Pelajaran 45 : Fakta, Teologi Manusia, dan Kristen barat

Dasar Pembelajaran : Kisas Para Rasul 22 dan 23 


Haleluya, Puji Tuhan.

Karena karya Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa atas hidup kita. Di dalam kekacuan dunia yang terjadi , kita melihat dengan jelas bagaimana Allah dalam Kristus Yesus selalu campur tangan dan mengambil peran untuk menjaga serta melindungi anak-anak Tuhan.  


Setelah kita melihat Kisah Para Rasul 21 dengan nubuatan dan kehendak Tuhan atas kehidupan Paulus, kita melihat dengan jelas apa yang menjadi awal mula terjadinya kehendak Allah yang menelanjangi kebenaran semu manusia yang sangat rapuh.  Sehingga di pasal ini,  kita akan melihat dengan jelas apa yang Tuhan Yesus Kristus kerjakan. Di mana rencana konspirasi dunia diubah menjadi rencana besar Allah bagi dunia Barat untuk “Kristen Barat” khusus Amerika dan Eropa.  


Otoritas Allah dan Fakta akan kebenaran 

Mari kita tidak berlama-lama lagi dalam Kis 21: 40–22:2, dengan kasih Kristus yang terpampang nyata dalam kehidupan Paulus. Maka Paulus mendapatkan kesempatan dengan izin kepala pasukan dan mulai berbicara kepada orang banyak.  Maka, dalam Kis 22: 1, dengan jelas, ketika Paulus menyatakan pembelaan dirinya dalam bahasa Ibrani, maka tenanglah mereka. Tentunya, hal ini menjadi perhatian kita semua. 


Kita melihat bagaimana atas kehendak Allah dan otoritas Allah yang berlaku dalam kehidupan anak-anak Allah tertampang jelas, bagaimana Tuhan Yesus Kristus dapat mengendalikan situasi  yang kacau sekalipun menjadi tenang dengan satu yang sepertinya biasa, yaitu bahasa Ibrani. Maka nantinya kita akan melihat dengan tegas pula bagaimana Allah ingin memperlihatkan apa yang benar absolut dan fakta sesungguhnya atas sejarah hidup seseorang  kepada semua orang dengan tegas. 


Maka kita sambung dengan pembelaan paulus yang kita bagi menjadi beberapa bagian: 

  • Identitas Paulus  ( Kis 22: 3- 5 ) 

  • Kelahiran : Dari sini kita melihat dengan sangat jelas bahwa Paulus adalah orang Yahudi yang lahir di Tarsus,tanah Kilika, warga negara Rum / Roma (kewarganegaraan dikonfirmasi Kis 22:28). 


  • Bertumbuh dan dididik: Paulus dibesarkan di Yerusalem dan dididik dengan teliti/dengan tegas di bawah pimpinan Gamaliel (pendidikan dikonfirmasi dalam Kis 5:34-39, Kis 26:5 dan Filipi 3:5 ). 


  • Pengalaman: Paulus giat dalam bekerja seperti orang yahudi saat ini bahkan menganiaya seluruh pengikut Jalan Tuhan, sehingga paulus mendapatkan surat untuk membawa orang yang mengikut Jalan Tuhan dapat di tangkap dan membawa mereka ke Yerusalam untuk di hukum ( kegiatan ini  di konfimasi dalam Kis 8:3) 


Setelah kita lihat dengan saksama, dari identitas Paulus saja , kita dapat mengonfirmasi bahwa fakta yang tidak dapat dipungkiri adalah bahwa Paulus secara “pangkat” duniawi bukanlah orang sembarangan. Dari ketiga faktor di atas saja sudah membuktikan bahwa dasar hidup Paulus adalah dasar yang sangat kuat sehingga fakta yang benar yang selalu dibicarakannya


  • Sejarah hidup paulus bertemu Tuhan Yesus Kristus ( Kis 22: 6 -16 ) 

Ketika menjalankan tugas menuju Damsyik, Paulus dengan jelas juga dalam Kis 9 :1-19a bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus yang menyatakan pengenalannya dan merupakan fakta kebenaran karena cahaya itu disaksikan oleh orang-orang yang bersama-sama dengan Paulus pada saat itu. Hal ini dapat dikonfirmasi oleh orang Yahudi yang bersama dengan Paulus. 


Maka perkataan Paulus kepada Tuhan Yesus Kristus menjadi suatu fakta kebenaran yang tidak dapat dipungkiri bahwa pernyataan Yesus hidup adalah sebuah bukti dan kebenaran absolut yang tidak dapat dipungkiri. Dan percakapan Paulus dan Tuhan Yesus Kristus menjadi sebuah bukti yang benar yang dinyatakan oleh Paulus sebagai kesaksian hidup dan dasar untuk percaya penuh kepada kebenaran yang benar yang dia pelajari dari sejarah hidupnya.  


