Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Dunia dan Teknologi. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Dunia dan Teknologi. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Pelajaran 45 : Fakta, Teologi Manusia, dan Kristen barat

Dasar Pembelajaran : Kisas Para Rasul 22 dan 23 


Haleluya, Puji Tuhan.

Karena karya Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa atas hidup kita. Di dalam kekacuan dunia yang terjadi , kita melihat dengan jelas bagaimana Allah dalam Kristus Yesus selalu campur tangan dan mengambil peran untuk menjaga serta melindungi anak-anak Tuhan.  


Setelah kita melihat Kisah Para Rasul 21 dengan nubuatan dan kehendak Tuhan atas kehidupan Paulus, kita melihat dengan jelas apa yang menjadi awal mula terjadinya kehendak Allah yang menelanjangi kebenaran semu manusia yang sangat rapuh.  Sehingga di pasal ini,  kita akan melihat dengan jelas apa yang Tuhan Yesus Kristus kerjakan. Di mana rencana konspirasi dunia diubah menjadi rencana besar Allah bagi dunia Barat untuk “Kristen Barat” khusus Amerika dan Eropa.  


Otoritas Allah dan Fakta akan kebenaran 

Mari kita tidak berlama-lama lagi dalam Kis 21: 40–22:2, dengan kasih Kristus yang terpampang nyata dalam kehidupan Paulus. Maka Paulus mendapatkan kesempatan dengan izin kepala pasukan dan mulai berbicara kepada orang banyak.  Maka, dalam Kis 22: 1, dengan jelas, ketika Paulus menyatakan pembelaan dirinya dalam bahasa Ibrani, maka tenanglah mereka. Tentunya, hal ini menjadi perhatian kita semua. 


Kita melihat bagaimana atas kehendak Allah dan otoritas Allah yang berlaku dalam kehidupan anak-anak Allah tertampang jelas, bagaimana Tuhan Yesus Kristus dapat mengendalikan situasi  yang kacau sekalipun menjadi tenang dengan satu yang sepertinya biasa, yaitu bahasa Ibrani. Maka nantinya kita akan melihat dengan tegas pula bagaimana Allah ingin memperlihatkan apa yang benar absolut dan fakta sesungguhnya atas sejarah hidup seseorang  kepada semua orang dengan tegas. 


Maka kita sambung dengan pembelaan paulus yang kita bagi menjadi beberapa bagian: 

Sejarah, Alegori, Logika, Filsafat, dan Apologetika dalam Kristen

Pendahuluan 

Ketika kita berbicara tentang pengertian atau pandangan akan suatu hal yang menjadi sebuah dasar pengajaran atau dokma, Maka diperlukan banyak hal dan pertimbangan yang sangat mendasar. 

Dari pertimbangan yang ada itu, bukanlah sebuah hal yang sembarangan atau ditentukan secara subjective semata saja. Karena dasar dari sebuah pengertian adalah mencari sebuah kebenaran. Apalagi kita berbicara tentang perkenanan dan logika Allah yang tidak dapat dan diartikan sebagaimana logika manusia.

Dari beberapa pandang yang ada pun, terkadang tanpa pengertian menyebabkan sebuah perspektif yang berbeda. Bahkan  dari perspektif tersebut, menimbulkan pemahaman yang berbeda jauh dari apa yang seharusnya menjadi dasar sebuah pengertian yang sesungguhnya. 

Ini yang menjadi titik krusial dan sangat berbahaya, karena ini akan memiliki banyak pemahaman yang cukup melebar dari apa yang seharusnya. Sehingga pengajaran tersebut menjadi salah pengertian,seperti halnya garis lurus yang melenceng 1 derajat tidak akan titik dari ujung garis tersebut. 

Hal ini terkadang dianggap ringan bahkan tidak terlalu dipermasalahkan, karena berdasar kepada anggapan bahwa semua punya sudut pandang sendiri dan punya latar belakang yang berbeda. Disini lain, hal ini dianggap sebuah pendalaman pengertian yang lebih absurd, sehingga hanya dimaknai sebagai sebuah alegori dan filsafat tingkat lanjut dalam sebuah pengertian. 

