Dasar Pembelajaran : Kisah Para Rasul 24 dan 25
Haleluya, Puji Tuhan.. Karena anugrahnya yang besar, kita masih boleh hidup dihadapan Tuhan Yesus Kristus dan masih boleh menerima segala yang di Firmankannya bagi kita.
Tentunya kita telah melihat dengan begitu jelas bagaimana keadaan Paulus dalam Kisah pra Rasul (Kis) pasal 23.
Ingat akan Kis 1, di mana dengan jelas kita melihat bahwa apa yang dipilih manusia sering kali adalah pilihan yang salah, tetapi Tuhan Yesus Kristus dapat mengubahnya menjadi suatu rencana yang besar bagi kemuliaan dan kebesaran nama Tuhan Yesus Kristus. Begitu pula dengan Pasal 23: bagaimana rencana Allah yang menurut manusia sudah tertutup, Allah dalam Tuhan Yesus Kristus mengubah semuanya itu menjadi terbuka lebar untuk rencana Allah dalam perkembangan keKristenan di wilayah barat (Eropa dan Amerika).
Memang akan terjadi konspirasi, bahkan konflik yang membenturkan antara logika Allah dan logika manusia serta konspirasinya. Di sini kita akan lihat lebih dalam lagi bagaimana Allah bekerja dengan otoritasnya dalam kehidupan orang yang dipercayakan kepada-Nya dan yang menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada Allah.
Politik dan mencari kebenaran dalam Logika manusia
Perhatikan dalam Kis 24: 1–7: apa yang terjadi ketika Paulus di hadapan Felix, para imam besar datang bersama dengan beberapa orang tua dan seorang pengacara bernama Tertulus. Tentu, jika kita belajar dari kebenaran Firman Tuhan, kebenaran Firman Tuhan tidak bisa dibawa ke dalam dunia politik. Kenapa ? Hal ini bisa dilihat dalam Kis 24: 2-3 dengan jelas, tertulus menggunakan bahasa politiknya untuk mendapatkan simpati dari Felix. Di mana dia mengagungkan Dan membuat Felix bangga dengan memberikan “makan “ ego untuk memusatkan pikiran Felik kepada ucapan dia, agar dalam Kis 24:4, dia mendapatkan pemikiran penuh atas dasar emosi dan logika manusia yang dia telah bentuk dan diucapkan.
Hal ini dengan jelas kita lihat dalam Kis 24: 5- 8 , dia membuat tuntutan yang sebenarnya mencampuradukkan fakta dan nilai hiperbola dalam cerita itu. Sehingga jika kita lihat secara sekilas, Maka kita akan merasakan bahwa apa yang dikatakan Tertulus adalah sebuah kebenaran yang benar secara logika manusia.
Bahkan dalam kis 24:9, Tertulus sudah membawa orang yahudi untuk menyokong apa yang dikatakan sebagai sebuah kebenaran. Tetapi dalam pembelaannya dalam kis 24: 10-21, menjelaskan dengan tegas bahwa apa yang Paulus jalankan sebuah kebenaran yang benar.
Dari perkataan Paulus yang tanpa mengunakan tipu muslihat, menyatakan dengan tegas bagiamana Paulus menjalankan jalan Tuhan yang disebut “sekte” oleh Tertulus, merupakan Teologi yang sama dengan azas yang diajarkan oleh orang yahudi tetapi kebenaran atas segala kitab dalam perjanjian lama dinyatakan berdasarkan kebenaran yang sebenarnya dalam logika Allah dan bukan logika manusia.
Sehingga kata “ Sekte” dari Kis 24:5 nantinya kata ini akan menjadi satu kata serapan baru yang digunakan dalam gereja ke depan yaitu Ordo dan aliran gereja. Dimana dari serapan ini muncul beberapa pengajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran menurut logika Allah akan mendapatkan tempat dan pembiaran atas dasar ketidaksamaan teologia dalam bentuk logika manusia.
