Tampilkan postingan dengan label berea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berea. Tampilkan semua postingan

Sejarah, Alegori, Logika, Filsafat, dan Apologetika dalam Kristen

Pendahuluan 

Ketika kita berbicara tentang pengertian atau pandangan akan suatu hal yang menjadi sebuah dasar pengajaran atau dokma, Maka diperlukan banyak hal dan pertimbangan yang sangat mendasar. 

Dari pertimbangan yang ada itu, bukanlah sebuah hal yang sembarangan atau ditentukan secara subjective semata saja. Karena dasar dari sebuah pengertian adalah mencari sebuah kebenaran. Apalagi kita berbicara tentang perkenanan dan logika Allah yang tidak dapat dan diartikan sebagaimana logika manusia.

Dari beberapa pandang yang ada pun, terkadang tanpa pengertian menyebabkan sebuah perspektif yang berbeda. Bahkan  dari perspektif tersebut, menimbulkan pemahaman yang berbeda jauh dari apa yang seharusnya menjadi dasar sebuah pengertian yang sesungguhnya. 

Ini yang menjadi titik krusial dan sangat berbahaya, karena ini akan memiliki banyak pemahaman yang cukup melebar dari apa yang seharusnya. Sehingga pengajaran tersebut menjadi salah pengertian,seperti halnya garis lurus yang melenceng 1 derajat tidak akan titik dari ujung garis tersebut. 

Hal ini terkadang dianggap ringan bahkan tidak terlalu dipermasalahkan, karena berdasar kepada anggapan bahwa semua punya sudut pandang sendiri dan punya latar belakang yang berbeda. Disini lain, hal ini dianggap sebuah pendalaman pengertian yang lebih absurd, sehingga hanya dimaknai sebagai sebuah alegori dan filsafat tingkat lanjut dalam sebuah pengertian. 

Jika kita merujuk pada kebenaran Firman Tuhan, maka apa yang dikatakan dalam Matius 5:18 bahwa satu iota atau titik  pun tidak akan ditiadakan dari hukum taurat, sebelum semuanya terjadi. Ini menunjukan kosistensi Allah dalam logika Allah yang jelas dan absolute.  Dimana satu titik menjadi sangat krusial dalam sebuah aturan bahkan pengertian akan aturan itu. 

Maka jelas dengan merujuk pada ayat tersebut kita melihat sebuah titik atau ujung ketegasan Allah. Bahkan jika memang harus di alegorikan, Maka ada syarat atau kekhususan tertentu menjadi patokan dasar akan hal tersebut. Atas dasar tersebut, Maka ada lima ketetapan yang menjadi dasar sebuah petunjuk untuk mengerti akan segala maksud dan kehendak Allah yang benar, yaitu : sejarah , alegori ( pengertian / penggambaran), logika, filsafat, dan apologate ( pertanggung jawaban iman).  Sehingga kita akan mempelajari akan hal ini dalam kesempatan ini. 

Sejarah

Jika kita melihat dalam pengertian kamus besar, sejarah adalah sebuah catatan yang tertulis maupun tidak yang menjelaskan sebuah kejadian yang telah terjadi dan menjelaskan asal mula keadaan saat ini dan mungkin akan datang.

Walaupun demikian secara umum, sejarah diakui oleh logika manusia sebagai sebuah fakta yang otentik yang tidak bisa diubah, walaupun dirubah akan tetap diakui sebagai kebenaran semu manusia. Dikatakan sebagai kebenaran semu, karena dalam pembentukan sejarah terdapat banyak distorsi atau konspirasi di dalamnya yang mengubah kenyataan yang ada. 

Hal ini dapat terlihat dalam beberapa catatan sejarah dunia dan dengan jelas dituliskan oleh logika Allah dalam kebenaran absolute. Jika merujuk pada Matius 28: 11-15 Dan beberapa ayat dalam kitab lainnya , terlihat dengan jelas bahwa distorsi atau konspirasi ini bukanlah barang baru dan sebuah hal yang dibuat buat. 

Tetapi dari sejarah kita melihat bagaimana karya Allah dalam rencana-NYA dan pekerjaan-NYA, tetap nyata dan bertahan dalam kondisi yang paling tidak enak sekalipun . Kerena kebenaran Allah adalah kebenaran absolute yang pasti dan pasti menyatakan kebenaran yang sebenar-benarnya. 

