Pelajara 43 :Perjalanan dalam Rencana Allah dan Tawanan Roh

Dasar Pembelajaran Kis 20 


Haleluya, suatu anugerah yang besar bagi kita semua masih mau belajar kebenaran Firman Tuhan. Minggu lalu kita telah belajar bagaimana seorang yang disebut sahabat Allah memiliki “derajat” bukan untuk dihormati, melainkan untuk dapat bekerja dengan tangannya sendiri untuk dapat menghidupi dirinya, bahkan menolong orang-orang yang dipercayakan kepadanya.    


Dengan kemurahan yang Tuhan Yesus Kristus berikan, mereka dapat terus bertekun dalam kebenaran Allah dan rencana Allah dalam hidup mereka. Sehingga apa yang terjadi menjadi sebuah keputusan Tuhan Yesus Kristus dan tidak mencampurkan dengan maksud pribadi dalam hidupnya. Karena dalam Kisah Para Rasul 20 ini, kita akan melihat bagaimana Paulus menguatkan hidup anak-anak Tuhan. Karena dia tahu, setelah dia pergi dan tidak akan kembali, akan muncul masalah baru dalam dunia “keKristenan”. 

Menguatkan dan mengingatkan kembali 


Mari kita buka dalam Kisah Para Rasul 20:1 - 4 , apa yang kita dapat di sana ? Tentunya, setelah kejadian di Kisah 19 : 39 - 41, maka Paulus menguatkan mereka kembali untuk dapat hidup dalam Kehendak dan Rencana Allah. Inilah salah satu tugas dari orang yang mendapatkan kepercayaan dari Tuhan Yesus Kristus, bahkan khususnya seorang gembala.  Di mana dia melihat kondisi yang ada, lalu mengoreksinya dan memberikan pengertian kepada anak-anak Tuhan, lalu menguatkan mereka dalam kebenaran Firman Tuhan.  Hal itu pun dilakukan oleh Paulus di Makedonia  hingga tanah Yunani. Mengapa hal ini menjadi cukup penting ? Karena dalam Yesaya 35: 3-4 dan Ibrani 12 :1 - 17, dengan tegas menegaskan agar seorang anak Tuhan, bukanlah orang yang gampangan, melainkan orang yang dididik untuk hidup seturut kehendak Tuhan. 

Walau pun terkadang orang yang datang untuk mempermasalahkan kita seolah-olah lebih kuat dan berkuasa. Maka Allah dalam Tuhan Yesus Kristus akan membalas dan dengan ganjaran kepada mereka dia akan membuktikan kepadamu apa yang benar dan salah di depan matamu. Sehingga dalam Ibrani 12: 16-17 dikatakan dengan jelas menegaskan bahwa Tuhan Yesus Kristus menunjukkan kebenaran yang absolut itu sehingga apa yang seharusnya diterima oleh mereka tidak hilang begitu saja karena nafsu yang rendah seperti Esau. Dimana dengan jelas dalam Kejadian 25 : 29 - 34 , Esau kehilangan hak kesulungannya atau berkat yang akan Tuhan berikan melebihi apa yang dunia berikan kepada mereka. 


Hal ini pun berlaku bagi Paulus, dalam Kisah Para Rasul 20 :3b, dimana mereka yang menguatkan pun tetap menerima ancaman dari pembunuhan. Sehingga Kisah para rasul 20 :4 - 6 ,  mereka memutuskan untuk kembali ke Makedonia, bersama-sama dengan Sopater (Berea), Aristarkhus & Sekundus (Tesalonika), Gayus (Derbe), Timotius, serta Tikhikus & Trofimus (Asia) untuk menuju Troas. Dengan kehendak Tuhan,ketujuh orang ini jalah terlebih dahulu ke sana. Hal ini memng tidak mudah, karena dengan jelas mereka melewati hari raya tidak beragi dan berlayar dari Filipi menuju Troas dan tinggal tujuh hari lamanya disana 


Tertidur dan Belas Kasihan Allah 

Mari kita lanjutkan dalam Kisah Para Rasul 20: 7 - 12, apa yang kita lihat di sana ? Menyambung dari Kis 20 : 6, dengan terperinci dikatakan bahwa hari pertama dalam minggu itu. Ketika Paulus dan kawan-kawan sedang diadakan perjamuan dan hendak berbicara dengan maksud menguatkan saudara di sana,karena ada rencana berangkat esok harinya. Tentu saja dalam hal ini tidak berbicara hanya sebentar, sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang hingga tengah malam.  


