Pelajaran 44: Nubutan dan Asumsi Manusia

Dasar Pembelajaran Kis 21 

Haleluya, Puji Tuhan. Karena kasih karunia Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa, kita masih boleh melihat segala kebenaran Allah yang luar biasa. Sehingga kita bukan hanya menjadi penonton maupun orang yang selalu mendengar kata orang, tetapi sebagai pelaku Fiman Tuhan yang berjalan dalam kebenaran dan terang Tuhan yang selalu baru dan nampak kepada semua orang.  


Dari pelajaran sebelumnya kita telah belajar bagaimana Allah menyatakan kebenarannya dalam dili Paulus, sehingga paulus sendiri berkata bahwa dia adalah tawanan Roh yang akan ikut rencana Allah dan segala kehendak Allah dalam hidupnya. Karena Paulus sendiri tahu bahwa ketika dia bersama dengan Tuhan Yesus Kristus dan hidup dalam Logika Allah, maka belas kasihan Tuhan Yesus Kristus tetap berlaku dalam hidupnya yang menguatkan orang di sekitarnya serta memampukan dia untuk menempuh segala rencana Allah. 


Pelajara 43 :Perjalanan dalam Rencana Allah dan Tawanan Roh

Dasar Pembelajaran Kis 20 


Haleluya, suatu anugerah yang besar bagi kita semua masih mau belajar kebenaran Firman Tuhan. Minggu lalu kita telah belajar bagaimana seorang yang disebut sahabat Allah memiliki “derajat” bukan untuk dihormati, melainkan untuk dapat bekerja dengan tangannya sendiri untuk dapat menghidupi dirinya, bahkan menolong orang-orang yang dipercayakan kepadanya.    


Dengan kemurahan yang Tuhan Yesus Kristus berikan, mereka dapat terus bertekun dalam kebenaran Allah dan rencana Allah dalam hidup mereka. Sehingga apa yang terjadi menjadi sebuah keputusan Tuhan Yesus Kristus dan tidak mencampurkan dengan maksud pribadi dalam hidupnya. Karena dalam Kisah Para Rasul 20 ini, kita akan melihat bagaimana Paulus menguatkan hidup anak-anak Tuhan. Karena dia tahu, setelah dia pergi dan tidak akan kembali, akan muncul masalah baru dalam dunia “keKristenan”. 

Perspektif Alkitab dalam Logika Allah dan Logika Manusia

Pendahuluan 

Perspektif / Sudut Pandang adalah sebuah kata yang sangat jarang dibicarakan bahkan dibahas oleh ilmu pengetahuan, tetapi sering digunakan dalam penalaranan ilmu pengetahuan maupun pembicaraan sehari hari. Hal ini menyebabkan banyak distorsi / perubahan dari hal yang seharusnya menjadi berbeda dan pada akhirnya jauh dari arti dan makna sesuangguhnya.


Hal ini menjadi dilematis tersendiri bagi para peneliti, guru dan pembelajar suatu data atau sebuah hal yang menjadi acuan dasar berpikir. Memang tidak mudah untuk membahas hal ini. Karena ini bersifat perspektif dan mempunyai "kacamata" idealisme dan sudut pandang atas setiap pengajaran, kalimat, bahkan kata.