Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri memiliki pengetahuan tentang Firman Allah. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri memiliki pengetahuan tentang Firman Allah. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Pelajaran 42: Derajat, Panggilan, dan Rencana Allah

Dasar Pembelajaran Kis 18 :1- 19:41


Haleluya, Puji Tuhan. Karena Anugerah-Nya kita masih bisa belajar Firman Tuhan Yesus Kristus yang hidup dan berkuasa. Beberapa minggu lalu kita telah belajar bagaimana Firman Tuhan itu murni ( kis 17 ) . dimana Firman memiliki posisi yang sangat jelas dan tidak dapat digantikan dan tidak perlu ditolong maupun ditopang oleh ilmu dunia ( IPA maupun IPS). Sehingga kita dapat melihat jelas bahwa Allah dalam nama Tuhan Yesus Kristus adalah Allah yang berkuasa atas segala sesuatu tidak terbatas oleh apapun.  

Derajat seorang Sahabat Allah 

Mari kita masuk dalam Kisah para rasul 18 : 1-4, apa yang kita lihat disana? Setelah Paulus menyatakan kebenaran Firman Tuhan. Dia pergi dari Athena ke Kota korintus. Di kota korintus inilah paulus bertemu dengan seorang yahudi bernama Akwila dari pontus ( pantai selatan Laut Hitam, di utara Anatolia, Turki.). Dia baru datang dengan istrinya yaitu Priskila ke Italia 


Karena pada saat itu perintah kaisar Klaudius agar orang yahudi meninggalkan Roma, maka Paulus menumpang di rumah mereka. Apakah karena Paulus Rasul, Dia bermalas malasan atau paulus membedakan ini pekerjaanku dan bukan pekerjaanku. Paulus tahu cara membuat kemah, dia membantu mereka membuat kemah itu. 


Inilah derajat anak anak Tuhan dimana mereka dengan kemurahan dan kebaikan ( Buah Roh ke 5 & 6) , paulus tidak membedakan selama hidup ini, selama dia tahu dan bisa membantu dia akan turun tangan membantu, bukan dengan cara atau kemauannya sendiri atau membedakan derajat atau status seseorang. Memang ini tidak mudah karena pada akhir zaman banyak orang hanya akan mengerjakan apa yang dilihat oleh manusia tetapi tidak memperdulikan apa yang dinyatakan Allah dalam kehidupannya sehari hari. Padahal  zaman Daud pun Allah sudah menyatakan dalam 1 samuel 16 :7 , Tuhan Yesus Kristus melihat hati mereka benar benar berpaut dengan Allah bukan hanya berpura pura.     


Perhatikan dalam Kis 18:4, dengan kesibukannya sebagai Sahabat dan Hamba Allah, dia tetap melakukan yang terbaik tidak menganggap dirinya berbeda. Hal ini sama dengan Filipi 2 : 5- 6 , dimana kehidupan kita menjadi seorang sahabat Allah menaruh pikiran dan perasaan (pengenalan dan logika Allah )  yang sama dengan Tuhan Yesus Kristus. 


Fokus dan Benih Firman akan terus tumbuh 

Maka kita lanjut dalam Kis 18 : 5 , dengan giat paulus menjalankan kepercayaan yang diberikan Allah kepadanya bahkan hal ini disaksikan sendiri oleh Silas dan Timotius yang baru saja datang dari makedonia.  


Ketika kita menjalankan kepercayaan yang Tuhan Yesus Kristus berikan, pasti tidak akan selalu mulus, maka perhatikan dalam Kis 18: 6 - 7a, Disebutkan bahwa mereka yang tidak menerima benih Firman Tuhan, mereka memusuhinya dan menghujat dia. Tetapi Paulus tidak ambil pusing, maka dia mengebaskan debu dari pakaiannya. Dan perhatikan hal ini sama dengan perintah Tuhan Yesus  Kristus dalam Markus 6: 10-11, Hal ini menujukan bawha segala hal yang terjadi bukan lagi tangung jawab seorang sahabat Tuhan , karena dia telah memberikan yang terbaik tetapi mereka memilih untuk tidak percaya.  


Maka perhatikan dalam Kis 18: 7b- 8, lihat ketika dunia menolak kehadiran Firman Tuhan, tetapi Logika Allah dan otoritas Allah yang berlaku dimana Paulus buktikan dengan  pergi ke rumah Titius Yustus (orang yang beribadah kepada Allah dan tinggal si sebelah rumah ibadat / Synagogue (sinagoge)) dengan kata lain dia merupakan seorang pemimpin sinagoge di Korintus. 


Di sana Tuhan Yesus Kristus menyatakan kebenaran Tuhan Yesus Kritsus dan menyatakan apa yang benar, sehingga Krispus yang menjadi kepala rumah ibadat  bersama seisi rumahnya dan  dan orang - orang  di korintus pun menjadi percaya dan dibaptis (1 kor 1:14). Hal ini memperlihatkan kepada kita bagaimana jika kita menolak Firman Tuhan, bukan Tuhan Yesus Kristus yang rugi melainkan kita manusia yang tidak memilih Firman Tuhan yang akan rugi besar .    


Panggilan dan penderitaan

Maka kita lanjut terus dalam Kis 18 : 9-11, Ketika kita menjadi sahabat Tuhan Yesus Kristus, pastinya kita mendengar suara Dia yang mengutus kita.  Dalam ayat ini menjelaskan bahwa kejadian dalam kis 18: 6 -7 , bahwa Allah turut bekerja dalam setiap pekerjaan yang kita kerjakan seturut kehendak dan rencana-NYA. Dia tahu kapan waktu yang tepat dan dia tahu kapan harus diam, sehingga kita hanya ikut saja / menyamakan kehendak Allah dalam hidup kita semua. 


Hal ini terbukti dengan apa yang terjadi di kemudian setelah 1,5 tahun paulus mengajar Firman Tuhan di sana, maka orang yahudi kembali mencari kerkara dengan diangkatnya  Galio seorang gubernur di Ahaya . Di mana Kis 18: 12- 13 ,diperlihatkan dengan jelas mereka mencoba mencari perkara dengan membawa logika Allah diadili dengan logika manusia.  


Maka perhatikan Kis 18 : 14- 16, Galio dengan tegas bagaimana fungsi keadilan dalam logika manusia, sehingga logika Allah yang dibahas oleh orang yahudi tidak berlaku dalam hukum logika manusia. Sehingga mereka mengusir mereka dari ruang pengadilan. 


Tetapi perhatikan dalam Kis 18: 17, ketika Tuhan Yesus Kristus nyatakan logika Allah  terhadap hukum logika manusia yang tidak dapat dibandingkan, Maka orang yang tidak dapat berbuat apa apa menjadi kasar / mengunakan logika manusia berdasaran kekuatan mereka (hukum rimba). Mereka menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadah yang telah percaya bersama dengan Krispus (I Kor 1:1), di depan pengadilan . Tetapi apakah dunia memperdulikan? Tentu saja tidak.


 Dunia tidak akan memperdulikan kita ketika kita berbicara tentang dogma dan doktrin, yang dunia lihat apakah kamu benar atau tidak menurut hukum dunia. Sehingga apa yang dialami oleh sostenes adalah penderitaan atas nama Kristus, walaupun tidak seberat pada kejadian stefanus ( kis 7: 59) 


Perjanjian dengan Allah dan Rencana Allah  

Mari kita lanjutka dalam Kis 18: 18, ada apa yang terjadi ? inilah bagian terakhir dari perjalana Paulus yang ke 2. Setelah tinggal lebih lama di KorintusPaulus berjalan ke Siria sesudah itu dia mencukur rambutnya di Kengkrea karena ia bernazar. 


Jika kita melihat lebih jauh untuk apa Paulus bernazar atau menjadi nazir Allah, maka kita buka dalam bilangan 6 : 1-2, 18. Maka kita melihat bahwa Paulus mengucapkan nazar / perjanjian dengan Allah dengan kekhususan ( Nazar seorang Nazir). Perjanjian apa yang diucapkan oleh paulus kepada Tuhan ? 