Dan jika kita melihat dengan lebih detail lagi dalam Kis 24: 17-18 dan 21, dengan detail dikatakan bahwa hal yang terjadi dalam Kis 21: 17-18 dan Kis 23:6 merupakan sebuah rencana “politik” yang mereka gunakan untuk menyingkirkan kebenaran Allah dalam hidup orang percaya yang mereka “mempolitisasi / menghiperbolakan masalah yang ada” menjadi sebuah yang sangat penting dan menuduh Paulus dengan sebutan:
Orang yang mencoba menajiskan bait Allah mereka (agama dan budaya)
Membuat keributan di masyarakat ( Sosial)
Bahkan jika telusuri lebih dalam lagi dalam Kis 24: 17-18 dan 21, menjurus kepada satu maksud yaitu membuat emosi dan logika manusia bercampur sehingga menciptakan satu “narasi” sehingga mendesak pemerintah untuk membenarkan apa yang dikatakan oleh Tertulus dan kelompoknya.
Antara kebenaran dan politik
Maka dalam Kis 24: 22 dengan tegas kita baca bahwa Feliks, sudah kenal Allah dan pastinya sudah tahu akan kebenaran dari logika Allah ( Jalan Tuhan ) itu. Hal ini dibuktikan dalam Kis 24: 24, dimana Feliks datang dengan Drusila ( istrinya ) datang kepada Paulus untuk mendengar kepercayaan kepada Yesus Kristus. Dan kita berpikir dalam hal ini, Feliks melakukan hal yang sesuai dengan kebenaran Allah.
Dan atas kemurahan Tuhan dalam Kis 24: 23, maka Paulus melalui Feliks mendapatkan keringanan atas “hukuman “ yang dijalani oleh paulus. Di mana dia tetap menahan Paulus, tetapi memberikan keleluasaan kepada Paulus untuk terus menjalankan Rencana Allah dalam hidupnya.
Tetapi ada kontradiksi yang terjadi pada Feliks dalam Kis 24: 25, di mana ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman (dalam hal ini yang dibutuhkan oleh Feliks), Feliks menjadi takut dan menyelesaikan pembicaraan dengan Paulus. Kenapa ini menjadi bertolak belakang/kontradiksi? Hal ini dijelaskan dalam Kis 24:26 bahwa Feliks memang ada di persimpangan jalan. Di mana Feliks dihadapkan pada kenyataan bahwa politik membutuhkan uang untuk dijalankan.
Sehingga Feliks, walaupun kenal dengan kebenaran Allah, dia sangat mau dan berharap mendapatkan uang dari Paulus yang memiliki banyak pengikut. Hal ini pun sering dialami oleh orang-orang percaya pada saat ini. Ketika kita melihat seorang pemimpin yang memiliki persona dan pesona yang luar biasa sehingga dipakai oleh Tuhan Yesus Kristus sebagai orang kepercayaannya Allah, maka secara sadar maupun tidak akan berbicara tentang “pengikut“ yang membawakan “persembahan” yang dimanfaatkan untuk mengatur segala sesuatunya di bidang politik.
Sering kali kita dihadapkan dengan keadaan seperti Feliks, antara kebenaran dan kenyataan hidup. Sehingga kata “ kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman” menjadi hal yang sangat menyakitkan untuk hidup ini , karena kita harus mengiris daging kita sementara apa yang enak buat daging kita ada di depan mata. Hal ini sama dengan Kis 7: 9–13 dan Kis 19:21–40, di mana pengikut ini dijadikan “ mesin uang” untuk orang yang punya pesona dan personal.
Sehingga dalam 1 Timotius 6:10, dengan tegas Paulus menuliskan bahwa “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka”. Sehingga kita jelas dan lengkap bahwa perkataan Paulus bukan saja untuk Feliks tetapi juga kepada kita, orang yang mengenal Tuhan dan memiliki Logika Allah, Sehingga :
Kebenaran harus menjadi bagian kita yang tidak akan terpisahkan ( H-1), Roh Kudus memberikan kekuatan dan menolong kita
Penguasaan diri harus menjadi dasar untuk kita menolak hal-hal yang menarik dan memaksa kita untuk menjauh dari Tuhan yang tidak sesuai dengan Logika Allah (H-3).