Sehingga jika kita melihat sejarah dalam lingkup kebenaran Allah, maka kita akan melihat kedasyatan Tuhan Yesus Kristus atas segala hal yang terjadi dan bagaimana pekerjaan Allah nyata atas kebenaran semu manusia.

Alegori 

Jika kita melihat dalam kamus besar, alegori adalah penggambaran akan sebuah pengertian yang lebih luas akan sejarah atau bentuk dan pola yang ada. Hal ini menjadi dasar beberapa ilmu pengetahuan manusia untuk mengembangkan sebuah metode atau pembelajaran akan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di dunia.

Memang tidak mudah kita mempelajari alegori ini dan biasanya hanya orang tertentu yang dapat mempelajari hal ini. Kalau secara pendidikan akademis biasanya mereka yang belajar sampai dengan strata tiga ( PhD maupun Professor). Karena alegori ini akan merujuk kepada sejarah yang ada, seperti dalam ilmu pengetahuan , budaya dan sejarah yang ada. 

Mungkin salah satu  frasa alegori adalah sejarah purbakala manusia ada gambaran sesuatu yang besar yang dapat mengubah keadaan dan kondisi. Hal ini merujuk pada gambaran manusia terhadap sesuatu yang dianggap "allah"dalam agama yang dipercaya penceritaannya dalam agama sejarah dan budaya di dunia. 

Tetapi bagi kebenaran Allah berbeda dengan kebenaran manusia, adalah sebuah kekhususan yang luar biasa. Karena Tuhan Yesus Kristus sendiri yang menyatakan dan memberikan pengertian atas penggambaran dari apa yang terjadi atas rencana dan pekerjaan Allah serta nubuatannya. Hal ini dapat terlihat Perjanjian Lama dan Baru dalam Alkitab,  bagaimana Tuhan Yesus Kristus menyatakan segala alegori dalam Perjanjian Lama dan memberikan nubuatannya dalam Perjanjian Baru. 

Hal ini membuktikan bahwa sebuah alegori akan kebenaran Allah menyatakan sebuah kebenaran yang absolute. Dimana kebenaran itu kekal dan tidak akan tergoyangkan apapun. Terlebih kita melihat dalam kitab Wahyu bahwa Allah adalah Alfa dan Omega. Tuhan Yesus Kristus adalah yang awal Dan yang akhir, Sehingga penggambaran akan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru memiliki sifat yang sama yaitu absolute. 

Dan ketika kita mulai mempelajari hal ini, khususnya kita yang membahas secara mendetail akan sejarah dan alegori ini akan menemukan sebuah gambaran utuh akan kehendak , rencana dan pekerjaan  Allah yang berlaku dahulu, sekarang dan sampai masa yang akan datang. 

Tetapi yang menjadi penting bagi orang percaya, bahwa bukan masalah alegori dan sejarah yang menjadi sebuah kekuatan untuk memahami kehendak Allah dan logika Allah tetapi hubungan kita sendiri dengan pribadi Tuhan Yesus Kristus yang hidup menjadi landasan dasar akan pengenalan dan mengenal akan segala kehendak, rencana dan pekerjaan Allah dalam kuat kuasa Roh Kudus. 

Memang tidak mudah dan terkadang orang yang strata atau pengetahuan atau ilmu atau intelektual yang tinggi belum pasti akan mengenal Tuhan Yesus Kristus. Karena  dasar dari pengenalan dan pemahaman  itu adalah hubungan Allah dengan manusia (umat-NYA {anak anak Allah} , murid, domba, sahabat dan anak Allah). 

Logika 

Jika mengacu pada kamus besar , logika adalah cara berpikir seseorang yang memberikan sebuah pemahaman akan sebuah kebenaran. Logika yang benar menurut orang itu kebenaran tersebut sesuai dengan kerangka berpikir yang benar dan prinsip atau kaidah yang telah menjadi patokan hidup. 

Logika manusia merupakan sebuah perjalanan panjang cara berpikir manusia yang diajarkan, dipelajari, bahkan dipahami  dari sejak lahir hingga pada akhir hidupnya.  Hal ini sepadan dengan apa yang terjadi pada kejadian 3 dimana jika dilihat secara gambaran bahwa ular merayu manusia agar mau memakan buah itu.  Tetapi jika kita lihat lebih jeli dan mengunakan kacamata dari alegori, apa yang dikatakan oleh SI ular adalah sebuah logika yang menjadi dasar manusia berpikir saat ini. 