Tentu hal ini tidak akan lepas dari Efesus 1: 9-14, Dimana Paulus menyatakan diri untuk mengkhususkan diri untuk sepenuhnya bagi Tuhan Yesus Kristus. Memberikan diri untuk mengenal Tuhan Yesus kristus lebih dalam  dan segala Logika Allah. Maka Paulus pun menyatakan bahwa dia dapat mengerti segala rahasia kehendak Allah dalam kehidupan orang percaya. Dimana kita akan melihat bahwa orang yang telah dipercayakan memiliki satu kesatuan hidup dengan Allah yang dimateraikan oleh Roh Kudus menjadi sebuah jaminan hidup sehingga kita akan memuliakan Alllah  { hal ini akan kita pelajari lagi nanti } 


Sehingga dalam Kis 18: 19 - 21, sampai di Efesus, Paulus meninggalkan akwila dan Priskila di sana bersama jemaat disana.  Hal ini nantinya akan berhubungan dengan Rencana Allah dalam Kis 18: 24.  Tetapi Paulus masuk sendirike rumah ibadat dan berbicara kepada orang Yahudi atas dasar kebenaran Firman Tuha , sehingga mereka meminta paulus untuk tinggal lebih lama.  


Paka kis 18: 21, dengan tegas dikatakan bahwa jika Allah menghendaki dia akan kembali ke Efesus. Sehingga tidak banyak waktu yang diberikan paulus untuk memberikan dogma dan doktrin tentang kebenaran firman Tuhan pada saat itu. Lalu Kis 18: 22, berakhirlah perjalanan paulus ke dua, Paulus kembali kejemaat di Antiokhia dan mengajar disana 


Sehingga kis 18: 23, perjalana Paulus ke tiga dimulai kembali, dimana paulus berkeliling Galatia dan frigia  untuk menguatkan iman dan meneguhkan hati semua murid disana. 

  

Rencana Allah atas Teologi 

Kita kembali dalam Kis 18: 24, masih ingat kis 18: 19 ? bahwa Akwila dan priskila di tinggalkan oleh paulus di Efesus. Ternyata inilah rencana Allah mengapa Akwia dan priskila tinggal di Efesus. Ternyata pada kis 18: 24, Tuhan Yesus Kristus mengirimkan seorang bernama Apolos ( Απολλως, Apollos)  dari Aleksandria (sekarang kota ini ada di Mesir). 


Kota Aleksandira dikenal sebagai tempat penyusunan Septuaginta, terjemahan Alkitab Ibrani ke dalam bahasa Yunani. Terjemahan ini sangat penting karena menjadi Alkitab yang digunakan oleh banyak orang Kristen awal, terutama mereka yang berbahasa Yunani. Aleksandria juga menjadi rumah bagi banyak ahli teologi dan cendekiawan Kristen, yang memiliki dogma dan doktrin Gereja Ortodoks. 


Sehingga dari pengertian diatas kita tahu bahwa Apolos menjalankan kepercayaannya berdasarkan ilmu pengetahuan dan teologi kristen yang telah diajarkan oleh Barnabas dan  Yohanes yang disebut Markus (kis 15:38). Apakah salah ? tentu tidak tetapi tidak lengkap, karena kesempurnaan ( Ibrani 12: 2) yang di mau dalam kristus Yesus adalah serupa menurut gambar Allah  ( H-6 ) { nanti kita aka bahas lagi } 


Sehingga  dalam Kis 18: 25 - 26, Akwila dan priskila membaw Apolos ke rumahnya  membahas lebih detail secara menyeluruh apa yang dimaksud dengan baptisan Roh Kudus yang Tuhan Yesus Kristus janjikan kepada setiap orang percaya ( yohanes 14: 26, kis 2: 1-13). Sehingga Apolos lebih mengerti dan memahai secara detail apa itu Roh Kudus dalam kehidupan manusia.


Jika kita lanjut dalam Kis 18: 27-28, apolos ingin menyeberang ke Akhaya dan mereka membantunya sehingga apolos menjadi sangat berguna di Korintus. Dari sinilah terjadi perpecahan secara perlahan dan mendasar atas doktrin dan dogma  yang terjadi dalam 1 korintus 1: 12. Sehingga terjadi dan menganggap dari golongan Paulus, Kefas, dan Apolos sehingga menjadi perselisihan yang tajam paka 1 kor 3: 1- 9 { tentu kita akan belajar lagi nanti  tentang dogma dan doktrin dalam kristen}  


Kelengkapan yang penuh      

Perhatikan dalam Kis 19: 1 apa yang terjadi ? ketika apolos masih di korintus, Paulus sudah kembali ke Efesus karena pada kis 18: 21 berkata “jika Tuhan menghendaki “ , maka ini kehendak Tuhan Yesus Kristus. Tetapi ingat bahwa di kasi 19:1 ini , dogma dan doktrin apolos telah masuk sebelum paulus mengajarkan lebih detail tentang Firman Tuhan yang dia dapat dari Tuhan Yesus Kristus.  


Maka perhatikan dalam kis 19: 2, apa pertanyaan paulus kepada jemaat di Efesus “ sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya ?“ . Hal ini menjadi sebuah dasar dan permulaan awal perbedaan dogma antara golongan Paulus, Kefas,dan  Apolos. Sehingga secara demografi kristen sendiri terbagi menjadi beberapa fokus utama tentang pelajaraan “kristologi” (tentang Kristus Yesus)  dan “pneumatologi” ( Tentang Roh Kudus ). Tentunya  hal ini menjadi sebuah landasan atau dasar yang sangat  penting bagi gereja Tuhan untuk saat ini. { tentu kita akan belajar lagi nanti  tentang dogma dan doktrin dalam kristen}  


Sehingga Paulus sendiri bertanya kepada Jemaat di Efesus dalam Kis 19:3 dengan baptisan apa mereka telah dibaptis. Maka kis 19: 4 - 5 dikatakan jelas dengan baptisan air / Baptisan pertobatan ( hal ini kita sudah pelajari dari kitab Yohanes). Maka Paulus menjelaskan kembali bahwa mereka dibaptis dengan baptisan pertobatan dan menjelaskan tentang Baptisan tersebut yanng berhubungan dengan Tuhan Yesus. Dan perhatikan dalam kis  19:6, Maka Paulus menumpangkan tangan atas mereka dan memohon kepada Tuhan Yesus Kristus untuk membatpis mereka dengan Roh Kudus dan memenuhkan mereka dengan otoritas Roh Kudus dalam hidup mereka. Maka iniliah tandanya yaitu mereka dapat berkata kata dalam bahasa roh dan diberikan karunia untuk bernubuat. {Tentunya hal ini akan kita pelajari nanti dalam pelajaran “kristologi” dan “pneumatologi” } 


Karena kita telah belajar dalam Injil Yohanes, bahwa orang tidak akan dapat berjalan  dengan Allah, Jika dia tidak mengenal Allah dan logika-Nya dengan pimpinan Roh Kudus. Maka kis 19: 2- 5 ini menjadi sebuah hal yang penting yang perlu kita pahami lebih dalam, bagaimana Paulus bekerja dalam pimpinan Roh dibandingkan dengan dengan orang yang diutus hanya mengerti Allah secara teologi Allah atau logos atau keillmuan saja. Coba kita bandingkan dengan kembali dalam kis 6: 3, syarat menjadi pelayan Tuhan adalah penuh Roh dan Hikmat. Menjadi sebuah standart utama orang yang mendapat kepercayaan dari Tuhan Yesus Kristus . Maka Kis 19:7  pada saat itu jumlah mereka adalah 12 orang , maka hal ini mengacu  kepada jumlah orang yang berkumpul untuk belajar Firman Tuhan.


Pemisahan dan mujizat menjadi bukti 

Kita perhatikan dalam kis 19: 8 - 10, ketika Tuhan Yesus Kristus masih mengizinkan Paulus untuk bekerja di Efesus selama tiga bulan, Paulus mengajarkan dengan berani segala ajaran yang sehat tetang kerajaan Allah di rumah Ibadat di sana. 


