Dasar Pembelajaran : Kis 26 dan 27
Haleluya, Puji Tuhan. Karena Anugerah Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa. Maka hari ini kita berkesempatan untuk kembali belajar dengan detail apa yang terjadi atas kehidupan orang yang mendapatkan kepercayaan Tuhan Yesus Kristus. Menjadi orang kepercayaan bukan hal yang mudah, tetapi menjadi orang yang paling depan untuk menyatakan apa yang benar dan sesuai dengan kehendak dan rencana Allah dalam hidupnya.
Minggu lalu kita telah belajar bagaimana Politik yang adalah kebenaran semu mencari dan mencoba menyatakan diri sebagai kebenaran yang absolut. Tetapi yang terjadi, bahwa apa yang dinyatakan oleh Firman Tuhan bahwa hanya kebenaran Tuhan Yesus Kristus yang absolute dan tidak ada yang lain. Sehingga yang terjadi bagi mereka adalah konspirasi politik yang bertujuan menghilangkan kebenaran yang absolut dan berusaha menggantinya dengan kebenaran yang semu setara dengan kebenaran absolut. Apakah bisa ? tentu saja tidak. Tetapi semuanya ini harus ada dan nyata atas rencana dan kehendak Allah atas hidup orang percaya.
Sehingga apa yang menjadi perintah dan ketetapan Tuhan Yesus kristus dalam Kis 1:8 menjadi sebuah Amanat Tuhan Yesus Kristus bagi murid Tuhan menjadi sebuah nubuatan yang pasti dan akan terus nyata. Sehingga kebenaran absolut dalam kehendak dan rencana Allah terbukti dan tidak akan pernah bisa dibatalkan atau di geser oleh kebenaran semu dan logika manusia
Mengenal akan Perjanjian Allah dengan benar
Mari kita lihat dalam Kis 26:1-3, apa yang terjadi disana ? Paulus mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengan Agripa, Setelah Kis 25 : 24 dimana Festus masih bingung dengan apa yang harus disampaikan kepada Kaisar atas tuduhan yang diberikan kepada Paulus oleh orang Yahudi. Tetapi perhatikan dalam Kis 26:3 dengan jelas dikatakan bahwa ternyata raja Agripa ini tahu benar benar atau memahami dengan baik adat istiadat dan persoalan orang yahudi. Hal ini menjadi sangat menarik, karena kali ini benar Paulus dan orang yahudi dihadapkan kepada orang yang memahami secara baik secara tradisi yang terjadi dan peristiwa apa yang ada di kalangan orang yahudi.
Maka dalam Kis 26 : 4- 5 , Paulus pun menceritakan kembali secara detail status dirinya yang secara gamblang dan lebih terperinci. Bahwa Paulus dalam Kis 22:3–5, bahwa didikan yang diterima dari seorang Gamaliel adalah didikan yang paling keras dalam agama Yahudi, dan inipun terbukti, dan secara benar banyak saksi yang mengenal dia serta membuktikan akan hal tersebut. Sehingga dalam Kis 26:6 - 8 , Paulus berani mengungkapkan dan menyatakan apa yang menjadi janji dan pengharapan orang Israel atas nenek moyang mereka. Dimana Janji itu di tunggu oleh orang Israel siang dan malam dengan tekun.
Maka perhatikan dalam Kis 26:8 dengan jelas dikatakan bahwa “ Mengapa kamu menganggap mustahil, bahwa Allah membangkitkan orang mati ?”. Hal ini menunjukkan bagaimana Perjanjian Allah sering kali diharapkan oleh manusia hanya dalam bentuk fisik yang diterima oleh logika manusia dengan kebenaran semu-nya. Seharusnya jika kita belajar kebenaran Firman Tuhan yang Tuhan Yesus Kristus berikan, kita benar benar harus mengenal akan kebenaran tersebut dengan Logika Allah yang absolute. Karena setiap janji yang Tuhan Yesus Kristus berikan adalah berdasarkan Logika Allah yang tidak terbantahkan. Karena dalam Lukas 1:37 dengan tegas dikatakan bahwa perkara yang Allah buat adalah perkara yang bagi manusia mustahil tetapi bagai Allah tidak ada yang mustahil.
Sehingga dengan tegas dan jelas, kita mengerti bahwa Janji yang Allah buat bukan berbicara tentang ego dan fisik semata, melainkan pernyataan Allah sendiri melalui otoritas Allah yang dinyatakan bagi manusia di luar logika manusia.
