Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Skematologi hari ke 1. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Skematologi hari ke 1. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Tantangan dalam menjadi gereja Sempurna

Dasar pembelajaran : Lukas 15 - 16 


Halleuya, Puji Tuhan

Adalah sebuah sukacita, jika kita terus belajar FIrman Tuhan tidak henti sampai kita mengenal Allah dengan benar dalam pandangannya.  Hari ini kita akan melihat lebih dalam kehidupan kita, bagaimana kita harus mengisi setiap kekosongan hidup kita agar kita menjadi satu bagian Allah yang sempurna dan termasuk dalam bilangan anak anak Allah . Tentunya kita telah belajar tentang " Skematology " yang membawa kita melihat bagaimana kita harus memiliki pengalaman yang bertahap dan benar sehingga kita dapat bertumbuh pada jalur yang benar. 


jika dalam perjanjian lama, khusunya kejadian 1, kita melihat bagaimana Allah berperan dalam menunjukkan Rencana Allah yang sempuna melalui perlambangan atau gambaran dari penciptaan, Hal ini kembali dipertegas juga dalam lukas 15 -16 dalam perumpaan yang dikatakan oleh Tuhan Yesus Kristus kepada orang farisi dan ahli Taurat yang dibilang memahami Taurat Tuhan, tetapi tidak mengerti maksud Tuhan Yesus Kristus dalam Taurat itu. 


Mengenal Allah dengan benar 

Mari kita baca dalam Lukas 15: 1-2, di sekeliling Tuhan Yesus Kristus pada saat itu terdapat para pemungut cukai dan orang berdosa.  jika merujuk pada Lukas 5: 29 -30. Maka kita melihat dengan tegas bagaimana Allah tahu kondisi kita, dikatakan dalam Lukas 5: 31-32 bahwa kita adalah orang yang sakit / orang yang bersalah atau dalam kita kejadian 1 : 2  dikatakan "bumi belum berbentuk dan kosong". 


Jika kita membuka Skematologi dalam kejadian 1: 3 dikatakan "Allah berfirman jadilah terang ", maka dalam 2 Kor 4: 6 dengan jelas Allah memberikan Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita semua. Karena dalam Yohanes 8:12 Yesus sendiri adalah terang Dunia. maka jika lanjutkan kembali dalam Lukas 15: 3-7, Maka Tuhan Yesus Kristus sendiri menjabarkan atau menerangkan dengan jelas. Bahwa kondisi kita seperti domba yang hilang. Dia tahu bahwa kondisi yang tidak memungkinkan dia mencari Allah. 


Maka dalam Lukas 15: 4, perhatikan Tuhan Yesus Kristus tidak akan memperkenalkan diri kepada domba yang sehat dengan kata lain Yesus tidak datang kepada orang yang sok tahu Taurat atau orang yang sok kenal Firman. Tetapi kepada domba yang mengakui diri tidak mampu dan butuh pertolongan Tuhan atau orang yang mengakui dirinya adalah orang berdosa.  


Perhatikan dalam Lukas 18:13, bagaimana seorang pemungkut cukai ini berdoa kepada Allah dalam perumpamaan Tuhan Yesus Kristus. Ketika Tuhan Yesus Kristus sendiri menyatakan dirinya kepada orang berdosa, Tuhan Yesus kristus juga butuh respon kita seperti halnya Petrus dalam Lukas 5: 8 , tetapi apa yang terjadi dalam Lukas 5 : 10 - 11 ? Tuhan Yesus Kristus tunjukan masa depan kita dan pertanyaan kepada kita apakah kita akan ikut Tuhan atau tidak ?  Menjadi orang banyak yang ikut Yesus saja atau seperti Petrus dan murid Tuhan yang lain ? 


Makanya ketika kita melihat Skematologi hari 1 ( Tuhan memberikan Terang yaitu Tuhan Yesus Kristus ), apakah kita menjadi domba yang hilang atau domba lainnya yang hanya tahu dan kenal Tuhan saja ?  Tentunya ini sangat penting karena lukas 15: 5-6, berbicara bahwa domba yang sakit itu di gendong-NYA dengan hati yang gembira dan bersukacita melebihi domba yang sembilan puluh sembilan. 


Karena pertobatan yang Tuhan Yesus Kristus mau, adalah pertobatan yang sungguh sungguh dan mengetahui bahwa diri kamu adalah orang yang perlu pertolongan Tuhan Yesus Kristus. Maka dengan sukacita dan gembira Dia akan mengenalkan diri-NYA kepada kamu dan akan menunjukan kasih-NYA kepada kamu dengan luar biasa.


Ketaatan akan Firman

Maka kembali kita perhatikan dalam Lukas 15: 8, dibuka dengan satu kata "Atau". Hal ini menunjukan suatu gambaran atau nilai  yang sama dengan lukas 15:3- 7, tetapi perhatikan kata "perempuan" dalam Efesus 5:22-23 berbicara tentang jemaat Tuhan dan " Rumah " dalam Hosea 11:11 dan Hagai 1:4-5 berbicara tentang otoritas dan perlindungan Tuhan 


Maka ketika perempuan yang telah mempunyai 10 dirham, tetapi 1 dirham telah hilang dari padanya di dalam rumah. jika kita bandingkan dengan mazmur 119: 2 -3 Berbicara tentang orang yang mengenal logika Allah yang sangat berharga dalam hidupnya (dirham) , tetapi ada hal yang hilang dalam hidupnya (karena ketidaktaatan) , sehingga tidak lengkap atau yang belum penuh. 


Maka perhatikan dalam Lukas 15: 8, "dia akan menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai menemukannya ? " dan jika bandingkan dalam 2 Samuel 22: 29 dengan jelas dikatakan bahwa kita memohon petolongan Tuhan Dan Roh Kudus untuk memulihkan hidupnya.  Sepeti halnya Daud untuk kembali  sadar dan membersihkan hidupnya, sehingga kita beroleh kebenaran dan Logika Allah yang benar dalam hidupnya. 


jika kita melihat dalam 2 Samuel 11 ,  Daud yang telah mengenal Tuhan Yesus Kristus tetapi melakukan hal yang salah dengan mengambil Batsyebah . Daud telah kehilangan 1 dirham yang berharga, Maka Tuhan Yesus kristus mengutus Natan ( gambaran pelita Allah ) agar Daud kembali mencari dirham yang hilang dengan cermat dengan cara  bertobat kepada logika Allah dan memohon pengampunan.  


Sehingga dalam Lukas 15 : 9- 10, dijelaskan mereka dapat kembali bersukacita karena mereka telah kembali bertobat menjadi satu bagian dengan Allah untu dapat berjalan bersama dengan Tuhan ( H-3).  


melihat keluar dan lupa akan otoritas 

Maka kita lanjut lagi pada Lukas 15: 11, apa yang dikatakan disana? Perumpamaan seorang yang memiliki dua anak laki laki. Tentu saja dikatakan dalam Lukas 15:12 dijelaskan dengan jelas bahwa bungsu meminta harta warisan yang menjadi bagiannya dari bapaknya dan bapaknya pun membaginya harta kekayaannya diantara mereka. 


Jika kita melihat dalam matius 6: 19-21 dan mazmur 119:2-3, dengan jelas dikatakan bahwa harta itu adalah Logika Allah yang diberikan menjadi suatu harta yang berbeda dengan harta duniawi. Karena logika Allah adalah harta yang kekal yang diberikan Allah kepada orang yang tinggal dalam otoritas Allah. 


Ketika anak bungsu ini meminta harta bapaknya, dia meminta apa yang Tuhan Yesus Kristus janjikan kepadanya. Maka Tuhan Yesus Kristus berikan kepada kedua anaknya. Tetapi perhatikan dalam Lukas 15:13, kata "beberapa hari kemudian" ini berbicara dengan beberapa masa yang diberikan dia menjual semua harganya yang adalah bagiannya lalu pergi ke negeri yang jauh. 


Kata "menjual" jika kita lihat dalam Lukas 22: 47-48 Dan matius 27: 3-10 , Hal ini merujuk kepada pengkhianatan dan pilihan orang yang sudah mengenal Tuhan untuk berbalik kepada mamon ( Matius 6:24 ). Mereka melakukan hal tersebut seperti dalam matius 13:5 & 20-21, dimana mereka sudah menerima Firman Tuhan tetapi tidak bertumbuh karena penindasan atau tekanan dan daya tarik dari Dunia yang begitu kita membuat dia menjual Tuhan dan lari dari Tuhan Yesus Kristus. 


Mereka lebih mengutamakan apa yang mereka lihat secara fisik dalam logika manusia. Mereka secara tidak langsung terlena pada kemeriahan yang dunia berikan. Sehingga dengan jelas dalam Lukas 15:13b , dia memboroskan hidupnya dengan foya foya. Hal ini memperlihatkan bagaimana dunia dengan segala logikanya menjebak hidup manusia untuk tunduk dalam sistem dan emosi serta kemeriahannya. 


Maka hasilnya dapat kita lihat dalam Lukas 15:14, dimana tiba waktunya dunia menunjukan taringnya. Pada saat itulah manusia yang tidak dalam perlindungan Allah akan merasakan bahwa mereka jauh dari Allah. Mereka akan mengetahui hidup mereka miskin seperti jemaat di laodekia (wahyu 3:17) , walaupun mereka secara lahiria telah di anggap diri mereka kaya bahkan dihormati dalam bidang rohani . 


Sehingga Lukas 15: 14-16 dengan tegas menyatakan bagaimana keadaannya sehingga anak yang bungsu pun rela melakukan hal hal yang tidak baik atau yang haram. Bahkan sampai dikatakan rela mau makan makanan babi dan tidak seorangpun memberikan dia makan . Disini kita melihat bagaimana dunia begitu kejam kepada orang yang sudah masuk dalam pusaran konspirasi dan sistem yang mereka ciptakan.  Mereka akan terkurung dalam segala kenikmatan dan kedalam sistem yang tidak dapat mereka kendalikan. 