Tetapi seperti halnya manusia yang selalu bertahan dengan kebenarannya sendiri dalam kerangka logika manusia. Begitu pula dengan penduduk di Efesus yang tegar hatinya dan malah mengumpat jalan Tuhan di depan orang banyak. Apakah mau mengunakan kekerasan dan premanisme untuk melawan itu semua ? tentu tidak, kita telah belajar bahwa sebagai anak Tuhan Yesus Kristus tidak memiliki karakter itu, melainkan dia memisahkan mereka dari murid-muridnya dan mengajar di ruang kuliah Tiranus. 


Palus terus melakukannya hingga tercatat dalam kis 19:10, selama dua tahun lamanya sehingga semua penduduk asia mendengarkan Firman Tuhan baik orang yahudi maupun non yahudi yang ada di kota efesus. Tetapi apa yang menjadikan Paulus berbeda dengan yang lain ? karena Paulus memiliki otoritas Allah dan dipimpin oleh Roh Kudus dalam perjalanan hidupnya. Sehingga kis 19: 11- 12 dengan jelas apa yang terjadi Mujizat masih berlaku dan menjadi bukti penyertaan Allah ( Hal ini pernah tercatat juga dalam kis 5: 15). Bahkan jika kita lihat dalam kis 19: 12 , Sapu tangan dan kain yang bekas dipakai oleh Paulus memiliki kuasa. 


Tetapi untuk saat  ini untuk hal seperti ini jangan dijadikan patokan dasar atau mendewakan individu atau benda benda tersebut. Tetapi carilah kepercayaan Tuhan Yesus Kristus dan mengerti kehendak Allah serta logika-Nya dengan pimpinan  Roh Kudus yang penuh dalam kehidupan kita semua.  


Otoritas Allah berbeda dengan yang lain  

Perhatikan dalam kis 19: 13-14, perhatikan kata “ beberapa tukang jampi yahudi / nabi paslu“ adalah orang yang dunia yang tidak mengenal Tuhan bahkan tidak kenal Tuhan Yesus Kristus berusaha memakai kata kata yang mungkin mirip dengan paulus untuk mengusir roh yang jahat. Mereka berpikir dengan menyebutkan nama tersebut mereka pasti akan berhasil. 


Tetapi ingat, otoritas Allah tidak ada sama mereka dan tidak ada kuasa dalam hidup mereka. Tetapi mereka mencoba mengunakan dengan maksud yang tentunya tidak benar. Sehingga ketika mereka mengucapkan sebuah kalimat. Maka timbul perkataan dari kis 19: 15 dengan jelas bahwa “Yesus aku kenal , paulus aku ketahui , tetapi kamu siapa kamu ?”


Hal ini menunjukan otoritas Allah yang berbeda khusunya dengan roh yang ada di dalam dunia ini. Roh Kudus yang diberikan kepada orang yang mengenal Allah dan berjalan bersama dengan Tuhan akan mempunyai otoritas yang tidak dapat dipungkuri oleh siapapun termasuk oleh roh dunia. Mereka tahu bahwa otoritas Allah tidak dapat dipungkiri dan hanya manusia dengan logikanya mencoba memungkiri hal tersebut.


Akhirnya apa yang terjadi dalam Kis 19 : 16 - 20 , roh jahat itu mempermalukan mereka, tetapi seperti halnya Yudas iskariot yang memilih untuk mengkhinanati Tuhan, tetapi  Tuhan Yesus Kristus ubah menjadi sebuah keuntungan bagi orang yang sungguh sungguh percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Demikian pula dengan warga Efesus , dengan kejadian demikian banyak warga Efesus yang masih “bermain main” dengan hal yang tidak menyenangkan Tuhan  Yesus Kristus, berbalik dan menjadi percaya serta mengaku segala perbuatan yang telah mereka lakukan. Bahkan buku buku atau kitab kitab sihir yang nilainya sekitar lima ribu keping perak setara dengan 5000 dinar merek bakar di depan mata semua orang. Tentu harganya  tidak murah bahkan sangat mahal,  tetapi mereka melakukannya karena tahu bahwa Allah mempunya kuasa dan otoritas diatas segalanya. Sehingga kis 19: 20 dengan jelas dikatakan bahwa makin tersiar Firman Tuhan dan masih berkuasa. 


Agama dan Bisnis 

Kita lanjut pada bagain terakhir dari pasal ini Kis 19: 21-22, inilah keinginan paulus akan menjadi sebuah perjalanan terakhir bagi paulus , tetapi untuk hal tersebut paulus 2 orang yaitu timotius dan erastus untuk mendahuluinya ke makedonia selama paulus masih berada di asia.  


Maka timbulah sebuah perkara besar dalam kis 19: 23 - 27, inilah yang terjadi jika agama berjalan barengan dengan bisnis. Apa yang dikatakan oleh Demetrius adalah sebuah pendapat yang masih berlaku untuk saat ini bagi beberapa agama dan bahkan ada di dalam gereja yang ada. Hal ini menjadi sangat tragis dan menyesahkan hati kita semua. Karena Paulus mengabarkan kebenaran yang absolute dan tidak dapat tergoyangkan. Sedangkan bagai Demetrius perusahaan adalah sebuah dewa itu sendiri dan menyelimutinya dengan unsur kebudayaan serta keagamaan yang mendalam. 


Hal ini dapat dilihat bahwa kis 19: 24 mengatakan bahwa “usahanya mendatangkan penghasilan yang tidak sedikit bagi tukang tukangnya”, jika kita bandingan dengan Matius 6:24, maka benarlah bahwa di dalam dunia ini secara garis besar hanya  memiliki 2 jalan yang jauh berbeda yaitu “mengabdi kepada Allah atau  kepada Mamon “  dan tidak bisa keduanya. 


Ketika kita berbicara tentang mengabdi kepada Allah, maka kita fokus kepada pengenalan Allah dan logika Allah dengan pertolongan Roh Kudus yang penuh untuk berjalan dalam ketetapan dan rencana Allah. Sedangan kepada mamon, bukan berbicara hubungan kita dengan Tuhan tetapi yang mereka berbicara hanya tentang uang dan kemakmuran. 


Tetapi perhatikan dalam kis 19: 28 -29, tetapi mayarakat yang tidak mengenal Allah dan tidak mengerti akan urusan yang mendasar akan berlaku seperti preman yang berani dan membela apa yang sebenarnya dia tidak tahu. Sehingga terjadi kekacauan dan membanjiri gedung kesenian serta menyeret Gayus dan Aristarkhus untuk masuk ke dalam ruang kesenian. 


Inilah kekacauan antar agama dan bisnis yang akhirnya terjadi kembali di akhir zaman, dimana dalam 2 timotius 3: 2 menjelaskan bahwa salah satu keadaan manusia di akahir zaman adalah tidak mempedulikan agama. Karena dasar inilah banyak filusuf ateisme yang menyatakan bahwa “agama adalah candu “. sehingga secara tidak langsung mereka menggiring logika manusia hanya percaya kepada fakta yang ada atau logika manusia yang telah diatur oleh manusia itu sendiri. 


Sikap akan logika Allah dan manusia 

Kita lanjut dalam Kis 19: 30 - 31, ketika hal itu terjadi paulus ingin datang ke sana untuk menjelaskan dengan benar apa yang menjadi logika Allah bagi hidup manusia. Tetapi hal ini dicegah oleh oleh murid murid dan para embesar yang merupakan sahabat paulus untuk tidak masuk ke dalam pusaran  konspirasi agama dan bisnis yang terjadi di efesus 


Tetapi perhatikan dalam Kis 19: 32, ketika orang banyak berkumpul dan kebanyakan mereka sendiri tidak  tahu apa yang sebeneranya terjadi dan konspirasi  dunia apa yang  melibatkan mereka untuk datang kesana dan melakukan protes yang mereka sendiri tidak mengerti sama sekali. Maka kis 19: 33 - 34  menjelaskan bahwa alexsander di dorang tiba tiba ke depan oleh orang yahudi (pastinya dia dari kelompok yahudi yang secara  sengaja juga mengambil kesempatan untuk mempengaruhi orang efesus dengan kejadian yang ada ).  Alexsander pun mencoba untuk mengambil alih dengan memberikan isyarak dengan tangannya untuk memberikan pembelaan. Tetapi hal itu di tolak oleh penduduk Efesus dengan mengagungkan artemis dalam waktu dua jam . 