Sejarah hidup menjadi pelajaran
Maka dalam kis 26 :9 -11 , dengan jelas Paulus mengatakan bahwa apa yang dipelajari dalam Kis 26:5 hanya berbicara logika Allah yang diartikan dengan logika manusia, bahkan hal ini sampai dia berani melakukan dengan hal yang sebenarnya melawan Tuhan Yesus Kristus dan perjanjian Allah itu sendiri.
Hal ini menegaskan dengan menitik beratkan bagaimana kehidupan Paulus yang sesuai dengan ajaran Farisi yang paling keras. Dimana mereka tahu dan kenal akan setiap perkataan Firman Tuhan dan janji Allah , tetapi melogikakan logika Allah dengan sebuah penggambaran yang mereka jadikan budaya dan tradisi. Sehingga ketika gambaran itu hanya berbentuk gambaran, mereka akan melakukannya dengan sekuat tenaga tanpa tahu dan mengerti maksud dari penggambaran itu.
Hal ini terbukti dengan Kis 26 : 9, dimana Paulus sendiri menyangka bertindak dengan kekerasan untuk melawan nama Tuhan Yesus Kristus adalah sebuah hal yang benar dan bahkan menggunakan kekuasaan dunia untuk menyeret orang dan membunuh mereka serta mengejar mereka dimana mereka berada (kis 26:11 - 12) . Hal ini mempertegas pandangan paulus pada saat itu dan dasar apa yang dilakukan paulus dalam Kis 8:3 kepada orang yang percaya
Tetapi berdasarkan otoritas Allah, dalam Kis 26:13-18 melengkapi Kis 9:1-19a dan 22:6-16 , yang menyatakan bagaimana Paulus yang sedang semangat menggunakan otoritas yang dari dunia untuk menganiaya orang kristen harus tunduk dan rebah atas panggilan Allah. Dimana dengan tegas Kis 26 : 13 dijelaskan bagaimana cahaya yang lebih terang dari matahari ( h-1) datang dan meliputi dia. Dan perhatikan dalam Kis 26:14b, menjelaskan dengan tegas “ Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang”
Inilah yang dikatakan Tuhan Yesus Kristus , yang bukan hanya kepada Paulus juga kepada kita. Dimana kata “Sukar bagimu menendang ke galah rangsang “ menegaskan bahwa sia sia perlawanan manusia kepada Tuhan Yesus Kristus bahkan jika mereka melawan mereka akan mati. Hal ini membuat kita makin mengenal bagaimana Allah menyatakan diri sebagai Allah yang kuat ( Ulangan 31:6 dan Yesaya 35:4) dimana Allah adalah Allah yang kuat dan sanggup mematahkan otoritas siapapun, karena Dialah yang punya otoritas dan kekuatan serta menentukan atas segalanya. Sehingga ketika Kis 26: 15, ketika paulus bertanya, ”Siapa Engkau Tuhan ? “, hal ini menyatakan dengan jelas dan tidak terbantahkan bahwa Tuhan Yesus Kristus dan logika Allah yang berkuasa yang “dilawan” oleh paulus.
Pertemuan dengan Allah dan tugas dari Allah
Maka kita lanjut dalam Kis 26: 16 - 18, apa yang dikatakan ? Tuhan Yesus Kristus minta Paulus untuk “bangun dan berdiri”. Tetapi apakah dia dapat melakukan ? jika merujuk pada kis 9: 6 -7 dan Kis 22 : 10 dengan tegas bahwa ketika Tuhan suruh “bangun dan berdiri “, maka kita mengenal Allah dan logika Allah, harusnya dapat memahami dengan jelas bahwa hidup kita ditentukan hanya karena perintah dan kemurahan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus dan tidak ada lain.
Maka dalam kis 26: 16b, dengan jelas dipaparkan Paulus maksud Tuhan yang tertutup dalam Kis 9 dan 22 , bahwa Tuhan menampakan diri kepada paulus dengan 2 tujuan yaitu :
Menetapkan Paulus menjadi pelayan Tuhan
Menjadi seorang saksi yang melihat kebenaran Allah dan segala rencana Allah
Sehingga dari 2 tugas ini saja sudah membuktikan bahwa seorang pelayan atau seorang yang dipercaya Allah adalah orang yang bertemu langsung dengan Tuhan Yesus Kristus dan menjadi seorang saksi ( orang yang tahu atau melihat dengan benar bahkan dengan mata kepala sendiri ) akan kebenaran Allah yang sesungguhnya dan mengerti akan segala rencana Allah yang akan Tuhan Yesus Kristus berikan untuk dinyatakan di kemudian hari.
