah belajar begitu banyak hal dan kita telah mengerti bahwa dalam proses kita mengenal Tuhan dan belajar segala Logika Allah, Kita melihat begitu banyak yang terjadi dan begitu pentingnya kita benar benar ketemu Tuhan Yesus Kristus. Karena banyak orang yang berkata mereka bisa menjadi “ sempurna “ seperti Tuhan Yesus Kristus tetapi tidak mengenal siapa Tuhan Yesus Kristus itu sendiri.
Sehingga sama seperti perbahasan minggu lalu bahwa kita yang sok tahu atau berlaga tahu adalah orang buta yang tidak akan pernah mengenal Tuhan Yesus Kristus dengan benar. Karena sebelum kita berjalan bersama dengan Tuhan Yesus Kristus ada proses yang harus kita alami yaitu dibentuk kembali menjadi manusia baru. Hal ini memperlihatkan bahwa menjadi sebuah cahaya kecil atau bintang saja, kita butuh proses yang penuh di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kalo tanpa pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus dan logika Allah, maka jangan pernah berharap kita akan menjadi bintang apalagi matahari.
Pintu dan Dasar
Mari kita baca dalam Yohanes 10: 1 - 2, apa yang Tuhan Yesus Kristus katakan ? ternyata sebagai seorang murid Tuhan dibentuk memiliki karakter domba. Seekor domba akan mengenali gembalanya, jika gembala masuk melalui pintu. Tetapi orang yang masuk dengan memanjat tembok adalah seorang pencuri dan perampok yang memiliki tujuan untuk mengambil dan menjual domba itu untuk kepentingan mereka sendiri.
Coba kita loncat dulu dalam Yohanes 10: 7 - 10, perhatikan siapa pintu itu yaitu Tuhan Yesus Kristus. Sehingga kita mengerti bahwa dasar dari segala sesuatunya adalah pengenalan akan Tuhan Yesus kristus dan segala Logika Allah. Tetapi perhatikan dalam Yohanes 10: 8, bahwa semua orang yang datang sebelum aku adalah pencuri dan perampok atau dengan kata lain orang yang mengajarkan pengenalan Allah dan tidak sesuai dengan logika Allah adalah orang seorang pencuri atau orang yang mengacaukan firman Tuhan yang telah kamu pelajari.
Mereka datang hanya untuk mengambil keuntungan dan segala hal yang kamu punya untuk suatu tujuan yang tidak berasal dari Tuhan Yesus Kristus dan bahkan menjerumuskan kamu kepada kebinasaan. Apakah domba akan diam dan ikut dengan pencuri atau perampok itu ? tentu tidak, tetapi perhatikan dalam Yohanes 10: 5, domba akan berlari dari padanya dan pastinya akan berteriak atau mengembik sehingga gembala datang dan memukul pencuri dan perampok itu.
Inilah menjadi sebuah pembelajaran yang penting bagaimana jika kita tidak mengenal Tuhan Yesus kristus dan logika Allah, maka ada pendeta atau pembicara yang mengajar hal yang tidak benar apakah kita akan iya saja ? atau lapor kepada gembala ?
Gembala yang menuntun
Tentunya lapor kepada gembala, kenapa gembala ? perhatikan dalam Yohanes 10: 3 - 4, Seorang gembala pastinya akan menjaga domba dombanya dan mendengar serta memanggil masing masing menurut namanya dan menuntuknya keluar. Ketika kita menjadi murid Tuhan Yesus Kristus ( pastinya sudah mengenal Tuhan Yesus Kristus dan memiliki logika Allah), kita sebagai domba akan tahu ini dari Tuhan Yesus Kristus atau ini bukan dari Tuhan Yesus Kristus. Kita tinggal lapor sama Tuhan Yesus Kristus dan memohon penyertaan Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus Kristus pasti tidak akan tinggal diam, Dia kenal kita, Dia akan jaga kita, Dia akan menuntun kita sesuai dengan pengenalan kita kepada Dia dan Dia akan tunjukan kebenaran yang sejati kepada semua dombanya.