Kita melihat berbeda antara orang yang dipilih Tuhan dan mengunakan logika Allah   dengan orang yang mengunakan logika manusia, Ketika hal tersebut memang bukan maksud Tuhan Yesus Kristus untuk kita hadapai, maka Tuhan Yesus Kristus pun akan menahan kita untuk tidak ambil bagian dalam hal tersebut. Karena kita tahu seperti halnya orang yahudi ( alexsander ) akhirnya terlibat dalam pusaran itu yang mengakibatan bertambah parah keadaan tersebut dan mempermalukan dirinya sendiri.   


Tuhan pakai alat-nya 

Perhatikan dalam kis 19: 35 - 40,  tiba tiba ada seorang panitra kota datang dan menenangkan seluruh rakyat dan menjelaskan seluruh duduk perkaranya. Sehingga rakyat sendiri tahu bahwa ini adalah ulah dari Demetrius yang menghasut warga, karena bisnis agamanya di”ganggu “ oleh paulus.  


Tetapi dengan sikap dan karakter yang ditunjukan oleh paulus dan seluruh anak Tuhan, maka mereka melihat bahwa Paulus serta pengikutnya berbeda dan tidak memiliki kesalahanan yang merek tuduhkan. Sebaliknya mereka yang menganggap diri benar , mereka bis dipersalahkan oleh hukum logika manusia mereka sendiri karena berbuat sebuah huru hara dalam kota tersebut. 


Dan memberikan jawaban kepada seluruh warga efesus untuk tidak mengambil bagian yang buka haknya untuk berbicara, karena apa yang dituduhkan demetrius seharusnya di bawa ke dalam pengadilan dan sidang rakyat yang sah yang telah di tetapkan oleh hukum logika manusia oleh pemerintah.


Sehingga mendengar perkataan itu, bubarlah perkumpulan rakyat tersebut. Semuanya ini karena Tuhan Yesus Kristus, ingin tunjukan bahwa logika Allah itu berbeda dengan logika manusia. Bahkan dengan logika Allah, Tuhan Yesus kristus dapat mengatur segala pemikirian manusia yang tidak taat untuk masuk dalam kesesatan logikanya sendiri.  


Tetapi siapa yang memegang logika Allah, maka Tuhan Yesus Kristus tunjukan bahwa kita sebagai orang yang telah memilih dan dipilih Allah serta mendapatkan kepercayaannya, akan menjadi manusia yang berbeda dengan manusia lainnya dalam hal bertindak. Karena Allah tahu apa yang akan terjadi dan Allah sanggup membela kita tanpa orang lain atau siapapun yang akan menolong hidup kita. 


Kiranya Tuhan Yesus Kristus, tolong kita semua.  


Amin 

Sejarah, Alegori, Logika, Filsafat, dan Apologetika dalam Kristen

Pendahuluan 

Ketika kita berbicara tentang pengertian atau pandangan akan suatu hal yang menjadi sebuah dasar pengajaran atau dokma, Maka diperlukan banyak hal dan pertimbangan yang sangat mendasar. 

Dari pertimbangan yang ada itu, bukanlah sebuah hal yang sembarangan atau ditentukan secara subjective semata saja. Karena dasar dari sebuah pengertian adalah mencari sebuah kebenaran. Apalagi kita berbicara tentang perkenanan dan logika Allah yang tidak dapat dan diartikan sebagaimana logika manusia.

Dari beberapa pandang yang ada pun, terkadang tanpa pengertian menyebabkan sebuah perspektif yang berbeda. Bahkan  dari perspektif tersebut, menimbulkan pemahaman yang berbeda jauh dari apa yang seharusnya menjadi dasar sebuah pengertian yang sesungguhnya. 

Ini yang menjadi titik krusial dan sangat berbahaya, karena ini akan memiliki banyak pemahaman yang cukup melebar dari apa yang seharusnya. Sehingga pengajaran tersebut menjadi salah pengertian,seperti halnya garis lurus yang melenceng 1 derajat tidak akan titik dari ujung garis tersebut. 

Hal ini terkadang dianggap ringan bahkan tidak terlalu dipermasalahkan, karena berdasar kepada anggapan bahwa semua punya sudut pandang sendiri dan punya latar belakang yang berbeda. Disini lain, hal ini dianggap sebuah pendalaman pengertian yang lebih absurd, sehingga hanya dimaknai sebagai sebuah alegori dan filsafat tingkat lanjut dalam sebuah pengertian. 

Jika kita merujuk pada kebenaran Firman Tuhan, maka apa yang dikatakan dalam Matius 5:18 bahwa satu iota atau titik  pun tidak akan ditiadakan dari hukum taurat, sebelum semuanya terjadi. Ini menunjukan kosistensi Allah dalam logika Allah yang jelas dan absolute.  Dimana satu titik menjadi sangat krusial dalam sebuah aturan bahkan pengertian akan aturan itu. 

Maka jelas dengan merujuk pada ayat tersebut kita melihat sebuah titik atau ujung ketegasan Allah. Bahkan jika memang harus di alegorikan, Maka ada syarat atau kekhususan tertentu menjadi patokan dasar akan hal tersebut. Atas dasar tersebut, Maka ada lima ketetapan yang menjadi dasar sebuah petunjuk untuk mengerti akan segala maksud dan kehendak Allah yang benar, yaitu : sejarah , alegori ( pengertian / penggambaran), logika, filsafat, dan apologate ( pertanggung jawaban iman).  Sehingga kita akan mempelajari akan hal ini dalam kesempatan ini. 

Sejarah

Jika kita melihat dalam pengertian kamus besar, sejarah adalah sebuah catatan yang tertulis maupun tidak yang menjelaskan sebuah kejadian yang telah terjadi dan menjelaskan asal mula keadaan saat ini dan mungkin akan datang.

Walaupun demikian secara umum, sejarah diakui oleh logika manusia sebagai sebuah fakta yang otentik yang tidak bisa diubah, walaupun dirubah akan tetap diakui sebagai kebenaran semu manusia. Dikatakan sebagai kebenaran semu, karena dalam pembentukan sejarah terdapat banyak distorsi atau konspirasi di dalamnya yang mengubah kenyataan yang ada. 

Hal ini dapat terlihat dalam beberapa catatan sejarah dunia dan dengan jelas dituliskan oleh logika Allah dalam kebenaran absolute. Jika merujuk pada Matius 28: 11-15 Dan beberapa ayat dalam kitab lainnya , terlihat dengan jelas bahwa distorsi atau konspirasi ini bukanlah barang baru dan sebuah hal yang dibuat buat. 

Tetapi dari sejarah kita melihat bagaimana karya Allah dalam rencana-NYA dan pekerjaan-NYA, tetap nyata dan bertahan dalam kondisi yang paling tidak enak sekalipun . Kerena kebenaran Allah adalah kebenaran absolute yang pasti dan pasti menyatakan kebenaran yang sebenar-benarnya. 

Sehingga jika kita melihat sejarah dalam lingkup kebenaran Allah, maka kita akan melihat kedasyatan Tuhan Yesus Kristus atas segala hal yang terjadi dan bagaimana pekerjaan Allah nyata atas kebenaran semu manusia.

Alegori 

Jika kita melihat dalam kamus besar, alegori adalah penggambaran akan sebuah pengertian yang lebih luas akan sejarah atau bentuk dan pola yang ada. Hal ini menjadi dasar beberapa ilmu pengetahuan manusia untuk mengembangkan sebuah metode atau pembelajaran akan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di dunia.

Memang tidak mudah kita mempelajari alegori ini dan biasanya hanya orang tertentu yang dapat mempelajari hal ini. Kalau secara pendidikan akademis biasanya mereka yang belajar sampai dengan strata tiga ( PhD maupun Professor). Karena alegori ini akan merujuk kepada sejarah yang ada, seperti dalam ilmu pengetahuan , budaya dan sejarah yang ada. 