Perhatikan dalam Kis 20 : 8 -9 , dalam keadaan ruangan yang sangat terang ( banyak lampu di nyatalakan ), maka ada seorang bernama Eutikhus duduk dekat jendela untuk mendengarkan apa yang disampaikan oleh paulus. Tetapi  ketika mendengarkan lama-lama, dia tidak dapat menahan ngantuknya. Dia terjatuh dari lantai 3 atau tingkat tiga ke bawah dan ketika diangkat, sudah mati. Hal ini memang tidak dapat dipungkiri atau dihindari. Inilah kondisi manusia penuh dengan kelemahan. Hal ini bisa terlihat juga dalam Matius 26 : 43, bagaimana murid-murid Tuhan Yesus Kristus pun tertidur sebab mata mereka sudah berat. 


Dengan fakta demikian, kita tahu dan kita memahami dengan benar bahwa manusia adalah orang yang sangat lemah dan tidak dapat bertahan, bahkan di pertegas Tuhan Yesus Kristus katakan dalam Matius 26: 41, “roh memang penurut, tetapi daging lemah.” hanya dengan pertolongan Roh Kudus yang dapat memampukan hidup manusia untuk dapat melakukan berbagai macam hal yang sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan Yesus Kristus.


Maka atas belas kasihan Tuhan, dalam Kis 20 : 10, Otoritas Allah dan kebenaran ALlah dinyatakan kembali untuk menguatkan anak-anak Tuhan dalam kehidupannya sehari-hari. Setelah kejadian tersebut pun , dalam kis 20: 11 - 12 Paulus masih melanjutkan apa yang harus dikatakan kepada anak anak Tuhan hingga fajar menyingsing ( semalaman / semalam suntuk ). Kemudian paulus pun berangkat dan orang muda itu pun di mengantarnya ke rumah sehingga mereka terhibur atas apa yang dikerjakan Allah dalam hidup manusia.  


Perjalanan Panjang untuk Rencana Allah 

Kita lanjut akan perjalanan Paulus, dalam Kisah Para Rasul 20: 13, Lukas bersama dengan kawan kawan yang lain mengunakan kapal menuju asos ( Asia kecil /Turki ). Sedangkan Paulus sendiri melewati jalan darat dan meminta dijemput di sana. Paulus berjalan sekitar 7 kilometer dan membutuhkan 2 hari untuk melewati jalan ke asos. 


Pertanyaannya  kenapa Paulus mengambil jalan sendiri ke Asos, coba kita bandingkan dengan 2 Timotius 4: 6, Hal ini berkaitan dengan Kisah para rasul 20 : 22-25 bagaimana Roh Kudus telah memberitahukan rencana Allah dalam hidupnya dan memberikan tugas untuk menjalankannya. Sehingga dengan tegas dalam Kis 20 :14–16 , ketika Paulus telah kembali bertemu dengan Lukas dan kawan-kawan, langsung Paulus menuju ke Metilene dan menuju Pulau Khios, lalu mengambil jalur cepat ke Samos dan sampailah di Miletus. Ketika Paulus tahu masa waktunya sudah dekat dengan rencana Allah (khususnya Paulus harus ada di Yerusalem pada hari raya Pentakosta) , maka dengan keputusan Paulus untuk tidak ke Efesus.  Tetapi memanggil penatua di Efesus untuk datang ke Miletus (Kis 20 : 17) .   