Maka kita lanjut Lukas 15:17-19, ketika keadaan terjepit seperti inilah, manusia baru sadar akan otoritas Allah dan ke-MahaKuasa-an Tuhan Yesus Kristus. Di mana mereka baru merenungkan kembali, bagaimana jika aku kembali kepada Allah atau alangkah indahnya jika aku tinggal dalam rumah Bapa. Inilah yang terjadi, mereka berusaha kembali dan mulai memohon ampun atas segalanya dan berusaha kembali kepada Bapa. 


Kembali dan dikembalikan 

Maka perhatikan dalam Lukas 15: 20-24, ketika kita kembali kepada Tuhan Yesus Kristus, Maka Tuhan Yesus Kristus tidak ragu untuk menyambut kamu kembali. Dia akan kembali memperlengkapi kamu dengan apa yang seharusnya ada padamu sebagai anak Allah.  Maka Tuhan Yesus Kristus sendiri akan berlari dan menopang kamu untuk dapat kembali dalam pelukan Allah ( ingat Lukas 15 : 5) , lalu perhatikan dalam Lukas 15 : 21 -22. Ketika Tuhan Yesus Kristus melihat kamu kembali , dia tidak butuh perkataanmu yang digunakan seolah - olah "merayu" Tuhan Yesus Yesus Kristus. Tetapi Tuhan Yesus Kristus sendiri akan melihat hatimu dan bukti nyata kamu mau kembali kepada Dia dengan sikap yang benar.  


Hal ini dapat kita bandingkan dengan 1 Samuel 16: 6, bagaimana Allah melihat dengan sepenuhnya ke dalam hati manusia yang mau mengenal Tuhan dan memiliki logika Allah dalam hidupnya serta mau berjalan bersama dengan Dia. Hal ini diperlihatkan Daud , bagaimana dia dia buktikan dengan melawan goliat bersama dengan Tuhan Yesus Kristus ( 1 Samuel 17: 45 )


Maka perhatikan dengan sekasama Lukas 15: 22, perhatikan kata " Tetapi "  dalam permulaan ayat ini.  Hal ini menunjukan ketika kita kembali kepada Allah dari "kebodohan" yang dilakukan oleh manusia, Tuhan Yesus tidak menuntut ini dan itu. Tetapi  Tuhan Yesus Kristus akan memastikan kamu yang telah kembali mau mengenall Allah dan logika Allah , kembali dengan keadaan yang benar benar mau mengenal Tuhan Yesus Kristus  dan logika Allah. Sehingga Dia dapat kembali memberikan kuasa menjadi anak anak Allah. 


Sehingga Lukas 15: 23- 24, bagaimana sukacita Allah ketika mereka dulu sudah mengenal Tuhan Yesus Kristu dan sudah memiliki Logika Allah , ketika melihat dunia ( cita cita , standart hidup , dan sebagainya ) mereka berbalik dan melakukan hal yang membuat Tuhan Yesus  Kristus sedih dan kecewa. Kini telah kembali kepada segala pengenalan dan Logika Allah, harapan Allah  kepada manusia ini jangan kembali meninggalkan Allah dan tunduklah akan segala kehendak Allah. 

 

Kemarahan Sulung dan tahap yang berbeda 

Tetapi perhatikan dalam Lukas 15: 25 - 28 , Tetapi perhatikan ternyata ada yang marah  ketika orang yang telah menjual Tuhan kembali dan malah dibuat pesta oleh Ayahnya. Hal ini membuat sulung sangat marah kepada ayahnya, maka dalam Lukas 15: 28-30, sulung meluapkan hal tersebut kepada Ayahnya. Dengan perbandingan apa yang dia lakukan dengan si bungsu , Dia menyatakan bahwa dia selalu di rumah bapa, melayani bapa, dan turut akan setiap perintah bapa. Pertanyaan sulung " kenapa dia tidak dibuatkan pesta seperti adiknya ?" , Secara logika manusia memang seharusnya anak sulung yang mendapatkan perhatian lebih dari bapa.  Karena dia sudah melakukan yang terbaik dalam melayani bapak. 


tetapi perhatikan perkataan bapa atau ayahnya dalam lukas 15 : 31 -32, perkataan ini sering kali dianggap sepele. kenapa ? karena dari kisah ini orang sering memotong ayat dalam lukas 15:31B yaitu " segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu" . Sehingga orang menganggap anak sulung " bodoh dan iri " karena tidak mengunakan harta bapa atau ayahnya untuk melakukan pesta di rumah bapaknya. 


sehingga banyak gereja, khususnya gereja akhir zaman ini, melakukan atau meniru apa yang dilakukan "si bungsu" ke dalam gereja. Banyak gereja yang memasukan gimik atau acara yang seharusnya tidak perlu seperti stoa dan epikuros ( pelajaran Kisah para rasul 17 ) dalam acara  acara gereja. 


tetapi perhatikan dengan seksama Lukas 15: 31, perhatikan kata "engkau slelau bersama dengan aku ", hal ini menunjukan seharusnya  anak sulung ini mengenal bapanya lebih daripada si bungsu dan kata " segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu" merujuk pada logika atau cara berpikir bapa atau ayahnya.  


hal ini merujuk kepada kita sebagai anak Tuhan yang tetap tinggal dalam Pengenalan akan Tuhan Yesus Kristsu dan logika Allah, sehingga genaplah apa yang dikatakan dalam Filipi 2:5. Seharusnya kita anak anak "sulung" dalam kehendak dan rencana Allah tidak melihat kebelakang seperti istri Lot ( Kejadian 19:26 ). tetapi memiliki pandangan yang benar sesuai dengan kehendak Allah dan hidup sebagai orang yang telah memiliki idenitas Allah ( h-4)  dalam hidupnya. 


Jika nanti kita lanjut ke Lukas 16, kita akan melihat dengan jelas bahwa anak Allah yang hidup dalam pengenalan akan Tuhan Yesus Kristsu dan logika Allah akan bertumbuh dalam pengenalan dan karakter kristus( h-3). Sehingga Ia mendapatkan kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah dan Manusia (Amsal 3: 4) yaitu memperoleh kepercayaan Allah  dalam Hidupnya ( h-5). 


Sedangkan orang yang mempunyai sifat dan mental anak "bungsu" ini ,  akan kembali dari awal untuk mengenal Tuhan Yesus Kristus dan logika Allah, walaupun pada akhirnya anak anak " bungsu" ini akan meminta kepercayaan dari manusia dan bukan dari Allah. Sehingga genaplah Matius 7: 21- 23 , bahwa di hari terakhir Tuhan Yesus Kristus sendiri yang menyataan bahwa Dia tidak mengenal mereka semua ( pembuat kejahatan ). 


Kepercayaan Allah dan kelicikan manusia

Mari ita maju dalam Lukas 16 : 1- 8, dalam perumpaan yang  Tuhan Yesus Kristus berikan kita melihat dengan sangat jelas bahwa sebuah kepercayaan yang Tuhan Yesus Kristus berikan bukanlah kepercayaan yang hanya sekedar,  tetapi kepercayaan penuuh atas keselamatan jiwa seseorang. 


perhatikan dengan seksama dalam Lukas 16: 2, bagaimana seorang yang dipercaya Tuhan Yesus Kristus memiliki mental anak "Bungsu". Ingat kejadian dalam Lukas 15: 13, inilah yang terjadi dan ketika Tuhan Yesus Kristus tuntut pertanggungjawaban atas kepercayaan yang diberikan, Anak "bungsu" tidak dapat berikan secara penuh sehingga Tuhan Yesus Kristus "mencabut" kepercayaan yang diberikan. tetapi perhatikan dalam Lukas 16: 3-4, orang seperti ini akan mencari cara dengan logika manusia mencari berbagai cara dan kesempatan untuk mengumulkan uang, kepercayaan dan bahkan pengikut yang loyal kepada dia.   

 

Maka kita melihat dengan jelas logika manusia  itu menghasilkan sebuah kelicikan manusia untuk dapat simpati dan kesempatan lainnya yng dia buat sehingga dia di copot dari jabatannya karena membela orang itu.  hal ini tentu sangat berlawanan dengan kehendak dan logika Allah,  coba bandingkan Lukas 16: 5- 7 dan 1 Raja raja 3: 16 - 28. 


Maka ada perbedaan yang mencolok atas logika manusia dan logika Allah, Logika Allah hanya menghasilkan kebenaran dan tidak memiliki hal lainnya (murni dan membawa kehidupan), sedangkan Logika manusia hanya menjadi penipu bagi orang yang ikut didalam konspirasi dunia yang dunia buat.  Maka perhatikan lukas 16: 8, anak anak dunia akan lebih cerdik untuk menutupi dosa mereka semua. 


salah satu tugas orang yang dipercaya 

Sehingga peringatan dalam Lukas 16: 9 menjadi sangat penting yaitu bagaimana kita mengunakan kepercayaan yang Tuhan Yesus Kristus berikan yaitu  identitas kita sebagai anak Allah . Sehingga orang yang mendapat kepercayaan dari Allah melaksanakan apa yang menjadi keinginan Allah dan bukan untuk mementingkan kepentingan sendiri. 


Dunia melihat anak Allah dengan logika manusia berdasarkan uang ( mamon yang tidak jujur), tetapi identitas orang yang dapat kepercayaan Tuhan Yesus Kristus seharusnya cukup memberikan  kesaksian dan bisa menarik mereka untuk mengenalkan Kristus . 


Karena orang yang  yang terhilang dan tersesat dalam logika manusia tidak dapat mengerti logika Allah dan hanya melihat bentuk nyata dan fakta itu pun dapat dirubah serta dimanfaatkan oleh kelicikan dunia untuk menahan orang yang mau mengenal Tuhan Yesus Kristus. Tetapi ketika tiba saatnya mereka tidak benar benar sadar akan perangkap dunia ini ( seperti anak bungsu), mereka masih dapat kembali kepada Tuhan Yesus Kristus dengan bantuan kita (yaitu sahabat yang mempunyai identitas Allah) yang Tuhan percayakan untuk kembali memperkenalkan serta mengenalkan Tuhan Yesus Kristus dan logika Allah.    