Jika kita merujuk pada kebenaran Firman Tuhan, maka apa yang dikatakan dalam Matius 5:18 bahwa satu iota atau titik  pun tidak akan ditiadakan dari hukum taurat, sebelum semuanya terjadi. Ini menunjukan kosistensi Allah dalam logika Allah yang jelas dan absolute.  Dimana satu titik menjadi sangat krusial dalam sebuah aturan bahkan pengertian akan aturan itu. 

Maka jelas dengan merujuk pada ayat tersebut kita melihat sebuah titik atau ujung ketegasan Allah. Bahkan jika memang harus di alegorikan, Maka ada syarat atau kekhususan tertentu menjadi patokan dasar akan hal tersebut. Atas dasar tersebut, Maka ada lima ketetapan yang menjadi dasar sebuah petunjuk untuk mengerti akan segala maksud dan kehendak Allah yang benar, yaitu : sejarah , alegori ( pengertian / penggambaran), logika, filsafat, dan apologate ( pertanggung jawaban iman).  Sehingga kita akan mempelajari akan hal ini dalam kesempatan ini. 

Sejarah

Jika kita melihat dalam pengertian kamus besar, sejarah adalah sebuah catatan yang tertulis maupun tidak yang menjelaskan sebuah kejadian yang telah terjadi dan menjelaskan asal mula keadaan saat ini dan mungkin akan datang.

Walaupun demikian secara umum, sejarah diakui oleh logika manusia sebagai sebuah fakta yang otentik yang tidak bisa diubah, walaupun dirubah akan tetap diakui sebagai kebenaran semu manusia. Dikatakan sebagai kebenaran semu, karena dalam pembentukan sejarah terdapat banyak distorsi atau konspirasi di dalamnya yang mengubah kenyataan yang ada. 

Hal ini dapat terlihat dalam beberapa catatan sejarah dunia dan dengan jelas dituliskan oleh logika Allah dalam kebenaran absolute. Jika merujuk pada Matius 28: 11-15 Dan beberapa ayat dalam kitab lainnya , terlihat dengan jelas bahwa distorsi atau konspirasi ini bukanlah barang baru dan sebuah hal yang dibuat buat. 

Tetapi dari sejarah kita melihat bagaimana karya Allah dalam rencana-NYA dan pekerjaan-NYA, tetap nyata dan bertahan dalam kondisi yang paling tidak enak sekalipun . Kerena kebenaran Allah adalah kebenaran absolute yang pasti dan pasti menyatakan kebenaran yang sebenar-benarnya. 

Sehingga jika kita melihat sejarah dalam lingkup kebenaran Allah, maka kita akan melihat kedasyatan Tuhan Yesus Kristus atas segala hal yang terjadi dan bagaimana pekerjaan Allah nyata atas kebenaran semu manusia.

Alegori 

Jika kita melihat dalam kamus besar, alegori adalah penggambaran akan sebuah pengertian yang lebih luas akan sejarah atau bentuk dan pola yang ada. Hal ini menjadi dasar beberapa ilmu pengetahuan manusia untuk mengembangkan sebuah metode atau pembelajaran akan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di dunia.

Memang tidak mudah kita mempelajari alegori ini dan biasanya hanya orang tertentu yang dapat mempelajari hal ini. Kalau secara pendidikan akademis biasanya mereka yang belajar sampai dengan strata tiga ( PhD maupun Professor). Karena alegori ini akan merujuk kepada sejarah yang ada, seperti dalam ilmu pengetahuan , budaya dan sejarah yang ada. 

Mungkin salah satu  frasa alegori adalah sejarah purbakala manusia ada gambaran sesuatu yang besar yang dapat mengubah keadaan dan kondisi. Hal ini merujuk pada gambaran manusia terhadap sesuatu yang dianggap "allah"dalam agama yang dipercaya penceritaannya dalam agama sejarah dan budaya di dunia. 

Tetapi bagi kebenaran Allah berbeda dengan kebenaran manusia, adalah sebuah kekhususan yang luar biasa. Karena Tuhan Yesus Kristus sendiri yang menyatakan dan memberikan pengertian atas penggambaran dari apa yang terjadi atas rencana dan pekerjaan Allah serta nubuatannya. Hal ini dapat terlihat Perjanjian Lama dan Baru dalam Alkitab,  bagaimana Tuhan Yesus Kristus menyatakan segala alegori dalam Perjanjian Lama dan memberikan nubuatannya dalam Perjanjian Baru. 