Tetapi perhatikan Yohanes 10:6, tetapi banyak orang yang tidak mengerti akan hal ini dan perhatikan Yohanes 10:7, gembala akan tahu bahwa dombanya tidak mengerti, Dia akan menjelaskan Hikmat tersebut dengan kepintaran dari Roh Kudus.
Gembala dan orang upahan
Maka perhatikan Yohanes 10: 11- 13, seorang domba akan melihat gembala sebagai seorang Juruselamat. Kenapa ? Seorang gembala yang baik akan menyerahkan hidupnya untuk seluruh dombanya. Hal ini jika kita bandingkan dengan kisah Daud dalam 1 Samuel 17: 34-36, kita melihat bagaimana daud menjaga domba ayahnya dengan penuh keberanian untuk menghadang singa dan beruang ( gambaran dari kuasa gelap dan pengajaran palsu) yang datang kepada orang percaya.
Begitu pula dengan Tuhan Yesus, berbeda dengan orang upahan yang menjaga domba, tetapi jika ada bahaya mereka akan berlarian keluar dan membiarkan serigala ( pengajaran duniawi) masuk dan mengacak serta mencerai beraikan domba dan tidak akan memperhatikan domba itu.
Hal ini nantinya akan berhubungan dengan orang orang kepercayaan Tuhan Yesus Kristus yang telah mendapatkan kepercayaan Tuhan Yesus Kristus untuk menjadi sahabat Tuhan dan menggembalakan domba Allah ( ini akan kita belajar di bab selanjutnya )
Gembala yang mengenal dan dikasihi
Maka perhatikan dalam Yohanes 10: 14 -18, Maka perhatikan dari awal kita selalu belajar bagaimana kita mengenal Tuhan Yesus Kristus dan segala ajarannya. Hal ini menjelaskan dengan terang bahwa jika kita sudah menjadi murid Tuhan Yesus Kristus dan berjalan bersama dengan Allah. Maka ada pembelaan Tuhan Yesus Kristus dalam setiap petualangan yang akan kita lalui bersama dengan Tuhan Yesus Kristus.
Maka perhatikan dalam Matius 11; 27 , Lukas 10: 22 dan Yohanes 3: 35 bahwa sama seperti Bapa mengasihi Yesus, Maka Tuhan Yesus Kristus pun akan memberikan segalanya yang terbaik untuk dombanya dan akan menyatakan kehendak Bapa dan rencana Bapa kepada domba yang berkenan kepada-NYA.
Tetapi semuanya itu bukan secara instan atau sulap atau sim salabim, tetapi semuanya diberikan kepada domba domba yang mau mengenal Tuhan Yesus Kristus dan memiliki Logika Allah ( dengar dengaran ).
Pertentangan Dunia melihat penyertaan Tuhan
Maka perhatikan dalam Yohanes 10:19 -21, maka orang yang hanya kenal dan tahu Tuhan Yesus Kristus dari segi manapun, akan selalu membandingkan apa yang Tuhan Yesus katakan dengan logika manusia dan Iman dan logika Allah. Mereka akan selalu berusaha mengartikan apa yang mereka dapat dengan data yang dimengerti secara pikiran manusia yang terbatas. Hal ini bisa dilihat dalam Yohanes 10: 22- 24, lihat bagaimana bingung orang orang dan mereka bahkan meminta kejelasan yang dapat mereka mengerti dengan pikiran manusia mereka.
Maka perhatikan dalam Yohanes 10:25- 30, dari beberapa pasal kita telah pelajari bagaimana menunjukan dan membuktikan bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat manusia yang sesungguhnya, tetapi seringkali manusia dalam logika manusia hanya menganggap hal tersebut hanya kebetulan sehingga mereka hanya kenal dan tahu saja siapa Tuhan Yesus Kristus.
Sehingga dengan kebebasan yang mereka punya, mereka telah memilih dan tidak mau menjadi anak Tuhan apalagi murid Tuhan yang memiliki karakter domba. Berbeda dengan murid Tuhan yang memiliki sifat domba, mereka mengenal Allah dan segala logikanya sehingga bisa berjalan bersama dengan Tuhan Yesus Kristus.