Dimana logika manusia selalu berpikir untuk mendapatkan apa yang mereka tidak punya dalam hidup dan menarik buat mereka ( dalam hal ini :kekuatan, kuasa dan otoritas). Bahkan jika lihat dalam kejadian 3, sebenarnya logika manusia itu berlawanan dengan logika Allah yang terdapat dalam kejadian 1 dan 2. 

Hal inilah yang menjadi dasar menjadi seorang anak Tuhan itu berarti merubah logika dasar manusia menjadi logika Allah ( ketaatan akan segala hal dan setia dalam segala perkara).  Memang tidak mudah dan memang tidak masuk akal manusia, karena manusia sudah menerima logika manusia sejak lahir dan sekeliling mereka memahami logika manusia itu. 

Bahkan jika kita melihat dalam suratan Ibrani 10: 16, Maka dengan jelas bahwa logika Allah  adalah berasal dari pengenalan akan Yesus Kristus dan segala pengajarannya. Karena kita mendapatkan logika Allah dari pengenalan Tuhan yang sungguh dan hukum hukumnya yang benar. 

Lalu apakah logika Allah akan membuat orang percaya memiliki sisi ke"aneh"an dari kehidupannya? Dalam Galatia 5:23 dengan jelas bahwa secara lahiriah, tidak ada hukum yang akan menentang logika Allah. Tetapi  logika Allah berbicara tentang pembeda atau berbeda dengan logika manusia. 

Maka logika ini yang sering dikatakan oleh para "petinggi " gereja adalah Iman seorang percaya adalah Iman rasional. Di mana Iman yang benar akan mengerjakan pekerjaan Allah dan masuk akal menurut Allah, karena standard pemikirannya adalah Allah. 

Allah sanggup mengadakan segala hal yang sesuai seturut kehendak dan rencana-NYA. Dan bukan berdasarkan ukuran standard manusia dalam logika manusia yang terbatas. Inilah menjadi dasar pemikiran jika kita berbicara filsafat Allah, memikirkan segala pekerjaan Allah atas dasar logika yang telah orang percaya pahami. 

Filsafat

Ketika kita melihat kamus besar, Filsafat adalah sebuah pemikiran yang di dapat dari kerangka berpikir dalam alur logika atas apa yang terjadi. Biasanya apa yang tidak bisa di bahasakan dalam dunia ilmu pengetahuan akan coba dipikirkan dan dipahami sebagai sebuah kepercayaan dan pemahaman akan sesuatunya. 

Hal ini sejalan dengan logika manusia yang terbatas akan kebenaran semu, akan melihat hal yang di luar logika mereka  akan berbicara tentang kekuatan yang luar biasa di luar hidup mereka. Dari pada itu para pencari ilmu pengetahuan berlomba lomba membuktikan apa yang belum terbaca dalam nilai ilmu pengetahuan dengan idiologi multiverse, dreamlife, dan masih banyak lagi. 

Memang tidak mudah untuk berbicara tentang filsafat untuk ornag awam, apalagi kalo kita berbicara tentang Filsafat Allah yang sangat luar biasa akan memutuskan segala sesuatunya. Salah satu filsafat Allah yang terkenal dalam Firman Allah adalah Salomo menyatakan  keputusan  Allah untuk membelah anak menjadi dua dalam 1 raja - raja 3: 16-28. 

Dalam perjalanannya, banyak filusuf yang mengajar mengatasnamakan ketetapan Allah tanpa mengenal Allah dan memahami dan melakukan kehendak Allah. Sehingga di sadari atau tidak, terjadi banyak pergeseran doktrin dan dogma pada diri gereja dan orang Kristen. Sehingga ini menjadi masalah yang cukup serius dalam gereja saat saat ini. 

Tanpa memahami logika Allah, mereka berbicara tentang perkenanan Allah akan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Tetapi disisi lain, dengan mengenal dan memahami kehendak Allah serta dilihat mengunakan sisi alegori dan filsafat, kita akan sangat mengucapkan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus. 