Hal ini membuktikan bahwa sebuah alegori akan kebenaran Allah menyatakan sebuah kebenaran yang absolute. Dimana kebenaran itu kekal dan tidak akan tergoyangkan apapun. Terlebih kita melihat dalam kitab Wahyu bahwa Allah adalah Alfa dan Omega. Tuhan Yesus Kristus adalah yang awal Dan yang akhir, Sehingga penggambaran akan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru memiliki sifat yang sama yaitu absolute. 

Dan ketika kita mulai mempelajari hal ini, khususnya kita yang membahas secara mendetail akan sejarah dan alegori ini akan menemukan sebuah gambaran utuh akan kehendak , rencana dan pekerjaan  Allah yang berlaku dahulu, sekarang dan sampai masa yang akan datang. 

Tetapi yang menjadi penting bagi orang percaya, bahwa bukan masalah alegori dan sejarah yang menjadi sebuah kekuatan untuk memahami kehendak Allah dan logika Allah tetapi hubungan kita sendiri dengan pribadi Tuhan Yesus Kristus yang hidup menjadi landasan dasar akan pengenalan dan mengenal akan segala kehendak, rencana dan pekerjaan Allah dalam kuat kuasa Roh Kudus. 

Memang tidak mudah dan terkadang orang yang strata atau pengetahuan atau ilmu atau intelektual yang tinggi belum pasti akan mengenal Tuhan Yesus Kristus. Karena  dasar dari pengenalan dan pemahaman  itu adalah hubungan Allah dengan manusia (umat-NYA {anak anak Allah} , murid, domba, sahabat dan anak Allah). 

Logika 

Jika mengacu pada kamus besar , logika adalah cara berpikir seseorang yang memberikan sebuah pemahaman akan sebuah kebenaran. Logika yang benar menurut orang itu kebenaran tersebut sesuai dengan kerangka berpikir yang benar dan prinsip atau kaidah yang telah menjadi patokan hidup. 

Logika manusia merupakan sebuah perjalanan panjang cara berpikir manusia yang diajarkan, dipelajari, bahkan dipahami  dari sejak lahir hingga pada akhir hidupnya.  Hal ini sepadan dengan apa yang terjadi pada kejadian 3 dimana jika dilihat secara gambaran bahwa ular merayu manusia agar mau memakan buah itu.  Tetapi jika kita lihat lebih jeli dan mengunakan kacamata dari alegori, apa yang dikatakan oleh SI ular adalah sebuah logika yang menjadi dasar manusia berpikir saat ini. 

Dimana logika manusia selalu berpikir untuk mendapatkan apa yang mereka tidak punya dalam hidup dan menarik buat mereka ( dalam hal ini :kekuatan, kuasa dan otoritas). Bahkan jika lihat dalam kejadian 3, sebenarnya logika manusia itu berlawanan dengan logika Allah yang terdapat dalam kejadian 1 dan 2. 

Hal inilah yang menjadi dasar menjadi seorang anak Tuhan itu berarti merubah logika dasar manusia menjadi logika Allah ( ketaatan akan segala hal dan setia dalam segala perkara).  Memang tidak mudah dan memang tidak masuk akal manusia, karena manusia sudah menerima logika manusia sejak lahir dan sekeliling mereka memahami logika manusia itu. 

Bahkan jika kita melihat dalam suratan Ibrani 10: 16, Maka dengan jelas bahwa logika Allah  adalah berasal dari pengenalan akan Yesus Kristus dan segala pengajarannya. Karena kita mendapatkan logika Allah dari pengenalan Tuhan yang sungguh dan hukum hukumnya yang benar. 

Lalu apakah logika Allah akan membuat orang percaya memiliki sisi ke"aneh"an dari kehidupannya? Dalam Galatia 5:23 dengan jelas bahwa secara lahiriah, tidak ada hukum yang akan menentang logika Allah. Tetapi  logika Allah berbicara tentang pembeda atau berbeda dengan logika manusia. 

Maka logika ini yang sering dikatakan oleh para "petinggi " gereja adalah Iman seorang percaya adalah Iman rasional. Di mana Iman yang benar akan mengerjakan pekerjaan Allah dan masuk akal menurut Allah, karena standard pemikirannya adalah Allah. 

