Tampilkan postingan dengan label alkitab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alkitab. Tampilkan semua postingan

Pelajaran 45 : Fakta, Teologi Manusia, dan Kristen barat

Dasar Pembelajaran : Kisas Para Rasul 22 dan 23 


Haleluya, Puji Tuhan.

Karena karya Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa atas hidup kita. Di dalam kekacuan dunia yang terjadi , kita melihat dengan jelas bagaimana Allah dalam Kristus Yesus selalu campur tangan dan mengambil peran untuk menjaga serta melindungi anak-anak Tuhan.  


Setelah kita melihat Kisah Para Rasul 21 dengan nubuatan dan kehendak Tuhan atas kehidupan Paulus, kita melihat dengan jelas apa yang menjadi awal mula terjadinya kehendak Allah yang menelanjangi kebenaran semu manusia yang sangat rapuh.  Sehingga di pasal ini,  kita akan melihat dengan jelas apa yang Tuhan Yesus Kristus kerjakan. Di mana rencana konspirasi dunia diubah menjadi rencana besar Allah bagi dunia Barat untuk “Kristen Barat” khusus Amerika dan Eropa.  


Otoritas Allah dan Fakta akan kebenaran 

Mari kita tidak berlama-lama lagi dalam Kis 21: 40–22:2, dengan kasih Kristus yang terpampang nyata dalam kehidupan Paulus. Maka Paulus mendapatkan kesempatan dengan izin kepala pasukan dan mulai berbicara kepada orang banyak.  Maka, dalam Kis 22: 1, dengan jelas, ketika Paulus menyatakan pembelaan dirinya dalam bahasa Ibrani, maka tenanglah mereka. Tentunya, hal ini menjadi perhatian kita semua. 


Kita melihat bagaimana atas kehendak Allah dan otoritas Allah yang berlaku dalam kehidupan anak-anak Allah tertampang jelas, bagaimana Tuhan Yesus Kristus dapat mengendalikan situasi  yang kacau sekalipun menjadi tenang dengan satu yang sepertinya biasa, yaitu bahasa Ibrani. Maka nantinya kita akan melihat dengan tegas pula bagaimana Allah ingin memperlihatkan apa yang benar absolut dan fakta sesungguhnya atas sejarah hidup seseorang  kepada semua orang dengan tegas. 


Maka kita sambung dengan pembelaan paulus yang kita bagi menjadi beberapa bagian: 

Pelajaran 44: Nubutan dan Asumsi Manusia

Dasar Pembelajaran Kis 21 

Haleluya, Puji Tuhan. Karena kasih karunia Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa, kita masih boleh melihat segala kebenaran Allah yang luar biasa. Sehingga kita bukan hanya menjadi penonton maupun orang yang selalu mendengar kata orang, tetapi sebagai pelaku Fiman Tuhan yang berjalan dalam kebenaran dan terang Tuhan yang selalu baru dan nampak kepada semua orang.  


Dari pelajaran sebelumnya kita telah belajar bagaimana Allah menyatakan kebenarannya dalam dili Paulus, sehingga paulus sendiri berkata bahwa dia adalah tawanan Roh yang akan ikut rencana Allah dan segala kehendak Allah dalam hidupnya. Karena Paulus sendiri tahu bahwa ketika dia bersama dengan Tuhan Yesus Kristus dan hidup dalam Logika Allah, maka belas kasihan Tuhan Yesus Kristus tetap berlaku dalam hidupnya yang menguatkan orang di sekitarnya serta memampukan dia untuk menempuh segala rencana Allah. 


Pelajara 43 :Perjalanan dalam Rencana Allah dan Tawanan Roh

Dasar Pembelajaran Kis 20 


Haleluya, suatu anugerah yang besar bagi kita semua masih mau belajar kebenaran Firman Tuhan. Minggu lalu kita telah belajar bagaimana seorang yang disebut sahabat Allah memiliki “derajat” bukan untuk dihormati, melainkan untuk dapat bekerja dengan tangannya sendiri untuk dapat menghidupi dirinya, bahkan menolong orang-orang yang dipercayakan kepadanya.    


Dengan kemurahan yang Tuhan Yesus Kristus berikan, mereka dapat terus bertekun dalam kebenaran Allah dan rencana Allah dalam hidup mereka. Sehingga apa yang terjadi menjadi sebuah keputusan Tuhan Yesus Kristus dan tidak mencampurkan dengan maksud pribadi dalam hidupnya. Karena dalam Kisah Para Rasul 20 ini, kita akan melihat bagaimana Paulus menguatkan hidup anak-anak Tuhan. Karena dia tahu, setelah dia pergi dan tidak akan kembali, akan muncul masalah baru dalam dunia “keKristenan”. 

Perspektif Alkitab dalam Logika Allah dan Logika Manusia

Pendahuluan 

Perspektif / Sudut Pandang adalah sebuah kata yang sangat jarang dibicarakan bahkan dibahas oleh ilmu pengetahuan, tetapi sering digunakan dalam penalaranan ilmu pengetahuan maupun pembicaraan sehari hari. Hal ini menyebabkan banyak distorsi / perubahan dari hal yang seharusnya menjadi berbeda dan pada akhirnya jauh dari arti dan makna sesuangguhnya.


Hal ini menjadi dilematis tersendiri bagi para peneliti, guru dan pembelajar suatu data atau sebuah hal yang menjadi acuan dasar berpikir. Memang tidak mudah untuk membahas hal ini. Karena ini bersifat perspektif dan mempunyai "kacamata" idealisme dan sudut pandang atas setiap pengajaran, kalimat, bahkan kata. 


Tantangan dalam menjadi gereja Sempurna

Dasar pembelajaran : Lukas 15 - 16 


Halleuya, Puji Tuhan

Adalah sebuah sukacita, jika kita terus belajar FIrman Tuhan tidak henti sampai kita mengenal Allah dengan benar dalam pandangannya.  Hari ini kita akan melihat lebih dalam kehidupan kita, bagaimana kita harus mengisi setiap kekosongan hidup kita agar kita menjadi satu bagian Allah yang sempurna dan termasuk dalam bilangan anak anak Allah . Tentunya kita telah belajar tentang " Skematology " yang membawa kita melihat bagaimana kita harus memiliki pengalaman yang bertahap dan benar sehingga kita dapat bertumbuh pada jalur yang benar. 


jika dalam perjanjian lama, khusunya kejadian 1, kita melihat bagaimana Allah berperan dalam menunjukkan Rencana Allah yang sempuna melalui perlambangan atau gambaran dari penciptaan, Hal ini kembali dipertegas juga dalam lukas 15 -16 dalam perumpaan yang dikatakan oleh Tuhan Yesus Kristus kepada orang farisi dan ahli Taurat yang dibilang memahami Taurat Tuhan, tetapi tidak mengerti maksud Tuhan Yesus Kristus dalam Taurat itu. 


Mengenal Allah dengan benar 

Mari kita baca dalam Lukas 15: 1-2, di sekeliling Tuhan Yesus Kristus pada saat itu terdapat para pemungut cukai dan orang berdosa.  jika merujuk pada Lukas 5: 29 -30. Maka kita melihat dengan tegas bagaimana Allah tahu kondisi kita, dikatakan dalam Lukas 5: 31-32 bahwa kita adalah orang yang sakit / orang yang bersalah atau dalam kita kejadian 1 : 2  dikatakan "bumi belum berbentuk dan kosong". 