Mungkin salah satu  frasa alegori adalah sejarah purbakala manusia ada gambaran sesuatu yang besar yang dapat mengubah keadaan dan kondisi. Hal ini merujuk pada gambaran manusia terhadap sesuatu yang dianggap "allah"dalam agama yang dipercaya penceritaannya dalam agama sejarah dan budaya di dunia. 

Tetapi bagi kebenaran Allah berbeda dengan kebenaran manusia, adalah sebuah kekhususan yang luar biasa. Karena Tuhan Yesus Kristus sendiri yang menyatakan dan memberikan pengertian atas penggambaran dari apa yang terjadi atas rencana dan pekerjaan Allah serta nubuatannya. Hal ini dapat terlihat Perjanjian Lama dan Baru dalam Alkitab,  bagaimana Tuhan Yesus Kristus menyatakan segala alegori dalam Perjanjian Lama dan memberikan nubuatannya dalam Perjanjian Baru. 

Hal ini membuktikan bahwa sebuah alegori akan kebenaran Allah menyatakan sebuah kebenaran yang absolute. Dimana kebenaran itu kekal dan tidak akan tergoyangkan apapun. Terlebih kita melihat dalam kitab Wahyu bahwa Allah adalah Alfa dan Omega. Tuhan Yesus Kristus adalah yang awal Dan yang akhir, Sehingga penggambaran akan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru memiliki sifat yang sama yaitu absolute. 

Dan ketika kita mulai mempelajari hal ini, khususnya kita yang membahas secara mendetail akan sejarah dan alegori ini akan menemukan sebuah gambaran utuh akan kehendak , rencana dan pekerjaan  Allah yang berlaku dahulu, sekarang dan sampai masa yang akan datang. 

Tetapi yang menjadi penting bagi orang percaya, bahwa bukan masalah alegori dan sejarah yang menjadi sebuah kekuatan untuk memahami kehendak Allah dan logika Allah tetapi hubungan kita sendiri dengan pribadi Tuhan Yesus Kristus yang hidup menjadi landasan dasar akan pengenalan dan mengenal akan segala kehendak, rencana dan pekerjaan Allah dalam kuat kuasa Roh Kudus. 

Memang tidak mudah dan terkadang orang yang strata atau pengetahuan atau ilmu atau intelektual yang tinggi belum pasti akan mengenal Tuhan Yesus Kristus. Karena  dasar dari pengenalan dan pemahaman  itu adalah hubungan Allah dengan manusia (umat-NYA {anak anak Allah} , murid, domba, sahabat dan anak Allah). 

Logika 

Jika mengacu pada kamus besar , logika adalah cara berpikir seseorang yang memberikan sebuah pemahaman akan sebuah kebenaran. Logika yang benar menurut orang itu kebenaran tersebut sesuai dengan kerangka berpikir yang benar dan prinsip atau kaidah yang telah menjadi patokan hidup. 

Logika manusia merupakan sebuah perjalanan panjang cara berpikir manusia yang diajarkan, dipelajari, bahkan dipahami  dari sejak lahir hingga pada akhir hidupnya.  Hal ini sepadan dengan apa yang terjadi pada kejadian 3 dimana jika dilihat secara gambaran bahwa ular merayu manusia agar mau memakan buah itu.  Tetapi jika kita lihat lebih jeli dan mengunakan kacamata dari alegori, apa yang dikatakan oleh SI ular adalah sebuah logika yang menjadi dasar manusia berpikir saat ini. 

Dimana logika manusia selalu berpikir untuk mendapatkan apa yang mereka tidak punya dalam hidup dan menarik buat mereka ( dalam hal ini :kekuatan, kuasa dan otoritas). Bahkan jika lihat dalam kejadian 3, sebenarnya logika manusia itu berlawanan dengan logika Allah yang terdapat dalam kejadian 1 dan 2. 

Hal inilah yang menjadi dasar menjadi seorang anak Tuhan itu berarti merubah logika dasar manusia menjadi logika Allah ( ketaatan akan segala hal dan setia dalam segala perkara).  Memang tidak mudah dan memang tidak masuk akal manusia, karena manusia sudah menerima logika manusia sejak lahir dan sekeliling mereka memahami logika manusia itu. 

Bahkan jika kita melihat dalam suratan Ibrani 10: 16, Maka dengan jelas bahwa logika Allah  adalah berasal dari pengenalan akan Yesus Kristus dan segala pengajarannya. Karena kita mendapatkan logika Allah dari pengenalan Tuhan yang sungguh dan hukum hukumnya yang benar. 

Lalu apakah logika Allah akan membuat orang percaya memiliki sisi ke"aneh"an dari kehidupannya? Dalam Galatia 5:23 dengan jelas bahwa secara lahiriah, tidak ada hukum yang akan menentang logika Allah. Tetapi  logika Allah berbicara tentang pembeda atau berbeda dengan logika manusia. 

Maka logika ini yang sering dikatakan oleh para "petinggi " gereja adalah Iman seorang percaya adalah Iman rasional. Di mana Iman yang benar akan mengerjakan pekerjaan Allah dan masuk akal menurut Allah, karena standard pemikirannya adalah Allah. 

Allah sanggup mengadakan segala hal yang sesuai seturut kehendak dan rencana-NYA. Dan bukan berdasarkan ukuran standard manusia dalam logika manusia yang terbatas. Inilah menjadi dasar pemikiran jika kita berbicara filsafat Allah, memikirkan segala pekerjaan Allah atas dasar logika yang telah orang percaya pahami. 

Filsafat

Ketika kita melihat kamus besar, Filsafat adalah sebuah pemikiran yang di dapat dari kerangka berpikir dalam alur logika atas apa yang terjadi. Biasanya apa yang tidak bisa di bahasakan dalam dunia ilmu pengetahuan akan coba dipikirkan dan dipahami sebagai sebuah kepercayaan dan pemahaman akan sesuatunya. 

Hal ini sejalan dengan logika manusia yang terbatas akan kebenaran semu, akan melihat hal yang di luar logika mereka  akan berbicara tentang kekuatan yang luar biasa di luar hidup mereka. Dari pada itu para pencari ilmu pengetahuan berlomba lomba membuktikan apa yang belum terbaca dalam nilai ilmu pengetahuan dengan idiologi multiverse, dreamlife, dan masih banyak lagi. 

Memang tidak mudah untuk berbicara tentang filsafat untuk ornag awam, apalagi kalo kita berbicara tentang Filsafat Allah yang sangat luar biasa akan memutuskan segala sesuatunya. Salah satu filsafat Allah yang terkenal dalam Firman Allah adalah Salomo menyatakan  keputusan  Allah untuk membelah anak menjadi dua dalam 1 raja - raja 3: 16-28. 

Dalam perjalanannya, banyak filusuf yang mengajar mengatasnamakan ketetapan Allah tanpa mengenal Allah dan memahami dan melakukan kehendak Allah. Sehingga di sadari atau tidak, terjadi banyak pergeseran doktrin dan dogma pada diri gereja dan orang Kristen. Sehingga ini menjadi masalah yang cukup serius dalam gereja saat saat ini. 

Tanpa memahami logika Allah, mereka berbicara tentang perkenanan Allah akan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Tetapi disisi lain, dengan mengenal dan memahami kehendak Allah serta dilihat mengunakan sisi alegori dan filsafat, kita akan sangat mengucapkan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus. 

Karena hal ini memang harus terjadi dan kesudahan akan dunia ini akan menjadi nyata seturut kehendak dan rencana-NYA bagi logika manusia yang mempertahankan kebenaran semu.  Sehingga pada akhirnya Allah menyatakan kemuliaanNYA dalam kehidupan semua orang. Dan kiranya Tuhan Yesus Kristus menolong kita semua, karena dengan dasar atas semuanya ini kita baru bisa berbicara tentang apologet ( pertanggung jawaban Iman orang percaya). 

Apologetika

Berdasarkan kamus besar, Apologetika atau apologet adalah sebuah "ilmu" yang mempelajari segala hal yang berkaitan dengan pertanggung jawaban Iman atas  segala macam tuduhan atau potongan pendapat akan sesuai yang menyangkut dengan kepercayaan . 