Maka dengan perkenanan Tuhan Yesus Kristus telah memerintahkan Ananias bagi Paulus.  Paulus menjelaskan bagaimana dia dipersiapkan Tuhan Yesus Kristus untuk melihat segala kebenaran yang benar yang dia pelajari pada masa mudanya dan mendengar suara dari kebenaran itu sendiri. Sehingga Dia mendapatkan teguran kembali untuk tiak ragu untuk memberikan hidup kepada Tuhan dan berseru kepada-NYA.  

  • Perintah yang harus dijalankan ( kis 22: 17 - 21) 

Maka, dengan kedua fakta dan dasar di atas, Paulus mengenal Allah dan segala logika Allah, dalam Kis 22:17–18, dengan jelas bahwa Paulus mengenal Allah dengan benar dan dengan sigap menerima segala apa yang diperintahkan Allah kepada-Nya. 


Walaupun dalam Kis 22:18–20, dengan jelas menurut Paulus, dia dapat mendapatkan pengaruh kepada orang Yahudi di Yerusalem dengan kedua fakta di atas, tetapi dengan tegas apa yang Tuhan Yesus Kristus katakan dalam Kis 22: 21 , bahwa  Paulus ditugaskan untuk bangsa-bangsa lain yang jauh dari Yerusalem.  


Dari ketiga hal di atas ini, menjelaskan dengan sangat jelas bahwa apa yang dilakukan oleh Paulus bahkan di Kis 21: 17-18 merupakan sebuah perintah dari otoritas Allah yang merupakan fakta kebenaran yang tidak tergoyangkan bahwa Allah dalam Tuhan Yesus Kristus menyatakan kasihnya juga kepada bangsa-bangsa lain yang di luar Israel dengan jalan memberikan Firman-Nya kepada bangsa-bangsa lain melalui Paulus. 


Maka Kis 22: 22 sampai kepada kesimpulan bahwa logika manusia dengan konspirasinya  tidak akan pernah menerima hal tersebut dan berusaha untuk menghilangkan hal tersebut sebagai suatu hal yang bagian dari mereka yang harus dihilangkan atau dihapus dari dunia ini .


Konspirasi melawan kebenaran Allah 

Maka kita bersambung pada Kis 22: 23-24. Maka, atas dasar Kis 22:22, orang-orang yang mendengarkan Paulus bersaha mencari masalah  dengan cara melemparkan jubah mereka dan menghamburkan debu di udara. Tentu, ini menjadikan keadaan kota semakin kacau dan kepala pasukan pun mulai kembali kepada emosi dan pikiran logisnya untuk mencari tahu apa yang terjadi dan menekan Paulus dengan memukulnya  supaya mengaku dan mendapatkan informasi yang benar.


Tetapi atas identitas Paulus (dalam Kis 22: 3)  yang merupakan fakta akan kebenaran, mereka tidak dapat memukul Paulus dengan seenaknya karena Paulus memiliki identitas warga negara Roma. Sehingga dalam Kis 22: 25–28, dengan jelas bahwa kewarganegaraan yang dimiliki oleh Paulus adalah kewarganegaraan yang mahal, tetapi Paulus mendapatkan secara kelahirannya sebagai identitas sejati. 


Dengan demikian, kita tahu secara real bahwa kita pun, yang telah Tuhan Yesus Kristus selamatkan dan saat ini sebagai anak-anak Tuhan, memiliki kewarganegaraan yang sangat mahal yang telah Tuhan Yesus Kristus bayarkan dan pastinya bukan kewarganegaraan yang tidak punya otoritas, melainkan memiliki otoritas yang sangat kuat untuk hidup dalam kebenaran Allah.  Yang merupakan fakta akan kebenaran itu sendiri.  Sehingga dalam Kis 22: 29 memiliki kesamaan dengan Yoh 18: 6, di mana orang yang melawan kita akan mundur kalau tidak sesuai dengan kehendak Allah bagi orang itu.  


Maka Kis 22: 30 , karena rasa penasaran, kepala pasukan itu mengadakan konfrontasi ? menghadapkan muka ketemu muka untuk mencari apa permaslahan sebenaranya. Sehingga dalam Kis 23:1 , Paulus mengeluarkan fakta yang sebenarnya bahwa PAulus hidup sesuai dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah. Hal ini menjelaskan bahwa Paulus tidak pernah berdusta akan setiap perkataan hingga saat ini. 