Kepercayaan, Pelayanan dan pilihan kita 

kita lanjut dalam Lukas 16 : 10, dengan tegas tentunya Tuhan Yesus Kristus menjelaskan , bahwa kepercayaan yang diberikan Tuhan Yesus Kristus  tentunya tidak langsung perkara yang besar. Tetapi kepercayaan yang Tuhan Yesus berikan adalah sedikit demi sedikit yang semakin lama semakin besar. 


tentunya ketika kita belajar dari kitab Yohanes, bahwa semakin kita kenal dengan Allah, maka semakin besar juga perjalan kita dengan Tuhan,  identitas kita, dan kepercayaan yang Tuhan Yesus Kristus berikan kepada orang yang telah memilih untuk setia. ( tentunya kita akan belajar hal ini dalam kitab Yohanes).  


karena jika perkara kecil saja tidak bisa  Tuhan Yesus Kristus percayakan , bagaimana dengan kepercayaan yang besar yang diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus ( yang di dalamnya ada otoritas, kuasa dan kemuliaan Allah).  Hal ini telah kita lihat  dalam Lukas 16: 1- 8 , Bagaimana pada akhirnya mereka mencuri otoritas Allah, kuasa dan kemuliaan Allah lalu di campur dengan logika manusia hanya untuk kebanggan diri sendiri dan status yang disandangnya. 


ini yang Tuhan Yesus Kristus tidak mau, Hal ini dipertegasa dalam  Lukas  16: 11.  jika dalam hal mamon yang tidak jujur atau dengan kata lain kepercayaan orang dunia kepada kamu soal uang saja tidak kamu dapat. Bagaimana kamu mau mendapatkan kepercayaan Allah  untuk menjadi saksiknya bahkan memperoleh kepercayaan penuh dari Allah.


Bahkan dalam Lukas 16: 12, menjadi sebuah kata yang penting yaitu jika kita tidak dapat dipercaya orang lain bahkan Allah, lalu siapa yang akan mempercayakan juga harta dasar kita yaitu keselamatan yang Tuhan Yesus Kristus berikan dari Lukas 15 : 6.  Maka sama halnya dengan si bungsu , bahkan menjadi hal yang tidak baik karena tidak dapat mempertangungjawabkan apa yang telah di terimanya. 


Kesetiaan hanya kepada Allah

Maka kita lihat dalam Lukas 16: 13, kembali menjadi poin penting. kenapa? ketika dalam lukas 16: 12 dijelaskan, maka kita akan mengerti bahwa ketika kita sudah memilih Tuhan Yesus Kristus dan untuk mengenal dia lebih dalam lagi dan segala logikanya. kita tidak bisa berkata " aku pengikut Tuhan Yesus Kristus, tetapi aku  seorang yang mencari uang juga jadi aku gak ke gereja dulu"  atau " aku mengikut Tuhan Yesus Kristus , tetapi ada pemilihan RW , kepala daerah jadi aku gak gereja dulu"


Makanya dengan jelas dikatakan bahwa seorang hamba tidak dapat mengabdi pada dua tuan. Tuhan Yesus Kristus sendiri tidak mau kamu menduakan kehidupanmu untuk hal hal yang tidak  berkenan. karena seperti dalam lukas 15: 13 , Karena dengan manisnya godaan mamon ( bukan hanya uang atau harta tetapi termasuk jabatan dan segala hal) kamu akan berpiir mengunakan logika manusia dan meninggalkan bahkan menjual Tuhan Yesus Kristus yang telah menyelamatkanmu. 


Makanya saat kita mendapat kepercayaan yang Tuhan Yesus Kristus berikan, Tuhan melihat hati seperti halnya Daud. Dia mencari orang orang yang benar benar memilih Dia, benar benar mengenal Dia, benar benar memiliki logika Dia. barulah Dia mau berjalan bersama dengan orang tersebut (H-3)  dan memberikan identitasnya kepada orang itu ( H-4) . 


Bukan hanya orang sekuler tetapi Hamba Tuhan 

Hal ini bukan hanya membuat kita yang belajar segala ketetapan Tuhan menjadi mengerti dan memahami keinginan Tuhan. tetapi membuat orang yang tidak menjalankan kehendak Allah menjadi panas.  Perhatikan dalam Lukas 16: 14 - 16, bagiamana sikap orang farisi yang belajar firman Tuhan sering kali tidak mengerti akan logika Allah dan tidak mengenal Allah. Malah mereka berbalik dan mencemooh apa yang Tuhan Yesus Kristus ajarkan .      


Sehingga  dengan terbuka Tuhan Yesus Kristus berbicara kepada mereka bahwa mereka membenarkan dirinya sendiri dan Tuhan Yesus Kristus tahu isi hatinya. Maka Lukas 16: 15 dengan jelas dikatakan bahwa apa yang dikagumi oleh manusia dibenci oleh Allah. Sehingga dengan demikian kita melihat betapa lebar jurang yang terjadi antara dunia dengan Allah. 


Maka Lukas 16:16-17 menjelaskan lebih lanjut bahwa, ketika Firman Tuhan disampaikan dan mereka mencoba menganggap bahwa mereka sanggup dan mampu serta meremehkan untuk menjalankan Firman Tuhan . Coba bandingkan dengan Matius 11: 12, dengan jelas dikatakan bahwa mereka yang menganggap diri mampu malah menyerongkan Firman Tuhan dan berusaha untuk menguasai dengan logika manusia. 


Tetapi apa yang Tuhan Yesus katakan dalam Lukas 16: 17 dan Matius 5:18 ,dengan keras Tuhan Yesus Kristus  berkata lebih mudah bagi Allah untuk melenyapkan  langit dan dunia  dibandingkan jika logika Allah itu dibatalkan  atau merubah logika Allah dengan logika manusia. Karena kita tahu bahwa Logika Allah adalah kebenaran mutlak dan absolut. 


Maka dalam kitab Yohanes , kita akan belajar bahwa kita yang sudah mengenal Tuhan Yesus Kristus akan berpindah dari hukum Taurat kepada hukum Kasih Karunai, dimana hukum Kasih Kasih karunia itu lebih berat dibandingkan hukum Taurat, tetapi dengan pengenalan dan logika Allah yang telah kita miliki. Allah memberikan Roh Kudus untuk dapat memampukan hidup kita dalam menjalankan segala kebenaran Allah dan berjalan bersama dengan Tuhan Yesus Kristus. 


Lalu Lukas 16: 18, seperti tiba tiba Firman Tuhan patah? Sebenarnya tidak , jika kita melihat dalam Matius 5: 32 dan 1 Korintus 7: 10 -11, hal ini  akan berbanding lurus dengan keluaran 34: 15- 16  dimana Logika Allah menjelaskan bahwa janganlah kita ikut atau bergaul dengan golongan orang yang telah di sebutkan dalam Lukas 16 - 17 tersebut. Tetapi setialah terus kepada Tuhan Yesus Kristus dalam pengenalannya dan Logika Allah , sepeti yang disampaikan dalam FIlipi 3: 16. 


Menjadi Gereja sempurna 

Jadi ketika kita setia dalam kesetiaan kita dalam pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus dan memiliki logika Allah, Maka kita digambarkan seperti Lazarus dalam Lukas 16: 20. Dimana dalam pemandangan dunia, manusia yang mengikuti Allah bentuknya seperti seorang pengemis yang  penuh borok. Sangat berbeda dengan orang yang mengikuti  logika manusia seperti yang dikatakan lukas dalam Lukas 16: 19, dimana seorang yang berpakaian jubah ungu dan kain halus. 


Hal ini menjelaskan bagaimana berharganya orang orang yang punya logika manusia untuk hidup di dalam dunia,  Berbanding terbalik dengan orang yang mempunyai pengenalan akan Allah dan Logika-NYA.  Hal ini yang menyebabkan anak bungsu  dalam Lukas 15: 12 berkata “ berikan harta milikku “ lalu pergi menjualnya. Apalagi kita di akhir pada akhir zaman, dunia akan terus mendesak kita untuk keluar dari logika Allah dan menarik kita untuk masuk dalam sistem dunia dan terus disibukkan atas segala hal yang menjauhkan hidup kita dengan perjalanan kita bersama dengan Allah. 


Jika kita melihat dalam Lukas 16:15 , begitu pula dengan beberapa oknum hamba hamba Tuhan yang hanya berbisnis dengan agamanya (Kis 19;21-40), inilah yang menjadikan manusia yang hidup dalam akhir dari akhir zaman memiliki tekanan yang tidak sedikit dan sangat menguras emosi.  Dimana kita dianggap sebagai lazarus yang tidak berharga dan jijik di mata dunia. Bahkan mereka menganggap Lazarus adalah sebagai orang yang tidak mendapatkan belas kasihan Tuhan Yesus Kristus , berbeda dengan orang kaya ini. Bahkan jika lihat dalam Lukas 16 : 21, bahkan begitu hinanya sampai anjing ( hewan yang dianggap hina seerti dalam Matius 15:26 - 27 )  menjilat boroknya. 


Tetapi perhatikan dengan seksama dalam Lukas 16 : 22-23, maka matilah mereka berdua. Tetapi apa yang mereka dapat  apakah sama dengan kehidupan mereka di dunia ? dengan jelas kehidupan mereka terbalik 180 derajat. Dimana Lazarus duduk di pangkuan Abraham  dan orang kaya ini sengsara di alam maut. 


Maka perhatikan Lukas 16:24- 26, orang kaya meminta pertolongan kepada Abraham untuk memberikan sedikit kesejukan dari kesakitan yang ada. Tetapi Abraham dengan jelas mengatakan bahwa secara detail bahwa apa  yang orang kaya terima adalah upah dari apa yang dia pilih pada saat di dunia, Dia memilih untuk ikut dalam logika manusia yang enak dan sangat diagungkan dalam dunia. Berbeda dengan Lazarus yang memilih untuk setia dalam pengenalan Allah dan Logika Allah yang membuatnya menjadi tidak berharga bahkan di kucilkan dalam dunia, tetapi dia memperoleh Hadiah yang besar yaitu sorgawi. 