Inilah hal yang paling susah dan paling komplek sebenarnya, dimana ketika kita telah mengenal Allah dan melakukan segala kehendanya, Maka pasti tahapan dalam hidup orang percaya ( skematologi Minggu penciptaan) akan diharapkan dengan masalah atau setidaknya tuduhan dalam pikirannya akan suatu hal yang tidak mereka mengerti. 

Tetapi perhatikan dalam Lukas 12:12, dimana Roh Kudus dalam kuat kuasa-NYA akan mengajarkan kita apa yang harus kita katakan. Tentunya jika secara filsafat dan alegori, ini bukanlah "ilmu" yang harus dipelajari melainkan pengenalan Tuhan  dan pengajaran yang harus dipahami serta dilakukan dalam kehidupan orang percaya. 

Sehingga kita mendapatkan sebuah kesimpulan dasar bahwa pertanggung jawaban Iman adalah kehidupan orang percaya yang sepenuhnya untuk kemuliaan Allah. Sehingga ketika kita bicara apologet dalam lingkup sejarah, alegori, logika dan filsafat, Maka kita berbicara skematologi Minggu penciptaan hari ke 7) . Dimana kita pertanggung jawabkan semuanya di hadapan Tuhan Yesus Kristus Sehingga pertanyanya : 
  • Apakah kita berjalan dengan Tuhan Yesus Kristus, 
  • Apakah kita memilih memberikan hidup kita sepenuhnya untuk Tuhan Yesus Kristus, 
  • Apakah pikiran kita sama dengan pikiran Tuhan Yesus Kristus, 
  • Apakah kita terpilih menjadi sahabat Tuhan Yesus Kristus,
  • Dan terakhir apakah kita diakui oleh Tuhan Yesus Kristus sebagai anak seperti dalam Wahyu 21:7 
Tuhan Yesus Kristus sudah memberikan kita kemenangan penuh (1 korintus 15:57) , sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya diberikan kuasa menjadi anak anak Allah ( Yohanes 1:12 ), tetapi dalam perjalanannya semuanya akan diuji dan teruji Sehingga di akhir zaman. Dan  orang benar yang bersama dengan Tuhan Yesus Kristus akan menang bersama Tuhan Yesus Kristus dan diakui oleh Allah sebagai orang yang mendapat bagian dalam kerajaan Allah ( Wahyu 21:7) 

Puji Tuhan, kiranya kita semua semakin senang untuk mengenal Tuhan dan mengerti serta melakukan kehendak Tuhan . Roh Kudus tolong kita semua, Tuhan Yesus Kristus memberkati selalu


Renungan Harian Remaja GPdI

Apa "semuanya sama saja "?

Di zaman yang semakin modern seperti sekarang ini sering kali manusia selalu berpikir simple dan tidak mau ambil pusing apa yang terjadi saat ini. Bahkan mereka menyamakan satu yang berbeda dengan yang lain. Bahkan mereka memukul rata segala hal termasuk dalam hal kepercayaan mereka. 
Bahkan sering kali segala hal dipukul rata dengan sebuah "ilmu pengetahuan" sehingga mereka ngambil sebuah kesimpulan bahwa semua harus disama ratakan. Semua itu ada standard Baru yang mereka buat menurut keyakinan hidup mereka sendiri. 

Sehingga dalam hal pengenalan akan pribadi Tuhan Yesus Kristus semakin biasa saja. Bahkan menganggap Tuhan Yesus Kristus sama dengan dewa atau baal yang mengaku punya kuasa, bahkan orang percaya pun banyak yang  terpengaruh dan memasukan hal yang bukan Firman menjadi seolah olah Firman. Hal ini dikarenakan kata "semuanya sama saja".

- Semua Peraturan sama saja  

Hal ini sebenarnya sudah diperingatkan dalam Firman Tuhan yang pertama dalam kitab kejadian 3: 1-6. Kita melihat bagaimana perempuan melanggar perintah Tuhan Yesus Kristus karena menurut Hawa pohon pengetahuan itu baik dan sedap kelihatannya ( sama seperti pohon yang lainnya) dan memberikan pengertian ( ada hal baru yang baik menurut dia jika mencoba hal tersebut adalah baik ).

Coba kita lihat apa yang terjadi ketika Hawa makan bersama dengan Adam.  Dalam kejadian 3;7-8 dikatakan demikian " Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman." 

Pelajar 16: hakikat Firman Allah - 2 SMP

Dasar Pembelajaran : Yohanes 12: 12- 50 

Haleluya Puji Tuhan, Hari ini kita belajar lagi Firman Tuhan yang sangat berkuasa atas hidup kita semua. Kita melihat minggu lalu bagaimana kita memiliki sebuah tingkatan yang harus kita lalui dan kita capai sesuai dengan kehendak dan ketetapan Tuhan Yesus Kristus untuk domba - dombanya. 

Dimana domba seharusnya sudah memiliki 1 Mina atau 1 talenta yang harus dia kembangkan dalam hidupnya yaitu kasih Tuhan Yesus Kristus. Mereka harus menunjukan kasih itu kepada semua orang. Ketika kita baru menjadi anak Allah dan naik menjadi murid Tuhan Yesus Kristus selanjutnya menjadi domba Allah, membutuhkan sebuah proses untuk selalu berjalan dengan Tuhan Yesus Kristus dan pimpinan serta pertolongan Roh Kudus atas hidup murid Tuhan Yesus Kristus. Sehingga murid Tuhan Yesus Kristus memperlihatkan perbedaan yang benar benar signifikan dengan orang dunia.  

Pelajaran 9 : Pengenalan akan Logika Allah - Kelas 2 SMP

Dasar Pembelajaran Yohanes 7: 1 -53 


Haleluya, Puji Tuhan Karena kita masih boleh hidup sebagaimana kita ada dan masih boleh kembali belajar akan ketetapan Firman Tuhan Yang luar biasa atas hidup kita. Beberapa minggu lalu kita telah belajar bagaimana tentang Tuhan Yesus Kristus yang adalah Roti Hidup yang diberikan dan menjadi bagian hidup kita. Sehingga kita dapat mengenal Allah dengan benar ( Yohanes 6: 38-40) dan pimpinan penyertaan Roh Kudus ( Yohanes 6: 54 - 56). Sehingga kita mempunyai sebuah perjanjian baru ( Matius 26:28) yang membawa sukacita untuk hidup dalam kasih karunia Allah. 


Ketika kita berbicara pengenalan Allah tanpa memahami apa yang dipikirkan Tuhan Yesus Kristus menjadi sebuah “ kekacauan “ / tindakan yang berbahaya bagi orang yang baru mengenal Allah. Kalau kita ingat kembali dalam Yohanes 2, hal mendasar yang Tuhan Yesus Kristus ingatkan ketika kita awal mengenal Tuhan adalah dengar-dengaran. Karena melalui dengar dengaran, kita akan mengetahui apa kehendak Tuhan Yesus Kristus yang benar dan sesuai dengan kehendaknya. Hal ini diperkuat dalam Ulangan 12:28,  sehingga dengan kita mendengar segala kehendak Allah, kita tidak akan binasa karena kita tidak memiliki pengetahuan apa kehendak Allah ( Hosea 4:6) 

  • Pengenalan dengan Logika Allah yang benar 

Mari kita sambung pembelajaran 7: 1- 2, perhatikan ketika kita mulai mengenal Tuhan Yesus Kristus. Maka perhatikan setelah Tuhan Yesus Kristus berjalan keliling Galilea, Tuhan Yesus Kristus tidak mau tinggal di sana kenapa ? karena disana, orang yahudi mulai “ memburu” atau berusaha untuk membunuh-NYA. Hal ini pun  terjadi juga dalam hidup kita, ketika kita mulai mengenal Tuhan Yesus Kristus dengan benar, Kita akan menjadi target bagi orang orang yang ingin kamu tidak mengenal Tuhan Yesus Kristus dan berbalik kepada mereka. 