Allah sanggup mengadakan segala hal yang sesuai seturut kehendak dan rencana-NYA. Dan bukan berdasarkan ukuran standard manusia dalam logika manusia yang terbatas. Inilah menjadi dasar pemikiran jika kita berbicara filsafat Allah, memikirkan segala pekerjaan Allah atas dasar logika yang telah orang percaya pahami. 

Filsafat

Ketika kita melihat kamus besar, Filsafat adalah sebuah pemikiran yang di dapat dari kerangka berpikir dalam alur logika atas apa yang terjadi. Biasanya apa yang tidak bisa di bahasakan dalam dunia ilmu pengetahuan akan coba dipikirkan dan dipahami sebagai sebuah kepercayaan dan pemahaman akan sesuatunya. 

Hal ini sejalan dengan logika manusia yang terbatas akan kebenaran semu, akan melihat hal yang di luar logika mereka  akan berbicara tentang kekuatan yang luar biasa di luar hidup mereka. Dari pada itu para pencari ilmu pengetahuan berlomba lomba membuktikan apa yang belum terbaca dalam nilai ilmu pengetahuan dengan idiologi multiverse, dreamlife, dan masih banyak lagi. 

Memang tidak mudah untuk berbicara tentang filsafat untuk ornag awam, apalagi kalo kita berbicara tentang Filsafat Allah yang sangat luar biasa akan memutuskan segala sesuatunya. Salah satu filsafat Allah yang terkenal dalam Firman Allah adalah Salomo menyatakan  keputusan  Allah untuk membelah anak menjadi dua dalam 1 raja - raja 3: 16-28. 

Dalam perjalanannya, banyak filusuf yang mengajar mengatasnamakan ketetapan Allah tanpa mengenal Allah dan memahami dan melakukan kehendak Allah. Sehingga di sadari atau tidak, terjadi banyak pergeseran doktrin dan dogma pada diri gereja dan orang Kristen. Sehingga ini menjadi masalah yang cukup serius dalam gereja saat saat ini. 

Tanpa memahami logika Allah, mereka berbicara tentang perkenanan Allah akan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Tetapi disisi lain, dengan mengenal dan memahami kehendak Allah serta dilihat mengunakan sisi alegori dan filsafat, kita akan sangat mengucapkan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus. 

Karena hal ini memang harus terjadi dan kesudahan akan dunia ini akan menjadi nyata seturut kehendak dan rencana-NYA bagi logika manusia yang mempertahankan kebenaran semu.  Sehingga pada akhirnya Allah menyatakan kemuliaanNYA dalam kehidupan semua orang. Dan kiranya Tuhan Yesus Kristus menolong kita semua, karena dengan dasar atas semuanya ini kita baru bisa berbicara tentang apologet ( pertanggung jawaban Iman orang percaya). 

Apologetika

Berdasarkan kamus besar, Apologetika atau apologet adalah sebuah "ilmu" yang mempelajari segala hal yang berkaitan dengan pertanggung jawaban Iman atas  segala macam tuduhan atau potongan pendapat akan sesuai yang menyangkut dengan kepercayaan . 

Inilah hal yang paling susah dan paling komplek sebenarnya, dimana ketika kita telah mengenal Allah dan melakukan segala kehendanya, Maka pasti tahapan dalam hidup orang percaya ( skematologi Minggu penciptaan) akan diharapkan dengan masalah atau setidaknya tuduhan dalam pikirannya akan suatu hal yang tidak mereka mengerti. 

Tetapi perhatikan dalam Lukas 12:12, dimana Roh Kudus dalam kuat kuasa-NYA akan mengajarkan kita apa yang harus kita katakan. Tentunya jika secara filsafat dan alegori, ini bukanlah "ilmu" yang harus dipelajari melainkan pengenalan Tuhan  dan pengajaran yang harus dipahami serta dilakukan dalam kehidupan orang percaya. 