Tawanan Roh 

Maka kita lanjut ke dalam Kisah para Rasul 20:18 - 19, dengan jelas Paulus memaparkan bahwa apa yang dia lakukan adalah sebuah contoh ( H-4) bagi penatua dan orang orang percaya dimana Paulus dari hari pertama di Asia, Dimana Paulus 

 

  • Rendah hati dalam melayani Tuhan ( roh ) 

  • Banyak mencucurkan Air mata ( jiwa ) 

  • Mengalami pencobaan, yaitu percobaan dibunuh oleh orang Yahudi (fisik).  


Dari hal ini semua hal yang dia alami dalam Kis 20:20 -21  dengan tegas Paulus berkata bahwa dia tidak pernah menurunkan standard atau melalaikan apa yang berguna bagimu. Standar Paulus yaitu mengajarkan semua hal yang benar kepada orang-orang yang percaya di depan umum maupun dalam perkumpulan, sehingga orang Yahudi maupun orang Yunani dapat mengenal Allah (bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus).  


Perhatikan dalam Kisah para rasul 20 : 22 - 25, Paulus mengerti dan memahapi dengan benar apa yang akan terjadi dalam hidupnya. Tuhan Yesus Kristus sudah memberikan rencana Allah kepada Paulus, sehingga dia harus menjalankannya seperti seorang tawanan dalam logika manusia untuk hidup dalam logika Allah oleh Roh Kudus untuk menjalankan rencana Allah yang walaupun sulit dan secara daging tidak suka. 


Hal ini sama dengan apa yang terjadi dengan Tuhan Yesus Kristus, ketika di taman  Getsemani dalam Matius 26.  Dimana sama seperti Yesus Kristus  yang telah tahu rencana Allah, demikian paulus mencontoh Yesus Kristus dalam menjalankan rencana Allah yang luar biasa. 


Walaupun secara logika manusia, Paulus yang telah memberikan hidupnya (tubuh, jiwa dan roh) kepada Tuhan Yesus Kristus untuk menjaga apa yang menjadi standar Allah. Tidak berarti kita bisa santai dalam menjalankan rencana Allah.  Paulus katakan dengan tegas yang terpenting bagi dia bisa selesaikan tugas yang Tuhan Yesus Kristus berikan dan mencapai garis akhir (2 Timotius 4: 7 - 8 ). 


Paulus dengan giat melayani Tuhan Yesus Kristus, karena dia tahu bahwa ada mahkota kebenaran Allah yang diberikan kepada orang yang benar-benar menjadi sahabat Tuhan dan membawa upah untuk membalas setiap perbuatan yang dia kerjakan untuk Tuhan Yesus Kristus. 


Peneguhan atas Penilik Jemaat  

Maka dengan jelas dalam Kis 20: 26 - 27, Paulus dengan tegas menyatakan diri bawha dia tidak memiliki kepentingan apapun selain untuk menjalankan apa yang Tuhan Yesus Kristus mau sesuai dengan standard yang Tuhan Yesus Kristus tetapkan dalam hidupnya.  


Maka perhatikan dalam Kisah para Rasul 20 : 28, Paulus dengan tegas menyatakan diri bahwa penatua dari Efesus  ini harus dapat menjaga diri dan menjaga seluruh jiwa yang dipercayakan kepadanya.  Karena mereka dengan ketetapan Roh Kudus dijadikan penilik jemaat/episkopos (1 Timotius 3: 1-7). Di mana jiwa yang mereka jaga adalah milik Tuhan Yesus Kristus yang sudah ditebus dengan darah Yesus.      


Kenapa demikian ? Karena Paulus tahu dalam Kis 20: 29-30 dengan jelas dikatakan bahwa kan banyak pengejaran pengajaran yang akan mulai menyesatkan dan mencuri kawan domba yang ada. Bahkan dari kalangan sendiri pun akan muncul orang-orang yang akan mengajarkan dengan ajaran palsu dan menarik jemaat dari kalangan yang benar dan mengikuti dia. Hal ini dipertegas dalam 2 timotius 4: 10, bagaimana demas dari kalangan mereka  (Kolose 4:14; Filemon 1:24) saat ini mencintai dunia dan meninggalkan mereka serta menarik banyak jemaat.  