Jika kita membuka Skematologi dalam kejadian 1: 3 dikatakan "Allah berfirman jadilah terang ", maka dalam 2 Kor 4: 6 dengan jelas Allah memberikan Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita semua. Karena dalam Yohanes 8:12 Yesus sendiri adalah terang Dunia. maka jika lanjutkan kembali dalam Lukas 15: 3-7, Maka Tuhan Yesus Kristus sendiri menjabarkan atau menerangkan dengan jelas. Bahwa kondisi kita seperti domba yang hilang. Dia tahu bahwa kondisi yang tidak memungkinkan dia mencari Allah. 


Maka dalam Lukas 15: 4, perhatikan Tuhan Yesus Kristus tidak akan memperkenalkan diri kepada domba yang sehat dengan kata lain Yesus tidak datang kepada orang yang sok tahu Taurat atau orang yang sok kenal Firman. Tetapi kepada domba yang mengakui diri tidak mampu dan butuh pertolongan Tuhan atau orang yang mengakui dirinya adalah orang berdosa.  


Perhatikan dalam Lukas 18:13, bagaimana seorang pemungkut cukai ini berdoa kepada Allah dalam perumpamaan Tuhan Yesus Kristus. Ketika Tuhan Yesus Kristus sendiri menyatakan dirinya kepada orang berdosa, Tuhan Yesus kristus juga butuh respon kita seperti halnya Petrus dalam Lukas 5: 8 , tetapi apa yang terjadi dalam Lukas 5 : 10 - 11 ? Tuhan Yesus Kristus tunjukan masa depan kita dan pertanyaan kepada kita apakah kita akan ikut Tuhan atau tidak ?  Menjadi orang banyak yang ikut Yesus saja atau seperti Petrus dan murid Tuhan yang lain ? 


Makanya ketika kita melihat Skematologi hari 1 ( Tuhan memberikan Terang yaitu Tuhan Yesus Kristus ), apakah kita menjadi domba yang hilang atau domba lainnya yang hanya tahu dan kenal Tuhan saja ?  Tentunya ini sangat penting karena lukas 15: 5-6, berbicara bahwa domba yang sakit itu di gendong-NYA dengan hati yang gembira dan bersukacita melebihi domba yang sembilan puluh sembilan. 


Karena pertobatan yang Tuhan Yesus Kristus mau, adalah pertobatan yang sungguh sungguh dan mengetahui bahwa diri kamu adalah orang yang perlu pertolongan Tuhan Yesus Kristus. Maka dengan sukacita dan gembira Dia akan mengenalkan diri-NYA kepada kamu dan akan menunjukan kasih-NYA kepada kamu dengan luar biasa.


Ketaatan akan Firman

Maka kembali kita perhatikan dalam Lukas 15: 8, dibuka dengan satu kata "Atau". Hal ini menunjukan suatu gambaran atau nilai  yang sama dengan lukas 15:3- 7, tetapi perhatikan kata "perempuan" dalam Efesus 5:22-23 berbicara tentang jemaat Tuhan dan " Rumah " dalam Hosea 11:11 dan Hagai 1:4-5 berbicara tentang otoritas dan perlindungan Tuhan 


Maka ketika perempuan yang telah mempunyai 10 dirham, tetapi 1 dirham telah hilang dari padanya di dalam rumah. jika kita bandingkan dengan mazmur 119: 2 -3 Berbicara tentang orang yang mengenal logika Allah yang sangat berharga dalam hidupnya (dirham) , tetapi ada hal yang hilang dalam hidupnya (karena ketidaktaatan) , sehingga tidak lengkap atau yang belum penuh. 


Maka perhatikan dalam Lukas 15: 8, "dia akan menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai menemukannya ? " dan jika bandingkan dalam 2 Samuel 22: 29 dengan jelas dikatakan bahwa kita memohon petolongan Tuhan Dan Roh Kudus untuk memulihkan hidupnya.  Sepeti halnya Daud untuk kembali  sadar dan membersihkan hidupnya, sehingga kita beroleh kebenaran dan Logika Allah yang benar dalam hidupnya. 


jika kita melihat dalam 2 Samuel 11 ,  Daud yang telah mengenal Tuhan Yesus Kristus tetapi melakukan hal yang salah dengan mengambil Batsyebah . Daud telah kehilangan 1 dirham yang berharga, Maka Tuhan Yesus kristus mengutus Natan ( gambaran pelita Allah ) agar Daud kembali mencari dirham yang hilang dengan cermat dengan cara  bertobat kepada logika Allah dan memohon pengampunan.  


Sehingga dalam Lukas 15 : 9- 10, dijelaskan mereka dapat kembali bersukacita karena mereka telah kembali bertobat menjadi satu bagian dengan Allah untu dapat berjalan bersama dengan Tuhan ( H-3).  


melihat keluar dan lupa akan otoritas 

Maka kita lanjut lagi pada Lukas 15: 11, apa yang dikatakan disana? Perumpamaan seorang yang memiliki dua anak laki laki. Tentu saja dikatakan dalam Lukas 15:12 dijelaskan dengan jelas bahwa bungsu meminta harta warisan yang menjadi bagiannya dari bapaknya dan bapaknya pun membaginya harta kekayaannya diantara mereka. 


Jika kita melihat dalam matius 6: 19-21 dan mazmur 119:2-3, dengan jelas dikatakan bahwa harta itu adalah Logika Allah yang diberikan menjadi suatu harta yang berbeda dengan harta duniawi. Karena logika Allah adalah harta yang kekal yang diberikan Allah kepada orang yang tinggal dalam otoritas Allah. 


Ketika anak bungsu ini meminta harta bapaknya, dia meminta apa yang Tuhan Yesus Kristus janjikan kepadanya. Maka Tuhan Yesus Kristus berikan kepada kedua anaknya. Tetapi perhatikan dalam Lukas 15:13, kata "beberapa hari kemudian" ini berbicara dengan beberapa masa yang diberikan dia menjual semua harganya yang adalah bagiannya lalu pergi ke negeri yang jauh. 


Kata "menjual" jika kita lihat dalam Lukas 22: 47-48 Dan matius 27: 3-10 , Hal ini merujuk kepada pengkhianatan dan pilihan orang yang sudah mengenal Tuhan untuk berbalik kepada mamon ( Matius 6:24 ). Mereka melakukan hal tersebut seperti dalam matius 13:5 & 20-21, dimana mereka sudah menerima Firman Tuhan tetapi tidak bertumbuh karena penindasan atau tekanan dan daya tarik dari Dunia yang begitu kita membuat dia menjual Tuhan dan lari dari Tuhan Yesus Kristus. 


Mereka lebih mengutamakan apa yang mereka lihat secara fisik dalam logika manusia. Mereka secara tidak langsung terlena pada kemeriahan yang dunia berikan. Sehingga dengan jelas dalam Lukas 15:13b , dia memboroskan hidupnya dengan foya foya. Hal ini memperlihatkan bagaimana dunia dengan segala logikanya menjebak hidup manusia untuk tunduk dalam sistem dan emosi serta kemeriahannya. 


Maka hasilnya dapat kita lihat dalam Lukas 15:14, dimana tiba waktunya dunia menunjukan taringnya. Pada saat itulah manusia yang tidak dalam perlindungan Allah akan merasakan bahwa mereka jauh dari Allah. Mereka akan mengetahui hidup mereka miskin seperti jemaat di laodekia (wahyu 3:17) , walaupun mereka secara lahiria telah di anggap diri mereka kaya bahkan dihormati dalam bidang rohani . 