Sehingga kita mendapatkan sebuah kesimpulan dasar bahwa pertanggung jawaban Iman adalah kehidupan orang percaya yang sepenuhnya untuk kemuliaan Allah. Sehingga ketika kita bicara apologet dalam lingkup sejarah, alegori, logika dan filsafat, Maka kita berbicara skematologi Minggu penciptaan hari ke 7) . Dimana kita pertanggung jawabkan semuanya di hadapan Tuhan Yesus Kristus Sehingga pertanyanya : 
  • Apakah kita berjalan dengan Tuhan Yesus Kristus, 
  • Apakah kita memilih memberikan hidup kita sepenuhnya untuk Tuhan Yesus Kristus, 
  • Apakah pikiran kita sama dengan pikiran Tuhan Yesus Kristus, 
  • Apakah kita terpilih menjadi sahabat Tuhan Yesus Kristus,
  • Dan terakhir apakah kita diakui oleh Tuhan Yesus Kristus sebagai anak seperti dalam Wahyu 21:7 
Tuhan Yesus Kristus sudah memberikan kita kemenangan penuh (1 korintus 15:57) , sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya diberikan kuasa menjadi anak anak Allah ( Yohanes 1:12 ), tetapi dalam perjalanannya semuanya akan diuji dan teruji Sehingga di akhir zaman. Dan  orang benar yang bersama dengan Tuhan Yesus Kristus akan menang bersama Tuhan Yesus Kristus dan diakui oleh Allah sebagai orang yang mendapat bagian dalam kerajaan Allah ( Wahyu 21:7) 

Puji Tuhan, kiranya kita semua semakin senang untuk mengenal Tuhan dan mengerti serta melakukan kehendak Tuhan . Roh Kudus tolong kita semua, Tuhan Yesus Kristus memberkati selalu


Renungan Harian Remaja GPdI

Hancurnya peradapan di akhir zaman


Sodom dan gomoro  berbicara tentang emosi dan psikis manusia di dunia yang kacau.

- Pendahuluan 

Manusia akhir zaman adalah manusia yang memiliki serangakian  tekanan dalam emosi dan psikis yang mereka sadari maupun tidak. Dimana secara perlahan kondisi dalam dunia "Modern" menuntut semua manusia untuk tunduk dalam sebuah sistem " kekuatan pemerintah". 

Dalam beberapa artikel yang lalu, kita telah membahas bagaimana manusia khususnya manusia yang ada di akhir zaman akan mengunakan logika semu dan mengatur psikir dan emosi yang meledak dan menyalahkan orang lain untuk menunjukan kekuatan , pemikirannya dan otoritasnya. 

Sehingga orang yang "lemah" akan tunduk kepada dia. Dan diapun akan tunduk kepada sistem yang dia rasa logis dan lebih kuat darinya. Hal ini memang agak sulit terdefinisikan secara jelas. Mungkin saat ada membaca ini, anda akan berpikir maksudnya apa ? Kita akan belajar dan melihat banyak hal yang akan  menjadi landasan bahwa anda dalam sebuah kontrol.  Dimana kontrol yang ada, akan membawa anda untuk melakukan "bunuh diri" dalam emosi, psikis dan bahkan kerohanian anda.  Mari kita lihat... 

- Perubahan sosial budaya 

Ini pernah kita bahas panjang dan lebar dalam "sosial budaya dan tatanan kehidupan Baru" , anda dapat melihat secara sejarah bahkan kehidupan kerohanian saat ini  yang terus menerus tergerus oleh ketetapan dunia.  Bahkan saat ini kita melihat gereja atau agama pun akan mempunyai kiblat ke dunia modern dibandingkan apa itu dasar pengertian sebenarnya. 

Bahkan kebenaran itu sendiri banyak dimodifikasi oleh orang yang punya kekuatan, pemikiran dan otoritas. Sehingga banyak dari mereka membuat gerakan tersendiri tanpa mengetahui dasar atas segalanya. Mereka berdiri atas kebenaran yang mereka tahu, kegemaran mereka dan yang menerima mereka.   Hasilnya kelompok ini sendiri memiliki kekuatan mereka sendiri, pemikiran dan otoritasnya sendiri.  

Sehingga orang yang lebih "lemah" akan melihat hal itu dan mencoba melakukan hal yang sama agar kembali mendapatkan kekuatan, pemikiran dan otoritasnya kembali. Dan hal ini terus menerus seperti bola ping-pong yang semakin lama semakin membesar dengan sistem dunia modern di dalamnya. Dan orang orang yang mempertahankan kebenaran, semakin lama semakin menghilang dan hanya beberapa yang sanggup bertahan dalam kehinaan dan penghinaan dunia modern.  Semua orang akan berusah merebut dan mendekati apa yang disebut dengan tren yang membawa mereka jauh dari dunia kebenaran. 