Karena hal ini memang harus terjadi dan kesudahan akan dunia ini akan menjadi nyata seturut kehendak dan rencana-NYA bagi logika manusia yang mempertahankan kebenaran semu.  Sehingga pada akhirnya Allah menyatakan kemuliaanNYA dalam kehidupan semua orang. Dan kiranya Tuhan Yesus Kristus menolong kita semua, karena dengan dasar atas semuanya ini kita baru bisa berbicara tentang apologet ( pertanggung jawaban Iman orang percaya). 

Apologetika

Berdasarkan kamus besar, Apologetika atau apologet adalah sebuah "ilmu" yang mempelajari segala hal yang berkaitan dengan pertanggung jawaban Iman atas  segala macam tuduhan atau potongan pendapat akan sesuai yang menyangkut dengan kepercayaan . 

Inilah hal yang paling susah dan paling komplek sebenarnya, dimana ketika kita telah mengenal Allah dan melakukan segala kehendanya, Maka pasti tahapan dalam hidup orang percaya ( skematologi Minggu penciptaan) akan diharapkan dengan masalah atau setidaknya tuduhan dalam pikirannya akan suatu hal yang tidak mereka mengerti. 

Tetapi perhatikan dalam Lukas 12:12, dimana Roh Kudus dalam kuat kuasa-NYA akan mengajarkan kita apa yang harus kita katakan. Tentunya jika secara filsafat dan alegori, ini bukanlah "ilmu" yang harus dipelajari melainkan pengenalan Tuhan  dan pengajaran yang harus dipahami serta dilakukan dalam kehidupan orang percaya. 

Sehingga kita mendapatkan sebuah kesimpulan dasar bahwa pertanggung jawaban Iman adalah kehidupan orang percaya yang sepenuhnya untuk kemuliaan Allah. Sehingga ketika kita bicara apologet dalam lingkup sejarah, alegori, logika dan filsafat, Maka kita berbicara skematologi Minggu penciptaan hari ke 7) . Dimana kita pertanggung jawabkan semuanya di hadapan Tuhan Yesus Kristus Sehingga pertanyanya : 
  • Apakah kita berjalan dengan Tuhan Yesus Kristus, 
  • Apakah kita memilih memberikan hidup kita sepenuhnya untuk Tuhan Yesus Kristus, 
  • Apakah pikiran kita sama dengan pikiran Tuhan Yesus Kristus, 
  • Apakah kita terpilih menjadi sahabat Tuhan Yesus Kristus,
  • Dan terakhir apakah kita diakui oleh Tuhan Yesus Kristus sebagai anak seperti dalam Wahyu 21:7 
Tuhan Yesus Kristus sudah memberikan kita kemenangan penuh (1 korintus 15:57) , sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya diberikan kuasa menjadi anak anak Allah ( Yohanes 1:12 ), tetapi dalam perjalanannya semuanya akan diuji dan teruji Sehingga di akhir zaman. Dan  orang benar yang bersama dengan Tuhan Yesus Kristus akan menang bersama Tuhan Yesus Kristus dan diakui oleh Allah sebagai orang yang mendapat bagian dalam kerajaan Allah ( Wahyu 21:7) 

Puji Tuhan, kiranya kita semua semakin senang untuk mengenal Tuhan dan mengerti serta melakukan kehendak Tuhan . Roh Kudus tolong kita semua, Tuhan Yesus Kristus memberkati selalu


Renungan Harian Remaja GPdI

Pelajaran 15B : Kuasa Roh dan Buah Roh ( Talenta dan Mina) - smp 2

Haleluya Puji Tuhan, 
kita bertemu lagi sebagaimana kasih karunia Tuhan dalam hidup kita semua. Puji Tuhan karena dalam kesempatan ini kita masih boleh sedikit belajar dari ketetapan Firman Tuhan. 

Minggu lalu kita telah melihat, Bagaimana Maria membawa minyak Narwastu baru yang sangat wangi dan sangat mahal harganya dan minyak itu diberikan kepada Tuhan Yesus Kristus. Tetapi sebelum memberikan minyak tersebut Maria menangis di kaki Yesus, menyeka air matanya dengan rambutnya dan mencium kakinya lalu meminyaki kepada dan kaki dengan minyak Narwastu. 

Pelajaran 15 A : Kristus , Sebagai Tamu - SMP 2

Dasar pembelajaran : Yohanes 12: 1 - 11 

Haleluya, Puji Tuhan  
Kita kembali belajar kembali kebenaran Firman Tuhan Yeng luar biasa buat kehidupan kita.  Dimana ketika kita belajar Firman Tuhan, kita semakin mengerti ke mana arah dari tujuan orang percaya. Apakah orang percaya hanya biasa saja ? atau orang percaya punya tahapan yang harus kita capai ?