Dimana hal ini terbukti dengan rencana Allah kepada paulus dalam kis 26:17, bahwa Paulus dan diasingkan dari bangsa ini dan bangsa lain ( untuk dipersiapkan seperti murid murid yang lain dalam kis 2 ) dan akan mengutus paulus kepada mereka ( orang yahudi dan orang non- Yahudi).
Perhatikan dalam Kis 26 :18 bahwa pengutusan yang Tuhan Yesus berikan dalam kis 26 :17 bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi membuka seluruh mata rohani orang yang tahu dan kenal Logika Allah kepada kepada pengenalan yang benar dan Logika Allah yang benar yang membawa mereka kepada kebenaran yang benar oleh iman mereka peroleh pengampunan ( h-1) dan bagian dalam apa yang ditentukan oleh orang orang kudus ( h-6).
Sehingga apa yang didengar oleh Paulus, merupakan tugas seorang gembala Jemaat ( H-6) yaitu bukan hanya mendapatkan visi Tuhan semata tetapi mendapatkan tugas seperti gembala yang menjaga dombanya Allah ( seperti kisah Daud dalam 1 Samuel 16: 11 -12 , 1 Samuel 17:34- 37 dan Yesaya 40:11 ).
Maka perhatikan dalam Yohanes 21 : 16 yang pernah kita pelajari bersama ( dalam catatan pinggir kitab Yohanes ) , Melihat kepercayaan yang Tuhan Yesus Kristus berikan kepada Sahabatnya bukan lah hal yang mudah. Dia percaya kepada sahabatnya yang bukan hanya menjalankan perintahnya dalam konteks semuanya beres dengan cara kita. Tetapi seperti Filipi 2:5-8, dimana ketika menjadi gembala Jemaat, kita sudah “matang” dengan pikiran dan dan perasaan (logika Allah ) dalam Tuhan Yesus Kristus. Sehingga kita tidak pernah hitung lagi untung rugi dalam kita melayani Tuhan Yesus Kristus dan membawa “ domba - domba “ yang dipercayakan untuk bertemu langsung dengan Tuhan Yesus Kristus.
Ketaatan dan Kemurahan Tuhan
Maka dalam Kis 26: 19 , dengan tegas bahwa apa yang paulus dapat dari Tuhan Yesus Kristus, tidak pernah akan dia tinggalkan atau tidak taat. Melainkan dalam Kis 26: 20 Paulus dengan giat melakukan kepada orang Yahudi di Damsyik dan kepada seluruh daerah Yudea serta bangsa bangsa lain.
Tetapi dalam Kis 26: 21 dijelaskan juga bahwa ketaatan kita kepada Allah pun memiliki resiko terhadap konspirasi dunia ini. Sehingga karena ketaatan Paulus kepada Allah, dunia berusaha untuk menangkap dan membunuh dia. Seperti dalam Kis 26:22-23, hanya karena kemurahan Tuhan Yesus Kristus saja dan tidak ada yang lain, maka Paulus bisa hidup sampai saat ini dan menjalankan tugas yang diberikan oleh Allah kepadanya. Sehingga orang besar dan orang kecil dapat mengenal Tuhan Yesus Kristus dengan benar dan logika Allah berdasarkan kebenaran Allah yang tidak pernah berubah dari zaman para nabi dan juga Musa.
Dan menegaskan dengan kuat bahwa Mesias datang ke dunia harus menderita dan menjadi yang pertama untuk bangkit dari antara orang mati (1 korintus 15:20-22 ) dan memberitakan terang kepada seluruh bangsa sebagai kebenaran Allah yang Absolut seperti yang dikatakan dalam Yesaya 42:6 dan 49:6. Sehingga terbukti bahwa hanya di dalam Tuhan Yesus Kristus ada kebenaran Allah dan logika Allah yang melampaui segalanya.