Sehingga Lukas 15: 14-16 dengan tegas menyatakan bagaimana keadaannya sehingga anak yang bungsu pun rela melakukan hal hal yang tidak baik atau yang haram. Bahkan sampai dikatakan rela mau makan makanan babi dan tidak seorangpun memberikan dia makan . Disini kita melihat bagaimana dunia begitu kejam kepada orang yang sudah masuk dalam pusaran konspirasi dan sistem yang mereka ciptakan.  Mereka akan terkurung dalam segala kenikmatan dan kedalam sistem yang tidak dapat mereka kendalikan. 


Maka kita lanjut Lukas 15:17-19, ketika keadaan terjepit seperti inilah, manusia baru sadar akan otoritas Allah dan ke-MahaKuasa-an Tuhan Yesus Kristus. Di mana mereka baru merenungkan kembali, bagaimana jika aku kembali kepada Allah atau alangkah indahnya jika aku tinggal dalam rumah Bapa. Inilah yang terjadi, mereka berusaha kembali dan mulai memohon ampun atas segalanya dan berusaha kembali kepada Bapa. 


Kembali dan dikembalikan 

Maka perhatikan dalam Lukas 15: 20-24, ketika kita kembali kepada Tuhan Yesus Kristus, Maka Tuhan Yesus Kristus tidak ragu untuk menyambut kamu kembali. Dia akan kembali memperlengkapi kamu dengan apa yang seharusnya ada padamu sebagai anak Allah.  Maka Tuhan Yesus Kristus sendiri akan berlari dan menopang kamu untuk dapat kembali dalam pelukan Allah ( ingat Lukas 15 : 5) , lalu perhatikan dalam Lukas 15 : 21 -22. Ketika Tuhan Yesus Kristus melihat kamu kembali , dia tidak butuh perkataanmu yang digunakan seolah - olah "merayu" Tuhan Yesus Yesus Kristus. Tetapi Tuhan Yesus Kristus sendiri akan melihat hatimu dan bukti nyata kamu mau kembali kepada Dia dengan sikap yang benar.  


Hal ini dapat kita bandingkan dengan 1 Samuel 16: 6, bagaimana Allah melihat dengan sepenuhnya ke dalam hati manusia yang mau mengenal Tuhan dan memiliki logika Allah dalam hidupnya serta mau berjalan bersama dengan Dia. Hal ini diperlihatkan Daud , bagaimana dia dia buktikan dengan melawan goliat bersama dengan Tuhan Yesus Kristus ( 1 Samuel 17: 45 )


Maka perhatikan dengan sekasama Lukas 15: 22, perhatikan kata " Tetapi "  dalam permulaan ayat ini.  Hal ini menunjukan ketika kita kembali kepada Allah dari "kebodohan" yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus tidak menuntut ini dan itu. Tetapi  Tuhan Yesus Kristus akan memastikan kamu yang telah kembali mau mengenall Allah dan logika Allah , kembali dengan keadaan yang benar benar mau mengenal Tuhan Yesus Kristus  dan logika Allah. Sehingga Dia dapat kembali memberikan kuasa menjadi anak anak Allah. 


Sehingga Lukas 15: 23- 24, bagaimana sukacita Allah ketika mereka dulu sudah mengenal Tuhan Yesus Kristu dan sudah memiliki Logika Allah , ketika melihat dunia ( cita cita , standart hidup , dan sebagainya ) mereka berbalik dan melakukan hal yang membuat Tuhan Yesus  Kristus sedih dan kecewa. Kini telah kembali kepada segala pengenalan dan Logika Allah, harapan Allah  kepada manusia ini jangan kembali meninggalkan Allah dan tunduklah akan segala kehendak Allah. 

 

Kemarahan Sulung dan tahap yang berbeda 

Tetapi perhatikan dalam Lukas 15: 25 - 28 , Tetapi perhatikan ternyata ada yang marah  ketika orang yang telah menjual Tuhan kembali dan malah dibuat pesta oleh Ayahnya. Hal ini membuat sulung sangat marah kepada ayahnya, maka dalam Lukas 15: 28-30, sulung meluapkan hal tersebut kepada Ayahnya. Dengan perbandingan apa yang dia lakukan dengan si bungsu , Dia menyatakan bahwa dia selalu di rumah bapa, melayani bapa, dan turut akan setiap perintah bapa. Pertanyaan sulung " kenapa dia tidak dibuatkan pesta seperti adiknya ?" , Secara logika manusia memang seharusnya anak sulung yang mendapatkan perhatian lebih dari bapa.  Karena dia sudah melakukan yang terbaik dalam melayani bapak. 


tetapi perhatikan perkataan bapa atau ayahnya dalam lukas 15 : 31 -32, perkataan ini sering kali dianggap sepele. kenapa ? karena dari kisah ini orang sering memotong ayat dalam lukas 15:31B yaitu " segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu" . Sehingga orang menganggap anak sulung " bodoh dan iri " karena tidak mengunakan harta bapa atau ayahnya untuk melakukan pesta di rumah bapaknya. 


sehingga banyak gereja, khususnya gereja akhir zaman ini, melakukan atau meniru apa yang dilakukan "si bungsu" ke dalam gereja. Banyak gereja yang memasukan gimik atau acara yang seharusnya tidak perlu seperti stoa dan epikuros ( pelajaran Kisah para rasul 17 ) dalam acara  acara gereja. 


tetapi perhatikan dengan seksama Lukas 15: 31, perhatikan kata "engkau slelau bersama dengan aku ", hal ini menunjukan seharusnya  anak sulung ini mengenal bapanya lebih daripada si bungsu dan kata " segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu" merujuk pada logika atau cara berpikir bapa atau ayahnya.  


hal ini merujuk kepada kita sebagai anak Tuhan yang tetap tinggal dalam Pengenalan akan Tuhan Yesus Kristsu dan logika Allah, sehingga genaplah apa yang dikatakan dalam Filipi 2:5. Seharusnya kita anak anak "sulung" dalam kehendak dan rencana Allah tidak melihat kebelakang seperti istri Lot ( Kejadian 19:26 ). tetapi memiliki pandangan yang benar sesuai dengan kehendak Allah dan hidup sebagai orang yang telah memiliki idenitas Allah ( h-4)  dalam hidupnya. 


Jika nanti kita lanjut ke Lukas 16, kita akan melihat dengan jelas bahwa anak Allah yang hidup dalam pengenalan akan Tuhan Yesus Kristsu dan logika Allah akan bertumbuh dalam pengenalan dan karakter kristus( h-3). Sehingga Ia mendapatkan kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah dan Manusia (Amsal 3: 4) yaitu memperoleh kepercayaan Allah  dalam Hidupnya ( h-5). 


Sedangkan orang yang mempunyai sifat dan mental anak "bungsu" ini ,  akan kembali dari awal untuk mengenal Tuhan Yesus Kristus dan logika Allah, walaupun pada akhirnya anak anak " bungsu" ini akan meminta kepercayaan dari manusia dan bukan dari Allah. Sehingga genaplah Matius 7: 21- 23 , bahwa di hari terakhir Tuhan Yesus Kristus sendiri yang menyataan bahwa Dia tidak mengenal mereka semua ( pembuat kejahatan ). 


Kepercayaan Allah dan kelicikan manusia

Mari ita maju dalam Lukas 16 : 1- 8, dalam perumpaan yang  Tuhan Yesus Kristus berikan kita melihat dengan sangat jelas bahwa sebuah kepercayaan yang Tuhan Yesus Kristus berikan bukanlah kepercayaan yang hanya sekedar,  tetapi kepercayaan penuuh atas keselamatan jiwa seseorang. 


perhatikan dengan seksama dalam Lukas 16: 2, bagaimana seorang yang dipercaya Tuhan Yesus Kristus memiliki mental anak "Bungsu". Ingat kejadian dalam Lukas 15: 13, inilah yang terjadi dan ketika Tuhan Yesus Kristus tuntut pertanggungjawaban atas kepercayaan yang diberikan, Anak "bungsu" tidak dapat berikan secara penuh sehingga Tuhan Yesus Kristus "mencabut" kepercayaan yang diberikan. tetapi perhatikan dalam Lukas 16: 3-4, orang seperti ini akan mencari cara dengan logika manusia mencari berbagai cara dan kesempatan untuk mengumulkan uang, kepercayaan dan bahkan pengikut yang loyal kepada dia.   