Tetapi perhatikan dalam Kis 23:2-5 , karena perkataan itu Paulus pun ditampar oleh orang yang disuruh oleh imam besar. Maka Paulus pun mengucapkan hal yang terdapat dalam Kis 23: 3. Kita bandingkan dengan Matius 23:27–28 yang sangat menjelaskan bahwa apa yang terjadi dalam bait Allah orang Yahudi dengan jelas membuat sangat malu orang yang dikatakan mengenal Allah, tetapi sebenarnya hanya tahu akan Allah dari ilmu yang dia pelajari tanpa mengenal  Allah dengan benar.  


Bahkan dalam Matius 23: 28 dijelaskan bahwa tembok putih dan bagus, tetapi dalamnya tulang dan  kotoran, yang dijelaskan makanya oleh Paulus adalah pelanggan yang dilakukan oleh imam besar Anansia dalam menghidupi Firman Tuhan. Bahkan sejarah sekular pun menjelaskan bahwa dia adalah sosok yang kaya namun korup, gila kekuasaan dan pro kepada Roma (menjilat atau melanggar hukum Tuhan agar bisa dekat dengan kekuasaan). 


Sehingga dalam kis 23:4-5,memperlihatkan bagaimana orang yang ada di sana hanya mengikuti imam besar Ananias hanya berdasarkan kedudukannya saja tanpa mengenal apa yang harus mereka dapat dari imam besar dan kebenaran apa yang sejati.


 Sehingga dengan tegas Paulus berkata, apakah ada hukumnya bagi orang yang berkata jahat tentang pemimpin bangsamu ?   Dasar hukum dalam Keluaran 22: 28  yang tidak boleh adalah mengutuk Allah dan menyumpai orang terkemuka di tengah bangsamu. 

Sehingga di sini pun Paulus berkata benar dan sebenarnya karena kejahatan yang Imam Besar Ananias lakukan kepada kepada Allah. 


Teologi Manusia

Maka kita lanjutkan dalam Kis 23: 6–10, ketika Paulus mengetahui bahwa di dalam pertemuan itu terdapat dua kelompok besar, yaitu kelompok orang Farisi dan kelompok orang Saduki. Kita telah membahas kedua kelompok ini dalam kis 5 : 17-20, di mana orang Saduki sangat tidak mempercayai adanya malaikat, roh dan sebagainya. Mereka lebih ke arah filosofi dan sains. Hal ini berbeda dengan orang Farisi yang lebih mempercayai seluruh Pentateukh (penta = lima, teuchos = gulungan/kitab), termasuk otoritas Allah yang ada di dalamnya. 


Maka dalam Kis 23:6 dengan jelas dikatakan bahwa Paulus termasuk golongan orang Farisi, di mana dengan pengakuan ini maka fakta atas identitas Paulus dan sejarah hidup bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus adalah sebuah  kebenaran yang tidak dapat terpatahkan. Kenapa ini menjadi penting dalam fakta identitas Paulus?  Dalam Kis 5 :34-39, Kis 26:5, dan Filipi 3:5, Paulus dengan jelas menyatakan pengharapannya akan kebangkitan orang mati.


Tentu bagi kita yang belajar hal ini adalah pengharapan bagi kita dalam Tuhan Yesus Kristus, karena dalam Kitab Yohanes 11: 25-26 ,  Tuhan Yesus Kristus sendiri berkata bahwa Dia-lah kebangkitan dan hidup itu sendiri. Tetapi orang Saduki pun sendiri (dalam Kis 23:8)  tidak akan percaya akan hal ini, karena mereka semua hanya berpatokan pada logika manusia yang bersandar kepada sains dan filsafat semata. Hal ini pun terjadi pada agama Kristen yang berdasarkan logika manusia, khususnya terhadap teknologi dan sains, dan bukan kepada Tuhan Yesus Kristus dan logika Allah.


Tentu ini adalah salah satu pemecah dari orang Yahudi dengan golongan Saduki dan golongan Farisi, sehingga dengan jelas dalam Kis 23:9 dikatakan bahwa orang Farisi pun tidak menemukan kesalahan atas hidup Paulus. Jika kita melihat terus secara sejarah gereja Kristen, nilai dari golongan Saduki  ini pun akan menyusup ke dalam gereja  yang menggunakan logika manusia berdasarkan sains dan ilmu dunia. Sehingga kita harus berhati-hati dan kebenaran  Firman Tuhan yang kita terima sesuai dengan 1 Timotius 4:16 yang berkata  "Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau." Haleluya… 


Tetapi semuanya itu dalam kendali Tuhan Yesus Kristus. Ketika semuanya itu terjadi, pasti Roh Kudus yang memberikan pembelaan dan menyatakan kebenaran Allah (Yohanes 14:26, Matius 10: 16-33) yang disambut oleh orang Farisi yang menyatakan bahwa Paulus tidak didapati bersalah. Sehingga  dalam Kis 23: 10 dengan jelas bahwa karena perpecahan dan keributan ini, kepala pasukan ini menjadi  takut dan mengamankan Paulus ke dalam markas mereka.