Bahkan dengan jelas dalam Lukas 16: 26 bawha batas antara pengikut Tuhan Yesus Kristus dan anak anak manusia ( dunia ) sangatlah jauh dan tidak setipis seperti dalam dunia yang fana ini. Karena logika Allah dan logika manusia memiliki jurang yang sangat berbeda dan memiliki perbedaan yang sangat mendasar. 


Pilihan di tangan kita 

Maka Lukas 16: 27 - 28 dengan jelas permintaan orang kaya itu agar mereka mau datang ke rumah ayahnya dan memperingatkan mereka bahkan dalam Lukas 16: 30 berkata kalo dengan karya Allah dalam muzijat, saudaranya akan bertobat. 


Tetapi perhatikan apa yang dikatakan Abaraham dalam Lukas 16: 28 dan 31, segala sesuatu akan pilihan untuk mengenal Tuhan Yesus Kristus dan logika Allah sudah ada dan sudah tersedia tinggal apakah mereka akan memilih untuk setia dalam berjalan bersama dengan Allah bahkan dapat dipercayaioleh Allah sehingga menjadi gereja sempurna atau  menjadi mempelai Kristus. 


Tetapi kembali, ketika kita memilih mengkiut Tuhan yesus Kristus hanya mau melihat muzijat saja atau melihat sebagai rutinitas atau sebagai sebuah kelengkapan identitas dalam KTP atau sebagai penjaga bisnis saya atau apapun namanya. Maka kembali lihat dalam lukas 15 bahwa apa yang kamu dapat apa yang kamu saksikan hanya sebatas itu saja tidak akan pernah mendapatkan kepercayaan yang sungguh dari Tuhan Yesus Kristus.


Ketika memiliki jabatan tinggi di pelayanan seperti majelis, tua tua sidang atau apapun namanya bukan jaminan kamu memiliki kepercayan dari Tuhan Yesus Kristus, tetapi ketika sikap kita mau mengenal Tuhan Yesus Kristus dan memilliki logika Allah. Maka percayalah ada hal yang Tuhan Yesus Kristus lakukan dalam hidupmu dan walaupun dunia tidak menganggap kamu bahkan seperti lazarus. Tuhan Yesus Kristus yang selalu bersama kamu yang menuntun kamu serta Roh Kudus yag menguasai hidupmu, akan menyatakan kemuliaannya dan otoritasnya di akhir zaman ini .. Kiranya Tuhan Yesus kristus menolong kita semua. Amin 


Dokumen : https://www.scribd.com/document/898700497/Tantangan-Dalam-Menjadi-Gereja-Sempurna


Sejarah, Alegori, Logika, Filsafat, dan Apologetika dalam Kristen

Pendahuluan 

Ketika kita berbicara tentang pengertian atau pandangan akan suatu hal yang menjadi sebuah dasar pengajaran atau dokma, Maka diperlukan banyak hal dan pertimbangan yang sangat mendasar. 

Dari pertimbangan yang ada itu, bukanlah sebuah hal yang sembarangan atau ditentukan secara subjective semata saja. Karena dasar dari sebuah pengertian adalah mencari sebuah kebenaran. Apalagi kita berbicara tentang perkenanan dan logika Allah yang tidak dapat dan diartikan sebagaimana logika manusia.

Dari beberapa pandang yang ada pun, terkadang tanpa pengertian menyebabkan sebuah perspektif yang berbeda. Bahkan  dari perspektif tersebut, menimbulkan pemahaman yang berbeda jauh dari apa yang seharusnya menjadi dasar sebuah pengertian yang sesungguhnya. 

Ini yang menjadi titik krusial dan sangat berbahaya, karena ini akan memiliki banyak pemahaman yang cukup melebar dari apa yang seharusnya. Sehingga pengajaran tersebut menjadi salah pengertian,seperti halnya garis lurus yang melenceng 1 derajat tidak akan titik dari ujung garis tersebut. 

Hal ini terkadang dianggap ringan bahkan tidak terlalu dipermasalahkan, karena berdasar kepada anggapan bahwa semua punya sudut pandang sendiri dan punya latar belakang yang berbeda. Disini lain, hal ini dianggap sebuah pendalaman pengertian yang lebih absurd, sehingga hanya dimaknai sebagai sebuah alegori dan filsafat tingkat lanjut dalam sebuah pengertian. 

Jika kita merujuk pada kebenaran Firman Tuhan, maka apa yang dikatakan dalam Matius 5:18 bahwa satu iota atau titik  pun tidak akan ditiadakan dari hukum taurat, sebelum semuanya terjadi. Ini menunjukan kosistensi Allah dalam logika Allah yang jelas dan absolute.  Dimana satu titik menjadi sangat krusial dalam sebuah aturan bahkan pengertian akan aturan itu. 

Maka jelas dengan merujuk pada ayat tersebut kita melihat sebuah titik atau ujung ketegasan Allah. Bahkan jika memang harus di alegorikan, Maka ada syarat atau kekhususan tertentu menjadi patokan dasar akan hal tersebut. Atas dasar tersebut, Maka ada lima ketetapan yang menjadi dasar sebuah petunjuk untuk mengerti akan segala maksud dan kehendak Allah yang benar, yaitu : sejarah , alegori ( pengertian / penggambaran), logika, filsafat, dan apologate ( pertanggung jawaban iman).  Sehingga kita akan mempelajari akan hal ini dalam kesempatan ini. 

Sejarah

Jika kita melihat dalam pengertian kamus besar, sejarah adalah sebuah catatan yang tertulis maupun tidak yang menjelaskan sebuah kejadian yang telah terjadi dan menjelaskan asal mula keadaan saat ini dan mungkin akan datang.

Walaupun demikian secara umum, sejarah diakui oleh logika manusia sebagai sebuah fakta yang otentik yang tidak bisa diubah, walaupun dirubah akan tetap diakui sebagai kebenaran semu manusia. Dikatakan sebagai kebenaran semu, karena dalam pembentukan sejarah terdapat banyak distorsi atau konspirasi di dalamnya yang mengubah kenyataan yang ada. 

Hal ini dapat terlihat dalam beberapa catatan sejarah dunia dan dengan jelas dituliskan oleh logika Allah dalam kebenaran absolute. Jika merujuk pada Matius 28: 11-15 Dan beberapa ayat dalam kitab lainnya , terlihat dengan jelas bahwa distorsi atau konspirasi ini bukanlah barang baru dan sebuah hal yang dibuat buat. 

Tetapi dari sejarah kita melihat bagaimana karya Allah dalam rencana-NYA dan pekerjaan-NYA, tetap nyata dan bertahan dalam kondisi yang paling tidak enak sekalipun . Kerena kebenaran Allah adalah kebenaran absolute yang pasti dan pasti menyatakan kebenaran yang sebenar-benarnya. 

Sehingga jika kita melihat sejarah dalam lingkup kebenaran Allah, maka kita akan melihat kedasyatan Tuhan Yesus Kristus atas segala hal yang terjadi dan bagaimana pekerjaan Allah nyata atas kebenaran semu manusia.

Alegori 

Jika kita melihat dalam kamus besar, alegori adalah penggambaran akan sebuah pengertian yang lebih luas akan sejarah atau bentuk dan pola yang ada. Hal ini menjadi dasar beberapa ilmu pengetahuan manusia untuk mengembangkan sebuah metode atau pembelajaran akan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di dunia.

Memang tidak mudah kita mempelajari alegori ini dan biasanya hanya orang tertentu yang dapat mempelajari hal ini. Kalau secara pendidikan akademis biasanya mereka yang belajar sampai dengan strata tiga ( PhD maupun Professor). Karena alegori ini akan merujuk kepada sejarah yang ada, seperti dalam ilmu pengetahuan , budaya dan sejarah yang ada. 

Mungkin salah satu  frasa alegori adalah sejarah purbakala manusia ada gambaran sesuatu yang besar yang dapat mengubah keadaan dan kondisi. Hal ini merujuk pada gambaran manusia terhadap sesuatu yang dianggap "allah"dalam agama yang dipercaya penceritaannya dalam agama sejarah dan budaya di dunia. 

Tetapi bagi kebenaran Allah berbeda dengan kebenaran manusia, adalah sebuah kekhususan yang luar biasa. Karena Tuhan Yesus Kristus sendiri yang menyatakan dan memberikan pengertian atas penggambaran dari apa yang terjadi atas rencana dan pekerjaan Allah serta nubuatannya. Hal ini dapat terlihat Perjanjian Lama dan Baru dalam Alkitab,  bagaimana Tuhan Yesus Kristus menyatakan segala alegori dalam Perjanjian Lama dan memberikan nubuatannya dalam Perjanjian Baru. 

Hal ini membuktikan bahwa sebuah alegori akan kebenaran Allah menyatakan sebuah kebenaran yang absolute. Dimana kebenaran itu kekal dan tidak akan tergoyangkan apapun. Terlebih kita melihat dalam kitab Wahyu bahwa Allah adalah Alfa dan Omega. Tuhan Yesus Kristus adalah yang awal Dan yang akhir, Sehingga penggambaran akan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru memiliki sifat yang sama yaitu absolute. 

Dan ketika kita mulai mempelajari hal ini, khususnya kita yang membahas secara mendetail akan sejarah dan alegori ini akan menemukan sebuah gambaran utuh akan kehendak , rencana dan pekerjaan  Allah yang berlaku dahulu, sekarang dan sampai masa yang akan datang. 

Tetapi yang menjadi penting bagi orang percaya, bahwa bukan masalah alegori dan sejarah yang menjadi sebuah kekuatan untuk memahami kehendak Allah dan logika Allah tetapi hubungan kita sendiri dengan pribadi Tuhan Yesus Kristus yang hidup menjadi landasan dasar akan pengenalan dan mengenal akan segala kehendak, rencana dan pekerjaan Allah dalam kuat kuasa Roh Kudus. 

Memang tidak mudah dan terkadang orang yang strata atau pengetahuan atau ilmu atau intelektual yang tinggi belum pasti akan mengenal Tuhan Yesus Kristus. Karena  dasar dari pengenalan dan pemahaman  itu adalah hubungan Allah dengan manusia (umat-NYA {anak anak Allah} , murid, domba, sahabat dan anak Allah). 