Maka perhatikan Yohanes 7: 2, ketika iu dekat dengan hari raya Pondok Daun,  Apa itu hari raya Pondok Daun ? coba kita buka dulu dalam  Imamat  23: 34 dan Ulangan 16: 13-15 , dijelaskan bawah dalam hari raya orang yahudi terdapat 3 hari penting yaitu Hari Paskah, Hari Pantekosta, dan hari Pondok Daun  (nanti kita akan pelajari lebih detail di kisah para rasul 2 )

Bagi orang Israel : Hari Raya Pondok Daun (bahasa Ibrani: sukkōt) adalah perayaan pengucapan syukur bagi Israel atas hasil panen. Perayaan ini berlangsung selama tujuh hari pada bulan purnama di antara bulan September dan Oktober

Bagi Perjanjian baru : Hari Pondok Daun adalah masa pemulihan segala sesuatunya oleh Tuhan Yesus Kristus, atau bisa dikatakan hari kedatangan Tuhan Yesus Kristus. 

Ketika kita belajar Yohanes 7: 2, ini lah rencana Allah yang Tuhan Yesus Kristus sediakan bagi orang percaya yaitu pemulihan segala sesuatunya sehingga manusia kembali dalam keadaanya serupa dan segambar dengan Allah (kejadian 1: 26 ) . Tetapi untuk menjadi serupa dan segambar dengan Allah tidak hanya mengenal Allah saja. 


Tetapi perhatikan dalam Yohanes 7: 3 -5, apa yang dikatakan saudaranya Tuhan Yesus Kristus? Saudara Tuhan Yesus Kristus menyuruh Tuhan Yesus Kristus “Pergilah ke Yudea dan tunjukan diriMu kepada dunia “ apakah ini benar ?


Secara logika manusia ini adalah benar, karena dengan demikian seperti halnya seorang yang ingin terkenal sebuah barang atau kekuatan dalam dirinya. Hal ini juga disarankan oleh murid Tuhan Yesus Kristus karena mereka menganggap Yesus memiliki kekuatan super atau bakat terpendam. Tetapi perhatikan dalam Yohanes 7: 5, Hal itu dilakukan karena saudara-NYA Tuhan Yesus kristus tidak percaya kepada-NYA. 


Ini sangat menunjukan bagaimana bedanya logika Allah dengan logika manusia, logika manusia selalu ingin menunjukan dan menampilkan apa yang dia punya supaya mendapat pengakuan atas segalanya. Tetapi ketika kita ikut logika Allah menjadi orang yang menyerahkan segala kebebasannya kepada Tuhan atau percaya penuh akan berbeda. 


Coba perhatikan Yohanes 7: 6 , apa yang dikatakan waktu-ku belum tiba, ketika kita berbicara waktu, kita melihat dalam Kisah Para Rasul 1: 7 ( tentu hal ini akan menjadi pembelajaran lain). Tetapi secara singkat  kita akan melihat dalam Alkitab tentang  masa dan waktu memiliki perbedaan dimana masa memiliki batas/ periode  atau kurun waktu tertentu tetapi waktu itu selalu berulang. 


Hal ini mempertegas dalam Yohanes 7: 6 , Waktunya Tuhan Yesus Kristus berbeda dengan waktu kita. Apa yang menjadi kebiasaan Tuhan berbeda dengan kebiasaan dan logika manusia.  Dimana dijelaskan bahwa waktu yang belum tiba, berbicara tentang kehidupan yang selalu menyenangkan Allah dan melakukan kehendak Allah dalam hidup-Nya. 


Bahkan jika kita melihat secara nubuatan, Hal ini merujuk kepada pengenapan Allah akan hari Pondok Daun yang sesungguhnya. Dimana pemulihan segala sesuatunya dan orang yang sungguh sungguh percaya masuk Dan turut dalam kebahagiaan tuanmu ( Matius 25: 23) 


Berbeda dengan manusia yang selalu ada waktu, dimana kebiasaan itu dicatat dalam Yohanes 7: 8 yaitu pesta. Hal ini sering kali dianggap sebagai pesta yang biasa, tetapi pesta yang di maksud adalah untuk memuaskan hati dan ego manusia. 


untuk jaman sekarang mungkin adalah hal hal yang digunakan adalah life musik atau dugem atau apapun namanya yang menunjukan diri maupun hidup tidak sesuai dengan kehendak Tuhan Yesus Kristus  . 


Hal ini dipertegas dalam Yohanes 7: 7-8, bagaimana kebiasaan manusia itu dapat diterima oleh dunia. Sedangkan dunia membenci Tuhan Yesus Kristus, karena Tuhan Yesus menyatakan kebenaran Allah dengan logika Allah bahwa kebiasaan manusia yang diterima oleh dunia adalah Jahat. Maka inilah kebebasan yang Tuhan Yesus Kristus berikan, kalo kita tidak memiliki logika Allah dan tetap ingin akan logika manusia. Tuhan Yesus Kristus tidak larang, tetapi Tuhan Yesus Kristus tidak akan ada di sana. 


Dan perhatikan Yohanes 7:9 akhirnya Tuhan Yesus Kristus pun ditinggalkan mereka. Inilah yang terjadi, banyak orang yang ngaku sudah mengenal Allah, tetapi masih saja melakukan atau kebiasaan dunia. Hal ini pun yang secara tidak langsung membuat mereka akan meninggalkan Tuhan Yesus Kristus. 

  • Asumsi manusia akan Pengenalan Allah 

Coba perhatikan dalam Yohanes 7: 10 - 13, ketika mereka telah ke pesta, apakah Tuhan Yesus Kristus ada ? Perhatikan ayat 10b , dikatakan Tuhan Yesus Kristus  datang  juga dan tidak terang terangan ( Tuhan Yesus Kristus mengetahui akan segala hal ) . Dan perhatikan bahwa dalam Yohanes 7: 11, bahwa orang yang kenal Tuhan Yesus Kristus pun mencari dia tetapi apakah mereka temukan Tuhan Yesus Kristus ? tentu saja tidak, apa yang bisa kita temukan dalam pesta itu ? kita akan melihat asumsi atau perkiraan manusia akan Tuhan Yesus Kristus. Ada yang bilang Tuhan Yesus Kristus adalah orang baik, ada yang bilang Dia penyesat. Tetapi perhatikan dalam Yohanes 7: 13, mereka akan berbicara semuanya itu berdasarkan asumsi dan bukan sebuah kebenaran yang absolut. Karena mereka hanya melihat Tuhan Yesus Kristus dibawah rasa takut akan ketidak diakuinya mereka sebagai orang Yahudi.  

  • Siapa Yesus ?

Perhatikan dalam Yohanes 7: 14 dan Yohanes 7: 10, inilah posisi yang diambil oleh Tuhan Yesus Kristus, Dia ada di pesta itu untuk melihat kondisi manusia ( bukan berada dalam pesta itu) tetapi posisi atau sikap Tuhan Yesus adalah ada di Bait Allah dan mengajar di sana.  Inilah posisi yang tunjukan bahwa orang yang mengikut Tuhan Yesus Kristus akan belajar untuk mengenal dia melalui logika Allah yang Tuhan ajarkan. 


Maka perhatikan Yohanes 7 : 15, kenapa orang yahudi heran? Karena Tuhan Yesus Kristus punya pengetahuan yang luar biasa tanpa harus belajar kepada orang orang yang “ terpelajar”.  Inilah yang harus kita tahu kenapa mengenal Tuhan Yesus Kristus dan ajarannya menjadi sebuah hal sangat penting.  Maka kita lanjutkan dalam Yohanes 7: 16 , Bahwa ajaran Tuhan Yesus Kristus bukan berasal dari diri-nya sendiri. Tetapi dari Dia yang telah mengutus aku. Perkataan  ini merujuk kepada Logika Allah, yang ada di dalam Kristus Yesus. Lalu Yohanes 7: 17 berkata “barang siapa mau melakukan kehendak-Nya” atau kata lain siapa yang mengenal Tuhan Yesus Kristus, akan mengenal ajaran ini dari siapa ? apakah Tuhan Yesus mengajarkan logika Allah atau logika manusia. 