 

Maka kita melihat dengan jelas logika manusia  itu menghasilkan sebuah kelicikan manusia untuk dapat simpati dan kesempatan lainnya yng dia buat sehingga dia di copot dari jabatannya karena membela orang itu.  hal ini tentu sangat berlawanan dengan kehendak dan logika Allah,  coba bandingkan Lukas 16: 5- 7 dan 1 Raja raja 3: 16 - 28. 


Maka ada perbedaan yang mencolok atas logika manusia dan logika Allah, Logika Allah hanya menghasilkan kebenaran dan tidak memiliki hal lainnya (murni dan membawa kehidupan), sedangkan Logika manusia hanya menjadi penipu bagi orang yang ikut didalam konspirasi dunia yang dunia buat.  Maka perhatikan lukas 16: 8, anak anak dunia akan lebih cerdik untuk menutupi dosa mereka semua. 


salah satu tugas orang yang dipercaya 

Sehingga peringatan dalam Lukas 16: 9 menjadi sangat penting yaitu bagaimana kita mengunakan kepercayaan yang Tuhan Yesus Kristus berikan yaitu  identitas kita sebagai anak Allah . Sehingga orang yang mendapat kepercayaan dari Allah melaksanakan apa yang menjadi keinginan Allah dan bukan untuk mementingkan kepentingan sendiri. 


Dunia melihat anak Allah dengan logika manusia berdasarkan uang ( mamon yang tidak jujur), tetapi identitas orang yang dapat kepercayaan Tuhan Yesus Kristus seharusnya cukup memberikan  kesaksian dan bisa menarik mereka untuk mengenalkan Kristus . 


Karena orang yang  yang terhilang dan tersesat dalam logika manusia tidak dapat mengerti logika Allah dan hanya melihat bentuk nyata dan fakta itu pun dapat dirubah serta dimanfaatkan oleh kelicikan dunia untuk menahan orang yang mau mengenal Tuhan Yesus Kristus. Tetapi ketika tiba saatnya mereka tidak benar benar sadar akan perangkap dunia ini ( seperti anak bungsu), mereka masih dapat kembali kepada Tuhan Yesus Kristus dengan bantuan kita (yaitu sahabat yang mempunyai identitas Allah) yang Tuhan percayakan untuk kembali memperkenalkan serta mengenalkan Tuhan Yesus Kristus dan logika Allah.    

Kepercayaan, Pelayanan dan pilihan kita 

kita lanjut dalam Lukas 16 : 10, dengan tegas tentunya Tuhan Yesus Kristus menjelaskan , bahwa kepercayaan yang diberikan Tuhan Yesus Kristus  tentunya tidak langsung perkara yang besar. Tetapi kepercayaan yang Tuhan Yesus berikan adalah sedikit demi sedikit yang semakin lama semakin besar. 


tentunya ketika kita belajar dari kitab Yohanes, bahwa semakin kita kenal dengan Allah, maka semakin besar juga perjalan kita dengan Tuhan,  identitas kita, dan kepercayaan yang Tuhan Yesus Kristus berikan kepada orang yang telah memilih untuk setia. ( tentunya kita akan belajar hal ini dalam kitab Yohanes).  


karena jika perkara kecil saja tidak bisa  Tuhan Yesus Kristus percayakan , bagaimana dengan kepercayaan yang besar yang diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus ( yang di dalamnya ada otoritas, kuasa dan kemuliaan Allah).  Hal ini telah kita lihat  dalam Lukas 16: 1- 8 , Bagaimana pada akhirnya mereka mencuri otoritas Allah, kuasa dan kemuliaan Allah lalu di campur dengan logika manusia hanya untuk kebanggan diri sendiri dan status yang disandangnya. 


ini yang Tuhan Yesus Kristus tidak mau, Hal ini dipertegasa dalam  Lukas  16: 11.  jika dalam hal mamon yang tidak jujur atau dengan kata lain kepercayaan orang dunia kepada kamu soal uang saja tidak kamu dapat. Bagaimana kamu mau mendapatkan kepercayaan Allah  untuk menjadi saksiknya bahkan memperoleh kepercayaan penuh dari Allah.


Bahkan dalam Lukas 16: 12, menjadi sebuah kata yang penting yaitu jika kita tidak dapat dipercaya orang lain bahkan Allah, lalu siapa yang akan mempercayakan juga harta dasar kita yaitu keselamatan yang Tuhan Yesus Kristus berikan dari Lukas 15 : 6.  Maka sama halnya dengan si bungsu , bahkan menjadi hal yang tidak baik karena tidak dapat mempertangungjawabkan apa yang telah di terimanya. 


Kesetiaan hanya kepada Allah

Maka kita lihat dalam Lukas 16: 13, kembali menjadi poin penting. kenapa? ketika dalam lukas 16: 12 dijelaskan, maka kita akan mengerti bahwa ketika kita sudah memilih Tuhan Yesus Kristus dan untuk mengenal dia lebih dalam lagi dan segala logikanya. kita tidak bisa berkata " aku pengikut Tuhan Yesus Kristus, tetapi aku  seorang yang mencari uang juga jadi aku gak ke gereja dulu"  atau " aku mengikut Tuhan Yesus Kristus , tetapi ada pemilihan RW , kepala daerah jadi aku gak gereja dulu"


Makanya dengan jelas dikatakan bahwa seorang hamba tidak dapat mengabdi pada dua tuan. Tuhan Yesus Kristus sendiri tidak mau kamu menduakan kehidupanmu untuk hal hal yang tidak  berkenan. karena seperti dalam lukas 15: 13 , Karena dengan manisnya godaan mamon ( bukan hanya uang atau harta tetapi termasuk jabatan dan segala hal) kamu akan berpiir mengunakan logika manusia dan meninggalkan bahkan menjual Tuhan Yesus Kristus yang telah menyelamatkanmu. 


Makanya saat kita mendapat kepercayaan yang Tuhan Yesus Kristus berikan, Tuhan melihat hati seperti halnya Daud. Dia mencari orang orang yang benar benar memilih Dia, benar benar mengenal Dia, benar benar memiliki logika Dia. barulah Dia mau berjalan bersama dengan orang tersebut (H-3)  dan memberikan identitasnya kepada orang itu ( H-4) . 


Bukan hanya orang sekuler tetapi Hamba Tuhan 

Hal ini bukan hanya membuat kita yang belajar segala ketetapan Tuhan menjadi mengerti dan memahami keinginan Tuhan. tetapi membuat orang yang tidak menjalankan kehendak Allah menjadi panas.  Perhatikan dalam Lukas 16: 14 - 16, bagiamana sikap orang farisi yang belajar firman Tuhan sering kali tidak mengerti akan logika Allah dan tidak mengenal Allah. Malah mereka berbalik dan mencemooh apa yang Tuhan Yesus Kristus ajarkan .      