Logika 

Jika mengacu pada kamus besar , logika adalah cara berpikir seseorang yang memberikan sebuah pemahaman akan sebuah kebenaran. Logika yang benar menurut orang itu kebenaran tersebut sesuai dengan kerangka berpikir yang benar dan prinsip atau kaidah yang telah menjadi patokan hidup. 

Logika manusia merupakan sebuah perjalanan panjang cara berpikir manusia yang diajarkan, dipelajari, bahkan dipahami  dari sejak lahir hingga pada akhir hidupnya.  Hal ini sepadan dengan apa yang terjadi pada kejadian 3 dimana jika dilihat secara gambaran bahwa ular merayu manusia agar mau memakan buah itu.  Tetapi jika kita lihat lebih jeli dan mengunakan kacamata dari alegori, apa yang dikatakan oleh SI ular adalah sebuah logika yang menjadi dasar manusia berpikir saat ini. 

Dimana logika manusia selalu berpikir untuk mendapatkan apa yang mereka tidak punya dalam hidup dan menarik buat mereka ( dalam hal ini :kekuatan, kuasa dan otoritas). Bahkan jika lihat dalam kejadian 3, sebenarnya logika manusia itu berlawanan dengan logika Allah yang terdapat dalam kejadian 1 dan 2. 

Hal inilah yang menjadi dasar menjadi seorang anak Tuhan itu berarti merubah logika dasar manusia menjadi logika Allah ( ketaatan akan segala hal dan setia dalam segala perkara).  Memang tidak mudah dan memang tidak masuk akal manusia, karena manusia sudah menerima logika manusia sejak lahir dan sekeliling mereka memahami logika manusia itu. 

Bahkan jika kita melihat dalam suratan Ibrani 10: 16, Maka dengan jelas bahwa logika Allah  adalah berasal dari pengenalan akan Yesus Kristus dan segala pengajarannya. Karena kita mendapatkan logika Allah dari pengenalan Tuhan yang sungguh dan hukum hukumnya yang benar. 

Lalu apakah logika Allah akan membuat orang percaya memiliki sisi ke"aneh"an dari kehidupannya? Dalam Galatia 5:23 dengan jelas bahwa secara lahiriah, tidak ada hukum yang akan menentang logika Allah. Tetapi  logika Allah berbicara tentang pembeda atau berbeda dengan logika manusia. 

Maka logika ini yang sering dikatakan oleh para "petinggi " gereja adalah Iman seorang percaya adalah Iman rasional. Di mana Iman yang benar akan mengerjakan pekerjaan Allah dan masuk akal menurut Allah, karena standard pemikirannya adalah Allah. 

Allah sanggup mengadakan segala hal yang sesuai seturut kehendak dan rencana-NYA. Dan bukan berdasarkan ukuran standard manusia dalam logika manusia yang terbatas. Inilah menjadi dasar pemikiran jika kita berbicara filsafat Allah, memikirkan segala pekerjaan Allah atas dasar logika yang telah orang percaya pahami. 

Filsafat

Ketika kita melihat kamus besar, Filsafat adalah sebuah pemikiran yang di dapat dari kerangka berpikir dalam alur logika atas apa yang terjadi. Biasanya apa yang tidak bisa di bahasakan dalam dunia ilmu pengetahuan akan coba dipikirkan dan dipahami sebagai sebuah kepercayaan dan pemahaman akan sesuatunya. 

Hal ini sejalan dengan logika manusia yang terbatas akan kebenaran semu, akan melihat hal yang di luar logika mereka  akan berbicara tentang kekuatan yang luar biasa di luar hidup mereka. Dari pada itu para pencari ilmu pengetahuan berlomba lomba membuktikan apa yang belum terbaca dalam nilai ilmu pengetahuan dengan idiologi multiverse, dreamlife, dan masih banyak lagi. 

Memang tidak mudah untuk berbicara tentang filsafat untuk ornag awam, apalagi kalo kita berbicara tentang Filsafat Allah yang sangat luar biasa akan memutuskan segala sesuatunya. Salah satu filsafat Allah yang terkenal dalam Firman Allah adalah Salomo menyatakan  keputusan  Allah untuk membelah anak menjadi dua dalam 1 raja - raja 3: 16-28. 

Dalam perjalanannya, banyak filusuf yang mengajar mengatasnamakan ketetapan Allah tanpa mengenal Allah dan memahami dan melakukan kehendak Allah. Sehingga di sadari atau tidak, terjadi banyak pergeseran doktrin dan dogma pada diri gereja dan orang Kristen. Sehingga ini menjadi masalah yang cukup serius dalam gereja saat saat ini. 

Tanpa memahami logika Allah, mereka berbicara tentang perkenanan Allah akan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Tetapi disisi lain, dengan mengenal dan memahami kehendak Allah serta dilihat mengunakan sisi alegori dan filsafat, kita akan sangat mengucapkan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus. 

Karena hal ini memang harus terjadi dan kesudahan akan dunia ini akan menjadi nyata seturut kehendak dan rencana-NYA bagi logika manusia yang mempertahankan kebenaran semu.  Sehingga pada akhirnya Allah menyatakan kemuliaanNYA dalam kehidupan semua orang. Dan kiranya Tuhan Yesus Kristus menolong kita semua, karena dengan dasar atas semuanya ini kita baru bisa berbicara tentang apologet ( pertanggung jawaban Iman orang percaya). 

Apologetika

Berdasarkan kamus besar, Apologetika atau apologet adalah sebuah "ilmu" yang mempelajari segala hal yang berkaitan dengan pertanggung jawaban Iman atas  segala macam tuduhan atau potongan pendapat akan sesuai yang menyangkut dengan kepercayaan . 

Inilah hal yang paling susah dan paling komplek sebenarnya, dimana ketika kita telah mengenal Allah dan melakukan segala kehendanya, Maka pasti tahapan dalam hidup orang percaya ( skematologi Minggu penciptaan) akan diharapkan dengan masalah atau setidaknya tuduhan dalam pikirannya akan suatu hal yang tidak mereka mengerti. 

Tetapi perhatikan dalam Lukas 12:12, dimana Roh Kudus dalam kuat kuasa-NYA akan mengajarkan kita apa yang harus kita katakan. Tentunya jika secara filsafat dan alegori, ini bukanlah "ilmu" yang harus dipelajari melainkan pengenalan Tuhan  dan pengajaran yang harus dipahami serta dilakukan dalam kehidupan orang percaya. 

Sehingga kita mendapatkan sebuah kesimpulan dasar bahwa pertanggung jawaban Iman adalah kehidupan orang percaya yang sepenuhnya untuk kemuliaan Allah. Sehingga ketika kita bicara apologet dalam lingkup sejarah, alegori, logika dan filsafat, Maka kita berbicara skematologi Minggu penciptaan hari ke 7) . Dimana kita pertanggung jawabkan semuanya di hadapan Tuhan Yesus Kristus Sehingga pertanyanya : 
  • Apakah kita berjalan dengan Tuhan Yesus Kristus, 
  • Apakah kita memilih memberikan hidup kita sepenuhnya untuk Tuhan Yesus Kristus, 
  • Apakah pikiran kita sama dengan pikiran Tuhan Yesus Kristus, 
  • Apakah kita terpilih menjadi sahabat Tuhan Yesus Kristus,
  • Dan terakhir apakah kita diakui oleh Tuhan Yesus Kristus sebagai anak seperti dalam Wahyu 21:7 
Tuhan Yesus Kristus sudah memberikan kita kemenangan penuh (1 korintus 15:57) , sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya diberikan kuasa menjadi anak anak Allah ( Yohanes 1:12 ), tetapi dalam perjalanannya semuanya akan diuji dan teruji Sehingga di akhir zaman. Dan  orang benar yang bersama dengan Tuhan Yesus Kristus akan menang bersama Tuhan Yesus Kristus dan diakui oleh Allah sebagai orang yang mendapat bagian dalam kerajaan Allah ( Wahyu 21:7) 

Puji Tuhan, kiranya kita semua semakin senang untuk mengenal Tuhan dan mengerti serta melakukan kehendak Tuhan . Roh Kudus tolong kita semua, Tuhan Yesus Kristus memberkati selalu


Renungan Harian Remaja GPdI

Pelajaran 2 : Kristus, Firman Yang Hidup - SMP 2

Dasar Pelajaran : Yoh 1: 1-18 


Haleluya, Puji Tuhan 
Hari ini kita akanbelajar sebuah materi yang sangat penting dan merupakan sebuah dasar dari kehidupan kita. kenapa demikian ? karena dari pembelajaran kita hari ini , kita akan melihat dan mengenal siapa itu Tuhan Yesus kristus. 

- The Basis of All Bases

Baik kita mulai dari  Yohanes 1: 1- 3 , apa yang dikatakan disana  sebuah kata " pada mulanya" hal ini mau tidak mau kita akan berbicara kepada satu kitab yang paling pertama yaitu Kejadian. Mari kita buka dalam kejadian 1 

Maka pada kejadian 1 kita melihat ada beberapa hal yang kita tandai seperti  kejadian bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi dari pertama sekali sampai kosong dan rusak kembali (hal ini terjadi dalam kejadian 1: 1-2)  dan pada saat itulah Allah mau memperbaiki semua hal itu. 

Yesus , Sahabatku


Haleluya Puji Tuhan, hari ini kita melihat kembali Firman Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa dalam kehidupan kita. 

Kita buka dalam Lukas 5:31-32 dikatakan demikian " Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.""

Puji Tuhan, Natal adalah sebuah kata yang luar biasa bagi semua orang, tetapi makna natal belum tentu mendapatkan tempat di hati semua orang. Sehingga sering kali Natal kita rayakan hanya sebagai sebuah kebudayaan dengan germilap terangnya pohon natal dan lampu Natal. 

Sebenarnya untuk Apa Yesus datang ke Dunia ? Kita sering menjawab untuk menebus dosa manusia, untuk menyelamatkan kita, untuk membawa kita ke sorga. Semuanya benar, tetapi tahukan kamu bahwa Yesus datang ke dunia untuk menjadi Tuhan dan sahabatmu di sepanjang waktu. 