Usaha Dunia dan Doa Harapan
Kita lanjut dalam Kis 26: 24 - 27 , Ketika paulus berbicara dan menerangkan segala hal kepada mereka. Tiba tiba Festus dengan suara keras mengatakan bahwa Paulus gila. Tentu hal ini bukan hal asing bagi Paulus dan bagi kita, inilah usaha yang dilakukan oleh dunia. Mereka berusaha dengan berbagai car untuk menutup kebenaran absolute untuk membenarkan kebenaran semu mereka.
Tetapi paulus dengan tegas dalam Kis 26: 26, bahwa segala hal yang terjadi ini bukan hanya mimpi tetapi terjadi dan memiliki banyak saksi. Karena dengan tegas paulus berkata bahwa semua kejadian yang diceritakan bukanlah sebuah dongeng saja tetapi ini sebuah peristiwa nyata dan bisa dibuktikan .
Tetapi perhatikan dalam kis 26 : 27, Sebagai seorang raja, Agripa tahu semua itu dan telah mempelajari semuanya itu bahkan dia percaya apa yang dikatakan para nabi yang dikatakan oleh Paulus. Tetapi perhatikan ketika kita hanya kenal dan tahu tanpa mengenal Allah dan logika Allah, maka logika manusia manusia berusaha membelokkannya kembali dengan pikiran atas jabatan, harta dan berbagai hal duniawi lainnya. Sehingga Agripa berkata hampir hampir aku menjadi orang Kristen.
Maka berkatalah Paulus untuk terakhir kalinya sebelum mereka meninggalkan tempat itu, dia berdoa dan berharap kepada Tuhan Yesus Kristus supaya segera atau nanti Agripa dan seluruh yang mendengarkan menjadi seperti Paulus yang bertemu , mengenal dan memiliki Logika Allah yang penuh dalam hidupnya. Dan mengecualikan orang orang yang benar benar masuk dalam golongan dunia yang masih mempertahankan kebenaran semu mereka.
Setelah mereka semua memeriksa, dalam Kis 26: 31-32 menjelaskan bagaimana bahwa apa yang Paulus katakan adalah kebenaran dan tidak dapat dipungkiri dan tidak dapat di hukum penjara maupun hukuman mati. Dan menyatakan bahwa seharusnya Paulus bebas kalo dia tidak banding. Tetapi kembali lagi, dalam Logika Allah ini bukan masalah seharusnya. Tetapi apa yang mau Tuhan Yesus Kristus kerjakan dalam kehidupan kita.
Perjalanan Hidup Manusia adalah sia sia
Mari kita lanjut pada Kis 27:1, apa yang terjadi ? Akhirnya datang waktu yang dinanti yaitu paulus akan menghadap kepada Kaisar di Roma. Sehingga Paulus yang berada di Kaisarea menuju Italia. Bersama dengan tahanan lain dan di bawah perwira bernama Yulius dari pasukan Kaisar.
Maka Kis 27:2- 5, ita melihat bagaimana kapal berangkat dari Adramitium menuju ke pelabuhan yang ada di sepanjang Pantai Asia lalu bertolak ke roma. Bersama dengan itu seorang teman bernama Aristarkhus seorang Makedonia dari Tesalonika, bersama dengan Paulus dalam perjalanan itu. Dalam perjalanan itu Paulus mendapatkan kasih karunia dengan cara Yulius, seorang pasukan Kaisar memperlakukan dia dengan baik dan memperbolehkan Paulus dan Aristarkhus mengunjungi sahabat sahabatnya supaya mereka dapat memperlengkapi Paulus dan aristarkhus.
Tetapi apakah semua itu berjalan dengan lancar ? perhatikan dalam Kis 27: 4 -5, ternyata tidak, mereka tidak dapat lewat dengan mudah tetapi terdapat angin Sakal , sehingga mereka berusaha menyusuri pantai siprus dan mengarungi lautan di depan Kilika dan Pamfilia. Sehingga mereka sampai di Mira di daerah likia. Jika kita melihat angin sakal, maka bandingan dengan Matius 14:24 dan Markus 6:48. Apa yang kita lihat, ternyata angin sakal adalah angin yang tidak mudah untuk ditembus, inilah gambaran manusia menghadapi setiap tantangan kehidupan. Tetapi kita dalam perjalanan ini pun bukannya Tuhan Yesus Kristus tinggalkan kita, Dia ada bersama kita dan dia melihat kita ( hal ini terbukti dalam Matius 24: 26).