Dari beberapa minggu lalu kita terus belajar bagaimana Tuhan Yesus Kristus membentuk hidup kita untuk mencapai tujuan. sehingga kita dapat mencapai  pengenalan Tuhan Yesus Kristus penuh dan utuh sehingga menjadi manusia baru yang mendapatkan kebangkitan dan hidup kekal ( Wahyu 20:5 -6). 

Pelajaran 10 : Kristus, Anak Allah - SMP 2

Dasar Pelajaran : Yohanes 8: 1- 51 

Haleluya, Puji Tuhan ... Kita kembali lagi dalam pelajaran FIrman Tuhan. Banyak hal telah kita lewati dan kita telah melewati beberapa pelajaran dasar dan telah sampai mencapai titik tertentu yang mengharuskan kita menyelidiki hati kita apakah kita hanya tahu, kenal atau benar benar mengenal Tuhan Yesus Kristus ? Sehingga  beberapa minggu lalu kita menutup pelajaran kita dengan pertanyaan Tuhan Yesus Kristus  kepada murid muridnya dan pertanyaan itu untuk kita " Siapakah Aku ( Tuhan Yesus Kristus) menurut kamu ?" 

Pertanyaan ini bukan main-main tetapi penegasan bahwa siapa Tuhan Yesus Kristus dan apa yang akan kamu berikan untuk Dia. Hal ini membawa kita kepada tingkatan atau level selanjutnya dalam kita berjalan bersama Tuhan Yesus Kristus. 

Pada Yohanes 7 kita telah belajar tentang pengajaran Tuhan Yesus Kristus yang menarik garis tegas tentang perbedaan antara murid Tuhan dan orang yang hanya kenal dan tahu saja. Di sini kita melihat bahwa menjadi seorang murid Tuhan Yesus Kristus bukan hanya berbicara kuasa tetapi tentang pengajaran yang benar.  Kenapa Demikian ? Seperti Hosea 4:6 , Mengenal Tuhan Yesus Kristus bukan hanya sekedar kenal Tuhan Yesus Kristus.  Tetapi tahu detail apa perintah Tuhan seperti halnya dalam kejadian 3 bagaiman Hawa disesatkan oleh ular. karena tidak memahami secara detail apa maunya Allah. Maka dalam 2 timotius 3 :12-13 dengan jelaskan, Bahwa jika kita mengikut Tuhan Yesus Kristus memang tidak enak tetapi lihat apa yang terjadi di sekeliling kita? yang jahat bertambah jahan dan mereka menyesatkan dan disesatkan. Inilah yang menjadi perhatian dalam hidup kita mengenal Tuhan Yesus Kristus. 

Overview of The Book of the REVELATION - Zay Zeen

Why Should We Care About The Book of the REVELATION?
  • Two of the seven principles of Christ deal with the resurrection of the dead in Christ and eternal judgment.
  • Nearly half of the books of the Bible address occurring events in the last days.
  • Jesus tells us to watch and be on guard.
  • A number of Jesus’ parables address his Second Coming.
  • John the apostle says that we would be blessed if we read the prophecy of the Revelation.
  • What we believe about the last days will affect how we approach life and our walk with Christ in light of the judgment we’ll receive for our deeds when he returns.
  • What we know and understand about the last days can prepare us to be discernible and effective witnesses in that time.
  • What we know and understand about the last days can prepare us to be able to discern the lies and deceit of the antichrist.
  • What we know and understand about the last days can determine which category of Christians we’ll be part of in those days.

      Hari ketujuh : Hari Pemberhentian - Skematologi Minggu Penciptaan

      Haleluya, inilah hari terakhir dalam minggu penciptaan yang Tuhan Yesus berikan untuk menciptakan langit dan bumi. Mari kita baca bersama dalam kejadian 2: 1-3 dikatakan demikian “ Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh  telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya,  karena pada hari itulah Ia berhenti  dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.”  Haleluya…  inilah dimana Tuhan Yesus Kristus menyelesaikan segala penciptaannya dan memberkati hati serta menguduskannya.  Maka hari ke Minggu / hari ketujuh manusia berisirahat dari segala pekerjaannya dan beribadah kepada Tuhan Yesus Kristus.