Sebelum kita melihat lebih jauh, kita lihat dulu dalam kejadian 1: 1-2 dan kejadian 3. Apa yang terjadi disana? ada bumi belum berbentuk dan kosong sepertinya manusia yang jatuh dalam dosa  (rusak dan tidak memiliki arti)  karena ada sebuah kata "pemberontakan" kepada Tuhan Yesus Kristus. Di lain kesempatan kita akan belajar tentang hat itu. 

Tetapi saat ini kita melihat bagaimana dosa yang terjadi pada seluruh umat manusia, merusak hubungan Allah dan manusia. Kita melihat bagaimana Adam Dan Hawa di usir dari taman Eden. Tetapi kita baca dalam 1 Kor 15: 21-22, haleluya Natal membawa sukacita dalam Tuhan Yesus Kristus. 

Karena Natal kita yang berdosa, karena pelanggaran hidup yang dilakukan oleh Adam, boleh mendapatkan kasih Karunia untuk dapat hidup melalui mengenal Allah dalam Tuhan Yesus Kristus ( Kelahiran, kematian, dan kebangkitan-Nya). 

Lalu apa kita mengenal Allah sudah selesai ? Tentu tidak, karena dalam kisah para rasul 19:15 ..dijelaskan dengan sangat jelas. Bahwa si jahat pun kenal Tuhan Yesus Kristus. Maka dalam kejadian 1:3 dan Yohanes 8: 12 dijelaskan bahwa Allah memberikan terang kepada manusia dan kita manusia harus mengikuti Dia.  *Pelajaran Skematologi 

Maka jelas apa yang Paulus katakan dalam 1 Timotius 1:15-16, bahwa hanya karena kemurahan Tuhan dia dapat percaya ( mengikuti-NYa ) dan mendapatkan janji Allah 

Ketika kita mengikuti Dia, ada janji Tuhan Yesus Kristus atas hidup kita. Dimana janji Tuhan yang pertama bagi hidup kita adalah penghapusan dosa (yosua 5:9-10, keluaran 12:1-3, 1 Yoh 1:9, )  dan rencana Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa dalam hidup orang percaya ( wahyu 7:17). Inilah perjanjian baru yang Tuhan Yesus berikan atas hidup kita semua ( 1 kor 11:24-25)  *Pelajaran mengenal Tuhan Dan segala FirmanNYA .  Maka genaplah apa yang dikatakan dalam 2 Korintus 1: 22, Perjanjian baru yang diberikan Tuhan Yesus dinyatakan dengan memeteraikan kamu dengan Roh Kudus yang ada di dalam kita.

Dari perjanjian baru inilah kita yang tadinya tidak berbentuk dan kosong, dijadikan Allah untuk terus mengenal pribadi Tuhan secara menyeluruh. Maka kita lanjut ke 1 korintus 15:10 dan 2 korintus 8:9 , apa yang Tuhan Yesus Kristus berikan (hidupNya) tidak akan kita sia siakan. Dia  datang dengan tangan terbuka untuk menolong dan memimpin hidup dari yang berdosa kepada rencana Allah yang disediakan Tuhan Yesus Kristus buat kamu dan setiap orang percaya). 

Maka langkah pertama apa yang kamu ambil setelah Tuhan Yesus Kristus membuka tangannya kepada kamu, Mari kita baca dalam Yohanes 8:1-11. Dan perhatikan apa yang dikatakan dalam ayat 11 yaitu Tuhan tidak menghukum kita dan jangan berbuat dosa lagi. Maka kita lihat juga Yesaya 25:8. 

Haleluya.. inilah Tuhan Yesus Kristus kita yang hidup, Dia memberikan kita perjanjian baru ,Dia menanggung dosa kita dan memikirkan rencana yang luar biasa untuk semua orang percaya. 

Langkah ke Dua , Mari baca Lukas 7:1-10 dan Matius 8:5-13. Perhatikan Lukas 7: 6-9 apa yang kita temui yaitu ketika kita tidak berbuat dosa lagi, kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sepenuhnya dan merendahkan diri sepenuhnya dihadapan Tuhan. 

Jika kita bandingkan dengan Keluaran 33:13-17, bagaimana Musa pun percaya kepada Tuhan dan memohon kepada Tuhan agar berkenan untuk membimbingnya dalam perjalan.  *Pelajaran mengenal Tuhan Dan segala FirmanNYA 

Dari sedikit hal diatas kita melihat bahwa ketika kita percaya kepada Tuhan, kita menyadari bahwa hidup manusia itu lemah dan tidak berdaya. Kita butuh Tuhan Yesus Kristus untuk memegang tangan kita setiap hari dengan cara tunduk dan taat akan perintah Tuhan. 

Ketika kita tunduk atas segala perintah Tuhan, seperti seorang perwira bilang, kita ini bawahan dan dibawah dia ada prajurit (dia menganggap diri tidak layak) . Dia percaya apa yang Tuhan Yesus Kristus katakan dan perintahkan pasti jadi. 

Inilah yang Tuhan Yesus Kristus mau, kita telah yang telah berdosa Tuhan Yesus selamatkan dan percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus berkuasa sepenuhnya atas hidup kita. Sehingga apa yang Tuhan Yesus katakan dalam Matius 8:13 "Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya. " 

Kita mohon dan menyerahkan hidup kita ( mengikatkan diri ) kepada Tuhan Yesus Kristus. Memohon kemurahan untuk dapat mengenal Dia dan melakukannya perintahNYA. Maka perhatikan Yohanes 15:13-14, siapa yang mau jadi Sahabat Tuhan ? Dialah orang yang melakukan Firman Tuhan. Haleluya 

Selanjutnya coba kita lihat Lukas 7:11-17 disini kita melihat bahwa sebagai sahabat , Tuhan Yesus sangat mengenal kondisi kita, ketika kita mengikut dia dan belajar untuk taat perintah Tuhan. Dia mengenal kondisi hidup bahkan dia dapat mengubah kondisi hidup kita. 

Hal ini kita bisa lihat juga dalam Lukas 19: 1-10 bagaimana karakter Zakheus Tuhan rubah ketika Yesus datang ke rumahnya. Kondisi hidup sering kali membentuk  karakter hidup kita menjadi karakter yang tidak Tuhan Yesus Kristus sukai, karena kondisi dan keadaan kita kita mentoleransi kehilangan karakter Allah yang seharusnya ada dalam hidup manusia. 

Ketika Yesus hadir menjadi sahabat yang menolong dan pengarah hidup kita, kondisi hidup kita tidak bisa kita kendalikan, dapat Tuhan Yesus Kristus rubah menjadi  kondisi yang baik dan memperbaiki karakter orang percaya. Haleluya

Langkah ketiga, kita baca dalam Lukas 7:36-50. Apa yang dapat kita pahami ? Tahukan kamu sering kali kita tidak mengenal diri kita sendiri. Ketika kita ikut Tuhan Yesus Kristus, kita hanya merayakan Natal dan sebagainya sebagai budaya dan perayaan saja. 

Tetapi setelah kita belajar diatas bagaimana Tuhan Yesus Kristus menolong kita, menyelamatkan hidup kita, merencanakan yang baik untuk hidup kita dan mengubah kondisi hidup kita. Hal tersebut bukan hal mudah dan sangat mustahil bagi manusia. 

Tetapi Tuhan Yesus Kristus mau jadi penyelamatmu, sahabat yang menolong kamu, menjadi guru atas hidupmu, menjadi Tuhan atas setiap kondisimu. Apakah kita memikirkan semuanya itu? 

Perhatikan perumpamaan dalam ayat 40-43, sering kali kita seperti Simon (bukan Petrus). Coba perhatikan ayat 44 - 46, inilah orang orang yang harus dipertanyakan sikapnya. Bagaimana Dia menghormati Yesus Tuhan sebagai bagian terpenting dalam hidupnya ? Bagaimana dia bisa dikatakan sebagai sahabat Allah ?

Karena kita sering kali menganggap semuanya itu hanya rutinitas, hanya ikut, hanya sebagai sebuah status, sebagai budaya, dan sebagainya. Tanpa melihat bahwa kita harus berlutut dan berterima kasih karena apa yang Tuhan Yesus Kristus berikan kepada kita

Yang menjadi renungan kita, bagaimana kita menjadi sahabat Allah yang selalu memegang tangan Tuhan Yesus Kristus dalam melakukan segala perkara ?

Kita baca  ayat ke 37 dan 38, wanita yang dikatakan berdosa ini mengenal Tuhan Yesus Kristus, dia mengikuti Tuhan, dia taat akan perintah Tuhan, dan bagian terpenting dia menunjukkan sikap yang benar dalam menghargai Tuhan Yesus Kristus.( Merendahkan hati ) 

Dia memberikan apa yang berharga, dia memberikan hormat kepada Tuhan, dia berikan kasihnya,  Dia memberikan ucapan syukur atas keselamatan yang berikan. 

Maka genaplah perintah Ulangan 6:5 dan Markus 12:30, dikatakan demikian" Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan( dengan segenap akal budimu) dengan segenap kekuatanmu.

Sehingga Lukas 7:50 berkata "Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!".. haleluya

Tuhan Yesus Kristus mau menjadi sahabat kita, dia menyelamatkan hidup kita, dia tahu semua kondisi kita, setiap perintahNYA adalah ya dan Amin. Maka maukah kita menghargai setiap apa yang Tuhan Yesus Kristus kerjakan atas hidupmu ? 

Maka ayat terakhir amasl 17:17 Dikatakan demikian "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. ". Yesus ada bersama kamu asal hidup seturut kehendakNYA, jangan keluar dan tergiur oleh kondisi dunia. Jika kita bertahan bersama Dia, Dia mampu mengubah kondisimu dan menjadikan karaktermu lebih baik lagi menuju tahap selanjutanya dalam proses Tuhan ( menjadi matahari ) *Pelajaran Skematologi 

Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua. Amin 











Renungan Harian Remaja GPdI

Apa "semuanya sama saja "?