Tetapi dia ingin melihat kita, apakah kita tetap bersama Dia dalam kita mengarungi kehidupan kita bahkan ketika angin sakal itu datang. Tetapi perhatikan dalam Kis 27: 6, ketika Yulius menghadapi angin Sakal, dia malah “berputar otak” untuk mencari cara agar sampai ke Italia sesuai dengan waktu yang ditentukan. Dia menemukan sebuah kapal dari Aleksandria yang hendak ke Italia dan dipindahkan kesana.
Inilah Logika manusia, ketika manusia hanya mau berpikir bergunakan logikanya. Bahkan dalam kis 27:7, dengan tegas mereka hampir tidak maju. Dan berusaha dengan logika mereka dan pengalaman mereka mencoba mendekati Knidus. Tetapi apa yang terjadi ? mereka tidak bisa lewat dan mencoba menyusuri Tanjung Salmone dengan susah payah, akhirnya mereka bisa melewati tanjung tersebut dan sampai di Pelabuhan Indah dekat kota Lasea.
Kita perhatikan kembali dalam Kis 27: 9 - 10, dengan keadaan yang seperti itu dan waktu yang sangat panjang, Paulus tentu sudah bertanya kepada Tuhan Yesus Kristus kenapa kondisi ini terjadi ? Maka Paulus memperingatkan mereka. Tentu ketika Paulus berbicara bukan berbicara tentang bagaimana bagaimana Roh Tuhan berbicara kepada paulus. Tetapi paulus berbicara menggunakan teguran yang memperingatkan.
Hal ini sering terjadi pada kita, ketika kita sudah menjadi anak Tuhan dan dengan tingkatan pengenalan kita yang sudah tinggi sekalipun. Kita berpikir kita mampu dan bisa seperti Yulius dapat melakukannya walaupun susah. Dan tanpa disadari ini pun yang dilakukan “gereja” kepada umatnya. Seharusnya ketika kita melihat angin sakal itu datang dan kondisi tidak kunjung baik, kita harus kembli melihat Yesus yang berjalan di atas air (Matius 24: 27).
Dalam Matius 24: 27 , dengan jelas bahwa semua keadaan yang terjadi sebenarnya dalam kendali Tuhan Yesus Kristus. Tetapi Dia ingin menunjukan kepada manusia, bukan kekuatan manusia yang dapat menyelesaikan semuanya itu. Dengan Kekuatan manusia, manusia hanya akan menemukan perjalan panjang yang penuh perjuangan yang sia sia ( Pengkhotbah 12:8).
Bahkan dalam Kis 27: 11, dengan tegas dikatakan bahwa perwira itu lebih mempercayai jurumudi dan nahkoda dari pada perkataan paulus. Perhatikan dalam Yesaya 30: 7, dengan jelas dikatakan bahwa pertolongan siapapun ketika kita menghadapi kehidupan ini, semua akan sia sia. Walaupun dalam kis 27 : 12-13 , secara logika manusia tempat atau posisi kita sering kali dianggap tidak baik untuk diam dan menunggu pertolongan Tuhan Yesus Kristus. Maka mereka mencoba dan menyangka bahwa maksud dan tujuan mereka akan tercapai.
Tetapi perhatikan dengan tegas dalam Kis 27: 14, apa yang terjadi tadi angin sakal yang sulit tidak mereka hiraukan, karena menurut mereka bisa mereka kerjakan atau jalani dengan pengalaman yang mereka lalui. Maka sesuai dengan Amsal 16:9, Manusia selalu berpikir apa yang menjadi rencananya akan berhasil , tetapi Salomo dengan tegas berkata Tuhan yang menentukan arah langkahnya. Sehingga dalam Kis 27: 14 turunlah dari arah pulau angin badai yang disebut angin ”Timur laut“ .
Jika kita merujuk pada Yohanes 15: 6, Maka secara alegori menyatakan kepada kebinasaan, karena mereka sudah berada di luar jalur Tuhan dan seharusnya mereka ikut dengan rencana dan ketetapan Tuhan Yesus Kristus saja dan tidak ada yang lain. Maka perhatikan dalam Kis 27: 15- 20, kita lihat bagaimana mereka akhirnya berusaha dengan keras dan menggunakan berbagai cara bahkan menggunakan alat penolong tetapi tidak bisa menolong apa apa dan bahkan mereka mencoba membuang muatan / apa yang mereka punya untuk menyelamatkan diri mereka. Tetapi perhatikan pada Kis 27: 20b dengan jelas dikatakan pupuslah / hilang segala harapan untuk menyelamatkan diri.