Penghakiman harus menjadi pengingat kita bahwa semua orang dan segala hal yang kita kerjakan itu akan ditimbang apakah hal ini berkenan (gereja sempurna) atau tidak - Pengkhotbah 11: 9 (h-6).
Lalu bagaimana kita menghadapi politik dan kebenaran Allah (Logika Allah) ? Sedangkan kita sendiri tidak bisa menjauh dari dunia politik ini. Perhatikan dalam Matius 24: 24-27, segala hal yang berhubungan dengan pungutan resmi oleh pemerintah berasal dari politik dan terkadang bagi orang yang tidak masuk dalam politik tidak akan mendapatkan kebebasannya ( yang seharusnya mereka mendapatkannya dan merupakan sebuah kebenaran) . Tetapi perhatikan dalam Kis 24: 27, apa yang Tuhan Yesus Kristus katakan, Jangan jadi “batu sandungan“ dengan arti kata bagaimana cara kita melawan atau menjilat politik. Melainkan berdoa kepada Tuhan Yesus Kristus, Dia menyediakan apa yang dibutuhkan dan menyatakan kuasa-NYA.
Sehingga dalam Kis 24: 27, sampai berakhirnya jabatan Feliks dan digantikan dengan Festus, politik tetap politik. Sehingga apa yang terjadi terus berulang dan Festus pun mau mengambil posisi politik yang sama dengan Feliks sehingga dia dengan mengambil hati masyarakat dalam bidang agama dan sosial, khususnya orang Yahudi sehingga Paulus tetapi di penjara.
Konspirasi, politik dan Rencana Allah
Mari kita lanjutkan dalam Kis 25:1-5. Apa yang terjadi di sana? Apakah iman-iman kepala dan orang-orang Yahudi berhenti atas hal tersebut ? Ketika Festus datang ke Yerusalem, mereka berusaha untuk mengembalikan Paulus ke Yerusalem dengan tujuan untuk membuat konspirasi atau rencana pembunuhan Paulus di tengah jalan. Tetapi Tuhan Yesus Kristus pastinya akan menjaga Paulus, karena Rencana Allah terus berjalan untuk KeKristenan di barat.
Sehingga dengan tegas dalam Kis 25:5, Festus sendiri mau mencari kebenaran dari apa yang didengarnya dan apa masalah yang terjadi dengan Paulus ini. Karena cukup unik pada saat itu dan kenapa tidak langsung diputuskan oleh Feliks dengan cepat sehingga menjadikan dia sebuah tahanan politik yang berkepanjangan dan seperti ada konspirasi tertentu di dalamnya.
Sehingga dalam Kis 25: 5-7, mereka yang berwenang mengajukan dakwaan ikut dengan Festus ke Kaisarea. Tetapi apa yang mereka kemukakan tidak ada barang bukti yang kuat untuk membuktikan bahwa Paulus bersalah.
Maka dalam Kis 25:8 dengan tegas Paulus menjawab dan memaparkan apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi karena ini sudah menjadi kasus politik, dalam kis 25: 9 mencoba membujuk Paulus untuk menjalankan teori konspirasi dari imam kepala dan orang Yahudi. Karena dengan rencana tersebut, mereka akan berusaha dengan berbagai cara untuk membunuh Paulus di jalan sehingga Paulus tidak berbicara Pengenalan kepada Yesus dan Logika Allah yang mereka telah bungkus dengan logika manusia yang berdasar kebenaran yang semu.