Di zaman yang semakin modern seperti sekarang ini sering kali manusia selalu berpikir simple dan tidak mau ambil pusing apa yang terjadi saat ini. Bahkan mereka menyamakan satu yang berbeda dengan yang lain. Bahkan mereka memukul rata segala hal termasuk dalam hal kepercayaan mereka. 
Bahkan sering kali segala hal dipukul rata dengan sebuah "ilmu pengetahuan" sehingga mereka ngambil sebuah kesimpulan bahwa semua harus disama ratakan. Semua itu ada standard Baru yang mereka buat menurut keyakinan hidup mereka sendiri. 

Sehingga dalam hal pengenalan akan pribadi Tuhan Yesus Kristus semakin biasa saja. Bahkan menganggap Tuhan Yesus Kristus sama dengan dewa atau baal yang mengaku punya kuasa, bahkan orang percaya pun banyak yang  terpengaruh dan memasukan hal yang bukan Firman menjadi seolah olah Firman. Hal ini dikarenakan kata "semuanya sama saja".

- Semua Peraturan sama saja  

Hal ini sebenarnya sudah diperingatkan dalam Firman Tuhan yang pertama dalam kitab kejadian 3: 1-6. Kita melihat bagaimana perempuan melanggar perintah Tuhan Yesus Kristus karena menurut Hawa pohon pengetahuan itu baik dan sedap kelihatannya ( sama seperti pohon yang lainnya) dan memberikan pengertian ( ada hal baru yang baik menurut dia jika mencoba hal tersebut adalah baik ).

Coba kita lihat apa yang terjadi ketika Hawa makan bersama dengan Adam.  Dalam kejadian 3;7-8 dikatakan demikian " Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman." 

Mengenal Dia dan Segala FirmanNYA ( Gilgal ke Yordan)


2 Raja Raja 2: 1-14, Gilgal ke Yordan adalah Sebuah perjalan Elisa bersama dengan Elia dimana tujuan dari perjalannya Elia akan angkat ke sorga dan Elisa akan menggantikannya. 

Perjalan ini adalah sebuah gambaran dalam perjalanan hidup manusia untuk mengenal dan memahami seluruh kehendak dan pikiran Allah dalam hidup manusia. Hal ini diperlihatkan bagaimana Tuhan ingin mengangkat Elia dalam angin badai, Maka Tuhan pun menyediakan hamba yang lain untuk mengenal Dia dan menjalan apa yang kehendak dan rencana Tuhan. 

Ketika Tuhan pilih seseorang untuk mengantikan salah satu hambaNYA, semuanya harus sesuai dengan keputusan dan ketetapan Tuhan. Hal ini dibuktikan bagimana Elisa melewati jalan  hidup untuk mengenal Allah sepenuhnya dan sepenuh hati. Bahkan jika kita mengikuti terus hingga akhirnya, kita mengetahui bahwa Elisa diberikan apa yang dia perlukan untuk melayani Tuhan atau menjadi alat Tuhan. 

Perhatikan ayat 1 dalam 2 raja raja 2 dikatakan demikian :Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan  Elia ke sorga dalam angin badai,  Elia dan Elisa  sedang berjalan dari Gilgal

Gilgal

Gilgal adalah sebuah kota di batas timur Yeriko dimana di atas tanah itu berdiri 12 batu yang diambil dari sungai Yordan oleh Yosua. Jika kita melihat dalam Yosua 4 :1 sampai ayat 24, dijelaskan dengan terperinci bagaimana proses batu itu diambil oleh orang Israel terpilih yang mewakili sukunya dan ditegakkan oleh yosua di sana. 



Dan dalam ayat ke 20-24 dikatakan : "Kedua belas batu yang diambil dari sungai Yordan itu ditegakkan oleh Yosua di Gilgal.  Dan berkatalah ia kepada orang Israel, demikian: "Apabila di kemudian hari anak-anakmu bertanya kepada ayahnya: Apakah arti batu-batu ini?

maka haruslah kamu beritahukan kepada anak-anakmu, begini: Israel telah menyeberangi sungai Yordan ini di tanah yang kering! -- sebab TUHAN, Allahmu, telah mengeringkan di depan kamu air sungai Yordan, sampai kamu dapat menyeberang seperti yang telah dilakukan TUHAN, Allahmu, dengan Laut Teberau, yang telah dikeringkan-Nya di depan kita, sampai kita dapat menyeberang,  supaya semua bangsa di bumi tahu, bahwa kuat tangan TUHAN, dan supaya mereka selalu takut kepada TUHAN, Allahmu." 

 Dari ayat diatas kita melihat bagaimana Gilgal adalah dasar pengenalan Allah bagi orang Israel generasi yang baru bahwa Allah yang mereka kenal adalah Allah yang kuat dan dapat melakukan Hal yang ajaib. 

Dan pada pasal ke 5 kita melihat bahwa di Gilgal pun Tuhan menyatakan perjanjiannya kepada semua anaknya dengan sunat yang dilakukan oleh Yosua. Hal ini dilakukan oleh Yosua sebagai pembaharuan akan janji setia mereka kepada Allah ( hukum Tuhan dalam kitab Keluaran). Dan jika kita baca terus pada Yosua 5:9-10 dikatakan demikian " Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu." Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal sampai sekarang. Sementara berkemah di Gilgal, orang Israel itu merayakan Paskah pada hari yang keempat belas bulan itu, pada waktu petang, di dataran Yerikho.

Dengan adanya pembaharuan ini umat Tuhan yang telah memiliki kasih karunia untuk masuk Kanaan akan mengingat bagaimana Allah berkuasa menolong dan menghapus dosa / kecacatan manusia ( identitas baru sebagai anak Allah) . Dari Gilgal awal proses umat Tuhan pengenalan Allah yang berkuasa dan penyelamat. 

Dimana jika kita melihat dalam ayat ke 11 dan 12 dikatakan demikian : "  Lalu pada hari sesudah Paskah mereka makan hasil negeri itu, yakni roti yang tidak beragi dan bertih gandum, pada hari itu juga. Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan."

Pada saat disanalah manna yang Tuhan berikan tidak dilanjutkan ( Keluaran 16: 35), ketika mereka menerima janji Tuhan. Mereka makan apa yang Tuhan janjikan yaitu Roti tidak beragi dan bertih gandum. 

Jika kita merujuk pada Yohanes 6: 48-51, Maka dikatakan bahwa Yesuslah Roti hidup itu dialah roti yang tidak beragi yang diberikan Allah atas janjinya kepada orang yang percaya. Dialah dasar atas pengenalan kita akan Allah yang sesungguhnya dan kuasaNYA dalam hidup kita. Dialah yang membawa hidup kekal kepada orang percaya melalui kematianNYA di atas kayu salib. 

Dan ketika kita melihat kata bertih gandum, menurut kamus kbbi adalah beras / gandum  yang disangrai di kuali sampai kulitnya pecah meletup dan jika kita mengacu pada Wahyu 6:6 dan Matius 13: 24- 30, Maka gandum berbicara orang percaya atau umat Tuhan dan bertih gandum menandakan  lahirnya orang percaya yang sungguh kepada Allah. Dimana dari kelahiran, kematian, dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus melahirkan orang percaya yang sungguh dan berkenan kepada Allah 

Inilah Gilgal  yang merupakan janji Allah dan menjadi dasar bagi orang yang percaya (identitas) . Dimana manna adalah ketetapan Tuhan yang diberikan kepada manusia tetapi manusia itu sendiri tidak mampu untuk melakukannya. Sehingga perjanjian dalam Kristus Yesus yang menopang dan membantu kita untuk dapat berjalan dalam ketetapan dan kehendak Allah. 

Dari Gilgal kita akan melihat bagaimana rencana Tuhan menunjukan sikap seorang anak Tuhan yang setia dan taat sebagai seorang hamba.  Seorang hamba yang ingin selalu dekat dengan tuannya. Ketika kita melihat dalam ayat ke 2 bagaimana Elia menanyakan dan menyaran Elisa untuk tinggal di Gilgal saja, karena Tuhan menyuruh Elia ke Betel. Elisa dengan sigap tidak mau berpisah dengan tuannya sedikit pun. Sehingga mereka pun sampai di Betel. 

Betel


 

Betel adalah sebuah kota dalam kejadian 28:11-19 dikatakan bagaimana tempat bertemu yakub dengan Tuhan. Dimana yakub melihat pintu sorga terbuka dan Tuhan Yesus Kristus berbicara kepadanya. Inilah pertemuan yakub dan mengenal Allah yang luar biasa yang mengatur Hidupnya. 

Bahkan jika kita melihat dalam ayat ke 20-22 dikatakan bahwa " Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,  sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

Bahwa di Betel, Yakub menaruh keyakinan dan segala perkara di dalam tangan Tuhan. Dia mau meyakinkan dirinya dengan mengikatkan hidupnya kepada Tuhan. Sehingga apa yang yakub punya Dia berikan kepada Allah ( termasuk kehormatan yang dia miliki untuk Allah). Hal ini pun yang seharusnya terjadi kepada orang percaya, setia dan ketaatan adalah dasar sebuah  pengenalan. Dari sana kita harus mengikatkan hidup kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Dimana setia dan taat dalam segala perkara, bahkan berpaut terus kepada Tuhan Yesus Kristus dalam segala perkara. 

Hal ini pun kita lihat dalam 2 Raja Raja 2:3-4 dikatakan demikian" Pada waktu itu keluarlah rombongan nabi yang ada di Betel mendapatkan Elisa, lalu berkatalah mereka kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"  Berkatalah Elia kepadanya: "Hai Elisa, baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Yerikho." Tetapi jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu sampailah mereka di Yerikho."

Elisa tetap bertahan dengan tidak bimbang sedikit pun untuk ikut walaupun hal yang susah akan datang dan menanti didepan dia. Orang percaya yang sungguh pasti Tuhan tunjuk apa yang akan terjadi dan apa yang harus kita kerjakan. Ketika kita setia dan taat, Maka selanjutnya kita akan mengandalkan Tuhan Yesus Kristus seumur hidup kita. 

Maka dalam Keluaran 33:13-17 dikatakan demikian "  Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu."  Lalu Ia berfirman: "Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu."  Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?"  Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau."