Sehingga  dengan terbuka Tuhan Yesus Kristus berbicara kepada mereka bahwa mereka membenarkan dirinya sendiri dan Tuhan Yesus Kristus tahu isi hatinya. Maka Lukas 16: 15 dengan jelas dikatakan bahwa apa yang dikagumi oleh manusia dibenci oleh Allah. Sehingga dengan demikian kita melihat betapa lebar jurang yang terjadi antara dunia dengan Allah. 


Maka Lukas 16:16-17 menjelaskan lebih lanjut bahwa, ketika Firman Tuhan disampaikan dan mereka mencoba menganggap bahwa mereka sanggup dan mampu serta meremehkan untuk menjalankan Firman Tuhan . Coba bandingkan dengan Matius 11: 12, dengan jelas dikatakan bahwa mereka yang menganggap diri mampu malah menyerongkan Firman Tuhan dan berusaha untuk menguasai dengan logika manusia. 


Tetapi apa yang Tuhan Yesus katakan dalam Lukas 16: 17 dan Matius 5:18 ,dengan keras Tuhan Yesus Kristus  berkata lebih mudah bagi Allah untuk melenyapkan  langit dan dunia  dibandingkan jika logika Allah itu dibatalkan  atau merubah logika Allah dengan logika manusia. Karena kita tahu bahwa Logika Allah adalah kebenaran mutlak dan absolut. 


Maka dalam kitab Yohanes , kita akan belajar bahwa kita yang sudah mengenal Tuhan Yesus Kristus akan berpindah dari hukum Taurat kepada hukum Kasih Karunai, dimana hukum Kasih Kasih karunia itu lebih berat dibandingkan hukum Taurat, tetapi dengan pengenalan dan logika Allah yang telah kita miliki. Allah memberikan Roh Kudus untuk dapat memampukan hidup kita dalam menjalankan segala kebenaran Allah dan berjalan bersama dengan Tuhan Yesus Kristus. 


Lalu Lukas 16: 18, seperti tiba tiba Firman Tuhan patah? Sebenarnya tidak , jika kita melihat dalam Matius 5: 32 dan 1 Korintus 7: 10 -11, hal ini  akan berbanding lurus dengan keluaran 34: 15- 16  dimana Logika Allah menjelaskan bahwa janganlah kita ikut atau bergaul dengan golongan orang yang telah di sebutkan dalam Lukas 16 - 17 tersebut. Tetapi setialah terus kepada Tuhan Yesus Kristus dalam pengenalannya dan Logika Allah , sepeti yang disampaikan dalam FIlipi 3: 16. 


Menjadi Gereja sempurna 

Jadi ketika kita setia dalam kesetiaan kita dalam pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus dan memiliki logika Allah, Maka kita digambarkan seperti Lazarus dalam Lukas 16: 20. Dimana dalam pemandangan dunia, manusia yang mengikuti Allah bentuknya seperti seorang pengemis yang  penuh borok. Sangat berbeda dengan orang yang mengikuti  logika manusia seperti yang dikatakan lukas dalam Lukas 16: 19, dimana seorang yang berpakaian jubah ungu dan kain halus. 


Hal ini menjelaskan bagaimana berharganya orang orang yang punya logika manusia untuk hidup di dalam dunia,  Berbanding terbalik dengan orang yang mempunyai pengenalan akan Allah dan Logika-NYA.  Hal ini yang menyebabkan anak bungsu  dalam Lukas 15: 12 berkata “ berikan harta milikku “ lalu pergi menjualnya. Apalagi kita di akhir pada akhir zaman, dunia akan terus mendesak kita untuk keluar dari logika Allah dan menarik kita untuk masuk dalam sistem dunia dan terus disibukkan atas segala hal yang menjauhkan hidup kita dengan perjalanan kita bersama dengan Allah. 


Jika kita melihat dalam Lukas 16:15 , begitu pula dengan beberapa oknum hamba hamba Tuhan yang hanya berbisnis dengan agamanya (Kis 19;21-40), inilah yang menjadikan manusia yang hidup dalam akhir dari akhir zaman memiliki tekanan yang tidak sedikit dan sangat menguras emosi.  Dimana kita dianggap sebagai lazarus yang tidak berharga dan jijik di mata dunia. Bahkan mereka menganggap Lazarus adalah sebagai orang yang tidak mendapatkan belas kasihan Tuhan Yesus Kristus , berbeda dengan orang kaya ini. Bahkan jika lihat dalam Lukas 16 : 21, bahkan begitu hinanya sampai anjing ( hewan yang dianggap hina seerti dalam Matius 15:26 - 27 )  menjilat boroknya. 


Tetapi perhatikan dengan seksama dalam Lukas 16 : 22-23, maka matilah mereka berdua. Tetapi apa yang mereka dapat  apakah sama dengan kehidupan mereka di dunia ? dengan jelas kehidupan mereka terbalik 180 derajat. Dimana Lazarus duduk di pangkuan Abraham  dan orang kaya ini sengsara di alam maut. 


Maka perhatikan Lukas 16:24- 26, orang kaya meminta pertolongan kepada Abraham untuk memberikan sedikit kesejukan dari kesakitan yang ada. Tetapi Abraham dengan jelas mengatakan bahwa secara detail bahwa apa  yang orang kaya terima adalah upah dari apa yang dia pilih pada saat di dunia, Dia memilih untuk ikut dalam logika manusia yang enak dan sangat diagungkan dalam dunia. Berbeda dengan Lazarus yang memilih untuk setia dalam pengenalan Allah dan Logika Allah yang membuatnya menjadi tidak berharga bahkan di kucilkan dalam dunia, tetapi dia memperoleh Hadiah yang besar yaitu sorgawi. 


Bahkan dengan jelas dalam Lukas 16: 26 bawha batas antara pengikut Tuhan Yesus Kristus dan anak anak manusia ( dunia ) sangatlah jauh dan tidak setipis seperti dalam dunia yang fana ini. Karena logika Allah dan logika manusia memiliki jurang yang sangat berbeda dan memiliki perbedaan yang sangat mendasar. 


Pilihan di tangan kita 

Maka Lukas 16: 27 - 28 dengan jelas permintaan orang kaya itu agar mereka mau datang ke rumah ayahnya dan memperingatkan mereka bahkan dalam Lukas 16: 30 berkata kalo dengan karya Allah dalam muzijat, saudaranya akan bertobat. 


Tetapi perhatikan apa yang dikatakan Abaraham dalam Lukas 16: 28 dan 31, segala sesuatu akan pilihan untuk mengenal Tuhan Yesus Kristus dan logika Allah sudah ada dan sudah tersedia tinggal apakah mereka akan memilih untuk setia dalam berjalan bersama dengan Allah bahkan dapat dipercayaioleh Allah sehingga menjadi gereja sempurna atau  menjadi mempelai Kristus. 


Tetapi kembali, ketika kita memilih mengkiut Tuhan yesus Kristus hanya mau melihat muzijat saja atau melihat sebagai rutinitas atau sebagai sebuah kelengkapan identitas dalam KTP atau sebagai penjaga bisnis saya atau apapun namanya. Maka kembali lihat dalam lukas 15 bahwa apa yang kamu dapat apa yang kamu saksikan hanya sebatas itu saja tidak akan pernah mendapatkan kepercayaan yang sungguh dari Tuhan Yesus Kristus.