-  Perubahan Teknologi 

Hal ini juga pernah dan sampai sekarang kita bahas tentang Metaverse dan Gilgaverse. Dimana sebenarnya dan tujuan utamanya  dari Metaverse maupun Gilgaverse adalah mencari sebuah pengakuan dan keabadian dari kekuatan, pemikiran dan otoritas yang telah ada dan telah berkembang selama ini.  

Sehingga perubahan teknologi ini memunculkan sebuah resisten yang diakui oleh semua dan menyatakan sebuah hal yang kokoh dan tidak dapat digulingkan. Dengan resisten yang ada dan berkembang ini, Maka membuat teknologi menjadi salah satu dasar acuan bagi perubahan sosial budaya yang kita bahas sebelumnya. 

Bahkan dengan resistensi teknologi yang semakin liar, manusia di akhir zaman membuat sebuah "framing"  atau gambaran bahwa apa yang dimunculkan dan dibagikan adalah sebuah hal yang benar dan membuat orang lain harus ikut dan mengikuti apa yang ditampilkan dan ditunjukan oleh teknologi itu. 

Dan bagi yang tidak mengikuti serta mencoba keluar dari resistensi tersebut, akan tertinggal, kuno, bahkan sudah tidak ada harganya lagi. Sebenarnya hal ini menjadi sebuah tragedi dan sangat miris, seharusnya teknologi hanya pendukung dan penyampai informasi yang baik, berbalik menjadi dasar dan membuat aturan untuk semuanya. 

- Tragedi dan Kemirisan

Apa yang ditampilkan oleh resistensi perubahan teknologi ini membawa pada perubahan sosial budaya. Dimana sikap keras, sikap mengejek , sikap tidak menghargai orang lain, sikap tidak acuh, merasa apa yang dipunya benar , dan sikap tidak peduli untuk menjaga sebuah kebenaran adalah sah. 

Maka apa yang menjadi perkataan dalam Firman Allah menjadi nyata dan terbukti dan benar. Hal ini terdapat dalam  2 Timotius 3:1-5 dikatakan demikian : 

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
Bahkan Paulus pun mengatakan bahwa mereka menjalankan ibadah, secara nyata bahwa perubahan sosial budaya dan teknologi ini masuk dalam dunia Keagamaan ( gereja ). Hal ini menjadi sangat tragis dan miris, dimana gereja yang seharusnya menjadi tempat untuk mengenal Tuhan Yesus Kristus, saat ini menjadi tempat yang penuh dengan entertainment yang di poles dan dimake up serupa dan semenarik mungkin untuk mendapatkan jiwa. 

Ketika kita melihat perubahan teknologi dan sosial budaya dalam gereja, apakah jiwa menjadi hal yang utama atau uang yang dibawa jiwa itu ? Ini sebenarnya sangat mengerikan. Dimana pengajaran untuk mengenal Tuhan, setia dan berharap menjadi omongan semata  bagi para orang yang berbicara atas nama Tuhan. 

Tetapi berbahagialah orang yang kesukaanya adalah mendengarkan Firman Tuhan Dan yang merenungkan siang dan malam (Mazmur 1:2-3 TB).

-Pergeseran makna dan logika manusia

Di hari-hari terakhir manusia akan merubah beberapa hal yang menurut mereka harus di rubah dan tidak sesuai dengan mereka. Hal ini terjadi pada pemikir, tokoh-tokoh, bahkan orang yang dituakan oleh beberapa orang dianggap lebih mengerti, tetapi tidak mendalami apa yang menjadi makna dari suatu hal.

Mereka akan berpikir ini tidak sesuai dengan zaman lagi dan butuh perubahan di era moderen yang semakin maju dan peradapan yang semakin cepat. Hal ini pernah kita pelajari dalam artikel  " sosial budaya dan tatanan dunia baru" . Dimana manusia melihat sebuah kebenaran berdasarkan validasi orang di sekitar dan bahkan dunia mengakuinya. Walaupun hal tersebut adalah semu dan cenderung salah.

Sehingga orang yang mengenal serta mempertahankan kebenaran akan berhenti untuk berbicara dan hanya melihat segala hal yang terjadi, sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus Kristus tunjukan kepada mereka . Karena siapa yang mengenal Tuhan Yesus Kristus, akan ditunjukan dan memberikan perintah apa yang harus dia lakukan. 