Kembali kepada Allah tidak salah
Maka kita perhatian dalam Kis 27: 21-22 , dengan jelas dikatakan apa yang Paulus sampaikan dalam Kis 27:10 dan dengan jelas juga disampaikan ketika kita apa yang mereka punya sekarang sudah hilang serta mereka pun mengalami kerugian. Maka sekarang Paulus dengan tegas dalam kis 27: 22 untuk tabah karena kehendak Allah yaitu semua akan selamat dan hanya kapal ini yang akan binasa.
Hal ini mengingatkan kembali kepada bagaimana matius 14 :31 dengan tegas tangan Tuhan Yesus Kristus yang akan terulur. Ketika kita berbalik dan kembali taat kepada Tuhan Yesus Kristus, maka Tuhan Yesus Kristus berkata dengan tegas kepada kita kenapa kita menjadi orang yang bimbang dan kurang percaya ? Hal ini menegaskan kepada kita, bahwa seringkali ketika kita dipakai Tuhan Yesus Kristus bahkan dalam hal menggembalakan Jemaat hanya berbicara tentang jasmani ( gereja yang hebat , uang, dan sebagainya ).
Ketika kita yang dari Kis 2 sudah dipersiapkan Tuhan Yesus Kristus dan dipercaya oleh Tuhan Yesus Kristus, Seharusnya dapat terus berjalan dan taat kepada Tuhan Yesus Kristus dan jangan “sok” dalam segala hal. Tetapi andalkan Tuhan Yesus Kristus dan kembali dalam logika Allah yang kuat dan dapat mengatur segala keadaan yang ada dalam dunia ini.
Ketika Paulus yang tahu akan kehendak Allah dan mengenal bahwa Logika Allah yang hidup dalam dirinya mengerti bahwa tugas dia belum selesai dan harus membawa Injil ke Kristen barat. Pastinya ada penyertaan Tuhan Yesus Kristsu dalam perjalannya. Sehingga dalam kis 27: 23 - 26 dengan tegas bahwa dia sudah kepunyaan Allah dan Rencana Allah sudah diberitahukan kepada Paulus , dan Otoritas serta Kasih Karunia Tuhan Yesus kristus pun akan berlaku kepada orang di sekitarnya.
Paulus menjadi contoh bagi pelayan Tuhan Yesus Kristus, bukan hanya dia mengenal dan memahami logika Allah secara penuh tetapi juga menyatakan kepada mereka segala hal yang Tuhan Yesus Kristus nyatakan serta menguatkan apa yang harus dia kuatkan bagai orang disekitarnya. Dengan apa yang dia punya dia menyatakan Identitasnya ( h-4) dan otoritasnya Sebagai orang kepercayaan Allah ( h-5)
Ketidakpastian hidup dan Taat kepada Tuhan
Mari kita lanjut dalam Kis 27: 27 - 28, apa yang terjadi ? ketika kita kembali kepada Allah tidak secara otomatis kehidupan kita seratus delapan puluh derajat berbalik dalam hitungan detik. Tetapi ketika kita sudah mengenal Allah dan segala Logika Allah, maka kepastian akan rencana Allah itu mutlak. Seperti halnya Paulus ketika dia sudah taat kepada Tuhan Yesus Kristus dan orang disekitarnya yang membuat dia harus terseret dalam masalah dia tetap tenang dan mengandalkan serta menuruti segala perintah Tuhan Yesus Kristus.
Tetapi perhatikan dalam Kis 27: 27b–30 , anak-anak kapal merasa mereka sudah dekat. Maka mereka mengukur dan memperhitungkan kembali segala hal dan mereka merasa takut, maka mereka menurunkan Sauh atau jangkar kapal dan kabur dari kapal dengan sekoci atau perahu kecil. Maka sekarang perhatikan Kis 27:30–32 Seperti halnya ketika rencana Allah sudah dinyatakan dan ada yang tidak mau mengikuti karena satu dan lainnya, termasuk takut.