Ketika memiliki jabatan tinggi di pelayanan seperti majelis, tua tua sidang atau apapun namanya bukan jaminan kamu memiliki kepercayan dari Tuhan Yesus Kristus, tetapi ketika sikap kita mau mengenal Tuhan Yesus Kristus dan memilliki logika Allah. Maka percayalah ada hal yang Tuhan Yesus Kristus lakukan dalam hidupmu dan walaupun dunia tidak menganggap kamu bahkan seperti lazarus. Tuhan Yesus Kristus yang selalu bersama kamu yang menuntun kamu serta Roh Kudus yag menguasai hidupmu, akan menyatakan kemuliaannya dan otoritasnya di akhir zaman ini .. Kiranya Tuhan Yesus kristus menolong kita semua. Amin 


Dokumen : https://www.scribd.com/document/898700497/Tantangan-Dalam-Menjadi-Gereja-Sempurna


Pelajaran 22 : apa itu kebenaran

Dasar pelajaran : Yohanes 18: 1- 40 

Haleluya, Puji Tuhan
Berterima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus, karena kasih-NYA luar biasa yang bisa kita rasakan sampai hari ini. Hal ini karena Tuhan Yesus Kristus masih memberikan kita kesempatan yang baru untuk kembali belajar kembali segala kebenaran Firman Tuhan yang luar biasa dalam hidup kita, Sehingga kita boleh berjalan lurus dan tidak keluar dari rencana Tuhan Yesus Kristus.  

Pelajaran 20 : Identitas Sahabat Allah

Dasar Pembelajaran Yohanes 16: 1 - 33


Haleluya, Puji Tuhan, karena kasih-Nya kita masih boleh hidup dan masih  boleh belajar sampai saat ini segala kebenaran Firman Allah dan masih diperkenankan untuk melihat segala hal yang tersembunyi di dalam-Nya.



Beberapa Minggu lalu kita telh beajar pada Yohanes 14, kita telah melihat dengan detail bagaimana Allah menunjukan otoritasnya dalam hidup orang percaya. Bahkan kita melihat dengan detail bahwa Allah dalam Tuhan Yesus Kristus menunjukan bagaimana kondisi yang harus dipenuhi ketika kita mulai menjadi orang orang yang dipercayakan untuk mendapatkan keinginan Tuhan Yesus Kristus dan kepercayaan akan jiwa jiwa. 



Sehingga kita melihat dalam Yohanes 14 dan 15, hanya orang yang dengan kondisi Roh Kudus yang penuh akan membawa kita kepada pengenalan akan Allah, Logika Allah, Petumbuhan atau berjalan dengan Tuhan, terang Tuhan dan Kepercayaan penuh yang Tuhan Yesus Kristus berikan untuk menjaga domba domba-Nya. 



Hal ini sangat tidak mudah, bahkan dalam Yohanes 15 kit melihat dengan detail bagaimana menjadi Sahabat Allah berarti kita menjadi musuh bagi dunia, Itu karena kita sudah memiliki warna yang jauh berbeda dengan dunia ini. Maka dalam Yohanes 16 ini dibuka 1 bagian peringatan akan apa yang terjadi dengan Sahabat Allah 

Pelajar 16: hakikat Firman Allah - 2 SMP

Dasar Pembelajaran : Yohanes 12: 12- 50 

Haleluya Puji Tuhan, Hari ini kita belajar lagi Firman Tuhan yang sangat berkuasa atas hidup kita semua. Kita melihat minggu lalu bagaimana kita memiliki sebuah tingkatan yang harus kita lalui dan kita capai sesuai dengan kehendak dan ketetapan Tuhan Yesus Kristus untuk domba - dombanya. 

Dimana domba seharusnya sudah memiliki 1 Mina atau 1 talenta yang harus dia kembangkan dalam hidupnya yaitu kasih Tuhan Yesus Kristus. Mereka harus menunjukan kasih itu kepada semua orang. Ketika kita baru menjadi anak Allah dan naik menjadi murid Tuhan Yesus Kristus selanjutnya menjadi domba Allah, membutuhkan sebuah proses untuk selalu berjalan dengan Tuhan Yesus Kristus dan pimpinan serta pertolongan Roh Kudus atas hidup murid Tuhan Yesus Kristus. Sehingga murid Tuhan Yesus Kristus memperlihatkan perbedaan yang benar benar signifikan dengan orang dunia.  

Pelajaran 9 : Pengenalan akan Logika Allah - Kelas 2 SMP

Dasar Pembelajaran Yohanes 7: 1 -53 


Haleluya, Puji Tuhan Karena kita masih boleh hidup sebagaimana kita ada dan masih boleh kembali belajar akan ketetapan Firman Tuhan Yang luar biasa atas hidup kita. Beberapa minggu lalu kita telah belajar bagaimana tentang Tuhan Yesus Kristus yang adalah Roti Hidup yang diberikan dan menjadi bagian hidup kita. Sehingga kita dapat mengenal Allah dengan benar ( Yohanes 6: 38-40) dan pimpinan penyertaan Roh Kudus ( Yohanes 6: 54 - 56). Sehingga kita mempunyai sebuah perjanjian baru ( Matius 26:28) yang membawa sukacita untuk hidup dalam kasih karunia Allah. 


Ketika kita berbicara pengenalan Allah tanpa memahami apa yang dipikirkan Tuhan Yesus Kristus menjadi sebuah “ kekacauan “ / tindakan yang berbahaya bagi orang yang baru mengenal Allah. Kalau kita ingat kembali dalam Yohanes 2, hal mendasar yang Tuhan Yesus Kristus ingatkan ketika kita awal mengenal Tuhan adalah dengar-dengaran. Karena melalui dengar dengaran, kita akan mengetahui apa kehendak Tuhan Yesus Kristus yang benar dan sesuai dengan kehendaknya. Hal ini diperkuat dalam Ulangan 12:28,  sehingga dengan kita mendengar segala kehendak Allah, kita tidak akan binasa karena kita tidak memiliki pengetahuan apa kehendak Allah ( Hosea 4:6) 

  • Pengenalan dengan Logika Allah yang benar 

Mari kita sambung pembelajaran 7: 1- 2, perhatikan ketika kita mulai mengenal Tuhan Yesus Kristus. Maka perhatikan setelah Tuhan Yesus Kristus berjalan keliling Galilea, Tuhan Yesus Kristus tidak mau tinggal di sana kenapa ? karena disana, orang yahudi mulai “ memburu” atau berusaha untuk membunuh-NYA. Hal ini pun  terjadi juga dalam hidup kita, ketika kita mulai mengenal Tuhan Yesus Kristus dengan benar, Kita akan menjadi target bagi orang orang yang ingin kamu tidak mengenal Tuhan Yesus Kristus dan berbalik kepada mereka. 


Maka perhatikan Yohanes 7: 2, ketika iu dekat dengan hari raya Pondok Daun,  Apa itu hari raya Pondok Daun ? coba kita buka dulu dalam  Imamat  23: 34 dan Ulangan 16: 13-15 , dijelaskan bawah dalam hari raya orang yahudi terdapat 3 hari penting yaitu Hari Paskah, Hari Pantekosta, dan hari Pondok Daun  (nanti kita akan pelajari lebih detail di kisah para rasul 2 )

Bagi orang Israel : Hari Raya Pondok Daun (bahasa Ibrani: sukkōt) adalah perayaan pengucapan syukur bagi Israel atas hasil panen. Perayaan ini berlangsung selama tujuh hari pada bulan purnama di antara bulan September dan Oktober

Bagi Perjanjian baru : Hari Pondok Daun adalah masa pemulihan segala sesuatunya oleh Tuhan Yesus Kristus, atau bisa dikatakan hari kedatangan Tuhan Yesus Kristus. 

Ketika kita belajar Yohanes 7: 2, ini lah rencana Allah yang Tuhan Yesus Kristus sediakan bagi orang percaya yaitu pemulihan segala sesuatunya sehingga manusia kembali dalam keadaanya serupa dan segambar dengan Allah (kejadian 1: 26 ) . Tetapi untuk menjadi serupa dan segambar dengan Allah tidak hanya mengenal Allah saja. 