Rencana Allah akan Kristen Barat berlanjut 

Perhatikan Kis 23:11 dan bandikan dengan Kis 16:6–7 yang pernah kita pelajari, ternyata dalam perkembangannya ada rencana Tuhan yang lebih luar biasa atas kehidupan orang-orang Kristen di bagian barat dengan hadirnya Paulus. Pada kis 16: 6-7 kita melihat bagaimana Allah tidak mengizinkan mereka masuk ke Bitinia (negara Turki). Tetapi atas Rencana Allah, mereka ke Makedonia; mereka membagikan Firman Tuhan kepada orang di sana. Tetapi memang hanya sebatas nyampaikan injil kepada orang orang disana. 


Tetapi Kis 23: 11, merupakan rencana Allah akan keberadaan Kristen di daerah barat. Maka dengan tegas dalam Kis 23:11 Tuhan Yesus Kristsu berdiri disisinya dan berkata : 

  • “ kuatkanlah hatimu “ merujuk kepada ketetapan apa yang Tuhan sudah berikan kepada dia 

  • “ Sebagaimana Engkau telah berani bersaksi tentang aku di Yerusalem “ ukuran atau standart yang Tuhan Yesus Kristus berikan

  • “ Demikian jugalah hendaknya engaku pergi bersaksi di Roma”  inilah Tugas baru dimana Allah kepada Paulus dengan standart yang sama dengan yang dia lakukan di Yerusalem 


Jika kita melihat hal ini, tugas penginjilan Paulus nantinya akan menjadikan sebuah negara yang berkuasa menjadi negara yang Kristen sebagai agamanya.  Sehingga penginjilan semakin besar dan semakin tersebar di wilayah barat. Walaupun kesusahan sudah menantinya dan banyak hal yang arus dilewati oleh Paulus. 


Konspirasi Politik atas nama Agama 

Maka kita lanjut dalam Kis 23: 12–15. Kita melihat dengan sangat jelas bagaimana orang-orang yang geram atas Paulus berkomplot dan bersumpah serta mengutuk diri untuk tidak makan dan minum sebelum membunuh Paulus. Hal ini memang tidak mengherankan dan perlu terkejut, karena hal ini memang sudah terjadi sejak Yesus ada di dalam dunia. 


Mereka berusaha dan mengatasnamakan agama untuk  membunuh orang-orang yang diutus Tuhan Yesus Kristus, agar kegelapan atau kebenaran semu yang di dalamnya tidak terungkap atau tidak lenyap dan digantikan kebenaran yang absoute. 


Tetapi ingatan Rencana Allah atas Kristen Barat tidak pernah akan berhenti. Maka, dengan kasih Kristus dalam Kis 23: 16–19, dijelaskan bahwa keponakan Paulus datang dan tahu akan konspirasi itu, maka dia memberitahukan kepada Paulus, dan Paulus meminta kepada perwira itu untuk menyampaikan apa yang didengar oleh orang itu kepada kepala pasukan.  


Tentu saja dalam Kis 23: 20, dia menceritakan konspirasi yang akan dilakukan kepada kepala pasukan dan mnjelaskan apa yang akan mereka minta kepada kepala pasukan dengan jelas dan secara detail dalam Kis 23:20-21. Sehingga dalam Kis 23: 22, kepala pasukan mengerti dan menyuruh keponakannya pulang tanpa memberitahukan kepada siapa pun bahwa hal itu telah diberitahukan kepada kepala pasukan.


Pertolongan Tuhan dan Kehendak Tuhan       

Maka kita lanjutkan dalam Kis 23:23-24, dengan karunia Tuhan dan atas rencana Tuhan Yesus Kristus atas Paulus yang disuruh memberitakan Injil dan bersaksi ke Roma, maka Klaudius Lisias (kepala pasukan - Kis 23:26)  mempersiapkan segala sesuatunya dengan dua ratus orang berangkat ke Kaisarea serta tujuh puluh orang berkuda serta dua ratus orang bersenjata dan berlindung dengan lembing, jalan jam sembilan malam ke Kaisarea.