Maka atas karunia Roh Kudus yang berlaku atas Paulus. Di mana Paulus dengan berani dalam Kis 25:10–11, di mana Paulus dengan tegas mengungkapkan bahwa dia benar-benar tidak bersalah dan berani “bertaruh” dengan nyawanya, dia rela untuk mati. Tetapi Paulus tidak mau dijadikan “hadiah” politik oleh Festus. Sehingga Paulus dengan tegas menyatakan bahwa dia mengajukan banding kepada Kaisar. Sehingga Kis 25: 12 dengan tegas mereka sepakat untuk menyerahkan paulus kepada Kaisar.
Kebingungan antara kebenaran yang benar
Setelah itu datanglah Raja Agripa dan Bernike ke Kaisarea dalam Kis 25: 13, dan Kis 25:14-21 menjelaskan dengan singkat cerita dari Festus tentang apa yang terjadi dengan perkara “aneh” yang telah dialami. Sehingga Festus dalam Kis 25: 19, mengambil kesimpulan bahwa ini hanya masalah agama mereka dan persoalan tentang Yesus yang telah mati, tetapi Paulus berkata bahwa dia hidup.
Masih ingat dalam Matius 28: 13-15, bagaimana konspirasi ini masih hidup setelah 30 tahun yang lalu, Mahkamah Agama melakukan hal itu untuk membuat sebuah kebenaran semu dan mereka menyebarkan. Agar posisi politik yang mereka telah miliki tetap dan terus ada, walaupun itu harus menutupi kebenaran absolut. Dan ini yang terjadi, di mana Raja Festus pun menjadi bingung apa yang terjadi. Bagaimana Paulus berkata bahwa Yesus saat ini hidup dan orang Yahudi mengatakan bahwa Yesus sudah mati? Walaupun politik berusaha untuk membackup nilai konspirasi dari Mahkama agama, kebenaran absolut Allah dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, tidak akan pernah bisa menutupinya, dan sampai hari ini terbukti nyata bahwa Dia, Tuhan Yesus Kristus, adalah Allah yang hidup.
Sehingga pada Kis 25:22–27, Festus menghadirkan Paulus untuk kembali diadili oleh raja Agripa dan Bernike untuk mencari masalah apa yang dihadapi Paulus. Menurut penyelidikan yang dilakukan oleh Fesusu, Paulus tidak memiliki kesalahan, tetapi orang Yahudi menuntut dia dihukum mati. Ketika Paulus banding , Festus bingung apa yang menjadi kebenaran ? Apakah kebenaran berasal dari Paulus atau kebenaran dari orang Yahudi?
Menurut demokrasi, kebenaran bagi orang Yahudi yang benar, tetapi karena Paulus mengajukan banding karena kebenaran Allah yang harus dinyatakan. Sehingga dia meminta mereka menyelidikinya supaya dapat menuliskan apa yang benar untuk pertimbangan kaisar.
Inilah manusia, sering kali kita tanpa mengetahui kebenaran yang benar selalu ikut arus kebenaran semu. Tetapi ketika kebenaran itu ditimbang kembali, kebenaran semu tidak memiliki nilai sama sekali. Tetapi sering kali kebenaran yang benar ditaruh dan ditinggalkan. Padahal kebenaran itu yang membawa kamu hidup dalam rencana dan kehendak Allah.
Sehingga dalam 2 Timotius 1: 1-4, dengan jelas dikatakan bahwa percayalah kepada orang yang dapat dipercayai (dalam hal ini adalah orang-orang yang telah mengenal Allah dan memiliki segala logika Allah - 1 Tim 2:7 ). Sehingga ketika kita percaya , maka kita bisa menderita sebagai Prajurit Kristus yang tidak memusingkan dirinya sendiri supaya dia berkenan kepada komandannya, karena kebenaran yang benar akan mendapatkan upahnya dan dia akan menantikan kamu masuk dalam surga yang sesungguhnya ( 2 timotius 2: 11- 13).
Tuhan Yesus Kristus tolong kita semua dan memberikan pengertian akan hal ini - 2 timotius 2:7.
Amin