Tetapi perhatikan dalam Yohanes 7: 3 -5, apa yang dikatakan saudaranya Tuhan Yesus Kristus? Saudara Tuhan Yesus Kristus menyuruh Tuhan Yesus Kristus “Pergilah ke Yudea dan tunjukan diriMu kepada dunia “ apakah ini benar ?


Secara logika manusia ini adalah benar, karena dengan demikian seperti halnya seorang yang ingin terkenal sebuah barang atau kekuatan dalam dirinya. Hal ini juga disarankan oleh murid Tuhan Yesus Kristus karena mereka menganggap Yesus memiliki kekuatan super atau bakat terpendam. Tetapi perhatikan dalam Yohanes 7: 5, Hal itu dilakukan karena saudara-NYA Tuhan Yesus kristus tidak percaya kepada-NYA. 


Ini sangat menunjukan bagaimana bedanya logika Allah dengan logika manusia, logika manusia selalu ingin menunjukan dan menampilkan apa yang dia punya supaya mendapat pengakuan atas segalanya. Tetapi ketika kita ikut logika Allah menjadi orang yang menyerahkan segala kebebasannya kepada Tuhan atau percaya penuh akan berbeda. 


Coba perhatikan Yohanes 7: 6 , apa yang dikatakan waktu-ku belum tiba, ketika kita berbicara waktu, kita melihat dalam Kisah Para Rasul 1: 7 ( tentu hal ini akan menjadi pembelajaran lain). Tetapi secara singkat  kita akan melihat dalam Alkitab tentang  masa dan waktu memiliki perbedaan dimana masa memiliki batas/ periode  atau kurun waktu tertentu tetapi waktu itu selalu berulang. 


Hal ini mempertegas dalam Yohanes 7: 6 , Waktunya Tuhan Yesus Kristus berbeda dengan waktu kita. Apa yang menjadi kebiasaan Tuhan berbeda dengan kebiasaan dan logika manusia.  Dimana dijelaskan bahwa waktu yang belum tiba, berbicara tentang kehidupan yang selalu menyenangkan Allah dan melakukan kehendak Allah dalam hidup-Nya. 


Bahkan jika kita melihat secara nubuatan, Hal ini merujuk kepada pengenapan Allah akan hari Pondok Daun yang sesungguhnya. Dimana pemulihan segala sesuatunya dan orang yang sungguh sungguh percaya masuk Dan turut dalam kebahagiaan tuanmu ( Matius 25: 23) 


Berbeda dengan manusia yang selalu ada waktu, dimana kebiasaan itu dicatat dalam Yohanes 7: 8 yaitu pesta. Hal ini sering kali dianggap sebagai pesta yang biasa, tetapi pesta yang di maksud adalah untuk memuaskan hati dan ego manusia. 


untuk jaman sekarang mungkin adalah hal hal yang digunakan adalah life musik atau dugem atau apapun namanya yang menunjukan diri maupun hidup tidak sesuai dengan kehendak Tuhan Yesus Kristus  . 


Hal ini dipertegas dalam Yohanes 7: 7-8, bagaimana kebiasaan manusia itu dapat diterima oleh dunia. Sedangkan dunia membenci Tuhan Yesus Kristus, karena Tuhan Yesus menyatakan kebenaran Allah dengan logika Allah bahwa kebiasaan manusia yang diterima oleh dunia adalah Jahat. Maka inilah kebebasan yang Tuhan Yesus Kristus berikan, kalo kita tidak memiliki logika Allah dan tetap ingin akan logika manusia. Tuhan Yesus Kristus tidak larang, tetapi Tuhan Yesus Kristus tidak akan ada di sana. 


Dan perhatikan Yohanes 7:9 akhirnya Tuhan Yesus Kristus pun ditinggalkan mereka. Inilah yang terjadi, banyak orang yang ngaku sudah mengenal Allah, tetapi masih saja melakukan atau kebiasaan dunia. Hal ini pun yang secara tidak langsung membuat mereka akan meninggalkan Tuhan Yesus Kristus. 

  • Asumsi manusia akan Pengenalan Allah 

Coba perhatikan dalam Yohanes 7: 10 - 13, ketika mereka telah ke pesta, apakah Tuhan Yesus Kristus ada ? Perhatikan ayat 10b , dikatakan Tuhan Yesus Kristus  datang  juga dan tidak terang terangan ( Tuhan Yesus Kristus mengetahui akan segala hal ) . Dan perhatikan bahwa dalam Yohanes 7: 11, bahwa orang yang kenal Tuhan Yesus Kristus pun mencari dia tetapi apakah mereka temukan Tuhan Yesus Kristus ? tentu saja tidak, apa yang bisa kita temukan dalam pesta itu ? kita akan melihat asumsi atau perkiraan manusia akan Tuhan Yesus Kristus. Ada yang bilang Tuhan Yesus Kristus adalah orang baik, ada yang bilang Dia penyesat. Tetapi perhatikan dalam Yohanes 7: 13, mereka akan berbicara semuanya itu berdasarkan asumsi dan bukan sebuah kebenaran yang absolut. Karena mereka hanya melihat Tuhan Yesus Kristus dibawah rasa takut akan ketidak diakuinya mereka sebagai orang Yahudi.  

  • Siapa Yesus ?

Perhatikan dalam Yohanes 7: 14 dan Yohanes 7: 10, inilah posisi yang diambil oleh Tuhan Yesus Kristus, Dia ada di pesta itu untuk melihat kondisi manusia ( bukan berada dalam pesta itu) tetapi posisi atau sikap Tuhan Yesus adalah ada di Bait Allah dan mengajar di sana.  Inilah posisi yang tunjukan bahwa orang yang mengikut Tuhan Yesus Kristus akan belajar untuk mengenal dia melalui logika Allah yang Tuhan ajarkan. 


Maka perhatikan Yohanes 7 : 15, kenapa orang yahudi heran? Karena Tuhan Yesus Kristus punya pengetahuan yang luar biasa tanpa harus belajar kepada orang orang yang “ terpelajar”.  Inilah yang harus kita tahu kenapa mengenal Tuhan Yesus Kristus dan ajarannya menjadi sebuah hal sangat penting.  Maka kita lanjutkan dalam Yohanes 7: 16 , Bahwa ajaran Tuhan Yesus Kristus bukan berasal dari diri-nya sendiri. Tetapi dari Dia yang telah mengutus aku. Perkataan  ini merujuk kepada Logika Allah, yang ada di dalam Kristus Yesus. Lalu Yohanes 7: 17 berkata “barang siapa mau melakukan kehendak-Nya” atau kata lain siapa yang mengenal Tuhan Yesus Kristus, akan mengenal ajaran ini dari siapa ? apakah Tuhan Yesus mengajarkan logika Allah atau logika manusia. 


  • Logika Allah dan logika manusia 

Maka perhatikan dalam Yohanes 7: 18, Inilah logika manusia dimana sisi logika manusia selalu mencari hormat bagi dirinya sendiri ( seperti yang dikatakan dalam Yohanes 7: 3-5). Tetapi logika Allah mencari hormat untuk Allah sehingga kebenaran yang diajarkan adalah kebenaran Absolut dan tidak ada ketidakbenaran ( ajaran murni ) 


Hal ini dipertegas dalam Yohanes 7: 19 - 20  bagaimana hukum Taurat (Keluaran 20-24) yang merupakan Logika Allah tidak mereka jalankan penuh, tetapi kenapa atas dasar logika manusia mereka mau menghukum Tuhan dengan logika Allah ?  Hal ini sering terjadi  dalam kehidupan manusia saat ini. Dimana seorang menghakimi orang lain dengan “ kata  kata Alkitab “ untuk membenarkan  perbuatan yang salah. Atas dasar ini yang menjadi landasan logika manusia rusak dan kacau serta tidak sesuai dengan logika Allah. Bahkan jika mereka ketahuan ( ayat 20)  yang menggunakan logika manusia, mereka  memutarbalikan semuanya seolah olah mereka yang benar. 