 Dalam Kis 23:24-30, Klaudius Lisias pun menulis segala hal yang dia ketahui kepada wali negeri Feliks. Dan mengirimkan Paulus kepada Antripatir dengan pengaman yang ketat, setelah itu disambung dengan pasukan berkuda kepada Wali Negeri Feliks. Setelah itu, Feliks pun membaca apa yang terjadi di sana (Kis 23:31–34). Ketika ditanya warga mana Paulus ini, dengan tegas Paulus berkata dalam Kis 23:34-35 bahwa dia berasal dari Kilikia dan dengan tegas Feliks akan memeriksa perkaranya setelah para pendakwa itu datang ke sana.  


Dalam suratnya kepada Feliks (Kis 23:26–30), Klaudius menjelaskan dengan terang benderang bahwa Klaudius tahu bahwa yang dipermasalahkan hanya Hukum Taurat yang tidak bisa diadili oleh pemerintah atas hukuman mati atau dipenjara. Tetapi karena ada konspirasi lain yang telah diketahui oleh Klaudius , maka Paulus pun dibawa  kepada Feliks. 

Di sini pun kita melihat dengan sangat jelas bahwa apa yang terjadi kepada Paulus adalah rencana Allah dan dengan jelas apa yang dikatakan oleh Klaudius bahwa Paulus tidak bersalah. 


Hal ini memang kelihatannya sangat seram dan tidak seperti dalam kisah para rasul awal, tetapi ingat, penyertaan Tuhan Yesus Kristus tetap ada kepada orang yang dipercaya oleh Tuhan Yesus Kristus untuk memelihara jiwa-jiwa. Tetapi apa yang menjadi rencana Tuhan Yesus Kristus pasti terjadi, dengan dibawanya Paulus ke Kaisarea. Maka kita melihat perjalanan Paulus ke Roma terus berjalan dan tidak akan berhenti, dan kita mendapatkan kepastian bahwa apa yang dikatakan Tuhan dalam Kis 23:11 terlaksana dan tidak akan pernah gagal. 


Jika kita seperti Paulus, masihkah kita tetap taat kepada Tuhan Yesus Kristus ?  dan ikut rencana Tuhan sebagai Tawanan roh untuk menytakan kebenaran Firman Tuhan kepada semua orang yang kita belum kenal maupun yang telah kita kenal. Kirainya Tuhan Yesus tolong kita semua 


amin     


Pelajaran 44: Nubutan dan Asumsi Manusia

Dasar Pembelajaran Kis 21 

Haleluya, Puji Tuhan. Karena kasih karunia Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa, kita masih boleh melihat segala kebenaran Allah yang luar biasa. Sehingga kita bukan hanya menjadi penonton maupun orang yang selalu mendengar kata orang, tetapi sebagai pelaku Fiman Tuhan yang berjalan dalam kebenaran dan terang Tuhan yang selalu baru dan nampak kepada semua orang.  


Dari pelajaran sebelumnya kita telah belajar bagaimana Allah menyatakan kebenarannya dalam dili Paulus, sehingga paulus sendiri berkata bahwa dia adalah tawanan Roh yang akan ikut rencana Allah dan segala kehendak Allah dalam hidupnya. Karena Paulus sendiri tahu bahwa ketika dia bersama dengan Tuhan Yesus Kristus dan hidup dalam Logika Allah, maka belas kasihan Tuhan Yesus Kristus tetap berlaku dalam hidupnya yang menguatkan orang di sekitarnya serta memampukan dia untuk menempuh segala rencana Allah. 


Pelajara 43 :Perjalanan dalam Rencana Allah dan Tawanan Roh

Dasar Pembelajaran Kis 20 


Haleluya, suatu anugerah yang besar bagi kita semua masih mau belajar kebenaran Firman Tuhan. Minggu lalu kita telah belajar bagaimana seorang yang disebut sahabat Allah memiliki “derajat” bukan untuk dihormati, melainkan untuk dapat bekerja dengan tangannya sendiri untuk dapat menghidupi dirinya, bahkan menolong orang-orang yang dipercayakan kepadanya.    


Dengan kemurahan yang Tuhan Yesus Kristus berikan, mereka dapat terus bertekun dalam kebenaran Allah dan rencana Allah dalam hidup mereka. Sehingga apa yang terjadi menjadi sebuah keputusan Tuhan Yesus Kristus dan tidak mencampurkan dengan maksud pribadi dalam hidupnya. Karena dalam Kisah Para Rasul 20 ini, kita akan melihat bagaimana Paulus menguatkan hidup anak-anak Tuhan. Karena dia tahu, setelah dia pergi dan tidak akan kembali, akan muncul masalah baru dalam dunia “keKristenan”.