Ikutilah Contoh  

Perhatikan dalam Kis 20 : 31 - 32,  dengan jelas bagaimana paulus sudah memberikan peringatan yang sangat jelas, agar semua penilik itu harus berjaga- jaga dan ingatlah contoh yang diberikan paulus bagaimana dia memberikan seluruh hidupnya untuk terus memperingatkan seluruh kawanan domba Allah agar hidup seturut kehendak dan rencana Allah  dan hal ini menjadi contoh bagi  kita yang telah diteguhkan menjadi penilik jemaat. 


Hal ini menjadi sangat serius karena seorang penilik (h-6) adalah seorang sahabat Allah yang mendapatkan kepercayaan untuk dapat menjaga kawanan domba. Dalam mengemban kepercayaan ini pun Allah  memberikan otoritas dan kedaulatan Allah yang diberikan  kepada orang yang telah dipercaya sesuai dengan bagian yang telah ditentukan Allah. Maka sekarang perhatikan dalam Kis 20: 33 -34 bagaimana paulus sebagai rasul menjalankan apa yang dipercayakan, maka seorang penilik jemaat pun harus melakukannya dimana keinginan yang  dimiliki bukan keinginan dunia ( logika manusia) , tetapi Keinginan Allah yang ada di dalam hatinya ( logika Allah).  Bahkan dengan tegas Paulus berkata segala kebutuhan dan keperluan Paulus pun dia tidak minta, tetapi dia menggunakan tangannya sendiri bekerja dan pasti Tuhan Yesus Kristus akan cukupkan segala sesuatu yang dibutuhkan.  


Maka Kis 20 ; 35 dengan jelas dikatakan ikutilah contoh , seorang penilik harus bisa membantu yang lemah sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus Kristus katakan  “ adalah lebih berbahagia  memberik dari para menerima “, hal ini  selaras dengan Matius 6: 3 dan Matius 25:31- 46.   Sehingga seorang penilik menjadi contoh dan orang yang dapat dipercaya oleh Allah untuk menjaga jiwa-jiwa yang dipercayakan dengan benar dan tidak berjalan sendiri di luar logika Allah yang telah dapat dalam Kristus Yesus.  


Perpisahan dalam pengharapan 

Maka yang terakhir dalam Kisah Para  Rasul 20 : 36-38, Paulus berlutut dan berdoa bersama dengan mereka semua. Setelah itu, mereka semua menangis karena rencana Allah yang akan berlaku dalam hidup Paulus. Tetapi percayalah akan apa yang terjadi dalam hidup orang yang Tuhan Yesus Kristus percayakan. Rencana Allah tidak akan pernah gagal, asalkan kita mau hidup seturut kehendak Allah.  


Karena kita tahu dalam Logika Allah khususnya dalam Yohanes 12: 24 -25,  Lukas 9: 24 , dengan jelas dikatakan bahwa barang siapa yang berusaha untuk menyelamatkan nyawanya, maka akan kehilangan nyawanya.  Tetapi siapa yang kehilangan nyawanya karena Tuhan Yesus Kristus , maka Dia akan menyelamatkannya.


 Karena bagi logika, Allah adalah Allah yang berkuasa dan sanggup mengadakan segala perkara. Sehingga kita tidak perlu takut akan apa Rencana Allah dalam hidup kita. Walaupun harus mati, dalam Yohanes 11: 25 dengan jelas bahwa  


“Akulah  kebangkitan dan hidup; 

barangsiapa percaya  kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,”


Inilah  janji Tuhan Yesus Kristus atas hidup kita orang-orang yang berjalan bersama dengan Dia dan yang menjalankan Rencana Allah dalam hidupnya.  Tuhan Yesus Kristus, tolong dan berikan pengertian sepenuhnya kepada kita semua.  


Amin












Renungan Harian Remaja GPdI