  • Logika Allah dan logika manusia 

Maka perhatikan dalam Yohanes 7: 18, Inilah logika manusia dimana sisi logika manusia selalu mencari hormat bagi dirinya sendiri ( seperti yang dikatakan dalam Yohanes 7: 3-5). Tetapi logika Allah mencari hormat untuk Allah sehingga kebenaran yang diajarkan adalah kebenaran Absolut dan tidak ada ketidakbenaran ( ajaran murni ) 


Hal ini dipertegas dalam Yohanes 7: 19 - 20  bagaimana hukum Taurat (Keluaran 20-24) yang merupakan Logika Allah tidak mereka jalankan penuh, tetapi kenapa atas dasar logika manusia mereka mau menghukum Tuhan dengan logika Allah ?  Hal ini sering terjadi  dalam kehidupan manusia saat ini. Dimana seorang menghakimi orang lain dengan “ kata  kata Alkitab “ untuk membenarkan  perbuatan yang salah. Atas dasar ini yang menjadi landasan logika manusia rusak dan kacau serta tidak sesuai dengan logika Allah. Bahkan jika mereka ketahuan ( ayat 20)  yang menggunakan logika manusia, mereka  memutarbalikan semuanya seolah olah mereka yang benar. 


Maka kita lanjutkan Yohanes 7: 21-23 , Karena tidak mengenal Tuhan Yesus Kristus , maka satu perbuatan yang Tuhan Yesus Kristus lakukan membuat orang menjadi heran. Padahal merek sendiri melakukan apa yang menjadi skema / gambaran dari logika Allah.  Seperti dalam hukum yang ditulis Musa untuk bersunat, padahal itulah bukan perintah Allah melainkan sebuah gambaran dalam kejadian 17: 10 dan Imamat 5:9 yang menggambarkan perjanjian baru yang diberikan atas hidup orang percaya. Demikian kejadian dalam Yohanes 5: 9 yang menggambarkan permulaan atas rencana Allah untuk memulihkan manusia agar dapat berjalan dengan Tuhan Yesus Kristus. 


Sehingga dengan tegas dalam yohanes 7: 24, Tuhan Yesus Kristus pun menegur orang yang menggunakan logika manusia untuk tidak menghakimi logika Allah. Tetapi hakimilah seluruh perbuatan yang ada dengan logika Allah yang benar dan adil 


  • Dunia tidak mau menerima Yesus 

Kita lanjut dalam Yohanes 7: 25 -27, hal ini memperlihatkan bagaimana orang yahudi  atau orang kristen yang mulai mengenal Tuhan Yesus kristus tidak memperdulikan ajaran. Mereka sendiri akan bimbang dan mencoba menerima semua hal dengan logika manusia mereka. Mereka akan mencoba melogikakan semua yang ada dengan logika manusia yang mereka telah pelajari. 


Tetapi inilah yang Tuhan Yesus Kristus nyatakan, perhatikan dalam Yohanes 7:28 - 29, secara logika manusia orang akan mengenal kristen bahkan sejarah lahirnya dan perkembangan gereja. Seperti orang yahudi kenal Yesus dan dari mana asal Yesus, mereka akan melihat secara lahiriah dan fakta dunia yang mereka akui. Tetapi tentang logika Allah akan pengenalan Allah dan segala perintah-Nya hanya bisa didapat oleh orang yang benar benar mengenal Tuhan Yesus Kristus, dilengkapi untuk berjalan bersama-Nya.  


Kita lanjut dalam Yohanes 7: 30 - 32, bagaimana mereka berusaha dengan berbagai cara untuk menangkap Tuhan Yesus Kristus, karena mereka mereka pun berpikir hal ini dapat membuat gaduh kondisi dan logika manusia yang mereka telah tanamkan kepada orang banyak. Tetapi perhatikan dalam Yohanes 7:30 dikatakan dengan jelas bahwa tidak seorang pun dapat menyentuh ( melukai atau menangkap ) Tuhan Yesus Kristus, karena saat-Nya / Masa-Nya belum tiba. 


  • Logika manusia tidak akan menyentuh logika Allah  

Perhatikan dalam Yohanes 7: 33-34, secara prospektif dan nubuatan,  inilah rencana Allah yang akan terjadi secara lahiriah dimana Yesus akan pergi ke sorga (kisah para rasul 1: 9). Tetapi secara logika manusia inilah sebuah jurang pemisah yang besar antara logika Allah dan logika manusia, dimana orang yang menggunakan logika manusia tidak akan bertemu dengan logika Allah. 


Hal ini menjadi sebuah hal yang miris karena dalam Yohanes 7: 35, mereka berpikir bahwa mereka dapat menemukan Tuhan Yesus Kristus dimanapun selama Dia ada di dunia bahkan mereka berpikir apakah Tuhan Yesus Kristus akan mengajar ke bangsa lain. 


Maka perhatikan dalam Yohanes 7: 36, apa yang dikatakan ? ketika manusia mencari Tuhan Yesus Kristus dengan logika manusia, jangan pernah berharap akan bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus. Tetapi coba kita baca Matius 7:7 dan Yoh 12:26, tetapi orang yang mencari Tuhan Yesus Kristus dengan logika Allah, Dia akan menemukannya dan berjalan bersama dengan Dia.


  • Logika Allah dan Roh Kudus

Maka kita lanjut dalam Yohanes 7: 37 - 39 dan masih ingat dalam Yohanes 4: 11- 14, inilah menjadi dasar kita orang yang mengenal Allah dan memiliki logika Allah akan memiliki Air Hidup yaitu Roh Kudus. Seperti halnya dalam Yehezkiel 47:1- 12, bahwa mata Air Kehidupan itu akan membawa kita kepada kepenuhan Roh kudus yang penuh dan tidak dapat dipengaruhi oleh apapun ( Zakarin 14:8) akan terjadi pada saat puncak dari perayaan dari pondok daun (H-7) * nanti kita akan belajar lebih detail lagi di pasal selanjutnya.  


  • Logika Allah itu Absolut

Kita lanjut lagi dalam Yohanes 7: 41 - 43, ketika kita berbicara logika Allah, maka segala hal yang didebatkan oleh logika manusia tetapi logika adalah tetap dan absolut. Walaupun secara logika manusia mereka punya nubuatan dalam Mikha 5:1 yang menyebut dan benar benar membuktikan bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Mesias. Dalam hal ini dibuktikan dengan kitab Matius 2: 6, dan tidak dapat dipungkiri lagi.   


Maka perhatikan Yohanes 7: 44 - 46, hal ini membuktikan bagaimana rencana Allah dalam Logika Allah pun adalah sebuah yang kokoh dan mutlak, tidak seorangpun dapat menggagalkannya. Hal ini membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan atas segalanya. 


Kita lanjut dalam Yohanes 7: 47 - 49, kita dapat melihat dengan pasti bagaimana frustasinya / bingungnya logika manusia terhadap logika Allah. Mereka hanya bisa mendapatkan asumsi yang mereka nyatakan sebagai kebenaran dan menggunakan kekuasaan dan otoritas sebagai pembenaran dari kesalahan logika mereka. Tetapi perhatikan Yohanes 7: 50, masih ingat dengan NIkodemus dalam Yohanes 3: 1-2 yang menanyakan tentang dilahirkan kembali. 


Nikodemus yang tahu akan hal kebenaran Allah pun, mencoba menenangkan orang farisi ini dengan mengajak mereka untuk kembali menyelidiki Firman Tuhan (Yohanes 7:51), tetapi apa yang terjadi dalam Yohanes 7: 52 ? orang yang hanya kenal Tuhan Yesus Kristus dan memiliki logika manusia akan terus memegang apa yang dipikirkan oleh manusia berdasarkan asumsi dan tidak benar benar mengenal Tuhan Yesus Kristus. Dan biasanya orang yang memiliki logika manusia yang kuat akan menyatakan dirinya dengan otoritas dan kekuasaan salah satunya  dengan berkata dengan keras dan membodohi orang lain tanpa mengenal dengan benar apa yang terjadi. 


Tuhan Yesus Kristus tolong kita, Agar kita memiliki dasar pengenalan Allah, logika Allah dan Roh Kudus yang memampukan kita berjalan terus bersama Dia. 


Amin      




Renungan Harian Remaja GPdI