Dan secara perlahan dan mau tidak mau, makna dan prinsip logika manusia semakin lama semakin pudar dengan sistem Baru yang membawa mereka kepada " pengetahuan Baru". Hal ini membuat orang secara prinsip akan berubah dengan kata "toleransi" terhadap segala hal yang dilarang dan membenarkan hal yang salah.

- Media Baru yang menhidupkan tren 

Dengan perkembangan teknologi baru yang semakin cepat dan tidak terukur sampai saat ini, membuat manusia secara perlahan mulai bergeser pada "fakta" yang ada dalam media. Di mana media menjadi salah satu standard baru, dimana siapa yang memiliki pengikut paling banyak , disenangi , dan pengaruh yang besar menjadi patokan atau landasan sebuah kelompok dan kehidupan manusia. 

Secara sadar maupun tidak, media baru ini membuat sebuah hukumnya sendiri dalam dunia. Dimana hukum itu akan berkata kamu salah atau aneh , jika kamu tidak memiliki atau tidak mempopulerkan apa yang kamu lakukan. Tetapi hal yang aneh yang dapat popular dan  mendapatkan simpati harus diikuti jika tidak mau dianggap aneh atau ketinggalan. 

Maka genaplah segala hal yang dikatakan oleh Firman Tuhan dalam Matius 22:14 bahwa di hari terakhir banyak orang yang di panggil, tetapi sedikit yang dipilih menjadi anak Tuhan , dan lebih sedikit lagi yah setia kepada Tuhan. 

Kenapa demikian ? Karena segala hal bukan berdasar pada standard  kebenaran yang absolutely  yang pernah kita bahas dalam " sosial budaya dan tatanan dunia baru", melainkan kepada hukum yang media baru atau hukum pasar dalam terbentuknya tren yang terjadi di dunia. 

Bagi dunia ini adalah perkembangan yang luar biasa, karena bisa secara demokasi dan keterbukaan. Dimana jika tidak ada "fakta", Maka dikatakan kuno atau salah atau hanya asumsi atau apapun yang tidak perlu diikuti dan perlu dihancurkan. 

Inilah kehancuran peradapan dunia seperti Sodom dan gomora ( kejadian 19) bahkan seperti peristiwa Air Bah (kejadian 7)  dan inilah menjadi tandanya bagi kita. 

Apakah kita mau memperdulikannya atau tidak ? Apakah kita mau mendengarkan suara Tuhan atau tidak ? Semuanya tergantung hidup kita dan bagaimana kita punya hubungan dengan Tuhan Yesus Kristus. Kiranya Tuhan Yesus Kristus tolong kita semua.... Amin 




Renungan Harian Remaja GPdI

Sejarah Sekolah Minggu dan perkembangannya Sekolah Minggu Online

I. Latar belakang 
Sekolah minggu merupakan sebuah bentuk ibadah kepada Tuhan Yesus Kristus yang menekankan kepada bidang anak anak khususnya dalam hal pujian kepada Tuhan, membaca Alkitab , dan mengerti akan Firman Tuhan secara mendasar ( termasuk menghafalkan ayat hafalan). 

Di jaman sekarang sekolah minggu menjadi sebuah hal yang sangat penting bahkan merupakan ujung tombak dalam melahirkan sebuah jemaat baru dalam sebuah gereja lokal. Karena tanpa adanya sekolah minggu, gereja lokal akan sulit untuk mendapatkan jemaat yang bertumbuh dan kuat  dalam  mengajarkan  yang menjadi dasar pendirian Iman yang kokoh kepada Kristus 

II. Sejarah Sekolah Minggu  
Jika hal ini dilihat dari sejarahnya pada tahun 1780 di Gloucester-Inggris, Sekolah minggu didirikan oleh Robert Raikes. Pada awalnya Sekolah minggu adalah sekolah sosial untuk membantu anak-anak terlantar korban revolusi industri di Inggris dengan nama Ragged School.  Ragged School yang berdiri atas dasar kasih dan modal seadanya hanya bisa dibuka pada hari minggu saja. Dan seluruh anak anak khusunya yang miskin akan datang untuk mereka ajar akan norma kehidupan dan ilmu Eksakta ( membaca, menulis dan berhitung)  dengan pedoman atas buku dasar yaitu Alkitab.