Maka kita lanjutkan Yohanes 7: 21-23 , Karena tidak mengenal Tuhan Yesus Kristus , maka satu perbuatan yang Tuhan Yesus Kristus lakukan membuat orang menjadi heran. Padahal merek sendiri melakukan apa yang menjadi skema / gambaran dari logika Allah.  Seperti dalam hukum yang ditulis Musa untuk bersunat, padahal itulah bukan perintah Allah melainkan sebuah gambaran dalam kejadian 17: 10 dan Imamat 5:9 yang menggambarkan perjanjian baru yang diberikan atas hidup orang percaya. Demikian kejadian dalam Yohanes 5: 9 yang menggambarkan permulaan atas rencana Allah untuk memulihkan manusia agar dapat berjalan dengan Tuhan Yesus Kristus. 


Sehingga dengan tegas dalam yohanes 7: 24, Tuhan Yesus Kristus pun menegur orang yang menggunakan logika manusia untuk tidak menghakimi logika Allah. Tetapi hakimilah seluruh perbuatan yang ada dengan logika Allah yang benar dan adil 


  • Dunia tidak mau menerima Yesus 

Kita lanjut dalam Yohanes 7: 25 -27, hal ini memperlihatkan bagaimana orang yahudi  atau orang kristen yang mulai mengenal Tuhan Yesus kristus tidak memperdulikan ajaran. Mereka sendiri akan bimbang dan mencoba menerima semua hal dengan logika manusia mereka. Mereka akan mencoba melogikakan semua yang ada dengan logika manusia yang mereka telah pelajari. 


Tetapi inilah yang Tuhan Yesus Kristus nyatakan, perhatikan dalam Yohanes 7:28 - 29, secara logika manusia orang akan mengenal kristen bahkan sejarah lahirnya dan perkembangan gereja. Seperti orang yahudi kenal Yesus dan dari mana asal Yesus, mereka akan melihat secara lahiriah dan fakta dunia yang mereka akui. Tetapi tentang logika Allah akan pengenalan Allah dan segala perintah-Nya hanya bisa didapat oleh orang yang benar benar mengenal Tuhan Yesus Kristus, dilengkapi untuk berjalan bersama-Nya.  


Kita lanjut dalam Yohanes 7: 30 - 32, bagaimana mereka berusaha dengan berbagai cara untuk menangkap Tuhan Yesus Kristus, karena mereka mereka pun berpikir hal ini dapat membuat gaduh kondisi dan logika manusia yang mereka telah tanamkan kepada orang banyak. Tetapi perhatikan dalam Yohanes 7:30 dikatakan dengan jelas bahwa tidak seorang pun dapat menyentuh ( melukai atau menangkap ) Tuhan Yesus Kristus, karena saat-Nya / Masa-Nya belum tiba. 


  • Logika manusia tidak akan menyentuh logika Allah  

Perhatikan dalam Yohanes 7: 33-34, secara prospektif dan nubuatan,  inilah rencana Allah yang akan terjadi secara lahiriah dimana Yesus akan pergi ke sorga (kisah para rasul 1: 9). Tetapi secara logika manusia inilah sebuah jurang pemisah yang besar antara logika Allah dan logika manusia, dimana orang yang menggunakan logika manusia tidak akan bertemu dengan logika Allah. 


Hal ini menjadi sebuah hal yang miris karena dalam Yohanes 7: 35, mereka berpikir bahwa mereka dapat menemukan Tuhan Yesus Kristus dimanapun selama Dia ada di dunia bahkan mereka berpikir apakah Tuhan Yesus Kristus akan mengajar ke bangsa lain. 


Maka perhatikan dalam Yohanes 7: 36, apa yang dikatakan ? ketika manusia mencari Tuhan Yesus Kristus dengan logika manusia, jangan pernah berharap akan bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus. Tetapi coba kita baca Matius 7:7 dan Yoh 12:26, tetapi orang yang mencari Tuhan Yesus Kristus dengan logika Allah, Dia akan menemukannya dan berjalan bersama dengan Dia.


  • Logika Allah dan Roh Kudus

Maka kita lanjut dalam Yohanes 7: 37 - 39 dan masih ingat dalam Yohanes 4: 11- 14, inilah menjadi dasar kita orang yang mengenal Allah dan memiliki logika Allah akan memiliki Air Hidup yaitu Roh Kudus. Seperti halnya dalam Yehezkiel 47:1- 12, bahwa mata Air Kehidupan itu akan membawa kita kepada kepenuhan Roh kudus yang penuh dan tidak dapat dipengaruhi oleh apapun ( Zakarin 14:8) akan terjadi pada saat puncak dari perayaan dari pondok daun (H-7) * nanti kita akan belajar lebih detail lagi di pasal selanjutnya.  


  • Logika Allah itu Absolut

Kita lanjut lagi dalam Yohanes 7: 41 - 43, ketika kita berbicara logika Allah, maka segala hal yang didebatkan oleh logika manusia tetapi logika adalah tetap dan absolut. Walaupun secara logika manusia mereka punya nubuatan dalam Mikha 5:1 yang menyebut dan benar benar membuktikan bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Mesias. Dalam hal ini dibuktikan dengan kitab Matius 2: 6, dan tidak dapat dipungkiri lagi.   


Maka perhatikan Yohanes 7: 44 - 46, hal ini membuktikan bagaimana rencana Allah dalam Logika Allah pun adalah sebuah yang kokoh dan mutlak, tidak seorangpun dapat menggagalkannya. Hal ini membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan atas segalanya. 


Kita lanjut dalam Yohanes 7: 47 - 49, kita dapat melihat dengan pasti bagaimana frustasinya / bingungnya logika manusia terhadap logika Allah. Mereka hanya bisa mendapatkan asumsi yang mereka nyatakan sebagai kebenaran dan menggunakan kekuasaan dan otoritas sebagai pembenaran dari kesalahan logika mereka. Tetapi perhatikan Yohanes 7: 50, masih ingat dengan NIkodemus dalam Yohanes 3: 1-2 yang menanyakan tentang dilahirkan kembali. 


Nikodemus yang tahu akan hal kebenaran Allah pun, mencoba menenangkan orang farisi ini dengan mengajak mereka untuk kembali menyelidiki Firman Tuhan (Yohanes 7:51), tetapi apa yang terjadi dalam Yohanes 7: 52 ? orang yang hanya kenal Tuhan Yesus Kristus dan memiliki logika manusia akan terus memegang apa yang dipikirkan oleh manusia berdasarkan asumsi dan tidak benar benar mengenal Tuhan Yesus Kristus. Dan biasanya orang yang memiliki logika manusia yang kuat akan menyatakan dirinya dengan otoritas dan kekuasaan salah satunya  dengan berkata dengan keras dan membodohi orang lain tanpa mengenal dengan benar apa yang terjadi. 


Tuhan Yesus Kristus tolong kita, Agar kita memiliki dasar pengenalan Allah, logika Allah dan Roh Kudus yang memampukan kita berjalan terus bersama Dia. 


Amin      




Renungan Harian Remaja GPdI