      #Materi_Pelajaran_Alkitab : 1-3 yohanes

      Kitab 1-3 Yohanes  merupakan Kitab  yang di tulis oleh Rasul Yohanes kepada jemaat Filadelfia  menerangkan sifat Allah  dan roh antikristus yang sangat berbeda ini pun menjadi  peringatan yang penting kepada orang orang percaya  di Filadelfia terhadap ajaran yang tidak benar

      dalam kitab Yohanes juga menerangkan  bagaimana kehidupan rohani yang sehat dan persekutan dengan Allah dengan benar sehingga menghasilkan prilaku untuk bekerja dengan benar dan tidak terbawa arus untuk melakukan hal hal yang jahat dan tidak berkenan kepada Allah. sehingga  sebagai orang percaya  memiliki kriteria yang jelas di dalam pengenalannya kepada Tuhan.


      Pengajar : Pdt. Ronald Tamba
      GPdI Ketapang 2017 CopyRight


      Selamat Belajar

      #Materi_Pelajaran_Alkitab : Kitab Yudas

      Kitab Yudas merupakan  Kitab  yang berisi  tentang  peringatan dan  meneguhkan untuk  orang orang percaya agar tetap  mempertahankan Iman dan tetap setia kepada Tuhan serta melakukan kehendak Tuhan

      Kitab ini di tunujukan kepada orang orang yang percaya di daerah Ditunjukan untuk 12 suku Israel di luar palestina agar selalu percaya dan setia kepada Tuhan terlebih dari pengajaran pengajaran yang tidak benar dan keluar dari Firman Tuhan .

      Penganjar : Pdt. Desima Pangaribuan
      GPdI Ketapang 2017 CopyRight



      #Materi_Pelajaran_Alkitab: Surat untuk Jemaat Kristen Helenis (Yahudi - Kristen)

      Surat ini di tujukan untuk anak anak Tuhan kebangsaan Yahudi ( Kristen Yahudi - atau orang Yahudi yang terima Tuhan disebut Kristen Helenis).

      Ada 9 Surat untuk orang Yahudi yang percaya kepada Tuhan : Ibrani - Wahyu. Wahyu termasuk dalam surat dan bukan kitab. Karena di tunjukan kepada anak anak Tuhan/ 7 Jemaat) . Sedangkan untuk non Yahudi terdapat dalam kitab non Yahudi ( kitab paulus ) - 13 kitab dan untuk orang Yahudi ( Kristen Helenis) - 9 kitab, sehingga total 21 Surat yang baru dapat dinyatakan bahwa kitab umum - istilah Am. Cara penulis dan penyampainya akan berbeda dengan Surat surat paulus - Surat kepada orang non Yahudi.

      Untuk Surat Ibrani:
      Surat kepada orang Ibrani: untuk benih Abraham yang lahir dari Sarah - keturunan anak perjanjian (Ishak) yang ada di Yerusalem / antiokia . Nanti di kitab Galatia akan belajar bahwa hagar dilambangkan ibu palsu. Keturunan Abraham sebenarnya memiliki 8 cabang : Sarai ( 1 anak) , Hagar ( 1 anak) , Ketura ( 6 anak). Sebenarnya tidak semua orang Israel adalah orang Ibrani. Ibrani adalah kelompok paling kecil dari bangsa Israel, benih Abraham yang bener benar dari Sarai (Filipi 3:5).

      #Materi_Pelajaran_Alkitab :Pelayanan Pemberitaan Injil

      PENDAHULUAN

      Siapa Pemberita Injil ??
      “Dan Ialah yang memberikan ...Pemberita-pemberita Injil – Efesus 4:11.
      “Filipus, Pemberita Injil itu” – Kis 21:8-10.
      “Lakukanlah pekerjaan Pemberita Injil – 2 Tim. 4:5
      Kita sekarang masuk dalam pelayanan Pemberita Injil.

      Bahasa Yunani dalam PB:
      Euaggelizo = mengumumkan berita atau kabar baik – ini berbicara tentang PELAYANAN Pemberita Injil – Mat. 11:5; Luk. 1:19; 2:10; 8:1; 16:16; Kis. 8:4, 12, 25, 35, 13:32; Efe. 2:17.
      11 kali dipakai dalam Matius dan Lukas, bahkan 45 kali dipakai dalam PB.