Tuhan Yesus Kristus pasti memberikan yang sangat baik buat orang percaya. Tetapi tahap pertama setia dan taat kepada Tuhan Yesus Kristus, semakin hari semakin kokoh dalam Tuhan Yesus Kristus bahkan mengikatkan diri untuk selalu hidup bersama Tuhan Yesus Kristus. Walaupun tidak mudah Dan akan banyak kejadian didepan. 

Hal ini terbukti dengan Elisa tidak terseret untuk ikut apa kata nabi di Betel. Tetapi fokus untuk tetap ikut Elia ke mana Dia akan pergi. Bahkan Elia pun menanyakan Hal yang sama seperti di Gilgal, tetapi jawaban Elisa tetap sama Dan terus ikut Elia kemana dia pergi. 

Yerikho

 


Ketika sampai di Yerikho, dalam 2 Raja Raja 2: 5 kembali dikatakan oleh rombongan nabi di Yeriko pertanyaan yang sama  dengan yang ada di Betel. Jawaban Elisa pun tetap sama. Tetapi perhatikan ayat ke 7 dan 8 dikatakan demikian" Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan.

Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering."

Kota Yerikho sendiri mengambarkan sebuah kepercayaan yang kokoh untuk melangkah dan mengikuti pola Tuhan dapat mengalahkan kekuatan duniawi. Hal ini bisa dilihat dalam Yosua 5:13 - 6:27, kita bisa melihat bagaimana Yerikho sebagai kota yang kuat tetapi ingat kesetiaan dan ketaatan kita ( Gilgal ) membawa kita kepada Betel ( pengikatan diri ) kepada Tuhan. Dari Betel kita dibawa kepada Yerikho ( kepercayaan yang penuh kepada Allah ). 

Kita melihat dalam Yosua 5: 13 bagaimana yosua yang  mengikat diri kepada Tuhan, selalu Tuhan Yesus Kristus peringatkan jika ada hal yang tidak berkenan kepada Allah.  Tetapi ketika kita taat , setia, mengikatkan hidup kita Sehingga memiliki kepercayaan penuh ,  Tuhan pun memberikan peringat kepada orang percaya Dan ketika kita diperingatkan dan memohon ampun. Maka kasih setia Tuhan, kuasa , kemurahan , Dan kemenangan pun Tuhan Yesus Kristus berlakukan atas hidup orang percaya. 

Bukan dengan dengan hal yang biasa tetapi dengan caranya Tuhan. Dalam Yosua pasal 6 dikatakan dengan jelas bahwa Yosua menang melawan bangsa Yerikho, hanya dengan nyanyian sorakan suara mereka, mereka dapat merobohkan tembok Yerikho yang begitu kuat dan kokoh. Mereka menyerahkan hal yang mustahil dalam kehendak Tuhan Yesus Kristus

Lalu perhatikan apa yang dilakukan oleh Lima puluh rombongan nabi di Yerikho ? Mereka berdiri memandang dari jauh ketika mereka ada di tepi sungai Yordan. Hal ini yang sering kali manusia lakukan, mereka tidak mau ikut maunya Tuhan dan hanya berhenti pada posisi tertentu. Mereka akan hanya melihat bagaimana Tuhan mau menyatakan mujizat-Nya dan berperan dalam hidup mereka.

Bahkan perhatikan ketika Elisa kembali ke Yeriko dan bertemu dengan rombongan nabi  yang hanya memandang mereka dari jauh. dalam 2 raja raja 2: 15-18 dikatakan mereka tahu bahwa Elisa sudah menerima apa yang Tuhan janjikan, lalu mereka meminta Elisa untuk mengizinkan mereka mencari Elia sekiranya Elia di hempaskan oleh Tuhan dimana. Hal ini mengajarkan kita bahwa orang yang tidak mengenal rencana Tuhan hanya berpikir secara logika manusia dan cenderung tidak taat akan rencana Tuhan dalam hidupnya.

Tetapi jika kita melihat dari seluruh Firman Tuhan bahwa Yerikho berbicara kepercayaan yang penuh kepada Allah, akan mampu mengalahkan segalanya. Tetapi sungai Yordan berbicara tentang perintah dan peraturan Tuhan yang penuh atas hidup orang percaya. 

Hal ini memang tidak enak, tetapi inilah yang Tuhan Yesus Kristus mau dalam hidup manusia. Yaitu manusia yang sesuai dan serupa dengan Allah. Dimana manusia memiliki seluruh kehendak dan isi hati Allah dalam Hidupnya. Hal ini di pertegas dalam Filipi 2:4-5 dikatakan demikian : " dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus," 

Dimana jika kita baca ayat seterusnya dalam Filipi 2 :1 - 18  dikatakan bahwa manusia memiliki pemikiran dan hidup bukan buat dunia ini, tetapi bekerja kepada Allah sepenuhnya. Bukan dengan cara duniawi tetapi cara Allah yang selalu membangkitkan semangat dan menguatkan manusia untuk bertahan dalam kehidupan yang benar dan Kudus. 

Sungai Yordan



Jika kita melihat lebih dalam tentang sungai Yordan ini , Maka dalam Yosua 3; 11-13 dikatakan demikian : " sesungguhnya, tabut perjanjian Tuhan semesta bumi berjalan menyeberang di depan kamu, masuk ke sungai Yordan.Maka sekarang, pilihlah dua belas orang dari suku-suku Israel, seorang dari tiap-tiap suku. Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan."

Sungai bagi perjalan manusia khususnya orang Israel  berbicara tentang batasan atau limit manusia. Dimana seringkali manusia menaruh limit untuk tidak terus berjalan bersama dengan Tuhan. Coba bandingkan dalam keluaran 14: 1 - 14 diceritakan bagaimana takutnya manusia ( orang Israel ) melihat orang Mesir mengejar mereka dan mau membinasahkan mereka.  Inilah pikiran dan kapasitas manusia dalam berpikir logika dan emosional ( kedagingan). Mereka anggap bahwa apa yang Tuhan kerjakan hanya sebatas pemikiran mereka saja.  Tetapi dalam ayat 15 -29 , Tuhan Yesus Kristus menyatakan kuasa dan keberadaanya dalam manusia yang percaya sepenuhnya kepada Allah. 

sehingga ketika kita kembali kepada 2 Raja raja 2: 8 dikatakan " Elia mengambil jubahnya,  digulungnya, dipukulkannya  ke atas air itu, maka terbagilah  air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering. " Puji Tuhan .. inilah yang terjadi jika orang percaya kepada Allah dengan sepenuhnya, seberapapun limit manusia yang kita punya Tuhan bisa hancurkan. Karena ada Kuasa Allah (Roh Kudus) yang menolong dan memberikan kekuatan untuk kita mampu mengenal Tuhan dan segala FirmanNYA sampai menjadi manusia yang sesuai dengan kehendak Allah.  

Awal Perjalan Hidup 

dari perjalanan kita Gilgal ( Pengakuan yang sungguh kita kepada Tuhan Yesus Kristus / Identitas anak Tuhan Yesus Kritus ) membawa kita kepada Betel ( pengikatan diri ) kepada Tuhan. Dari Betel kita dibawa kepada Yerikho ( kepercayaan yang penuh kepada Allah ). Dari Yeriko dibawa ke Sungai Yordan ( Pengharapan apa yang tidak dilihat).  Maka tiba saatnya Elisa mendapat apa yang dia mau dalam hidupnya. 

Maka apa yang diminta Elisa dari Elia dalam ayat ke 9 dan 10 dikatakan demikian :" Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua l  bagian dari rohmu ." Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."

kata "Dua bagian dari rohmu" bukan berati dua kali ganda / memiliki kekuatan yang hebat dari hamba Tuhan sebelumnya. Tetapi kata " Dua bagian dari rohmu " mengacu pada Skematologi dalam kejadian 1 : 1- 8  dimana Elisa ingin mengenal Allah sesungguhnya dan segala FirmanNYA. 

Hal ini dipertegas dalam Yohanes 8: 55- 56  bagaimana Yesus Kristus pun menyatakan apa yang harus menjadi  dasar dalam hidup manusia yaitu mengenal Allah sesungguhnya dan segala FirmanNYA (Skematologi 1 dan Skematologi  2), Maka kita harus tunjukan identitas kita sebagai pengikut Tuhan yang dilanjutkan dengan mengikatkan hidup kita selamanya kepada Tuhan ( mau di atur oleh Tuhan ),  percaya kepada Tuhan atas segal hal , dan selalu berharap kepada Tuhan  sepenuhnya. 

Tetapi  dalam Amos 5:4-6 dikatakan bahwa : " Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba,  sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap." Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup, supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api, yang memakannya habis dengan tidak ada yang memadamkan bagi Betel." 

Hal ini menegaskan agar kita tidak mencari - cari perkara seolah oleh kita mengikat diri dengan Tuhan ( pengingkar kuasa Tuhan - 2 Timotius 3:5)  dan pergi ke tempat yang seolah olah kuasa Tuhan Yesus ada dimana ( krisis identitas - Matius 24:23 ) . Tetapi Fokus cari Tuhan ( pertahankan identitas dengan setia dan taat kepada Firman Tuhan - Markus 12:30 ). Supaya kita hidup / berkenan kepada Allah dan tidak menghukum manusia kepada kemunafikan manusia dalam rupa sosial budaya yang seolah oleh berkenan kepada Tuhan. 

Maka sekarang Pertahankan Identitas kita dan maju terus pandang kepada Tuhan Yesus Kristus saja . maka kita akan melihat bagaimana hidup kita terus berjalan dalam berkenan kepada Allah bahkan menjadi hamba Tuhan Yesus Kristus yang sesungguhnya.  Maka hamba tersebut pastinya akan memiliki pengalaman untuk bertumbuh dengan Tuhan ( hari ke 3 ) , menjadi Terang ( hari ke 4 )  , menjadi makanan bagi orang lain dan mengenal Misi Tuhan ( hari ke 5) , menjadi manusia tahan uji dan manusia yang berkenan kepada Allah ( hari ke 6), dan pada akhirnya Tuhan dapat mengakui bahwa kita adalah hamba yang setia ( Hari ke 7 ) . 

Kiranya Tuhan Yesus Kristus tolong dan berikan pengertian kepada kita semua. 

 
Renungan Harian Remaja GPdI