Healthy of Iife

Jumat, 06 Juli 2018

Catatan dari pembelajaran Kitab 2 Samuel


Kitab Samuel merupakan bagian dari kitab Perjanjian Lama dan Tanakh. Kitab ini merupakan bagian daripada kitab yang bernama Raja-Raja dalam Tanakh, dalam versi aslinya dalam bahasa Ibrani. Tetapi karena keputusan redaksional, kitab Raja-raja ini dibagi menjadi tempat:

1 Samuel
2 Samuel
1 Raja-Raja
2 Raja-Raja

Kitab 2 Samuel adalah sambungan dari Kitab I Samuel. Kitab ini memuat sejarah pemerintahan Raja Daud, mula-mula atas Yudea, kerajaan selatan (pasal 1-4), kemudian atas seluruh negeri, termasuk Israel di sebelah utara (pasal 5-24).

Dalam kitab ini diceritakan dengan jelas dan menarik bagaimana Daud berusaha memperluas dan mengukuhkan kedudukannya. Ia harus berperang melawan musuh-musuhnya, baik di dalam maupun di luar negeri. Daud digambarkan sebagai orang yang sangat beriman, taat dan setia kepada Allah, juga sebagai orang yang mampu memperoleh kesetiaan rakyatnya.

Catatan dari pembelajaran Kitab 1 Samuel

Kitab Samuel merupakan bagian dari kitab Perjanjian Lama dan Tanakh. Kitab ini merupakan bagian daripada kitab yang bernama Raja-Raja dalam Tanakh, dalam versi aslinya dalam bahasa Ibrani.

 Tetapi karena keputusan redaksional, kitab Raja-raja ini dibagi menjadi empat:
- 1 Samuel
- 2 Samuel
- 1 Raja-Raja
- 2 Raja-Raja

Kitab 1 Samuel berisi sejarah Israel dalam masa peralihan dari zaman Hakim-Hakim kepada zaman Raja-Raja. Perubahan dalam kehidupan nasional di Israel itu khususnya berkisar pada tiga orang: Nabi Samuel, Raja Saul, dan Raja Daud. Pengalaman-pengalaman Daud pada masa mudanya sebelum ia menjabat raja, terjalin erat dengan kisah Samuel dan Saul.

dalam kitab ini kita dapat melihat  bahwa orang akan berhasil kalau setia kepada Allah, dan celaka kalau mendurhaka. Hal itu dinyatakan dengan jelas dalam pasal 2:30 ketika Tuhan berkata kepada Imam Eli, "Yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi yang menghina Aku akan Kuhina."

Dalam kitab ini terlihat perasaan yang berbeda-beda mengenai pembentukan kerajaan Israel. Memang Tuhan sendiri sudah dianggap raja di Israel, tetapi untuk menanggapi permohonan rakyat, Ia memilih seorang raja bagi mereka. Hal yang penting ialah bahwa baik raja maupun rakyat Israel hidup di bawah kedaulatan Allah, Hakim mereka (1 Samuel 2:7-10). Di bawah hukum-hukum Allah, haruslah dijamin hak seluruh rakyat, kaya maupun miskin.


Pengajar : Pdt. Agustini Sitohang - GPdI Ketapang
GPdI Ketapang 2018 CopyRight


Sabtu, 10 Maret 2018

Hari ketujuh : Hari Pemberhentian - Skematologi Minggu Penciptaan

Haleluya, inilah hari terakhir dalam minggu penciptaan yang Tuhan Yesus berikan untuk menciptakan langit dan bumi. Mari kita baca bersama dalam kejadian 2: 1-3 dikatakan demikian “ Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh  telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya,  karena pada hari itulah Ia berhenti  dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.”  Haleluya…  inilah dimana Tuhan Yesus Kristus menyelesaikan segala penciptaannya dan memberkati hati serta menguduskannya.  Maka hari ke Minggu / hari ketujuh manusia berisirahat dari segala pekerjaannya dan beribadah kepada Tuhan Yesus Kristus.