Maka perhatikan dalam kis 27:31–32, dengan jelas dikatakan bahwa jika dia tidak tinggal di dalam kapal, kamu tidak mungkin selamat, dan prajurit itu pun memotong tali sekoci dan membiarkan hanyut. Begitu pula dengan kita, ketika sedang tidak ada dalam kepastian hidup dan mulai kembali kepada rencana Allah, maka jangan pernah berkompromi lagi untuk hidup dalam dunia maupun segala pemikirannya. Ketika hal itu terjadi, kita percuma kembali kepada Allah dan kembali akan hancur dan hanyut. Tetapi putuskan segala hal yang adadalam hidup ita yang tidak berkenan kepada Allah dan hanya ikuti kehendak Allah. Inilah salah satu sikap dari Gembala jemaat atau kepala rumah tangga , berani memutuskan untuk hal yang tidka berkenan kepada Allah.
Janji Tuhan dan Ucapan Syukur dalam Perjamuan
Maka kita kembali ke Kis 27 :33–35; perhatikan keprihatinan mereka yang tidak makan selama 14 hari lamanya. Tetapi dalam prosesnya yang susah dan tidak enak, ada janji Tuhan yang tidak pernah gagal yang Paulus pelajari dengan giat di masa mudanya ( Kis 26:4-5 ) bahkan ketika Paulus mengenal Allah dengan benar dan Logika Allah yang absolut. Sehingga janji Allah yang tertulis juga dalam Lukas 21: 7-19, menjadi nyata dan bukan hanya sekedar teori belakang. Tetapi menjadi kenyataan hidup yang dapat diimplementasikan dan disaksikan khususnya orang orang yang mau ikut dalam kehendak dan rencana Allah.
Maka dengan Kasih karunia Allah, paulus mengadakan ucapan syukur melalui Perjamuan kudus ( Kis 27:35) . Sehingga dalam Kis 27 : 36 , mereka kuatlah hati semua orang yang percaya kepada Allah dan mereka pun ikut makan. Sehingga jumlah mereka dalam Kis 27:37 , terdapat 276 jiwa, menjadi kenyang dan mereka membuang muatan gandum ke laut untuk meringankan kapal itu. Disini ita melihat dengan jelas janji Tuhan Yesus Kristus kepada orang yang selalu pegang janji Tuhan dan selalu mengucap syukur dalam segala hal seperti yang dikatakan dalam 1 Tesalonika 5:18.
Sehingga dalam Kis 27: 39- 41, apa yang Tuhan Yesus Kristus rencanakan tidak pernah gagal, mereka yang diam di dalam kapal , secara ajaib melihat pembelaan Tuhan dengan melaihat sebuha teluk atau pantai. Sehingga mereka meninggalkan sauh atau jangkar mereka di laut dan berlayar kesana. Ini lah pembelaan Tuhan Yesus Kristus kepada yang mau berbalik dan taat kepada Tuhan Yesus Kristus.
Mereka semua bersukacita, karena Allah adalah pembela orang yang dipercayanya untuk menjalankan segala perintah Tuhan. Dan perhatikan dengan seksama Kis 27: 41b, hanya kapalnya yang tidak selamat karena menabrak busung pasir atau gunungan pasir yang ada di pantai. Hal ini tidak lebih maupun tidak kurang, apa yang Tuhan Yesus Kristus sampaikan dan Tuhan Yesus Kristus kerjakan tidak ada yang meleset sedikit pun seperti yang tertulis dalam Kis 27: 24.
Logika Allah mengalahkan logika manusia
Ketika logika Allah berhasil dinyatakan, sering kali akan ada Logika manusia berusaha untuk menggagalkan semua rencana Allah. Begitu yang terjadi dalam Kis 27: 42. Karena ketakutan untuk kabur, Prajurit mau membunuh semua tahanan. Tetapi Logik Allah yang ada di dalam Perwira yaitu Yulius telah melihat bagaimana Allah-nya Paulus telah menyelamatkan dan janjinya tepat seperti yang dikatakan.
Maka dalam Kis 27: 43 , atas kehendak Allah, Yulius memiliki ingin menyelamatkan Paulus dan menggagalkan kembali logika manusia, serta memberikan instruksi untuk membawa semua orang yang pandai berenang sampai ke darat dan yang lain menyusul dengan papan. Hal yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang perwira kalo bukan rencana Tuhan dan ketetapan Tuhan
Sehingga kita sendiri melihat apa yang diFirmankan Tuhan Yesus Kristus tidak akan pernah gagal karena Logika Allah lebih kuat dan berpengaruh dibandingkan Logika manusia.
Tuhan Yesus Kristus tolong kita semua
Amien