Dan pastinya setiap domba yang mendengarkan suara gembalanya, akan mendapatkan haknya yaitu :
- Kehidupan yang kekal ( Keselamatan kekal )
- Tidak akan direbut oleh siapa pun ( ajaran sesat / ajaran yang salah )
- Berada dalam tangan Allah yang penuh kuasa ( kuasa Allah )
Karena semua jaminan itu berasal dari satu kekuasaan yang benar dan absolut.
Teologia dan kebenaran Allah
Tetapi perhatikan Yohanes 10:31-39, perhatikan ini bagian yang cukup sulit, Orang Yahudi ingin melempari Yesus dengan batu. Maka pertanyaan Tuhan Yesus Kristus membuktikan bahwa apa yang Dia kerjakan adalah pekerjaan Allah dan semuanya itu adalah sesuai dengan firman Tuhan. Hal ini menjadi sebuah dasar yang kuat bahwa Tuhan Yesus Kristus sendiri berjalan dengan logika Allah dan kebenaran Allah yang tidak dapat dibantahkan.
Tetapi yang dipermasalahkan mereka adalah bagaimana Tuhan Yesus Kristus di mata mereka, orang yang hanya kenal dan tahu Allah saja. Mereka mengukur bahkan menyatakan teologi mereka tentang hukum taurat yang mereka pelajari dalam Imamat 24; 16. Dimana jika orang asing atau orang Israel menghujat Tuhan, maka di hukum mati dengan dilempari batu.
Tetapi Perhatikan dalam Yohanes 10: 34 yang merujuk pada Mazmur 82:6 bagaimana Allah menyatakan diri bahwa mereka menganggap diri mereka sendiri adalah allah atau orang yang berhak menentukan benar dan salah, Padahal yang dihadapan mereka adalah hukum yang sebenarnya dan yang telah diutus atas ketetapan Allah yang sesungguhnya.
Bahkan dalam Yohanes 10: 37-38 , jika memang Tuhan Yesus Kristus tidak menyatakan kebenaran dan kuasa serta otoritas Allah dalam hidup-Nya. Maka jangan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai hukum yang sesungguhnya. Tetapi kenyataannya bahwa Dialah Hukum yang benar dan sesungguhnya dan tidak ada yang bisa membantah itu.
Maka pertentangan ini pun tetap ada sampai saat ini, hanya orang yang benar benar mengakui dan menjadi murid Tuhan yang menjadi domba akan memiliki otoritas kuasa Allah dan sanggup menyatakan kebenaran Allah dalam hidupnya.
Walaupun dijelaskan lebih detail tetap saja dalam Yohanes 10: 39, mereka tidak bisa terima dan tetapi ingin menangkap Yesus. Tetapi hal itu tidak akan terjadi karena rencana Allah yang berlaku dalam kehidupan manusia.
Pengakuan sejarah tidak terbantahkan
Maka perhatikan dalam Yohanes 10: 40- 42, Yesus kembali ke seberang sungai Yordan ( ingat Yohanes 1: 28 ). Banyak orang yang akhirnya melihat sejarah dan berkata bahwa apa yang dikatakan oleh Yohanes pembaptis adalah sebuah kebenaran dan pengakuan sejarah yang tidak pernah akan bisa dibantah oleh siapapun. Sehingga banyak orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
Sejarah selalu membuktikan bahwa kebenaran yang absolut tidak mungkin dapat dibantahkan, kita hanya melihat sejarah sebagai sebuah pembuktian dari kekuatan, otoritas Allah dalam dunia ini . tetapi yang terpenting Tuhan Yesus Kristus itu hidup sampai saat ini dan mau tidak kita mengenal Allah dan memiliki logika Allah sehingga kita menjadi murid-Nya yang memiliki sifat seperti domba yang mau terus mengikuti gembala yang benar benar hidup sampai saat ini ?
Tuhan Yesus Kristus tolong kita semua. Amin